
Deniz merasa bahagia sekali dengan jalan-jalan mereka berlima. Walaupun Panji dan Hana tidak terlihat oleh manusia lainnya. Tetapi mereka bertiga yang mata batinnya sudah dibukakan oleh Kyai Rasyid bisa melihat mereka.
" Terimakasih Putri Hana, karena kau sudah berkunjung ke alam manusia untuk bertemu dengan kami," ucap Amber ketika mereka hendak berpisah karena putih Hana harus segera kembali ke alam siluman.
Walaupun sebenarnya Putri Hana merasa masih betah tetapi Panji sejak tadi terus menarik tangannya untuk segera kembali ke alam siluman. Apalagi putri Hana belum bertemu dengan Minsi wanita yang sangat ingin dia temui di dunia manusia.
" Ayolah Panji Aku benar-benar ingin bertemu dengan Minsi. Kau tahu kan tujuanku datang ke alam manusia untuk bertemu dia?" tanya Hana yang tampak keberatan untuk segera meninggalkan alam manusia.
Panji tetap menggelengkan kepalanya dan tidak mau ditawar lagi oleh Hana.
" Kalau kakekku mengetahui kita kabur dari istana. Dia akan sangat marah padaku dan pasti akan memberikan hukuman yang berat kepadaku. Apalagi aku sampai membawamu keluar dari istana!" ucap Panji sambil menatap Putri Hana yang terlihat sedih.
Deniz yang mengetahui perasaan Hana saat ini. Dia pun kemudian menghubungi Minsi untuk datang ke tempat mereka saat ini berada. " Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh! Apa kabar kamu Minsi?" tanya Deniz Ketika mimpi mengangkat panggilannya.
" Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh! Alhamdulillah kabarku baik-baik saja. Bagaimana dengan kabar anda?" tanya Minsi yang terlihat gugup.
Sebenarnya Minsi sangat menyukai Panji dan bisa dikatakan hampir mendekati ke arah cinta. Akan tetapi Minsi selalu terngiang dengan ucapan ayahnya yang melarang dirinya untuk dekat dengan makhluk dari alam gaib. Ayahnya tidak mau keluarganya harus berurusan dengan alam gaib.
Apalagi Minsi melihat perjuangan Deniz dan Pangeran Narendra yang sangat luar biasa. Benar-benar sangat menghiris hatinya.
" Apa yang terjadi?" tanya Minsi kepada Deniz.
Karena Minsi tahu, Deniz menghubunginya Pasti karena membutuhkan sesuatu darinya.
" Apakah kau bisa datang ke bioskop yang waktu dulu kita bertemu? Aku ingin sekali bertemu denganmu!" ucap Deniz meminta kepada Minsi untuk menemuinya.
Minsi tampak terdiam sejenak seperti sedang memikirkan apakah dia akan menerima permintaan itu atau tidak.
" Saya akan bertanya dulu kepada Babahku. Apakah dia mengizinkan untuk pergi atau tidak!" ucap Minsi pada akhirnya.
Setelah berpamitan dan berjanji akan segera menghubungi Deniz. Minsi pun kemudian menutup panggilan telepon tersebut.
__ADS_1
Minsi segera mencari ayahnya yang saat ini sedang mengajar santri di pondok pesantren yang dipimpin oleh sang ayah.
" Assalamualaikum Babah!" ucap Minsi ketika dia masuk ke dalam ruangan ayahnya.
Kyai Ilham terlihat mengerutkan keningnya karena heran dengan kedatangan Minsi ke dalam ruangannya apalagi di saat dia sedang mengajar," Waalaikumsalam Anakku ada apa?" tanya Kyai Ilham menghentikan sejenak aktivitas mengejarnya.
" Maafkan Minsi, Babah! Temanku mengajak bertemu. Apakah aku boleh bertemu dengan dia?" tanya Minsi kepada ayahnya.
" Siapa?"
" Deniz!"
Terlihat Kiai Ilham berpikir sejenak dan ketika dia melihat santri-santrinya yang sedang menunggu dirinya untuk melanjutkan mengajar mereka, dia pun kemudian menganggukkan kepalanya.
" Baiklah kau pergi menemuinya. Tapi ingat jangan terlalu malam pulangnya!" ucap Kyai Ilham memperingatkan putrinya.
" Terima kasih Babah saya akan pulang tepat waktu!" ucap Minsi yang kemudian berpamitan kepada ayahnya dan langsung pergi ke bioskop di mana Deniz saat ini sedang menunggunya.
" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!" sapa Minsi ketika dia sudah berada di hadapan Deniz beserta kedua orang tuanya.
" Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh!" ucap Deniz langsung menyambut kedatangan Minsi.
Putri Hana yang melihat Minsi datang dia tampak begitu takjub melihat gadis itu. Ada sinar yang begitu terang yang keluar dari tubuh Minsi dan itu sangat menyilaukan matanya.
" Perkenalkan dia adalah Putri Hana dari kerajaan ular biru!" ucap Deniz ketika melihat menseh yang duduk diantara Panji dan dirinya karena memang hanya kursi itu yang kosong saat ini.
" Halo namaku Hanna. Siapa namamu?" saya Putri Hannah dengan begitu sumringah wajahnya.
" Namaku Minsi Khairunnisa!" ucap Minsi sambil tersenyum kepada Putri Hana.
" Dia adalah calon istriku!" itu pasti adalah suara panji yang sengaja sekali ingin untuk memanas-manasi hati Minsi yang selama ini selalu mengganggu pikirannya.
__ADS_1
Minsi sampai terkesiap mendengarkan Pengakuan dari pangeran panji.
' Ya ampun jadi dia mengajakku bertemu di sini hanya untuk memperkenalkan calon istrinya padaku? Apa maksudnya dia? Sungguh sangat kekanak-kanakan!' batin bensin merasa sangat tidak senang dengan apa yang dilakukan oleh panji kepadanya.
Deniz bisa merasakan aura tidak menyenangkan di antara mereka bertiga.
' Ah sungguh rumit sekali hubungan di antara mereka bertiga. Entah siapa yang akan mengakui perasaan mereka masing-masing. Padahal aku percaya Minsi dan Panji saling mencintai. Akan tetapi perbedaan dua dunia benar-benar telah memisahkan hati mereka untuk tidak bersatu!' batin Deniz merasa benar-benar prihatin melihat ketiganya.
Putri Hana bisa merasakan aura tidak menyenangkan antara Panji dan Minsi dan dia bisa menangkap kalau keduanya saling mencintai.
" Seandainya ada Pangeran Wangen di sini pasti akan sangat bagus. Minsi, Apa kau tahu kalau saat ini Pangeran Wangen sedang merencanakan untuk melamarmu kepada kedua orang tuamu?" tanya Hana yang sengaja ingin mengetahui bagaimana perasaan Minsi kepada laki-laki yang dia cintai.
Minsi tampak terkejut sekali mendengarkan penuturan dari Putri Hana soal itu.
" Dari mana kau mengetahui tentang itu?" tanya Minsi sangat gugup.
Pance yang melihat ekspresi dan respon dari Minsi, dia tampak mengerutkan keningnya dan merasa tidak senang dengan hal itu.
" Aku mendengarnya langsung ketika Pangeran Wangen membujuk kedua orang tuanya untuk datang melamarmu kepada ayahmu!" ucap Hanna dengan suara yang gemetar.
Minsi kaget luar biasa. Bagaimana mungkin Pangeran Wangen begitu nekat melakukan itu kepadanya? Padahal mereka tidak memiliki janji apapun ketika terakhir kali mereka bertemu.
" Aku tidak tahu kenapa Pangeran Wangen melakukan hal seperti itu. Tapi yang jelas aku tidak akan menerima lamaran dia!" ucap Minsi dengan yakin.
" Kenapa?" tanya Hana dan Panji kompak.
Terlihat Hana dan Panji saling melihat satu sama lain.
" Karena ayahku tidak akan pernah menerima lamaran dari makhluk gaib. Apalagi Pangeran Wangen adalah putra mahkota dari kerajaan monyet yang terkenal selalu mencari masalah di mana-mana. Kau tahu sendiri bukan? Reputasi istana kerajaan monyet benar-benar buruk di alam siluman." Ucap Minsi sambil melirik sekilas ke arah Panji yang saat ini sedang menundukkan kepalanya.
Hati Panji benar-benar teriris mendengarkan Minsi mengatakan bahwa dia dan ayahnya tidak akan pernah menerima lamaran dari makhluk gaib.
__ADS_1
' Bukankah itu artinya dia juga tidak akan menerima lamaranku? Kalau aku melamar dia? Ah Panji sudahlah lupakan saja tentang perasaanmu untuk wanita ini. Lagi pula kau sudah memiliki calon istri yang begitu cantik seperti putri Hana yang sama-sama berasal dari alam siluman! pernikahanmu dengan Hannah pasti akan dilimpahi kebahagiaan. Karena kalian berasal dari alam siluman. Tidak ada sesuatu yang akan menghalangi cinta kalian untuk bersatu. Kecuali perasaan Hana yang mencintai Pangeran Wangen.' bathin Panji merasa sangat terganggu sekali.