
Pangeran Surya Kelana terus berusaha untuk mencari keberadaan putrinya yang dibawa oleh Jenderal Anom. Pangeran Surya Kelana kesal sekali karena dia telah kehilangan jejak putrinya.
Jenderal Anom ternyata sangat mahir dalam melakukan aksinya sehingga tidak meninggalkan jejak sama sekali untuk bisa dikejar oleh siapapun juga.
Pangeran Surya Kelana terlihat begitu murka dengan kelalaiannya karena tidak mengawasi putrinya sendiri sehingga sekarang harus mengalami kejadian buruk seperti itu.
"Maafkan ayah, putriku! Setelah ratusan tahun lamanya kita baru saja bertemu sebagai ayah dan anak. Tetapi aku tidak sanggup untuk memberikan kehidupan yang layak dan pengakuan untukmu dari keluarga besarku maupun istana kerajaanku. Aku benar-benar seorang ayah yang sangat buruk untukmu!" Pangeran Surya Kelana terlihat begitu sedih memikirkan nasi putrinya yang sekarang entah ada di mana.
Leluhur dan Raja Narendra sekarang sudah sampai di tempat kakaknya berada.
"Apakah Kakak masih belum menemukan juga keberadaan keponakanku?" tanya Raja Narendra pada kakaknya yang langsung menggelengkan kepalanya dengan lesu.
"Aku dari tadi sudah berusaha untuk mencari Putri Ayuningtyas dengan menggunakan kekuatan batinku . Akan tetapi ada sebuah penghalang besar yang menghalanginya dan sangat sulit untuk ditembus. Aku resah bahwa itu adalah pagar gaib yang sangat kuat!" Raja Narendra kemudian mengambil Kaca Benggala miliknya.
"Aku akan mencoba untuk mencari Putri Ayuningtyas dengan menggunakan Kaca Benggala milikku. Semoga saja kita bisa menemukannya." Pangeran Surya Kelana mempersilahkan kepada adiknya untuk melakukan segala cara agar bisa menemukan putri kesayangannya.
Raja Narendra kemudian langsung duduk bersila dan mengerahkan segala kemampuannya untuk mencari Putri Ayuningtyas dengan menggunakan kaca Benggala yang sedang dia pegang.
Mahaguru terlihat datang juga ke tempat itu untuk membantu mereka bertiga bisa menemukan keberadaan Putri Ayuningtyas.
Dengan kekuatan mereka berempat, mereka terus berusaha untuk menembus pagar gaib yang sudah dipasang oleh Raja Abiyaksa di tempat rahasianya.
__ADS_1
"Aku bisa melihat keberadaan Putri Ayuningtyas!" Leluhur Istana Kerajaan Kucing terlihat begitu bahagia karena dia bisa mengetahui keberadaan cucunya yang saat ini sedang dikurung di sebuah gua oleh Jenderal Anom.
"Dimana putriku?" tanya Pangeran Surya Kelana terlihat begitu bahagia mendengar kabar itu.
"Putri Ayuningtyas dikurung di sebuah gua yang letaknya tidak terlalu jauh dari istana kerajaan ular hijau. Mari aku akan mengantar kalian ke sana!" Sang leluhur pun kemudian menggunakan ilmu teleportasi untuk bisa segera sampai di tempat yang tadi dia lihat saat dia bersemedi dengan bantuan Mahaguru kerajaan kucing.
Sang leluhur terlihat menyesali apa yang sudah dia lakukan yang begitu ceroboh karena sudah membuat Jenderal Anom memiliki kesempatan untuk menculik cucunya. Pada saat dirinya tengah bertanding dengan Raja Abiyaksa.
"Tenanglah!! Kita pasti bisa menemukan Putri Ayuningtyas. Kalian tidak usah khawatir. Aku akan mengusahakan untuk segera menjemput cucuku untuk kembali ke istana kerajaan kucing." Raja Narendra menatap kepada sang leluhur yang sejak tadi terus bersemedi dan kini sudah mulai membuka kelopak matanya.
"Ayo kita jemput Putri Ayuningtyas. Sebelum dia benar-benar dinikahkan dengan jenderal dari istana kerajaan ular hijau." Pangeran Surya Kelana cukup terkejut mendengarnya.
"Sebenarnya Jenderal Anom merupakan seorang pemuda yang baik. Terlebih dia mencintai putriku. Aku hanya tidak suka dengan caranya yang memaksakan kehendak seperti itu dengan cara menculik putriku! Sungguh tidak gentle sekali!" Pangeran Surya Kelana tidak senang mengetahui kenyataan itu.
Warga kerajaan ular biru masih mengetahui atau berpikir bahwa Putri Ayuningtyas adalah adik dari raja mereka. Jadi mereka tidak mempermasalahkan tentang pernikahan itu.
Karena yang mengetahui identitas dari Putri Ayuningtyas yang sesungguhnya hanyalah mereka berdua. Sementara yang lain tidak ada yang tahu.
"Selamat Jendral atas pernikahan ini! Semoga pernikahan kalian bisa langgeng dan segera dikaruniai keturunan." banyak di antara mereka yang memberikan ucapan selamat kepada Jenderal dan Putri Ayuningtyas, yang mereka pikir adalah adik Raja Abiyaksa.
Putri Ayuningtyas terlihat manut dan nurut ketika dia di sandingkan di pelaminan. Putri Ayuningtyas saat ini sedang dipengaruhi oleh sihir yang digunakan oleh Raja Abiyaksa untuk membuat sang putri bersedia menikah dengan Sang Jenderal.
__ADS_1
"Aku akan membahagiakanmu, Putri Ayuningtyas! Percaya padaku! Aku berjanji padamu, bahwa aku akan selalu mencintaimu!" Putri Ayuningtyas tatapannya hanya kosong karena saat ini jiwanya sedang dikurung oleh Raja Abiyaksa.
Jenderal Anom tidak memperdulikan semua itu. Karena baginya yang penting sekarang dia sudah sah menjadi suami dari wanita yang amat dia cintai.
"Ayo kita pergi ke kamar pengantin yang sudah disiapkan oleh para dayang istana kerajaan ular hijau. Sayang, Aku berjanji akan membahagiakanmu selamanya!" pada saat Jenderal Anom hendak menggendong Putri Ayuningtyas, tiba-tiba saja rombongan Raja Narendra sudah datang di istana kerajaan ular hijau yang masih ramai dengan tamu undangan yang menghadiri pernikahan mereka.
Pangeran Surya Kelana terlihat begitu murka melihat keadaan putrinya yang terlihat begitu menyedihkan.
"Berani-beraninya kau melakukan kecurangan hanya untuk bisa menikahi putriku!" Pangeran Surya Kelana melotot sempurna kepada Jenderal Anom yang sekarang sudah resmi menjadi suami dari putrinya.
Jenderal Anom menurunkan Putri Ayuningtyas dan menyuruh kepada dayangnya untuk membawa istrinya ke kamar pengantin sementara dirinya menghadapi Ayah mertuanya yang kelihatan marah kepadanya.
" Kalau kau memang benar-benar mencintai putriku kenapa kau harus melakukan kejahatan seperti ini? Kau bisa memintanya baik-baik kepadaku dan membujuk putriku untuk mau menjadi istrimu. Bukan dengan cara terkutuk seperti ini!" Pangeran Surya Kelana sangat marah kepada Jenderal Anom.
Jenderal Anom berusaha untuk menguatkan mentalnya ketika berhadapan dengan siluman yang amat sakti seperti Pangeran Surya Kelana.
"Asal kau tahu! Selama ini aku sudah berusaha dan berjuang untuk bisa mengambil hatinya selama bertahun-tahun. Bahkan hampir ratusan tahun lamanya. Tetapi dia tetap tidak bergeming atau mau melirik kepadaku. Dia acuh dan tidak menghargai perasaanku terhadapnya. Apakah salah kalau aku ingin mewujudkan cintaku yang sudah ku perjuangkan selama ratusan tahun lamanya?" tanya Jenderal Anom dengan suara yang begitu menghiba dan menyedihkan.
Pangeran Surya Kelana sebenarnya merasa kasihan kepada pemuda itu yang sebenarnya terlihat cukup baik dan tampan. Bisa dikatakan, Pangeran Surya Kelana cukup puas dengan performa Sang Jenderal yang memuaskan dirinya secara visual dan kemampuan fisik.
Pangeran Surya Kelana hanya merasa kecewa dengan cara yang digunakan oleh Jenderal Anom untuk bisa menikahi putrinya yang dia tahu merupakan wanita yang sangat keras kepala.
__ADS_1
"Aku sangat kecewa dengan apa yang kau lakukan! Sekarang juga cepat kau kembalikan jiwa putriku ke dalam tubuhnya! Sebelum aku mengambilnya secara paksa dan membumihanguskan kerajaan ular hijau sampai rata menjadi abu!" Jenderal Anom terkesiap mendengarkan ancaman tersebut.
"Aku rasa kau sudah pernah mendengar sejarah tentang sepak terjangku yang dahulu sudah membumihanguskan sebuah kerajaan sampai habis menjadi abu hanya dengan tanganku sendiri!" Pangeran Surya Kelana menatap tajam kepada Jenderal Anom yang terlihat kesulitan menelan salivanya sendiri saat mendengarkan ancaman dari Ayah mertuanya sendiri.