
Setelah peperangan antara Kerajaan ular hijau dan kerajaan kucing berakhir Deniz dan Narendra merasa senang. Karena mereka bisa bernafas dengan lega tanpa harus memikirkan tentang pertumpahan darah yang terjadi antara dua kerajaan.
" Syukurlah karena akhirnya kerajaan bisa hidup dengan damai tanpa harus ketakutan dengan peperangan lagi!" ucap Deniz benar-benar merasa bersyukur.
" Kabar yang aku terima dari mata-mata yang aku tanam di kerajaan ular hijau. mengatakan kalau sekarang Abiyaksa telah diusir dari kerajaan ular hijau sampai saat ini belum diketahui kabarnya." Deniz merasa terkejut mendapatkan berita itu.
Bagaimanapun Abiyaksa pernah menjadi temannya ketika dia berkunjung ke alam manusia dalam keadaan hamil dan Abiyaksa yang selalu menolongnya dari kejahatan jin dan setan usil yang selalu mengganggunya.
" Cobalah buka kaca benggala mu sayang. Aku ingin mengetahui bagaimana keberadaan Abiyaksa sekarang." ucap Deniz meminta tolong kepada Narendra.
' Kenapa istriku sampai saat ini masih saja merasa bahwa Abiyaksa sebagai sahabatnya? Padahal laki-laki itu jelas-jelas menginginkan dirinya sebagai istrinya.' batin Narendra merasa mulai cemburu dengan Deniz yang masih peduli dengan keadaan Abiyaksa.
" Percayalah padaku sayang. Aku hanya mengkhawatirkan dia saja. Bagaimanapun Dia pernah berjasa padaku untuk menolongku ketika dulu aku meninggalkan kerajaan kucing tanpa sepengetahuanmu!'' ucap Deniz berusaha meyakinkan suaminya bahwa dirinya murni hanya ingin mengetahui keberadaan Abiyaksa saja.
Karena Narendra tidak ingin membuat istrinya yang sedang hamil merasa sedih. Akhirnya Narendra mengikuti keinginan Deniz. Dia pun kemudian membuka kaca benggalanya untuk mencari keberadaan Abiyaksa saat ini.
Di dalam Kaca Benggala itu terlihat Abiyaksa yang sedang semedi di sebuah gunung yang sangat tinggi.
" Tampaknya Dia sedang bersemedi untuk mempertinggi ilmu kanuragannya." ucap Narendra kepada Deniz yang merasa senang karena ternyata sahabatnya baik-baik saja.
" Aku pasti akan kembali dan membalas dendam kepada orang-orang yang sudah berkhianat padaku!" Ucap Abiyaksa penuh dengan kemarahan dan rasa kesal. Saat itu Abiyaksa sedang beristirahat dan bersiap untuk mencari makanan untuk dirinya.
Deniz kemudian meminta kepada Narendra untuk menutup kaca benggalanya karena dia tidak tega melihat Abiyaksa yang sekarang hidup sederhana dan hanya sendirian saja di puncak gunung tempat dia mengasingkan diri dari dunia luar.
Narendra pun merasa kasihan kepada Abiyaksa yang selalu hidup bergelimangan harta tiba-tiba sekarang berubah menjadi seorang miskin yang tidak memiliki apapun.
__ADS_1
" Yang aku dengar sekarang di kerajaan ular hijau menjadi sangat tentram dan damai karena tidak ada lagi kejahatan yang selalu di legalkan di sana!" ucap Deniz sambil memeluk suaminya yang mulai bisa memahami niat dari Deniz tentang Abiyaksa yang menganggap dia sebagai sahabatnya.
" Yah Pangeran Abimana sejak dulu memang terkenal sebagai pangeran yang baik hati dan juga lembut perangainya. Aku sengaja membuat sayembara untuk adik Kameswari. Aku tahu kalau Raja Abimana sejak dulu menyukai adikku. Semoga saja melalui sayembara itu mereka bisa bertemu dan mengikat pernikahan!" ucap Narendra.
" Apakah tidak apa-apa kalau mereka menikah? Kalian kan berbeda suku dan jenis. Entah hal itu akan baik atau tidak!" ucap Deniz merasa khawatir.
" Bukankah kita berdua juga berbeda jenis? Kamu manusia dan aku siluman kucing. Lihatlah sekarang kita saling mencintai dan hidup bahagia bukan?" ucap Narendra sambil mencoba hidung dengan dengan gemas.
Deniz hanya memonyongkan bibirnya karena tidak senang dengan perkataan Narendra.
" Pernikahanmu dan diriku adalah karena telah dijodohkan oleh kakekku dan ayahmu. Juga merupakan sebuah perjanjian yang harus dipenuhi. Walaupun aku tidak pernah mencintaimu sekalipun, bukannya aku tetap saja harus menikahimu?" tanya Deniz pelan.
Narendra terlihat manggut-manggut. Sejujurnya Narendra pun merasa sangat penasaran. Apakah yang akan terjadi kepada mereka berdua? Apabila tidak ada surat perjanjian antara ayahnya dan kakek Deniz pada 50 tahun yang lalu. Apakah mereka berdua tetap akan berjodoh?
" Udah yuk kita tidur saja. Bukankah besok sayembara adik Kameswari akan segera dilakukan? Nanti pasti akan banyak pangeran tampan dari kerajaan lain yang ikut di dalam sayembara itu!" ucap Deniz senang.
Narendra terlihat mengerutkan keningnya, ketika melihat istrinya yang begitu antusias sekali ingin menghadiri sayembara adiknya yang sengaja dia buat untuk mencari calon suami yang handal dan bisa dipercaya untuk adiknya tercinta.
" Lebih baik kau besok tidak usah ikut untuk menyaksikan keramaian!" ucap Narendra yang kembali kumat sifat cemburunya terhadap sang istri.
Namun bukan Deniz namanya kalau bisa menurut begitu saja terhadap suaminya.
" Ini adalah keinginan putramu yang ada di dalam kandunganku. Apakah kau sungguh berani melawannya? Hmmm?" tanya Deniz sambil menaik turunkan alisnya menggoda sang suami yang kesulitan menelan salivanya.
Deniz benar-benar pintar mencari kelemahan suami tercinta nya.
__ADS_1
Pada saat Deniz dan Narendra berniat hendak tidur. Tiba-tiba saja perut Deniz tampak bergerak-gerak dengan begitu cepat. Sehingga membuat Deniz meringis kesakitan.
Narendra kemudian mendekati istrinya dan mengelus perut Deniz dengan begitu lembut.
" Anakku sayang. Tenanglah kau di dalam sana sayang. Jangan membuat Ibu kamu menderita. Kasihan ibumu sayang!" ucap Narendra berusaha untuk menenangkan anak yang ada di dalam kandungan Deniz yang begitu agresif dan membuat Deniz kesulitan untuk tidur malam itu.
" Maafkan aku sayang. Tampaknya putra kita merasa marah padaku karena sudah melarang ibunya untuk datang ke sayembara besok. Pasti Putra kita juga merasa bosan hanya berada di istana saja!" ucap Narendra dampak merasa bersalah karena sudah melarang Deniz untuk melihat keramaian.
Mendengarkan perkataan suaminya. Sontak membuat Deniz kesulitan menelan salivanya. Karena saat ini dia berpikir bahwa putranya marah kepadanya karena tadi Deniz sudah memanfaatkan dirinya untuk membujuk sang suami untuk mengizinkan dia pergi melihat keramaian esok hari.
' Maafkan ibumu nak. Karena ibu sudah menggunakanmu untuk membujuk ayahmu. Ibu janji sayang, ibu tidak akan mengulangi nya lagi. Sekarang kau tenanglah dalam sana karena Ibu benar-benar tidak sanggup menahan rasa sakitnya!" ucap Denis di dalam hati sambil terus mengelus perutnya yang sejak tadi terus bergolak.
Kehamilan Deniz sudah masuk angka 5. Oleh karena itu semakin membesar. Tubuh Deniz semakin hari semakin kurus. Karena harus berebut makanan dengan janin yang ada di dalam perutnya yang memiliki nafsu makan sangat besar.
Deniz sendiri tidak mengerti kenapa dia sudah makan sangat banyak tetapi rasanya selalu lapar dan tidak pernah merasa kenyang.
Narendra mengatakan bahwa itu adalah karena bayi mereka yang selalu ingin makan karena sudah tidak sabar untuk lahir ke dunia.
" Aku sekarang semakin jelek ya sayang? Sejujurnya, aku sangat malu berdampingan denganmu yang sangat tampan dan juga rupawan. Sementara aku setiap hari tambah jelek saja tambah kurus dan tambah tidak menarik bagimu!" ucap Deniz terlihat misuh-misuh di hadapan Narendra.
Narendra tersenyum melihat istrinya yang sedang merasa insecure dengan penampilannya saat ini yang sedang jelek dalam versi Deniz tentu saja.
Bagi Narendra Deniz lebih cantik daripada para putri kerajaan yang selalu berusaha untuk menggodanya dan menjadikan mereka sebagai selir di istana kerajaannya.
" Ketahuilah sayangku. Cintaku dan hidupku! Di dunia ini ada seseorang yang akan tetap mencintaimu. Tidak peduli kau jelek ataupun cantik. Tidak peduli kau sehat ataupun sakit. Tidak peduli kau kaya ataupun miskin. Tidak peduli kau sedang bad mood ataupun Good Mood. Orang itu adalah aku sayang. Jangan pernah mengatakan hal-hal seperti itu lagi karena aku tidak menyukainya! Hmm?" tanya Narendra sambil mencium bibir ranum sang istri yang tadi cemberut karena merasa insecure dengan penampilan dirinya saat ini.
__ADS_1