Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
87. Hidup baru Deniz


__ADS_3

Ya sejak Denis menolak untuk ikut dengan pangeran Narendra dan Pangeran Panji untuk kembali ke alam siluman. Deniz berusaha untuk menata hidupnya kembali dan menjalani hidup barunya sebagai seorang manusia utuh.


Deniz mulai kuliah lagi dan melanjutkan kuliahnya yang dulu tertinggal karena dirinya yang berkelana di alam gaib bersama sang suami lebih dari satu tahun lamanya.


Dani dan beberapa temannya saat ini sedang sibuk menyiapkan skripsi mereka. Tetapi Deniz saat ini harus kembali memulai semuanya dari awal lagi. Karena dia yang telah meninggalkan kampusny terlalu lama.


Sekarang Deniz mulai bergaul lagi dengan teman-teman baru yang dulu menjadi adik kelasnya. Karena dia harus mengulang kembali kelas yang tertinggal.


" Wah aku senang sekali Deniz! Kalau sekarang kamu sudah kembali lagi bersama dengan kami!" ucap Abigail sambil memeluk Deniz dengan bahagia.


" Terima kasih Abigail karena kau masih menyambutku di sini hah dari tadi aku pusing sekali karena tidak ada satupun diantara mereka yang kukenal!" ucap Deniz sambil memijat pelipisnya yang terasa pusing.


" Tenanglah aku akan selalu bersamamu. Kau jangan khawatir ya?" tanya Abigail yang sangat senang sekali melihat Deniz yang sudah kembali lagi bersamanya seperti dulu.


Ayah Abigail sudah meninggal karena dia telah kehilangan kekuatannya sejak acara penyerangan istana kerajaan kucing.


Setelah 3 bulan perjalanan mereka ke alam gaib. Abigail sekarang yang melanjutkan kemampuan ayahnya serta semua khodam dan jin peliharaan sang ayah. Walaupun belum terlalu tinggi ilmunya seperti sang ayah. Karena Abigail yang terlalu malas untuk berlatih dan juga menerapkan amalan-amalan yang harus selalu dia jaga agar ilmunya menempel di tubuhnya.


Dani yang baru saja datang langsung menyambut mereka yang bersiap untuk masuk ke dalam kelas masing-masing.


" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh para gadis cantik!" ucap Dani mengucapkan salam kepada Deniz dan Abigail yang langsung di sambut keplakan kepala dari Deniz.


" Gue bukan gadis lagi! Lu kan tahu? Kalau gue udah punya bujang, 18 tahun bro usianya! Ya elah! Bentar lagi loe dan gue kalah sama dia!" ucap Deniz yang disambut tawa oleh Abigail dan Dani.


" Iya yah hebat sekali loh anak kamu. Masa iya sih, baru dilahirkan beberapa bulan yang lalu, tiba-tiba saja dia sekarang sudah remaja gitu. Wah surprise banget waktu kemarin ketemu sama anak lu!" ucap Dani yang langsung merangkul bahu Daniz kemudian membawa Deniz menuju kelasnya.


Terlihat Abigail yang mengerutkan keningnya tampak tidak suka apa yang dilakukan oleh Dani kepada Deniz.


' Tuh kan kebiasaan Dani kalau sudah ketemu Deniz pasti melupakan gue. Dasar kurang ajar! Padahal waktu tidak ada Deniz di sini, dia cuma bersama gue aja dan tak pernah meninggalkan gue kayak gini!' bathin Abigail Merasa tidak senang dengan Dani yang tampak tidak peduli dengannya dan sejak tadi tampak begitu asyik mengobrol dengan Deniz yang lama tidak masuk kuliah.


Deniz sudah kembali ke kediaman orang tuanya Setelah dinyatakan sebuah total oleh Kyai Rasyid dan sudah bisa menjalani aktivitasnya seperti biasa.


Hanya saja sampai saat ini Deniz di pinjamkan khodam milik Dani untuk menjaga nya dari gangguan makhluk-makhluk usil yang kadang suka mengganggu Deniz kalau dia tanpa sengaja melamun.

__ADS_1


Itulah yang membuat Dani sangat dekat dengan Deniz. Karena dia harus selalu bersampingan dengan khodam miliknya yang saat ini selalu mengikuti Deniz kemanapun.


Selama ini hubungan Dani dan Abigail hanya sebatas sahabat dan tidak ada keterangan sebagai kekasih ataupun calon istri. Akan tetapi tampaknya Abigail menangkap hal yang lain di dalam kedekatannya bersama Dani selama 1 tahun Deniz tidak bersama dengan mereka di kampus.


" Ya udah Deniz kamu belajar baik-baik ya? Nanti kalau sudah pulang. Kamu jangan lupa Miss call aku. Biar aku nanti mengantarmu pulang. Abi ku berpesan agar aku selalu menjagamu selama berada di luar rumH kamu. Supaya kamu tidak diganggu oleh makhluk usil!" ucap Dani sambil mengelus pucuk Kepala Deniz dengan lembut.


Sejak keluar dari Pondok Pesantren milik Kyai Rasyid, sekarang Deniz menggunakan hijab dan juga pakaian besar. Saat tadi Dani mengelus pucuk kepalanya Deniz auto mundur dan menghindarinya.


Kalau Deniz yang dulu pasti udah misum-misuh kepada sahabat nya itu. Ya minimal memukul Dani untuk melampiaskan kekesalannya.


Orang-orang bilang Dani dan Deniz adalah sahabat rasa pacar yang kemana-mana selalu bersama dan selalu saling mendampingi satu sama lain. Itu dulu ya, sebelum Deniz menikah dengan pangeran Narendra dari alam ghaib dan sekarang bahkan memiliki seorang anak remaja yang sangat tampan yang diberikan nama pangeran Panji oleh pangeran Narendra.


" Kamu kebiasaan sekali sih? Aih! Aku ini sudah seorang ibu dan juga istri. Jadi tolong ya jaga sikapmu! Suamiku di alam gaib sana kalau melihatmu melakukan ini pasti dia sekarang sedang mengamuk-ngamuk!" ucap Deniz yang langsung meninggalkan Dhani yang hanya bisa tertawa melihat Deniz yang sekarang sudah pintar mengomel lagi seperti dulu.


Tampak mata Dani yang berkabut karena merasa terharu akhirnya sahabatnya kembali seperti dulu lagi walaupun dengan mimik dan juga ekspresi yang berbeda tetapi dia senang sekarang Denis sudah kembali normal dan bisa menjalani kehidupannya seperti manusia-manusia lainnya.


" Syukurlah Deniz. Karena sekarang kamu sudah bisa kembali lagi bersama dengan kami. Walaupun kau tidak bisa menikah dengan siapapun. Tetapi aku akan selalu mendampingimu sebagai sahabatmu!" ucap Dani lirih dan Abigail yang saat ini berdiri di belakangnya mendengarkan semua yang dikatakan oleh Dani.


Padahal semua orang satu kampus mengetahui kalau Abigail mencintai Dhani tapi entah kenapa Dani seperti menutup mata dari perasaan gadis itu.


" Ayo Dan! Kita kembali ke kelas. Mau berapa lama lagi kau berdiri di situ seperti orang tolol huh?" tanya Abigail dengan wajah kecut.


Mendengarkan ucapan Abigail. Dani langsung tertawa dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


" Oh ya. Gimana skripsi kamu? Udah siap kan semuanya? Jadi nggak kamu mau kita berdua penelitian bersama?" tanya Dani yang kemudian berjalan beriringan bersama Abigail menuju kelas mereka.


" Alah paling kamu nanti lebih sibuk mengurus Deniz daripada penelitian kita. Tar yang ada, aku malah nanti kerja double harus mengerjakan penelitiannya punya kamu! Ogah amat!" ucap Abigail ketus dan kesal.


Mendengarkan perkataan dari Abigail. Dani hanya tertawa terbahak soalnya dia merasa lucu dengan ekspresi sahabatnya yang sejak kecil selalu bersamanya.


Malah bisa dikatakan Dani dan Abigail, masih te masuk saudara. Hanya saja terbilang jauh. Karena kedua orang tua Abigail menarik diri dari keluarga besar mereka.


" Ya tidaklah! masa iya sih, aku akan tega meninggalkan sahabatku dan juga sepupu yang cantik ini?" tanya Dani yang langsung merangkul bahu Abigail dengan sangat kuat.

__ADS_1


Membuat Abigail sontak memukul kepala Dani untuk melepaskannya. Karena dia merasa sesak diperlakukan seperti itu.


" Dasar sepupu nggak ada akhlak! Kalau ada butuh aja kau ingat sama aku. Lah, kalau nggak butuh, kau paling hanya selalu mencari Deniz dan lupa denganku! Cih, bikin kesal aja!" ucap Abigail berdetak sangat kesal sekali kepada sepupunya yang sudah lama sekali menguasai hati dan pikirannya. Tetapi dia tidak berani untuk mengungkapkan perasaannya kepada Dani.


Abigail sendiri tidak mengerti. Apakah Dani itu terlalu bodoh ataukah terlalu tidak peduli dengan apa yang dia rasakan. Kenapa satu orang kampus saja mengetahui kalau dia mencintai Dani. Akan tetapi Dani tetap cuek dan seakan tidak peduli dengan perasaannya.


Kadang Abigail sangat frustasi kalau sudah memikirkan tentang sifat dan kelakuan Dani yang terlalu tidak memperdulikan tentang perasaannya.


" Gumana Jadi kan kita melakukan penelitian bersama?" tanya Dani ketika mereka sudah berada di dalam kelasnya.


Mereka tampak berbincang hangat membicarakan tentang penelitian yang akan mereka garap untuk syarat kelulusan mereka sebagai seorang sarjana.


Sambil menunggu dosen yang akan datang. Mereka berdua menghabiskan waktu untuk membahas konsep maupun segala hal yang berhubungan dengan penelitian yang akan mereka ambil untuk syarat kelulusan mereka.


" Dan, perasaan sekarang aku merasa kalau kau kosongan ya? Ke mana perginya khodam kamu?" tanya Abigail di saat merasa jenuh dengan pembicaraan tentang penelitian.


" Aku meminjamkannya untuk sementara kepada Deniz. Sampai tubuhnya benar-benar kuat untuk menerima gangguan dari makhluk-makhluk usil yang selama ini selalu mengganggu dia! Kenapa emangnya?" tanya Dani tetap fokus dengan buku yang ada di hadapannya.


Terlihat Abigail merasa kesal dia membanting buku yang ada di tangannya.


" Kamu gimana sih Dan? Kalau kamu menyerahkan khodam kamu kepada Deniz otomatis kamu yang akan selalu diganggu oleh makhluk ghaib! Bagaimana Coba kalau suaminya Denis itu merasa cemburu denganmu kemudian menyerangmu?" tanya Abigail dengan raut wajah penuh kekesalan.


Dani tampak mengerutkan keningnya melihat Abigail yang tampak begitu marah padanya. Setelah mengetahui kalau dirinya meminjamkan khodam miliknya kepada Deniz yang lebih membutuhkan bantuan khodam miliknya yang sangat sakit.


" Kan ada Abiku yang selalu menjagaku dan juga Allah yang selalu bersamaku." ucap Dani sambil mengulas senyum kepada Abigail yang masih cemberut dan tidak suka dengan keputusan Dani yang terbilang ceroboh menurutnya.


" Kenapa kamu bilang kalau Deniz lebih membutuhkan bantuan khodammu daripada kamu sendiri?" tanya Abigail yang mulai merasa kepo dengan urusan Deniz.


" Karena ada pangeran siluman ular hijau yang sedang mengincar Deniz untuk dia jadikan sebagai permaisurinya di kerajaan barunya. Itu sangat berbahaya sekali untuk keselamatan Deniz selama berada di luar rumahnya!" ucap Dani menerangkan semuanya kepada Abigail agar sahabatnya itu tidak marah-marah lagi.


" Maksudmu pangeran Abiyaksa yang waktu itu pernah menyerang istana kerajaan kucing?" tanya Abigail tampak sangat tertarik tentang Abiyaksa.


' Tampaknya aku bisa menggunakan Pangeran gaib itu untuk membawa Deniz dari sini. Sehingga dia tidak mengganggu lagi hubunganku dengan Dani. Aku akan segera mengungkapkan perasaan cintaku padanya dan meminta dia untuk menikah denganku. Aku gak akan biarkan Deniz terus ganggu hubungan aku sama Dani! Sudah Cukup aku bersabar selama ini!' bathin Abigail dengan senyum licik yang tergambar di wajah cantiknya.

__ADS_1


__ADS_2