Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
52. Mencari Deniz


__ADS_3

Narendra kemudian mencari keberadaan Deniz yang saat ini sedang berada di luar hutan yang sudah mulai keluar dari daerah kekuasaan kedua orang tuanya.


Narendra Senang sekali melihat istrinya baik-baik saja. " Sayang kamu sedang apa di sini?" tanya Narendra ketika dia bertemu dengan sang istri yang sedang duduk di atas pohon yang tumbang.


Terlihat Deniz menatap Narendra dengan tajam. Kemudian Dia menyuruh Narendra untuk duduk di sebelahnya.


" Ayo kita pulang sayang. Berbahaya berada di luar kekuasaan kedua orang tuaku. Apalagi sekarang kondisi kerajaan sedang gawat karena kerajaan ular hijau yang sudah menabuh genderang perang dengan kerajaan kucing. Kita harus selalu hati-hati sayang dengan keselamatan kamu. Jangan sampai lengah! Raja gila itu sedang mengincar kamu untuk di jadikan istri nya!" ucap Narendra sambil menggenggam telapak tangan Deniz yang terasa begitu dingin.


Sejenak Narendra mengerutkan keningnya. Karena tidak seperti biasanya Deniz hanya diam saja menatapnya seperti orang linglung.


" Kamu kenapa sayang?" tanya Narendra mulai bingung dan khawatir dengan istrinya.


Ketika Narendra hendak menggendong Deniz, tiba-tiba saja maha guru langsung datang menemuinya dan memperingatkan Narendra untuk berhati-hati.


Akan tetapi Mahaguru terlambat untuk memperingatkan Narendra. Karena sekarang Narendra telah dipatok lehernya oleh seekor ular hijau yang sangat besar yang tadi menyerupai Dennis untuk menjebak Narendra yang mulai terkapar tidak sadarkan diri.


Mahaguru sangat geram melihat murid kesayangannya telah dicelakai oleh raja Abiyaksa yang tadi telah menipu Narendra dengan menggunakan wajah Deniz untuk memancing muridnya keluar dari area kekuasaan Kerajaan kucing.


" Kurang ajar kau! Berani-beraninya kau bermain curang seperti ini, huh? Cepat kau berikan obat penawar untuk racunmu yang sudah membuat muridku menjadi pingsan seperti itu!" perintah Mahaguru yang sekarang sudah berubah menjadi seekor harimau putih yang siap menyerang abiyaksa yang juga telah merubah tubuhnya menjadi seekor ular hijau yang sangat besar.

__ADS_1


Pertarungan siluman yang sangat hebat ilmu kanuragannya pun akhirnya berlangsung sangat seru. Para siluman lainnya yang tidak memiliki ilmu setinggi mereka tidak berani untuk mendekati area pertarungan dalam radius 2 km.


Dampak pertarungan antara mereka berdua benar-benar sangat luar biasa bahkan sampai mengguncangkan gunung dan pohon-pohon di sekitarnya.


" Dasar kau Raja kejam dan juga licik! Sungguh berani sekali kau menipu muridku huh? Hanya untuk menjebak dia saja?" tanya sang Mahaguru dengan amarah yang sangat luar biasa. aumannya benar-benar telah mengguncangkan alam siluman dalam sekejap.


Para siluman kecil langsung lari terberet-beret karena takut terkena dampak dari pertarungan mereka berdua yang sangat maha dahsyat.


Terlihat Raja Abiyaksa yang mulai kewalahan untuk bertarung dengan Maha gurunya Narendra. Gerakannya sudah tidak selincah ketika pertama kali dia bertarung dengan Mahaguru.


" Cepat kau serahkan penawar racun untuk bisa mengobati Pangeran Narendra dari racun mematikan!" ucap Mahaguru sambil menatap Raja Abrahah yang saat ini sudah mulai kewalahan bahkan sekarang tubuhnya sudah berubah menjadi ular hijau yang kecil tidak raksasa seperti tadi.


" Cepat kau sembuhkan Pangeran Narendra! Kalau tidak, aku akan menyantapmu sekarang juga dan namamu hanya akan menjadi buah bibir di kerajaan milikmu!" ancam Mahaguru sambil menginjak tubuh Raja Abyaksa yang sudah kalah telak bertarung dengannya.


Namun Sekuat apapun dia merontak dia tidak sanggup untuk melepaskan diri dari injakan kaki sang harimau putih yang laksana mamakunya dengan paku bumi.


" Percuma kau buang-buang tenaga untuk melepaskan diri dariku. Karena aku tidak akan pernah melepaskanmu sampai kau menyembuhkan kembali Pangeran Narendra!" ancam Mahaguru dengan aumannya yang memekakkan telinga Abiyaksa.


Raja Abiyaksa yang sudah terluka sangat parah setelah pertarungannya dengan Mahaguru akhirnya ah dia pun mengalah dan bersedia untuk menyedot kembali racun yang tadi dia kerahkan ke tubuh Narendra yang sekarang sudah berubah menjadi kucing yang lemah. Pengaruh racun ular hijau benar-benar sangat hebat. Bisa melumpuhkan urat saraf korbannya hanya dalam hitungan jam.

__ADS_1


Dengan tertatih-tatih Raja Abiyaksa kemudian mendekati Pangeran Narendra yang saat ini sedang berjuang melawan maut.


" Cepat kau sembuhkan muridku atau aku akan langsung mematahkan lehermu sehingga kau bisa bertemu dengan ayahmu yang sudah kau bunuh itu!" ancam Mahaguru sambil mengaum keras sekali. Mahaguru memberikan tekanan mental yang sangat besar kepada Raja Abiyaksa yang terkenal sombong dan juga arogan.


Raja abiyaksa kemudian mendekati Pangeran Narendra dan langsung menyedot semua racun yang tadi dia masukkan ke dalam aliran darah sang pangeran yang kini sudah mulai terlihat kembang kempis.


Mahaguru sangat khawatir melihat keadaan murid kesayangannya yang masih juga belum berubah wujud ke wujud manusianya.


" Kau sudah mengobati dia atau belum huh? Kenapa muridku masih menjadi seekor kucing yang lemah dan siap untuk mati?" tanya Mahaguru dengan tatapan yang begitu mengintimidasi Raja Abyaksa yang sudah gemetar ketakutan melihat emosi yang begitu besar di mata sang Mahaguru yang sangat Sakti mantra guna.


" Dia tadi terlalu lama dalam kondisi keracunan. Jadi dia harus meminum ramuan penawar racunnya selama sebulan full, dia juga harus berendam di dalam kolam air dingin yang berada di Puncak Gunung Pangrango selama satu bulan penuh!" ucap Raja Abiyaksa dengan suara gemetar karena dia benar-benar ketakutan melihat wajah Mahaguru yang sudah siap menelannya hidup-hidup.


Maha guru kemudian mengikat wadag kasar Raja Abiyaksa yang berubah telah berubah menjadi ular hijau kecil dengan menggunakan tali sihir yang sangat hebat yang tidak bisa dilepaskan oleh siapapun kecuali dengan mantra yang dia ucapkan.


" Untuk sementara kau akan aku simpan di dalam tasbih ku! Sampai aku bisa mengobati Pangeran Narendra dan juga menemukan tuan putri Deniz yang sedang menghilang!" ucap Mahaguru sambil mengambil ular hijau kecil wujud asli Raja Abiyaksa yang ganas dan kemudian dia masukkan ke dalam tasbih miliknya yang selalu dia bawa kemana-mana.


Sebelum tubuhnya benar-benar masuk ke dalam tasbih terdengar Raja Abiyaksa yang mengumpat kepada Mahaguru.


" Kau tidak akan pernah menemukan Tuan Putri Deniz karena dia akan segera menjadi Permaisuri Raja kami. Hahahaha!" maha guru terkejut sekali mendengarkan ucapan ular hijau itu yang ternyata hanyalah tiruan dari wujud Raja Abiyaksa.

__ADS_1


Mahaguru kemudian merubah ular hijau tadi yang sekarang dia tahan di dalam tasbih miliknya menjadi wujud manusia untuk dia introgasi tentang keberadaan Deniz saat ini.


" Cepat katakan! Di mana keberadaan Tuan Putri Deniz?" tanya maha guru yang tampak kehilangan kesabaran untuk menangani siluman ular hijau yang telah melukai Narendra dan juga menculik Tuan Putri Deniz.


__ADS_2