Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
Bab 243


__ADS_3

Pangeran Surya Kelana menunggu reaksi dari Jenderal Anom yang saat ini masih menatap tajam kepadanya. Dia ingin berusaha untuk mengulur waktu agar pasukannya bisa segera bersiap dalam menghadapi segala kemungkinan terburuk.


Jenderal Anom sudah mendengar reputasi ayah mertuanya yang sangat terkenal di masa lalu. Sebagai siluman yang sangat hebat dan kuat karena bisa meluluhlantakkan satu buah istana kerajaan hanya dalam beberapa hari dengan menggunakan tenaganya sendiri.


Jenderal Anom melihat ke sekeliling di mana para tamu sudah mulai berlarian untuk menyelamatkan dirinya sendiri. Mereka jelas sangat takut dengan ancaman yang dilontarkan oleh Pangeran Surya Kelana.


Raja Abiyaksa yang tadi sudah masuk ke ruangan semedinya. Dia seketika langsung melakukan teleportasi menuju aula istana setelah diberitahukan oleh pengawalnya tentang kedatangan rombongan Raja Narendra ke istana kerajaan mereka.


"Sungguh sebuah kehormatan besar untuk kami dengan kedatangan kalian untuk menghadiri pesta pernikahan adikku bersama dengan jendralku." Raja Abiyaksa bertingkah seakan dia adalah tuan rumah yang baik untuk rombongan Raja Narendra yang datang ke sana berniat untuk menjemput Putri Ayuningtyas.


Putri Ayuningtyas yang saat ini jiwanya sedang ditahan di dalam gua oleh Raja Abiyaksa, terlihat seperti orang yang tidak sadar. Pandangan matanya begitu kosong dan tidak mengenali siapapun kecuali Jenderal Anom yang memang di setting sebagai suaminya di alam bawah sadar Putri Ayuningtyas.


"Putriku! Ayah pasti akan membebaskanmu dan menyelamatkanmu dari orang-orang jahat ini! Kamu sungguh kejam sekali melakukan hal seperti ini kepada wanita yang katanya kau cintai. Aku benar-benar sangat kecewa kepadamu!" Pangeran Surya Kelana kemudian langsung merebut Putri Ayuningtyas dari tangan Jenderal Anom.


Jenderal Anom tidak membiarkan hal itu terjadi. Karena bagaimanapun juga dia tidak mau kehilangan istri yang baru saja sah untuk dirinya dengan perjuangan yang tidak mudah.


"Tunggu dulu! Jangan sembarangan mengambil istri orang lain. Walaupun dia adalah putrimu, tapi sekarang dia adalah istri dari Jenderalku. Kau tidak memiliki hak untuk mengambilnya kembali!" Raja Abiyaksa langsung menghalangi gerak langkah Pangeran Surya Kelana yang tadi berniat mengambil Putri Ayuningtyas yang ada di sisi Jenderal Anom.


Jenderal Anom merasa lega atas kedatangan rajanya di aula istana yang tadi dijadikan tempat resepsi pernikahannya bersama Putri Ayuningtyas.


Putri Ayuningtyas masih diam seribu bahasa. Karena jiwanya yang sudah diambil dan di tahan oleh Raja Abiyaksa. Sungguh sebuah perbuatan yang sangat keji dan tidak berprikemanusiaan.

__ADS_1


"Biarkan kami yang menghadapinya! Kakak kau bawalah Putri Ayuningtyas menuju istana kerajaan kucing. Kakek kau carilah jiwa Putri Ayuningtyas yang mereka tahan di gua. Aku dan Mahaguru akan berusaha untuk menghadapi mereka berdua!" Raja Narendra memberikan instruksi kepada mereka semua agar pekerjaan itu bisa segera selesai.


Semuanya langsung bergerak sesuai dengan arahan yang ditunjukkan oleh Raja Narendra kepada mereka. Tidak ada yang protes ataupun marah karena mereka bekerja sama untuk mensukseskan penyelamatan Putri Ayuningtyas dari Raja Abiyaksa dan jenderalnya yang telah memaksakan diri untuk menikah bersama Putri Ayuningtyas.


Jenderal Anom terlihat begitu murka dengan apa yang dilakukan oleh rombongan Pangeran Surya Kelana. Pangeran Surya Kelana sudah berhasil mengambil tubuh Putri Ayuningtyas. Pangeran Surya Kelana kini berusaha membawa lari putrinya menuju istana kerajaan kucing.


Jenderal Anom yang kesal karena istrinya dibawa lari dia pun tidak membiarkan hal itu terjadi. Jenderal Anom kemudian langsung berlari mengejar Pangeran Surya Kelana. Akan tetapi kemampuan Pangeran Surya Kelana bukanlah tandingannya sehingga dia tidak mampu untuk mengejarnya.


Sewaktu kejadian Jenderal Anom yang berhasil membawa kabur Putri Ayuningtyas dari istana kerajaan kucing karena semua orang senang tertuju kepada pertandingan yang terjadi di sana sehingga tidak memperhatikan Putri Ayuningtyas yang juga sedang lengah karena fokus juga dengan pertandingan Raja Abiyaksa dan Kakeknya.


"Sungguh kurang ajar berani-beraninya kau menculik Istriku yang sudah menjadi hakku! Aku tidak akan membiarkan istriku dibawa olehmu!" Jenderal Anom terlihat begitu murka.


Jenderal Anom kemudian mengerahkan pasukan yang ada di bawah komandonya untuk mencari dan mengejar Pangeran Surya Kelana yang telah membawa pergi Putri Ayuningtyas menuju Hutan Larangan tempat dia tinggal di sana.


Jenderal Anom dan seluruh pasukannya langsung Kehilangan Arah ketika pagar gaib itu dipasang oleh Pangeran Surya Kelana.


" Jenderal di sini hanyalah hutan kosong. Kemana kita akan mencari istri Anda?" tanya salah satu komandan yang mengikuti Jenderal Anom untuk mengambil kembali istrinya dari Pangeran Surya Kelana.


Jenderal Anom merasa kesal sekali karena dia telah kehilangan jejak. Jenderal Anom yang saat ini sedang emosi tidak bisa berpikir dengan jernih.


"Apa kalian merasa ada keanehan di hutan ini?" tanya Jenderal Anom pada anak buahnya yang tadi mengikuti dirinya.

__ADS_1


Mereka semua kemudian bersemedi untuk bisa melihat hal yang tersembunyi di Hutan Larangan.


"Benar, Jenderal! Sepertinya ada pagar gaib yang melingkupi tempat ini. Sebuah pagar gaib yang sangat sangat hebat dan sulit untuk ditembus oleh kekuatan kita. Bagaimana ini, Jenderal Anom?" tanya komandan terlihat panik.


Karena beberapa prajurit yang berkemampuan rendah mulai merasakan aura yang tidak baik dan tidak menyenangkan dari pagar ghaib yang di pasang oleh Pangeran Surya Kelana.


Sementara di luar Hutan Larangan Jenderal Anom dan pasukan yang berusaha untuk menembus dan masuk ke Hutan Larangan, Pangeran Surya Kelana yang saat ini berada di dalam Goa tempat dia tinggal bersama jasad istrinya.


Pangeran Surya Kelana saat ini sedang berusaha untuk menyadarkan putrinya yang masih seperti orang linglung dan tidak sadar.


Pangeran Surya Kelana kemudian melakukan telepati kepada Kakek leluhurnya yang memiliki tugas untuk mencari jiwa Putri Ayuningtyas yang du tahan oleh Raja Abiyaksa.


"Kakek, bagaimana? Apakah Kakek sudah berhasil menemukan jiwa putriku?" tanya Pangeran Surya Kelana sambil memejamkan matanya.


Pangeran Surya Kelana mengerahkan segala kemampuannya untuk bisa menembus begitu banyak ruang dan waktu yang menghalangi mereka untuk bisa berkomunikasi secara langsung.


"Tunggu dulu! Kakek saat ini sedang bertarung dengan para penjaga yang ditugaskan oleh Raja Abiyaksa untuk menjaga jiwa putrimu di dalam gua ini. Tunggulah di sana!" Pangeran Surya Kelana akhirnya memutuskan komunikasi dengan sang kakek.


Kakeknya saat ini sedang berusaha untuk fokus agar bisa segera mengalahkan para penjaga yang ternyata memiliki ilmu kanuragan hebat dan sanggup menyaingi kehebatannya.


Para penjaga itu ternyata merupakan leluhur dari kerajaan ular hijau. Goa itu adalah tempat mereka bersemedi dan melakukan kultivasi untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam ilmu batin dan ilmu kanuragan.

__ADS_1


" Aku harap kakak bisa menolongmu dan membawa jiwamu kemari. Kamu jangan khawatir putriku! Ayah tidak akan pernah membiarkanmu hidup dalam ketidaksukaan atau ketidakbahagiaan. Ayah pasti akan berjuang untuk kebahagiaanmu! Ayah juga akan mematahkan pernikahanmu dengan Jenderal Anom. Pria pengecut yang sudah memaksakan diri untuk menjadi suamimu dengan hal yang buruk!" Pangeran Surya Kelana terlihat begitu kesal saat mengingat tentang Jenderal Anom.


__ADS_2