
"Ada apa?" tanya Raja Narendra kepada istrinya yang sejak tadi begitu serius berbicara dengan Putra mereka.
Raja Narendra memperhatikan Pangeran Andalas yang sudah mulai beranjak remaja. "Anakku! Apakah kau sudah mulai jatuh cinta terhadap seorang wanita? Katakan sama Ayah!" Pangeran Andalas langsung menolak tebakan ayahnya yang salah.
"Ayah aku masih kecil. Aku masih ingin banyak belajar. Bagiku mawar hanyalah seorang teman yang aku kenal dan aku merasa nyaman bersama dia. Sungguh ayah! Hubunganku dengan Mawar tidak lebih dari itu!" Pangeran Andalas berusaha menjelaskan kepada ayahnya tentang hal itu.
Ratu Deniz dan Raja Narendra saling menatap satu sama lain dan berusaha untuk mempercayai apa yang dikatakan putranya.
"Anakku! Belajarlah setinggi yang bisa kau raih. Karena hanya dengan ilmu yang tinggi maka kau akan dihargai di dunia yang penuh dengan persaingan dan kemelut yang tiada berujung. Percayalah kepada ayahmu. Ayah tidak mungkin mencelakakanmu!" Pangeran Andalas mengangguk dan bisa mengerti semua yang dikatakan ayahnya.
" Ayah percaya bahwa Kau pasti bisa untuk melewati semua cobaan dalam pencarian ilmu dan juga masa depan cerah yang ingin kau raih!" Pangeran Andalas seketika terdiam karena dia mengingat tentang pamannya yang dulu pernah berstatus sebagai putra mahkota di istana kerajaan kucing.
"Ayah kalau misalkan Paman sekarang sudah kembali. Lalu bagaimana dengan status Kakak Pangeran Panji sebagai pangeran mahkota Istana Kerajaan Kucing? Apakah akan terpengaruh oleh keadaan Paman Pangeran Surya Kelana?" tanya Pangeran Andalas yang benar-benar merasa penasaran dengan hal tersebut.
Dia sudah menyimpan pertanyaan itu sejak lama. baru berani menanyakannya ketika mereka sudah jauh dari paman dan sepupunya.
Ratu Deniz dan Raja Narendra menghela nafas berat. Karena sejujurnya hal itu memang cukup menguras pikiran juga. sejujurnya rajana Rendra memang tidak suka untuk menjadi seorang raja dan berharap putranya untuk segera menggantikan dirinya sebagai seorang raja.
__ADS_1
Akan tetapi sekarang kakaknya sudah kembali. Cerita bisa dikatakan sudah berbeda. Walaupun sang kakak menolak status tersebut tetapi melihat putri Ayuningtyas yang sepertinya tertarik dengan status tersebut. Kemungkinan besar bisa saja membujuk ayahnya untuk menerima status itu.
"Untuk masalah itu biarkan dewan istana dan para jenderal yang mengurusnya. Karena ayah sendiri tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh pamanmu dan putrinya yang sejak dulu selalu memusuhi istana kerajaan kita." Raja Narendra sedikit sedih kalau sudah berpikir tentang Putri Ayuningtyas.
Ratu Deniz menggenggam telapak tangan suaminya dan berusaha untuk meyakinkannya bahwa mereka pasti bisa melewati semua ujian itu.
"Lagi pula kakakmu juga tidak terlalu tertarik untuk menjadi putra mahkota Istana Kerajaan Kucing. Kalau memang benar pamanmu dan juga putrinya, memiliki keinginan untuk mengambil kembali status mereka. Biarkan saja, sayangku. Bagi kamu hal itu tidak masalah sama sekali." Pangeran Andalas merasa tidak setuju dengan pemikiran Ayah dan Ibunya yang terlalu sederhana menurutnya.
"Ayah menurutku kita tetap harus mempertahankan status putra mahkota yang dimiliki oleh Kakanda Pangeran Panji. Bagaimana pun juga, itu adalah hak keluarga kita yang secara mutlak telah ditunjuk oleh dewan istana dan juga Raja terdahulu untuk menjadi memilih ayah sebagai Raja yang baru di Istana Kerajaan Kucing." Pangeran Andalas kemudian menjelaskan semua hal kepada ayahnya sehingga Raja Narendra memahami pola pikir Sang putra yang ternyata keberatan apabila dirinya menyerahkan status Raja kepada sang kakak.
Ratu Deniz juga terlihat mengangguk dan setuju dengan apa yang dikatakan oleh Pangeran Andalas.
"Suamiku, aku pikir yang dikatakan oleh Putra kita ada benarnya juga. Nanti kita harus berdiskusi kembali dengan raja dan ratu terdahulu tentang masalah ini. Kalau benar yang dikatakan oleh Pangeran Andalas, maka saat ini kerajaan kita pasti dalam bahaya." Ratu Deniz menatap suaminya yang sedang mengelus jenggotnya.
Raja Narendra percaya bahwa kakaknya pasti bisa melindungi kerajaan kucing. Karena dia mengingat ilmu kanuragan Kakaknya yang sangat hebat dan tergolong sangat sakti.
Pangeran Surya Kelana memiliki kekuatan mental dan kekuatan batin yang sangat kuat. Karena sudah teruji ketika dia mengasingkan diri di Hutan Larangan hampir lebih dari 500 Tahun lamanya.
__ADS_1
"Baiklah nanti begitu sampai di dasar jurang, kita akan kembali mendiskusikan masalah ini bersama dengan kedua orang tuaku dan juga leluhur Istana Kerajaan Kucing. Aku juga tidak mau kalau sampai Raja Abiyaksa merajalela di istana kerajaan kita." Pangeran Andalas merasa sangat senang melihat ayahnya setuju dengan apa yang dia katakan.
Mereka pun kemudian bertemu dengan raja dan permaisuri yang terdahulu. mereka membicarakan apa yang menjadi bahan diskusi saat mereka melakukan perjalanan menuju dasar jurang.
Raja dan Ratu terdahulu terlihat memikirkan semua yang dibicarakan oleh pangeran Andalas terhadap mereka dengan sangat serius.
"Memang benar akan sangat berbahaya kalau sampai Putri Ayuningtyas menjadi ratu menggantikan ayahnya yang mangkat. Kemudian dia pastinya akan menyerahkan kerajaan kita kepada suaminya yang merupakan musuh bebuyutan kerajaan Kita sejak dulu. Suamiku! Aku bisa melihat bahaya besar yang sedang mengincar kerajaan kita!" ratu langsung menatap suaminya yang saat ini benar-benar pusing memikirkan hal tersebut.
"Aku yakin Pangeran Surya Kelana tidak akan menerima statusnya sebagai Putra mahkota. Persis seperti apa yang dia katakan olehnya kemarin. Bahwa dia ingin menghabiskan hidupnya di Hutan Larangan setelah putrinya menikah!" akan tetapi Pangeran Andalas tidak menyetujui apa yang dikatakan oleh kakeknya.
"Apakah kakek lupa? Paman Pangeran Surya Kelana bahkan sampai meninggalkan Hutan Larangan hanya karena kedatangan Putrinya dan ingin memperkenalkannya kepada kita. Saya yakin kalau putri jahatnya itu membujuknya dia pasti akan goyah pendiriannya. Aku khawatir sekali, Kakek!" Pangeran Andalas benar-benar tidak bisa menahan diri untuk menutupi pendapatnya dari mereka yang merupakan orang yang paling penting dalam hidupnya.
Pangeran Andalas tidak mau kalau sampai terjadi lagi pembantaian di Istana Kerajaan Kucing. Sejak peperangan terakhir yang dicetuskan oleh Raja Abiyaksa kepada Istana Kerajaan Kucing, ayahnya sudah bekerja sangat keras untuk kembali membangun kerajaan yang luluh lantak karena perbuatan mereka.
"Baiklah kita akan melihat situasi terbaru nanti. Kita akan mengambil keputusan sesuai dengan situasi terbaru yang berkembang di istana. Putraku! Tolong jangan gagabah dalam mengambil keputusan. Ayah tidak mau kalau sampai terjadi perang saudara diantara Kalian berdua hanya karena tahta kerajaan!" Raja Narendra sangat mengerti kekhawatiran yang dirasakan oleh kedua orang tuanya.
"Tujuanku meminta kepada putri Ayuningtyas dan Raja Abiyaksa agar menikah adalah untuk perdamaian dua kerajaan. Bukan untuk perpecahan ataupun peperangan. Kalau kalian merasa takut dengan pernikahan itu, sebaiknya cegah saja sebelum pernikahan itu benar-benar terjadi!" tiba-tiba saja leluhur sudah berada di antara mereka dan ikut bergabung dalam diskusi tersebut.
__ADS_1