Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
Bab 199


__ADS_3

Dani kemudian duduk di dekat gadis itu yang terlihat gugup ketika berdekatan dengan Dani.


" Kamu siapa? Kenapa kamu bisa berada di tempat ini?" tanya Dani sambil menatap gadis itu yang hanya bisa menunduk dan tidak berani menatap Dani yang baru pertama kali itu dilihat.


" Namaku Halimah. Aku adalah tumbal yang di berikan oleh ayahku untuk menikah dengan Raja Narendra. Akan tetapi sang raja tidak mau menikah dengan aku. Jadi aku hanya di berikan tugas untuk merawat taman istana milik sang Ratu Deniz." Dani cukup terkejut mendengar pengakuan gadis itu.


Cukup lama Dani memperhatikan gadis manis yang ada di hadapannya. " Sudah berapa lama kamu berada di sini?" tanyanya lagi.


" Hampir dua bulan, kenapa kah?" tanyanya dengan polos kepada Dani.


Dani terlihat mempertimbangkan sesuatu yang cukup mengganggu pikirannya.


' Kalau aku menikah dengan gadis ini, sepertinya akan sangat bagus. Aku akan segera menemui Raja Narendra dan berdiskusi dengannya." Dani kemudian berpamitan kepada Gadis itu untuk mencari Raja Narendra dan istrinya.


Akan tetapi Ratu Deniz yang saat ini masih marah kepada Dani tidak mau bertemu dengannya. Sehingga membuat Raja Narendra akhirnya menemui Dani seorang diri.


" Sebenarnya masalah ini akan jauh lebih afdol kalau istrimu juga ada di sini." ucap Dani yang merasa kurang sreg membicarakan niatnya tanpa Deniz.


Raja Narendra kemudian meminta kepada Dani untuk mengutarakan keinginannya.

__ADS_1


" Katakan saja padaku tidak apa-apa. Nanti aku akan menyampaikannya kepada istriku tentang apa yang kita bicarakan hari ini." Raja Narendra tersenyum kepada Dani.


Melihat senyum sang raja malah membuat Dani merinding sendiri karena tidak terbiasa dengan hal itu. Karena Dani sudah terlalu terbiasa melihat kerajaan arena yang cemberut dan selalu cemburu kepadanya kalau bicara soal Ratu Deniz.


" Aku ingin menikahi seorang wanita yang ada di taman istana yang bernama Halimah. Kalian melarang aku untuk menikah dengan Putri Ayuningtyas. Apakah kalian juga akan melarang kalau aku ingin menikah dengan gadis itu?" tanya Dani menatap Raja Narendra yang cukup terkejut dengan apa yang dia katakan.


" Kenapa kamu ingin menikahi gadis itu? Bukankah kamu baru menemui dia? Kamu tidak kenal gadis itu. Dia adalah gadis yang telah di tumbalkan oleh ayahnya demi kekayaan untuk menjadi istriku. Tapi aku tidak mau. Aku tidak tega membunuh dia yang masih muda. Jadi aku hanya membawa Gadis itu kemarin untuk mengurus taman bunga milik istriku." Dani benar-benar salut kepada sang raja yang begitu mencintai istrinya.


Ratu Deniz yang sebenarnya mendengarkan isi pembicaraan mereka hanya tersenyum. Ratu Deniz merasa senang sekali karena Dani akhirnya mengurungkan niatnya untuk menikahi Putri Ayuningtyas. Tetapi sekarang malah ingin menikah dengan wanita yang seharusnya menikah dengan suaminya. Kalau menurut aturan istana tentang kerjasama dengan manusia yang mengikat perjanjian dengan istana kerajaan mereka demi kekayaan dan harta serta jabatan.


" Kamu harus bertanya dulu kepada raja. Apakah dia mengizinkan calon istrinya dinikahi olehmu." Ratu Deniz kemudian bergabung dengan mereka berdua yang tadi terlihat begitu serius berdiskusi.


" Aku tidak pernah berpikir kalau dia adalah calon istriku. Aku membawa dia kemari hanya menolong dia dari keserakahan ayahnya yang ingin membunuh dia hanya karena ingin menikahkannya denganku." Ratu Deniz tahu bahwa yang dikatakan suaminya adalah sebuah kebenaran.


Dani bisa melihat ada sebuah rahasia besar yang sedang disembunyikan oleh Deniz padanya.


" Berikan saja dia sebagai calon istriku dan aku akan kembali membawanya ke alam manusia. Ayahnya pasti sudah mengira kalau dia sudah meninggal. Karena sudah di tumbalkan olehnya ke istana kerajaan ini." Dani menatap kepada suami istri yang saat ini sedang memikirkan apa yang diinginkan oleh Dani.


" Kamu kenapa memutuskan ingin menikahi dia? Aku lihat kau baru menemuinya satu kali. Apakah begitu mudah untuk menikahi seorang wanita?" tanya Ratu Deniz yang cukup frustasi melihat Dani.

__ADS_1


" Kau tidak tahu kenapa aku sampai menjelajah ke istana kerajaanmu ini? Kedua orang tuaku setiap hari selalu ribut ingin menikahkanku dengan wanita yang tidak aku kenal. Setidaknya aku pernah bertemu dengan dia satu kali. Aku rasa bagus kalau aku menikahinya. Selain baik untuk kalian berdua aku juga telah menolongnya untuk bisa kembali ke alam manusia." Dani berusaha untuk membujuk sang raja agar memberikan Gadis itu kepadanya untuk dijadikan sebagai istrinya.


Ratu Deniz menatap suaminya yang langsung setuju dengan keinginan Dani. Tetapi Ratu Deniz menghentikan apa yang hendak dikatakan suaminya.


" Tunggu dulu! Suamiku, kau tidak bisa mengambil keputusan begitu saja. Apalagi ini adalah urusan kerajaan kita. Kita harus bertanya kepada abdi dalem yang lainnya dan juga kepada Gadis itu apakah dia bersedia untuk menikah dengan Dani!" Ratu Deniz menatap suaminya yang sedang mengelus janggutnya yang tetap rapi dan menambah ketampanan wajahnya.


" Baiklah besok aku akan mengadakan rapat dengan abdi dalem yang lainnya dan juga memanggil gadis itu untuk datang kemari. Kita akan berdiskusi tentang niatnya yang ingin menikahi gadis itu!" Raja Narendra kemudian meminta kepada istrinya untuk bertemu dengannya di kamar.


Ratu Deniz terlihat antusias ingin mendengarkan apa yang akan dikatakan suaminya tentang gadis itu.


" Ada apa?" tanya Ratu Deniz yang benar-benar Penasaran sekali dengan pendapat sang suami.


" Sayang, kenapa kau harus menentang keinginan Dani itu? Kita setujui saja pernikahan itu. Aku percaya kalau itu semuanya adalah yang terbaik untuk semuanya. Aku tidak perlu menikahinya dan dia juga tidak perlu untuk menjadi pelayan lagi di Istana ini.Dia bisa kembali ke alam manusia dan menjalani kehidupan normalnya seperti dulu." Ratu Deniz benar-benar senang melihat sang suami tidak tertarik dengan gadis itu yang sebenarnya sangat cantik dan masih muda.


" Kau tidak akan menyesal?? Gadis itu adalah hak kamu untuk menjadikan dia selir kamu. Apa nanti dirimu tidak akan marah ataupun menyesalinya?" tanya Ratu Deniz merasa bahwa suaminya seperti yang setengah hati dengan apa yang dia katakan.


" Aku serius ingin menikahkan Dani dengan Halimah. Dia gadis yang baik tidak adil kalau harus menahan dia di alam siluman hanya karena keserakahan ayahnya yang menginginkan menjadi seorang pejabat. Sehingga begitu tega menumbalkan putrinya sendiri kepada kita." Ratu Deniz terus memperhatikan suaminya karena ingin mengetahui ketulusan di mata sang suami.


" Untuk masalah ini, aku serahkan semuanya kepada kamu, sayang. Secara kan ya? Gadis itu adalah hak kamu sebagai Raja di istana ini!" Raja Narendra langsung mengatakan kepada Dennis bahwa dia sama sekali tidak akan pernah mengangkat seorang selir yang kami menyakiti hati istrinya.

__ADS_1


__ADS_2