
"Eh, kau ini! Dari mana kau tahu kalau aku akan menolakmu?" tanya Halimah sambil menarik tangan Raja Abiyaksa yang tadi berniat untuk meninggalkan gubuknya.
Raja Abiyaksa terkesiap melihat keberanian Halimah menarik tangannya. Tubuh mereka bahkan sampai bertubrukan. Halimah menunduk malu. Raja Abiyaksa seketika menjadi gugup dan melepaskan tangan Halimah darinya.
" Apa maksud perkataanmu tadi?" tanya Raja Abiyaksa pada Halimah.
Halimah kemudian menjauh dari Raja Abiyaksa yang terus menetap kepadanya.
"Bismillahirohmanirohim, dengan ini aku menerima lamaranmu. Akan tetapi aku memiliki sebuah syarat yang harus kau penuhi. Apakah kau bersedia untuk menerima syarat ku itu?" tanya Halimah pada Raja Abiyaksa yang seperti tidak percaya dengan pendengarannya sendiri.
"Syarat apa?" tanyanya masih bengong di tempat.
"Masuklah Islam dan nikahi aku secara agama Islam. Oh ya, kita akan menikah di istana kerajaan kucing dan Raja Narendra yang akan menjadi waliku. Karena kedua orang tuaku di alam manusia sudah menyerahkanku kepadanya." Raja Abiyaksa cukup terkejut mendengar syarat yang diinginkan oleh Halimah ternyata begitu sederhana.
"Tidak masalah! Aku bisa menerima semua syarat yang kau katakan tadi. Kapan kau ingin kita menikah?" tanya Raja Abiyaksa kepada Halimah.
Halimah tersenyum kepada raja Abiyaksa kemudian mendekatinya. "Malam ini juga kita akan menikah di aula Istana Kerajaan Kucing. Karena besok pagi Raja Narendra dan istrinya akan turun ke alam manusia dan menetap di sana." Raja Abiyaksa cukup terkejut mendengar perkataan Halimah.
"Baiklah! Apa yang kau inginkan lagi untuk pernikahan kita?" tanya Raja Abiyaksa pada Halimah.
__ADS_1
Halimah kemudian bertepuk tangan, dari arah pintu terlihat dayang Istana Kerajaan Kucing masuk dan mempersalahkan kepada mereka berdua untuk masuk ke dalam kereta kencana yang sudah disiapkan oleh Raja Narendra.
Raja Abiyaksa cukup terkejut melihat semua itu. "Apakah kamu bekerja sama dengan Raja Narendra untuk menaklukkan aku?" tanya Raja Abiyaksa sedikit tidak suka dengan hal itu.
Halimah menjelaskan segalanya dengan jelas kepada Raja Abiyaksa, agar calon suaminya itu tidak salah paham kepadanya maupun kepada Raja Narendra.
" Jadi Raja Narendra dan istrinya tahu keberadaanku di sini?" Raja Abiyaksa sedikit kecewa bahwa ternyata kebaikan Halimah ada maksud tersembunyi yaitu ingin menaklukkan dia.
"Pada saat kau menghilang karena Raja Narendra, seluruh kerajaan mencari keberadaanmu dan mereka mengetahui bahwa aku merawatmu di sini. Raja Narendra yang mengirimkan obat-obatan dari tabib istana untuk bisa menyembuhkanmu. Tolong! kau jangan salah paham dengan kebaikan yang diberikan oleh raja Narendra untukmu. Dia Saya tidak mau kalau terjadi hal yang buruk kepadamu. Adapun tentang menaklukanmu itu bukanlah rencana kami. Aku hanya ingin membuatmu bisa melupakan perasaan cinta sepihakmu kepada Ratu Deniz." Raja Abiyaksa menundukkan kepalanya mendengar semua penjelasan Halimah padanya.
"Kau sudah mengetahui semua masa laluku. Apa kau yakin kalau kau akan menerima itu semua? Apa kau yakin akan menghabiskan sisa hidupmu bersama penjahat sepertiku?" Raja Abiyaksa mulai melunak setelah mendengarkan semua penjelasan Halimah yang begitu sabar dalam menghadapinya.
"Setiap orang memiliki kesempatan untuk merubah diri. Selama kau memiliki niat dan tekad untuk bisa berubah menjadi lebih baik, aku akan selalu bersamamu. Percayalah! Tidak ada yang membenci kamu di istana kerajaan kucing. Tetapi mereka merasa iba dengan cintamu yang bertepuk sebelah tangan kepada Ratu Deniz." Raja Abiyaksa tersenyum getir mendengar apa yang dikatakan Halimah padanya.
"Percayalah! Aku akan berusaha untuk berbuat baik kepadamu dan mencintaimu. Aku akan mengubur jauh-jauh perasaan cintaku kepada Deniz." Janji Raja Abiyaksa saat ini disaksikan oleh semua orang yang ada di aula istana kerajaan kucing melalui Kaca Benggala yang dimiliki oleh Raja Narendra.
Mereka semua sangat bahagia melihat janji suci yang dikatakan oleh Raja Abiyaksa untuk Halimah.
"Baiklah segera persiapkan pesta pernikahan mereka dengan meriah. Sambil mempersiapkan pesta perpisahan untuk kami bertiga meninggalkan istana kerajaan kucing dan menetap di alam manusia. Pangeran Andalas! Apakah kau sudah siap untuk menetap di alam manusia untuk ikut bersama kami?" tanya Ratu Deniz pada putranya yang memiliki sifat temperamental dan selalu saja bersikap frontal kalau sudah berurusan tentang dirinya.
__ADS_1
"Tentu saja ibunda! Aku akan siap di manapun kita akan tinggal." Ratu Deniz sangat bahagia melihat sifat positif yang ditunjukkan oleh pangeran Andalas dalam menghadapi keputusan mereka berdua.
Pangeran Panji mendekati ibu dan ayahnya. "Ayah, Ibu!! Kami menitipkan anak-anak kami dalam manusia kepada kalian berdua tolong jaga mereka dengan baik. Kalau mereka merindukan kami berdua, antarkanlah mereka kemari untuk bertemu dengan kami. Karena ketika kami sudah memulai untuk bertugas sebagai raja baru Pasti akan sangat sibuk dengan pemerintahan!" pesan Pangeran Panji berpesan kepada ibu dan ayahnya.
Raja Narendra menjanjikan bahwa mereka akan mengurus cucu-cucunya yang berada di alam manusia dengan baik.
"Kau tidak usah khawatirkan mereka. Mereka akan menjadi tanggung jawab kami selama tinggal di alam manusia. Kau harus bekerja sama dengan pamanmu dan juga sepupumu dalam mengurus istana kerajaan kucing. Oh ya, kapan-kapan berkunjunglah ke istana kerajaan siluman harimau putih untuk menjenguk Putri Ayuningtyas dan suaminya di sana. Ingat!! Apapun yang terjadi Kalian harus tetap menjaga kekeluargaan di antara Kalian." pesan Raja Narendra pada Pangeran Panji dan Minsi.
Mereka tampak bahagia mempersiapkan pernikahan Raja Abiyaksa dan Halimah yang sebentar lagi akan segera sampai di istana kerajaan kucing.
Semua tamu undangan sudah datang dan tinggal menunggu mempelai pengantin yang masih dijemput oleh dayang dan pengawal yang dikirimkan oleh raja Narendra di kediaman Halimah.
Raja Abiyaksa yang menginjakkan kakinya di istana kerajaan kucing terlihat terharu dengan kemeriahan yang sudah disiapkan oleh Raja Narendra dan istrinya untuk merayakan pernikahannya bersama Halimah.
"Aku tidak pernah menyangka kalau Raja Narendra yang selama ini selalu menjadi musuh bebuyutanku malah menjadi orang yang berjasa dalam menyatukan kita berdua dalam ikatan pernikahan. Aku sekarang mengerti kenapa Denis sangat mencintainya. Karena Raja Narendra memiliki kebesaran hati yang tidak bisa kumiliki." Halimah menggenggam telapak tangan Raja Abiyaksa dan meyakinkan dirinya bahwa dia juga istimewa di hatinya.
"Setiap pribadi itu istimewa oleh pribadi yang lain yang mencintainya. Percayalah kau pun istimewa di hatiku. Dan suatu saat aku juga akan istimewa untukmu. Aku akan bersabar untuk bisa masuk ke dalam hatimu dan menjadi sesuatu yang spesial dalam hidupmu!" Raja abiyasa tersenyum dia benar-benar tidak menyangka kalau dirinya yang selama ini terkenal garang dan ganas, malah jatuh dalam pesona seorang Halimah yang begitu polos dan baik hati.
Mereka pun kemudian melangkahkan kaki dan masuk ke dalam istana kerajaan kucing yang sudah dirias dengan begitu meriah untuk menyambut pernikahan mereka.
__ADS_1
Pernikahan pun dilaksanakan dengan meriah. Raja Narendra sebagai wali dari Halimah. Sebelum akad nikah dilangsungkan, Raja Abiyaksa mengucapkan dua kalimat syahadat dengan dibantu oleh Mahaguru yang bersedia menjadi gurunya dalam meniti kebaikan yang sudah diputuskan oleh Raja Abiyaksa setelah dia menikah dengan Halimah.
Raja Abimana dan 10 leluhur Istana kerajaan ular hijau sampai meneteskan air mata penuh keharuan. Saat mereka melihat kakak dan keturunan mereka yang sekarang sudah sadar dan mau bertobat dari semua kejahatan yang pernah dia lakukan di masa lalu. Mereka percaya bahwa Raja Abiyaksa kelak bisa merubah dirinya menjadi lebih baik dengan bimbingan Halimah dan Mahaguru yang akan membimbing Raja Abiyaksa dalam bidang spiritual dan keagamaan.