Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
Bab 191


__ADS_3

Putri Ayuningtyas berusaha melepaskan diri dari pengaruh Dani yang begitu kuat menguasai dirinya. Putri Ayuningtyas yang saat ini keadaan lemah setelah bertarung dengan pangeran Panji dan istrinya.


Putri Ayuningtyas meninggalkan Dani yang telah melepaskan dirinya sekarang. Dani merasa malu saat Raja Narendra melihat mereka berdua yang sedang bermain-main saja.


Dani sendiri merasa heran dengan dirinya sendiri. Dirinya yang selama ini tidak tertarik dengan hubungan antara laki-laki dan perempuan, selain Deniz tentu saja. Kenapa dirinya tiba-tiba memiliki ketertarikan itu terhadap Putri Ayuningtyas yang nakal sekali? Dani sampai saat ini belum menemukan jawaban atas pertanyaannya sendiri.


Kodam yang ada di dalam tubuh Deni selalu melindungi tuannya dari pengaruh negatif yang ada di luar sana yang berusaha untuk membahayakan jiwa tuannya.


" Tuan, anda tidak apa-apa?" tanya sang khodam kepada Dani yang terlihat muntah darah setelah tadi begitu dekat dengan Putri Ayuningtyas.


Bagaimanapun juga Putri Ayuningtyas adalah seorang putri dari siluman ular hijau yang sangat beracun. Walaupun saat ini dirinya sedang dalam keadaan lemah karena luka-luka yang belum terlalu sembuh akibat dari pertarungan bersama Minsi, tetap saja aura negatifnya masih menempel di tubuhnya dan telah melukai Dani di bagian internalnya.


" Mari Tuan, kita ke kamar hamba akan berusaha untuk menolongmu." sang khodam melirik sekilas kepada Putri Ayuningtyas yang hanya tersenyum miring melihat keadaan Dani yang terluka karena dirinya.


Putri Ayuningtyas tidak menyangka kalau ternyata dirinya walaupun tidak melakukan apapun sudah sanggup melukai Dhani hingga begitu parah.


" Makanya jangan coba-coba kau untuk bermain-main denganku! Itupun kalau kau masih sayang dengan nyawamu!" Putri Ayuningtyas kemudian meninggalkan Dhani dan juga sang khodam yang hanya bisa menatapnya dengan kesal.


" Apakah wanita siluman itu begitu hebat? Yang aku lihat, dia bahkan tidak melakukan apa-apa padaku. Kenapa aku sampai muntah darah seperti ini?" tanya Dani benar-benar merasa heran dengan Putri Ayuningtyas yang sanggup melukai bagian internalnya padahal mereka tadi tidak melakukan apapun dengan Putri Ayuningtyas.


Sang khodam menarik nafasnya dengan dalam. " Putri Ayuningtyas adalah siluman yang genit dan selalu berusaha untuk menggoda para pemuda tampan dengan menyerap aura tubuh mereka untuk kesaktiannya. Jadi, Tuan sebaiknya berusaha untuk menghindari wanita itu dan tidak usah dekat-dekat dengannya!" nasehat sang Kodam kepada tuannya.


Dani hanya menganggukkan kepala menanggapi nasehat tersebut.

__ADS_1


" Aku hanya sedang bermain-main dengannya dan tidak memiliki maksud apapun kepada dia. Wanita siluman keji! Tidak kusangka kalau dia ternyata begitu jahat karena berniat untuk membunuhku!" Dani terlihat begitu geram ketika mengingat apa yang sudah dilakukan oleh Putri Ayuningtyas.


" Mari Tuan, kita ke dalam kamar. Biar aku membantumu dengan tenaga dalamku." Dani mengikuti sang Kodam dengan patuh.


Raja Narendra hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Putri Ayuningtyas yang suka sekali mencari masalah terhadap orang lain.


" Apa kau puas sudah melukai dia? Padahal kau jelas-jelas tahu bahwa dia cuma sedang bermain-main denganmu." Raja Narendra menegur Putri Ayuningtyas yang sudah sangat keterlaluan kepada Dani.


Putri Ayuningtyas tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi sang raja yang membela Dani, saingan cintanya sejak dulu.


" Bukannya kau senang kalau dia mati, hmm?Tidak ada lagi yang akan bersaing denganmu untuk berebut istrimu." Putri Ayuningtyas menertawakan Raja Narendra.


" Lancang sekali mulutmu! Aku tidak membutuhkan bantuan dari siluman jahatnya seperti kamu untuk menghadapi Dani. Lagi pula aku percaya dengan istriku. Dia tidak mungkin dia akan bermain-main dengan manusia lemah seperti Dani." Raja Narendra kemudian meninggalkan Putri Ayuningtyas yang terlihat marah kepadanya.


" Istriku adalah seorang Ratu yang terhormat di istana ini. Dia tidak akan mungkin bermain-main dengan manusia lemah seperti Dani. Sebaiknya kau hentikan semua kebodohanmu itu dan segera tinggalkan istanaku sebelum aku mengusirmu secara tidak terhormat!" Raja Narendra sudah mulai kehabisan kesabaran untuk menghadapi Putri manja seperti Putri Ayuningtyas yang selalu mencari masalah dengan orang lain.


Putri Ayuningtyas menciut nyalinya melihat amarah di mata sang raja yang saat ini sedang menatap tajam kepadanya.


' Gawat juga kalau sampai aku diusir dari istana kerajaan kucing. Kalau aku pulang ke istana kerajaan ular hijau pun aku pasti akan dihukum oleh kakakku karena sudah mencari masalah dengan pangeran Panji dan istrinya. Aku tampaknya harus mengalah sedikit kepada raja Narendra agar dia tidak mengusirku dari sini!' bathin Putri Ayuningtyas yang akhirnya memilih untuk meninggalkan Raja Narendra.


Setelah Putri Ayuningtyas meninggalkannya, Raja Narendra kemudian pergi menuju ruang makan, di mana makanan untuk makan malam sudah disiapkan oleh dayangnya.


" Raja, bagaimana?? Kelihatannya tamu kita tidak menginginkan makan malam buktinya mereka belum juga datang kemari. Dari tadi dayang kita sudah memanggil mereka untuk datang tapi belum ada yang datang satupun." Tanya kepala dayang kepada Raja Narendra.

__ADS_1


Raja Narendra hanya menghela nafas berat.


" Kalian antarkan saja ke kamar mereka. Tampaknya Dani saat ini sedang terluka jadi dia tidak bisa datang kemari untuk makan malam. Adapun Putri Ayuningtyas kelihatannya dia sudah tidak punya selera makan lagi setelah bertengkar denganku! Oh ya! Apakah kalian sudah mengirimkan makan malam untuk istriku di kamar kami?" tanya Raja Narendra kepada kepala dayangnya.


" Kami sudah mengirimkannya kepada sang Ratu, yang mulia!" Raja Narendra mengangguk kepedean meninggalkan kepala dayang dan kembali ke kamarnya sendiri.


Raja Narendra melihat sang istri yang saat ini sedang makan malam sendirian.


" Apakah sudah selesai makan malamnya? Kenapa cepat sekali, sayang?" tanya Ratu Deniz ketika melihat suaminya sudah berada kembali di kamar mereka.


Ratu Deniz meneliti raut wajah sang suami yang terlihat tidak senang. " Ada apa? apakah ada masalah di luar sana?" tanya Ratu Deniz kepada suaminya.


Raja Narendra menggelengkan kepalanya dan lebih memilih untuk membaringkan tubuhnya di atas ranjang.


" Kau sudah makan malam belum?" tanya Ratu Deniz merasa khawatir dengan keadaan suaminya.


" Apakah Dani membuatmu marah?" Ratu Deniz merasa khawatir sekali melihat sang suami yang malah memejamkan matanya dan tidak menggubris pertanyaannya.


" Hey, sayang! Kenapa kau diam saja?" Ratu Deniz meninggalkan makanannya dan mendekati sang suami.


Raja Narendra meletakkan kepalanya di pangkuan sang istri tercinta.


" Putri Ayuningtyas bilang kalau kau akan meninggalkanku demi Dani. Apakah itu benar?" tanya Raja Narendra di pangkuan Deniz yang tersenyum mendengar pertanyaan sang suami yang terdengar begitu aneh di telinganya.

__ADS_1


" Kalau aku hendak meninggalkanmu demi Dhani, tidak perlu menunggu 10 tahun kan? Kenapa kau merasa terganggu karena perbuatan Putri Manja seperti Putri Ayuningtyas? Jelas-jelas kau tahu bahwa dia hanyalah seorang putri yang suka bermain-main dan usil dengan kehidupan orang lain. Kenapa kau terpengaruh dengan dia?" tanya Ratu Deniz sambil mengelus rambut sang suami.


__ADS_2