
" Waalaikumsalam, Nak! Senang bertemu denganmu. Apakah benar kalau kau adalah cucuku?" tanya Amber sambil mengurus- usap kepala Pangeran Panji yang terlihat begitu tampan dan mempesona 11 12 dengan wajah sang ayah.
" Tentu saja, apakah Nenek tidak melihat wajahku yang tampan ini sama seperti wajah ayahku?" tanya Panji dengan tingkah jenaka.
Sehingga membuat semua orang yang ada di ruangan itu tertawa terpingkal dibuatnya.
Pangeran Panji hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Melihat semua orang malah tertawa melihat aksi konyolnya yang membanggakan ketampanan dirinya sendiri.
" Duduklah pangeran. Silakan, katakanlah! Apa keperluan kalian mengunjungi kami?" ucap Kyai Rasyid dengan ramah mempersilahkan Pangeran Narendra dan Panji untuk duduk di hadapannya.
"Pangeran Panji, apa kabarmu?" tanya Dedi tampak tidak percaya bahwa cucunya sudah sebesar itu padahal seingatnya hanya beberapa bulan yang lalu putrinya baru saja melahirkan dengan kesusahan dan juga penderitaan yang sangat luar biasa.
" Kabarku baik-baik saja Kek. Bagaimana dengan kakek?" tanya Pangeran Panji sambil terus memperhatikan kakek dan neneknya yang baru pertama kali bertemu dengannya hari ini.
" Alhamdulillah kakek dan nenek juga baik-baik saja. Oh iya. Bagaimana mungkin kau baru berusia beberapa bulan tetapi tubuhmu sudah sebesar ini?" tanya Amber benar-benar penasaran.
Panji tersenyum kemudian dia pun mulai menceritakan semua yang telah dia lakukan agar bisa menjadi seperti sekarang.
" Aku berusaha keras untuk berlatih dan juga bermeditasi setiap hari. Sehingga perkembanganku menjadi pesat sekali!" ucap Pangeran Panji kepada kekek dan neneknya.
Panji tidak menceritakan kepada Amber dan juga Dedi. Bahwa dia selama ini memakan dzikir khusus yang selalu dilafalkan oleh para pemuja maupun pengikut kakek dan neneknya di Istana kerajaan kucing yang sengaja diarahkan kepada dirinya oleh sang Raja demi pertumbuhan Pangeran Panji agar cepat. Kalau dia bercerita Amber dan Dedi pasti akan ketakutan kepadanya.
Pangeran Panji hanya tersenyum melihat kakek dan neneknya yang terus manggut-manggut dan percaya kepada semua yang dia katakan.
__ADS_1
Narendra kemudian mendekati Kyai Rasyid dan menyatakan maksud kedatangannya.
" Kyai. Apakah diperbolehkan kalau saya membawa istri saya untuk diobati di pegunungan Pelangi bersama dengan Mahaguru saya?" tanya Narendra dengan hati-hati Karena bagaimanapun dia tidak mau ada kekerasan maupun pemaksaan.
Kyai Rasyid terlihat melirik ke arah Dedi dan Amber yang sudah ketakutan mendengarkan penuturan dari Narendra.
" Keadaan Deniz sudah mulai membaik dan sedikit demi sedikit saya optimis bahwa kami bisa menyembuhkan Deniz secara total. kalau sekarang Deniz dibawa lagi ke alam siluman Saya khawatir kesehatannya akan kembali drop seperti dulu!" ucap Kyai Rasyid sambil menundukkan kepalanya merasa tidak enak kepada Pangeran Narendra.
" Pertemukan aku dengan ibuku! Aku sangat merindukannya!" ucap Pangeran Panji yang langsung menatap tajam mata Kyai Rasyid.
Kyai Rasyid benar-benar bingung kenapa pemuda yang baru berusia sekitar 16 sampai 18 tahun itu memiliki pamor dan kekuatan yang begitu besar.
" Bertanyalah kepada kakek dan nenekmu. Apakah mereka mengizinkan untuk kalian bisa bertemu dengan ibumu!" ucap Kyai Rasyid sambil ke arah Dedi dan Amber yang mulai gemetar sekujur tubuhnya.
" Kyai Apakah tidak bermasalah kalau putri kami bertemu dengan mereka?" tanya Amber merasa ragu untuk mengizinkan ataukah melarangnya.
Walaupun di dalam lubuk hatinya dia merasa tidak tega harus memisahkan cucunya dari ibunya. Sungguh hati Amber saat ini sedang menangis dan menjerit. Tetapi dia pun tidak bisa mempertaruhkan kesehatan putrinya dengan mengijinkan Deniz untuk kembali menembus alam siluman.
" Kenapa Nek? Aku hanya ingin bertemu dengan ibuku dan aku dan ayahku sedang berusaha untuk bisa menyembuhkannya agar keluarga kami bisa berkumpul kembali!" ucap Pangeran Panji yang mulai Merasa tidak senang dengan kakek dan neneknya.
Pangeran Panji yang memang masih muda dan belum bisa mengendalikan kekuatan yang ada di dalam tubuhnya. Dia benar-benar telah membuat aura di dalam ruangan itu seketika menjadi panas membuat Dedi dan Ember sedikit gemetar dan juga merinding.
Aura siluman di dalam tubuh panci lebih mendominasi dan kekuatannya pun sangat luar biasa sangat pantas kalau bagi orang awam seperti Dedi dan Amber merasa agak sedikit menderita dengan pamor dan kekuatan yang begitu hebat yang dimiliki oleh pangeran Panji.
__ADS_1
sejak kelahirannya selama berbulan-bulan Pangeran Panji di gembleng habis-habisan oleh Mahaguru, Narendrs, raja dan juga permaisuri dari istana kerajaan kucing. Jadi sangat pantas kalau kekuatan yang ada di dalam tubuh Pangeran Panji sangat luar biasa. Karena dia menampung banyak kekuatan yang telah disalurkan oleh ke empat orang yang paling sakti di kerajaan kucing.
" Panji tolong kendalikan dirimu mereka adalah kakek dan nenekmu kau tidak bisa menyerangnya seperti itu perhatikanlah sopan santunmu Nak!" tegur Pangeran Narendra ketika dia melihat putranya mengerahkan kekuatan untuk bisa menumbangkan Dedi dan Amber.
Pangeran Panji pun kemudian menurunkan tingkat kekuatan yang ada di dalam tubuhnya ketika dia melirik ke arah ayahnya yang sejak tadi terus memperhatikannya.
" Maafkan Ananda ayah. Habisnya mereka tidak mau mempertemukan kita dengan ibunda. Bukankah ibunda adalah hak kita berdua sebagai keluarganya?" tanya Pangeran panci sambil menatap Narendra yang terus menetapnya dengan tatapan sendu dan penuh kesedihan.
Kalau ada yang menderita di sini, itu pastilah Pangeran Narendra yang pertama. Karena dia harus menahan kerinduan yang begitu besar di dalam dirinya untuk sang istri yang bahkan tidak bisa disentuh ketika berada di alam manusia.
Dimensi mereka berdua sekarang sudah berbeda. Sehingga mereka tidak bisa untuk saling menyentuh lagi. Walaupun hanya untuk bisa melihat saja Deniz harus dibukakan mata batinnya oleh Kyai Rasyid.
" Maafkan kakek dan nenek Panji. Akan tetapi baru saja ibumu berhasil sedikit dan kembali mendapatkan kesadaran dan juga kesehatan nya. Kalau sekarang dia kembali lagi ke alam siluman itu pasti akan membuat ibumu jadi kembali drop keadaannya!" ucap Dedi menjelaskan kepada Panji yang merasa tidak senang dengan keterangan seperti itu.
" Percayalah kepada kami, kami pasti akan berjuang dan berusaha untuk menyembuhkan ibunda. Percayalah! Jangan meragukan kekuatan yang kami miliki!" ucap Panji berusaha untuk meyakinkan Kakek dan neneknya untuk mau menyerahkan Deniz ke tangannya dan ayahnya untuk di obati oleh mereka di pegunungan pelangi.
Dedi dan Amber melirik sekilas kepada Kyai Rasyid yang terlihat Dilema dengan semua yang ada di hadapannya.
" Bagaimana ini Kyai? Saya pun tidak mau kalau sampai cucu saya membenci saya karena menghalangi dia untuk bertemu dengan ibu kandungnya!" tanya Dedi sambil menundukkan kepalanya dia sungguh benar-benar tidak kuat menatap mata Pangeran Panji yang begitu penuh dengan aura mistis yang menakutkan.
Panji memang telah memiliki mawarisi semua kekuatan Raja kucing dan permaisuri kucing. Panji adalah calon raja berikutnya setelah Narendra berkuasa di kerajaan kucing suatu saat nanti.
Kekuatan yang bersemayam di dalam tubuh Panji benar-benar sangat hebat karena telah menampung 4 kekuatan besar dari kerajaan Kucing yang melegenda selama ribuan tahun lamanya. terlihat Amber dan Dedi begitu Dilema untuk melawan keinginan cucunya sendiri yang ingin membawa Deniz ke alam siluman untuk menyembuhkannya di sana.
__ADS_1