Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
Bab 258


__ADS_3

"Halimah! Kau tidak mengenal siapa itu Raja Abiyaksa. Bagaimana mungkin kau bisa mengambil kesimpulan seperti itu?" tanya Raja Abiyaksa terlihat gemas kepada Halimah.


"Laki-laki yang ingin merebut istri orang lain itu adalah seorang pecundang! Itu artinya dia itu tidak laku dengan wanita lain! Pria menyedihkan!" Halimah terus mengoceh membuat perasaan Raja Abiyaksa menjadi tidak nyaman karena hal itu.


"Kalau kau menjadi Ratu Deniz dan bertemu dengan Raja Abiyaksa, apa yang akan kau lakukan?" tanya Raja Abiyaksa sambil menatap tajam kepada Halimah yang langsung menjawabnya dengan penuh antusias.


"Tentu saja aku akan menolak cintanya! Karena aku sudah memiliki seorang suami. Aku pastinya akan menasehati dia untuk mulai membuka pintu hatinya kepada gadis lain yang ada di sekitarnya." Raja Abiyaksa benar-benar tidak bisa berkata-kata.


'Kenapa sama orang ingin aku melupakan Ratu Deniz dan melepaskan cintaku kepadanya? Apakah benar bahwa ini adalah saatnya untuk aku melepaskan perasaan itu?' batin Raja Abiyaksa yang saat ini sedang melamun.


"Hey, cepat habiskan makananmu karena aku akan segera mencuci piring-piring ini. Setelah itu aku ingin beristirahat. Apa kau tahu?? Di sana sangat ramai sekali. Aih, pekerjaan begitu banyak. Aku kau tidak mau harus membantu dayang istana lainnya. Hal itulah yang membuat aku jadi pulang terlambat." Halimah tanpa sadar telah menyentuh perasaan seorang Raja Abiyaksa dengan kepolosan dan kebaikan hatinya.


Raja Abiyaksa sejak tadi berusaha untuk dapat menentramkan hatinya yang merasa bersalah. Karena telah membuat Deniz memutuskan untuk meninggalkan istana kerajaan kucing, hanya untuk menghindari dirinya yang sudah sangat keterlaluan terhadap mereka berdua.


'Maafkan aku Deniz! Cintaku benar-benar telah membuatmu merasa tidak nyaman sehingga Kau rela untuk melepaskan statusmu sebagai seorang Ratu. Raja Narendra memang lebih berhak untuk menjadi suamimu karena dia bahkan rela melepaskan statusnya sebagai seorang raja hanya untuk melindungimu. Aih!! Aku sungguh begitu bodoh dan begitu sombong. Karena merasa begitu mencintaimu, sampai aku rela melakukan semua kejahatan untuk mendapatkanmu.' Hati Raja Abiyaksa yang sudah mulai tersentuh dan tergetar oleh kehadiran Halimah kini mulai bisa berpikir jernih.


Halimah sejak tadi merasa bingung saat melihat raja abiyaksa yang terus saja melamun dan sangat sulit untuk diajak komunikasi olehnya.

__ADS_1


"Eh! Kenapa kau dari tadi melamun saja? Apakah kau punya masalah? Katakanlah padaku! Siapa tahu aku bisa membantumu." Halimah tersenyum kepada Raja Abiyaksa yang merasa bahagia ada seorang wanita yang begitu baik di sisinya dan telah menyelamatkan nyawanya.


"Apa kau tahu siapa aku sesungguhnya?" tanya Raja Abiyaksa pada Halimah.


Halimah menggelengkan kepalanya sambil terus mengunyah makanannya. Raja Abiyaksa membersihkan mulut Halimah yang belepotan makannya."Kau itu seorang gadis! Kenapa makanmu begitu? Makanlah pelan-pelan tidak ada yang berbuat makanan denganmu!" Halimah hanya menyengir saja mendengar apa yang dikatakan Raja Abiyaksa padanya.


"Ceritakanlah tentangmu! Karena aku ingin sekali mendengar kejujuran dari mulutmu." Halimah kemudian tersenyum kepada raja Abiyaksa.


Raja Abiyaksa sebenarnya takut kalau Halimah akan membencinya. Setelah dia menceritakan tentang identitasnya yang sesungguhnya. Akan tetapi hal yang tidak terduga malah terjadi di hadapannya setelah dia menceritakan segalanya secara jujur kepada Halimah.


"Wah aku ternyata sangat beruntung karena bisa menyelamatkan seorang raja sepertimu yang ternyata telah dikalahkan oleh raja Narendra yang menjadi idolaku!" Raja Abiyaksa sampai tidak bisa berkata-kata gara-gara mendengar apa yang dikatakan oleh Halimah.


"Apa kau tahu? Di luar sana orang-orang langsung gemetar ketika mendengar namaku saja. Tapi kau malah sangat berani menertawakanku. Sungguh lancang!" Raja Abiyaksa terlihat mengepalkan kedua tangannya karena kesal pada Halimah yang tidak menunjukkan rasa takut sama sekali kepadanya.


Halimah kemudian menjelaskan tentang kedua orang tuanya yang telah begitu tega menumbalkan dirinya hanya untuk kekayaan.


"Aku tidak takut sama sekali denganmu. Karena di dunia ini sudah tidak ada lagi yang aku takutkan. Kau tahu? Seharusnya aku sudah mati berapa tahun yang lalu ketika kedua orang tuaku meninggalkan aku dan memberikan aku pada Raja Narendra sebagai tumbal untuk menjadi selirnya. Saat ketakutanku yang luar biasa sudah lewat, pada saat di mana Raja Narendra menyelamatkanku dari maut dan membawaku kemari." Raja Abiyaksa terlihat terkejut mendengar apa yang Halimah katakan.

__ADS_1


"Raja Narendra menyelamatkanmu, alih-alih dia membunuhmu?" Raja abiyaksa seperti tidak percaya dengan cerita itu.


Halimah kemudian menceritakan semua yang dialami selama dia tinggal di istana kerajaan kucing. Bagaimana baiknya Ratu Deniz memperlakukan dia dan mempersilahkan kepada Raja Narendra untuk menikahinya. Akan tetapi sang raja menolaknya mentah-mentah.


"Aku bisa mengerti kenapa sang ratu sangat mencintai Raja Narendra yang begitu setia dan mencintainya hingga akhir. Apa kau tahu? Mengganggu dua insan yang saling mencintai itu adalah dosa besar! Oleh karena itu aku tidak pernah menuntut kepada Raja Narendra untuk memberikan hakku sebagai calon selir di istana kerajaan kucing. Karena aku tahu aku tidak akan pernah menang bersaing dengan cinta mereka berdua yang luar biasa. Kau juga! Sebaiknya hapus perasaan cintamu untuk Ratu Deniz karena kau tidak akan pernah berhasil mendapatkan dia." Halimah dengan tulus menasehati Raja Abiyaksa.


Raja Abiyaksa kepada Halimah dengan lekat.


"Apa kau mau membantuku untuk melepaskan perasaan cinta yang ada di hatiku kepada Ratu Deniz?" tanya Raja Aniyaksa kepada Halimah yang dengan penuh antusias langsung mengangguk.


"Katakanlah padaku sekarang! Apa yang bisa kubantu untukmu? Aku berjanji padamu! Aku akan melakukan apapun untuk membantumu bisa melepaskan perasaan cinta sepihak itu di dalam hatimu!" Halimah tersenyum begitu manis kepada Raja Abiyaksa yang langsung gugup dan salah tingkah.


Hal itu malah membuat Halimah menjadi tertawa. Karena merasa lucu dengan ekspresi sang raja yang di luar sana terkenal sebagai raja yang ganas dan kejam. Tetapi dia melihat bahwa Raja Abiyaksa adalah pribadi yang menyenangkan baginya.


Selama 2 bulan mereka kenal dan bergaul, Raja Abiyaksa selalu berlaku baik pada Halimah. Selama Halimah mengenalnya, Halimah tidak pernah melihat Raja Abiyaksa melakukan suatu kejahatan ataupun kasar kepadanya.


"Apakah kau mau menikah denganku?? Maksudku, Apa kau bisa menggantikan posisi Ratu Deniz di dalam hatiku?" Raja Abiyaksa menundukkan kepalanya karena dia takut melihat penolak yang akan diberikan oleh Halimah untuk dirinya.

__ADS_1


Raja Abiyaksa yang selama ini selalu mendapatkan penolakan dari Ratu Deniz benar-benar merasakan insecure ketika dia berhadapan dengan wanita lain seperti Halimah. Halimah begitu cantik dan lembut pasti tidak akan mau untuk menjadi istrinya seorang raja yang terkenal jahat dan kejam di alam siluman.


"Lupakan saja kalau kau tidak mau menjadi istriku. Tolong jangan terbebani, Halimah! Baiklah aku akan kembali ke istanaku. Terima kasih karena kau sudah menolong dan menyelamatkanku. Nanti, suatu saat nanti, aku pasti akan kembali ke mari dan mengirimkan banyak hadiah untukmu sebagai ucapan terima kasih padamu." Halimah tersenyum mendengar apa yang di katakan oleh Raja Abiyaksa.


__ADS_2