Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
Bab 192


__ADS_3

Ratu Deniz berusaha untuk menenangkan suaminya yang kelihatannya terpengaruh dengan racun yang telah ditaburkan oleh Putri Ayuningtyas di hati suaminya.


Ratu Deniz tidak mengerti kenapa Putri Ayuningtyas melakukan itu kepada dirinya. Padahal seingatnya dia tidak pernah berbuat kesalahan kepada Putri Ayuningtyas.


Bertemu saja bisa dikatakan sangat jarang sekali karena Ratu Deniz tidak suka menghabiskan waktu untuk berjalan-jalan ataupun bersosialisasi di alam siluman.


Ratu Deniz setiap hari hanya tinggal di istana kerajaan kucing bersama dengan suaminya.


Bagi sang ratu bersama dengan suaminya adalah kebahagiaan terbesar dalam hidupnya.


" Sayang kau harus percaya bahwa aku hanya mencintaimu dan jangan pernah sekalipun kau mendengarkan ocehan siapapun yang mengatakan kalau aku akan meninggalkanmu demi laki-laki lain. Kau Ingatlah bahwa darah kita sudah disatukan oleh leluhur kita. Hanya maut yang akan memisahkan kita berdua." Ratu Deniz berusaha untuk meyakinkan suaminya agar tidak sedih lagi.


Raja Narendra tahu kalau semua yang dikatakan oleh Putri Ayuningtyas adalah sebuah kebohongan besar. Akan tetapi, entah kenapa hatinya tetap merasa pilu.


" Jangan pernah meninggalkan aku lagi. Apa kau tahu? Perpisahan kita saat dulu kau menghilang benar-benar telah meruntuhkan duniaku. Aku tidak akan sanggup kalau harus jauh darimu!" Ratu Deniz merasa tersentuh dan menghangat hatinya.


Entah kenapa. Padahal suaminya sering sekali mengatakan kata-kata manis kepadanya. Tetapi Ratu Deniz selalu merasa bahagia ketika mendengarkannya.


" Selama kau masih mencintaiku dan selama kau masih menginginkan aku berada di sampingmu. Aku pasti akan selalu ada di sisimu. Kau bisa memegang kata-kataku ini." Ratu Deniz kemudian mencium bibir suaminya.


" Sayang, jangan menggodaku!! Ingatlah saat ini kondisimu masih belum pulih. Kita masih punya tiga orang tamu di luar sana dan kita belum menyambutnya secara benar sebagai tuan rumah." Raja Narendra mengingatkan istrinya agar dia mencoba-coba untuk mencari perkara dengannya. Membangunkan singa tidur sama saja dengan cari perkara.

__ADS_1


Ratu Deniz tertawa mendengar apa yang dikatakan suaminya.


" Aku tadi melihat kalau Dani muntah darah. Aku akan menjenguknya dulu aku takut kalau terjadi apa-apa dengannya. Bagaimanapun Kyai Rasyid pernah menolong kita di saat kita mengalami kesulitan. Kita tidak bisa membiarkan Dani berada dalam bahaya di istana kita. Semua yang terjadi kepada Dani akan menjadi tanggung jawabku sebagai pemilik istana ini." Ratu Deniz merasa khawatir mendengar kabar tentang Dani dari suaminya.


" Ayo kita lihat keadaan Dani. Aku khawatir dengan keadaannya sebelum melihat dengan mata kepalaku sendiri!" Ratu Deniz kemudian bangun dan berusaha untuk bisa berjalan normal.


Ratu Deniz mendengus kesal. " Semua ini gara-gara kamu, sayang. Kamu ada-ada aja sih, sudah tahu di sini sedang ada tamu kok malah macam-macam!" Ratu Deniz sedikit cemberut kepada suaminya.


Raja Narendra kemudian menggendong istrinyake atas ranjang. " Sini sayang, aku akan mengobatimu supaya kau tidak merasa sakit lagi!" Raja Narendra kemudian mengobati Deniz dengan kekuatannya.


Deniz menghela nafas lega setelah dirasakan tubuhnya kembali sehat.


" Kenapa kau tidak membantuku dari tadi malah membiarkanku kesakitan sendiri di sini. Dasar!" Ratu Deniz kembali merajut kepada suaminya.


" Kan aku sudah bilang tadi. Kalau aku memang sengaja melakukan itu untuk membuatmu tidak bertemu dengan Dani. Karena aku cemburu. Sayang, aku juga tidak mengerti kenapa aku selalu merasa tidak senang kalau melihat Dani yang menatapmu dengan penuh kekaguman!" Raja Narendra mengakui perasaannya sendiri kepada sang istri yang hanya terkekeh geli dengan suami tercintanya yang aneh.


" Kita bahkan sudah memiliki cucu dan kau masih cemburu kepada Dani? Kau sungguh aneh sekali!" Raja Narendra hanya memeluk istrinya sambil menggandeng tangannya.


" Ayo kita harus menemui Dani. Aku akan berusaha untuk menyembuhkannya. Aku lihat tadi sepertinya Putri Ayuningtyas telah menghisap energi dan aura yang dimiliki oleh Dani. Sehingga membuatnya muntah darah karena kehilangan energi yang amat besar." Ratu Deniz cukup terkejut mendengarkan keterangan suaminya soal Dani.


Putri Ayuningtyas memiliki ilmu yang sangat keji yang aku dengar, di alam manusia dia juga sudah berusaha mencuri Aura siluman yang dimiliki oleh Putra kita. Untung saja menantu kita bisa menolong Pangeran Panji sehingga nyawanya masih bisa ditolong." Ratu Deniz menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


" Putri Ayuningtyas sepertinya terluka karena bertarung dengan pangeran Panji dan menantu kita. Kita benar-benar sudah ceroboh karena memasukkan penjahat seperti dia ke istana kerajaan kita." Raja Narendra terlihat begitu murka setelah mengetahui tentang putranya yang hampir dicelakai oleh Putri Ayuningtyas.


Ratu Deniz menggelengkan kepalanya kepada sang suami yang hendak mengusir Putri Ayuningtyas.


" Jangan lakukan itu tidak enak kepada raja Abimana bagaimanapun dia adalah adiknya. Adikmu menjadi permaisuri dari istana kerajaan ular hijau. Akan sangat Riskan sekali kalau sampai nanti Putri Ayuningtyas mengadu kepada raja Abimana tentang kita hanya mengusir adiknya." Raja Narendra hanya bisa berdecak lidah. Merasa kesal karena tidak bisa melakukan sesuatu untuk memberi pelajaran kepada Putri Ayuningtyas.


" Tenanglah aku akan mencari cara untuk memberi pelajaran kepadanya agar tidak berbuat sewenang-wenang kepada orang lain." Ratu Deniz kemudian pergi ke kamar Dani yang saat ini sedang di tolong oleh khodamnya yang selalu menjaga Dani 24 jam.


" Bagaimana keadaan Dani?" tanya Ratu Deniz ketika dia sudah berada di dalam kamar Dani.


Dani yang wajahnya masih pucat masih belum sanggup untuk berdiri menyambut kedatangan Ratu Deniz dan Raja Narendra.


" Sudahlah tidak usah terlalu banyak unggah-ungguh seperti itu. Berbaring saja. Lagi pula kita semua adalah teman tidak usah terlalu banyak sungkan dengan kami. " Raja Narendra kemudian memeriksa keadaan tubuh Dani yang sudah mulai membaik setelah mendapatkan pertolongan dari sang khodam.


" Aku akan memanggil Mahaguru untuk membantu memulihkan kembali kesehatan Dani." Raja Narendra kemudian langsung bersemedi dan memanggil Mahaguru untuk datang ke istana kerajaannya.


Ratu Deniz sudah mulai bisa tenang setelah melihat Dani yang sudah bisa duduk seperti sedia kala. Akan tetapi wajah Dani masih terlihat pucat.


" Aku tidak menyangka kalau Putri Ayuningtyas memiliki hati yang begitu keji dan berniat untuk membunuhku. Ratu Deniz maafkan aku karena sudah membawa seorang penjahat ke istana kalian!" Dani terlihat merasa bersalah kepada Ratu Denis dan Raja Narendra.


Raja Narendra menggelengkan kepalanya dan berusaha untuk menenangkan Dani agar tidak merasa bersalah seperti itu. Bagaimanapun saat ini Dani butuh untuk tenang dan banyak beristirahat agar kondisinya kembali bisa pulih.

__ADS_1


" Tenanglah Dani kami berdua pasti akan membuat perhitungan kepada putri Ayuningtyas yang sudah membuatmu seperti ini." Raja Narendra menghela nafas karena dia ingat dengan apa yang dia lihat di kamar sang putri saat Dani bermain-main dengan Putri Ayuningtyas.


" Jadikanlah ini sebuah pelajaran untuk tidak bermain-main dengan siluman seperti dia. Mawas diri selalu. Bagaimanapun dalam keadaan tubuhmu kosong kau hanyalah manusia biasa yang tidak akan bisa melawan siluman seperti dia. Khodam milikmu perintahkan untuk selalu berada di sampingmu dan jangan meninggalkanmu! Perbanyak dzikir dan sholawat agar siluman seperti Putri Ayuningtyas tidak bisa lagi mengganggumu. Paham?" Raja Narendra memberikan nasehat kepada Dani agar lebih berhati-hati dalam menghadapi siluman jahat seperti Putri Ayuningtyas yang berhati keji.


__ADS_2