
Ratu Deniz tidak mau bicara dengan Dani, selagi sahabatnya tidak mau merubah keputusannya untuk menikahi Putri Ayuningtyas yang tidak dia sukai.
Ratu Deniz tidak mau kalau sampai sahabatnya melakukan kesalahan dalam memilih calon istrinya.
Hal itu tidak akan pernah dibiarkan olehnya Karena bagaimanapun Dia memiliki kewajiban untuk melindungi Dani selama berada di alam siluman. Ratu Deniz tidak mau kalau sampai sahabatnya menyesali di kemudahan hari.
" Deniz! Kenapa kamu begitu? Dukunglah aku untuk mengambil keputusan ini. Kau tahu kan kalau aku tidak mudah untuk jatuh cinta? Selain kamu yang pernah membuat aku jatuh cinta sampai mati. Tapi kamu tidak mungkin akan menikah denganku bukan? Sementara kau sudah memiliki suami yang bucin tingkat akut. Aku baru mendekatimu saja dia sudah mengamuk seperti orang kesetanan. Hahaha!" Ratu Deniz langsung melotot kepada sahabatnya karena sudah berani mengejek suaminya yang tercintanya. Deniz tidak suka Dani melakukan hal itu.
Dani meringis melihat sahabatnya marah kepadanya. Gegara dirinya yang menertawakan Raja Narendra.
Ratu Deniz kesal melihat Dani yang seakan tidak menganggap serius apa yang dia katakan.
" Aku serius Dani!! Kalau kamu memaksa menikahi Putri Ayuningtyas aku tidak akan mau mengenalmu lagi!" Ratu Deniz tampaknya serius dengan apa yang dia katakan soal dirinya yang menentang niat Dani untuk menikahi Putri Ayuningtyas.
Dani terlihat cukup frustasi mendapat ancaman seperti itu dari sahabatnya yang sekaligus dia cintai.
Dani sungguh tidak mampu kalau harus dimusuhi oleh Deniz sepanjang hidupnya. Dani menghela nafas karena pusing.
" Ratu Deniz!! Lagi pula kalaupun aku melamarnya, Dia tidak mungkin menerima lamaranku bukan? Lalu kenapa kamu begitu merisakan hal ini?" tanya Dani pada Deniz yang merasa sangat frustasi dengan keputusan sahabatnya.
" Jadi kamu cuman sedang melakukan gameling?? Kamu bermain dengan masa depanmu sendiri? Sungguh konyol!" Ratu Deniz terlihat begitu murka dengan kelakuan sahabatnya yang tidak menganggap serius kehidupannya sendiri.
Dani terlihat tertawa sambil menatap kepada Deniz yang semakin marah kepadanya.
" Jangan ketawa!! Apa yang kau lakukan ini tidak lucu sama sekali!" Ratu Deniz begitu marah akan tetapi Dani cuma meringis saja.
Raja Narendra terlihat cemberut melihat interaksi antara Dani dan istrinya yang terlihat begitu mesra di matanya. Raja Narendra merasa cemburu melihat hal itu sejak tadi dari kejauhan.
__ADS_1
Ehem ehem
Raja Narendra berdehem untuk menarik perhatian Dani dan istrinya.
" Tuh, pawang kamu datang!" ujar Dani yang merasa sebal melihat Raja Narendra yang cemberut.
" Pawang apa?" tanya Raja Narendra sambil menatap Dani dengan aura membunuh.
Mereka bertiga benar-benar membuat orang frustasi kalau melihat mereka saat ini. Raja Narendra langsung menarik tangan istrinya yang tidak diizinkan untuk dekat dengan Dani.
" Lihatlah! Kau baru dekat denganku saja, suamimu sudah mau membunuhku. Apalagi kalau aku menikahimu. Dia bisa langsung mencincangku dan menjadikanku sebagai bakso!" Dani kemudian duduk di kursi yang ada di dekatnya.
Raja Narendra auto menutup mendengar apa yang dikatakan Dani yang sangat mengejutkannya.
" Apa?? Siapa yang mau menikahi Istriku? Apakah kamu? Berani kamu menikahi istriku?" tanya Raja Narendra dengan mata berapi-api dan menebarkan aura pembunuhan di sekitarnya.
Dani menepuk keningnya yang tiba-tiba merasa pening luar biasa. " Kamu bisa bayangkan apa yang akan terjadi bukan? Kalau aku tidak segera menikah? Suamimu akan selalu memandangku dengan curiga dan selalu cemburu padaku. Jadi, sebaiknya kamu tidak usah menghalangi niatku untuk menikah dengan Putri Ayuningtyas." Ratu Deniz tidak bisa berkata-kata lagi mendengar jawaban dari Dani.
" Apa kalian belum cukup untuk berdebat? So, kapan kita pergi ke alam manusia? mumpung aku sedang tidak memiliki tugas kerajaan. Kita bisa cari hiburan di alam manusia dengan mengunjungi anak dan cucu kita. Mereka juga pasti sudah rindu dengan kita." Raja Narendra terlihat begitu bersemangat ketika memikirkan akan bertemu dengan cucu dan anaknya yang sekarang menetap di alam manusia sudah lebih dari 5 tahun lamanya.
Dani hanya mengedikkan bahunya merasa bingung harus melakukan apa. Jelas Ratu Deniz tidak mau mengalah untuk mengikuti keinginan Dani.
" Aku tidak akan kembali ke alam manusia kalau belum membawa seorang istri." Dani bersikeras dengan niat awalnya.
Ratu Deniz melotot kepada Dani dan mendengus kesal sekali Kepada sahabatnya yang ngeyel.
" Pergi dari istanaku sekarang. Mulai sekarang jangan pernah tunjukkan wajahmu padaku!" Ratu Deniz yang marah sudah tidak bisa mengontrol emosinya.
__ADS_1
Melihat Dani yang tidak juga pergi dari istananya. Ratu Deniz pun kemudian memanggil pengawal untuk mengusir Dani dia tidak mau berurusan lagi dengan Dani yang benar-benar sudah membuat dirinya sangat kecewa.
" Kau seriuss mengusir aku?" tanya Dani yang benar-benar tidak percaya kalau Ratu Deniz benar-benar menyuruhnya meninggalkan istana kerajaan kucing.
" Pergilah dari sini. Mulai sekarang kau bukan apa-apaku lagi. Silahkan kau lakukanlah semua yang kau inginkan. Tapi jangan pernah mengakui sebagai sahabatku lagi!" Ratu Deniz tampaknya benar-benar serius dengan apa yang dia katakan kepada Dani.
Dani benar-benar menciut nyalinya. Dia tidak berani menatap Ratu Deniz yang mengamuk begitu. Tidak biasanya dia melihat sahabatnya marah besar seperti itu.
" Pergilah?! Sebelum aku menedang kamu secara tidak terhormat!" Ratu Deniz memalingkan wajahnya dan tidak mau lagi melihat kepada Dani.
Jantung Dani berdebar sangat kencang. Dia tidak terima sahabatnya memperlakukannya seperti itu hanya karena keinginannya untuk menikahi Putri Ayuningtyas. Raja Narendra terkesiap melihat reaksi istrinya yang begitu berlebihan menurutnya.
" Sayang, tenanglah! Jangan terburu nafsu atau kau akan menyesal nantinya." Raja Narendra bukannya merasa senang melihat istrinya bertikai dengan dan tetapi justru dia merasa khawatir sekali.
Selama ini Raja Narendra tahu kalau istrinya adalah wanita yang paling sabar dan tidak pernah semarah itu kepada siapapun juga. Kalau istrinya sudah mengamuk begitu, itu artinya apa yang dilakukan oleh Dani sudah sangat mengecewakan hatinya.
" Sayang, tolonglah! Jangan marah begini. Dani, sebaiknya kau kembalilah ke kamarmu dulu aku akan membujuk istriku agar tidak marah lagi kepadamu. Kau renungkan kembali apa yang sudah kamu putuskan." Raja Narendra kemudian menarik tangan istrinya untuk mengikutinya ke kamar mereka.
Raja Narendra berusaha untuk menenangkan istrinya agar tidak marah lagi terhadap Dani Yang pasti sekarang sedang bingung melihat Ratu Deniz yang mengamuk begitu.
Khodam yang menjaga Dani akhirnya keluar dan menampakkan wujudnya lalu mengantarkan Dani untuk keluar dari istana kerajaan kucing. Bagaimana pun juga dia tidak suka kalau tuannya dimarah-marahin seperti itu oleh Ratu Deniz.
" Tuan sebaiknya kita kembali ke alam manusia dan tidak usah membuat keributan dengan mereka. Saya mohon agar Tuan membatalkan rencana pernikahan tuan dengan Putri Ayuningtyas. Ratu Deniz sangat benar bahwa dia adalah wanita yang jahat. Tuan pasti akan menyesal kalau menikah dengan dia." sang khodam berusaha menasehati Dani agar melupakan cintanya kepada Putri Ayuningtyas yang sama sekali tidak layak mendapatkan cinta dari Dani dan memiliki hati yang baik dan juga bersih.
" Ratu Deniz sejak dulu adalah sahabatmu yang paling baik. Dia pasti tidak mau kalau Tuanku menyesal suatu saat nanti!" Sang khodam terus berusaha menasehati Dani agar menurut dengan Ratu Deniz yang pasti memikirkan segala kebaikan untuk dirinya sebagai seorang sahabat baik.
Ratu Deniz di dalam kamar masih marah terlihat dia mengepalkan kedua telapak tangannya. Emosi terlihat jelas di matanya.
__ADS_1
Raja Narendra melihat kepada istrinya yang sedang duduk di kursi yang ada di dalam kamar mereka sambil menatap taman istana yang terlihat begitu indah dari jendela kamar mereka.
" Sayang, kamu mau kita jalan-jalan?? Atau kau ingin kita menengok Pangeran Andalas?" tanya Raja Narendra sambil menggenggam telapak tangan Ratu Deniz yang masih terasa dingin sekali. Ratu Deniz hanya melirik sekilas saja kepada Raja Narendra yang mengkhawatirkan kondisi istrinya yang dari tadi hanya diam dan merenung saja.