Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
Bab 252


__ADS_3

"Gak bisa, sayang. Maafkan aku. Aku gak mau kalau sampai nanti Raja Abiyaksa datang ke alam manusia dan menculikmu. Ayolah, sayang! Aku mohon krpadamu! Tolong kau ngerti bagaimana perasaanku saat ini. Di alam manusia, kau tidak aman sama sekali. Karena aku tidak bisa melindungi kamu. Aku sendiri tidak bisa pergi denganmu ke alam manusia. Aku sebagai seorang raja harus melindungi istana kerajaan kucing yang aku takutkan akan kembali diserang oleh Istana Kerajaan Ular Hijau yang ganas. Aku mohon! Tolong mengertilah kesusahanku kali ini!" Ratu Deniz benar-benar dilema kali ini.


Dirinya ingin pergi ke alam manusia adalah karena rasa kecewa kepada sang suami dan juga kepada sahabatnya. Ratu Deniz tidak mau melihat pertarungan Mereka lagi karena itu benar-benar menyakiti perasaannya.


"Lalu bagaimana lagu? Aku juga sudah tidak sanggup untuk tinggal di alam siluman. Kalian membuatku sangat sesak dan juga tidak berdaya!" Ratu Deniz kembali menangis sedih sekali.


Raja Narendra merasa sangat buruk sekali karena hari ini dia telah membuat istrinya menangis berkali-kali disebabkan oleh dirinya.


Raja Narendra berusaha untuk merengkuh tubuh istrinya dan memeluknya dengan erat. Awalnya Ratu Denis mengalah dan terus menghindari suaminya. Akan tetapi lambat laun, dia pun akhirnya luluh juga dengan usaha keras sang suami.


Pangeran Andalas merasa senang. Ketika dia melihat kemesraan kedua orang tuanya yang ternyata tidak berakhir. Walaupun mereka saat ini sedang berada dalam krisis hubungan yang begitu dalam karena perbuatan Raja Abiyaksa.


"Baiklah, Kusir! Mari kita ke istana kerajaan kucing. Aku harus segera bersemedi dan menyembuhkan luka-lukaku. Aku harus bersiap kalau sampai Raja Abiyaksa benar-benar datang ke istana kerajaan kita dan kembali menyerang kesana." Ratu Deniz hanya bisa menyembunyikan wajahnya di dalam pelukan sang suami yang selama ini selalu berhasil menentramkan dirinya.


Pangeran Andalas sampai saat ini masih berjuang dan berusaha untuk bisa menembus pagar gaib yang melingkupi Goa di mana Putri Ayuningtyas saat ini jiwanya sedang ditahan di sana.


Pangeran Andalas sudah berkeringat dingin sejak tadi. Karena sangat sulit sekali untuk dia menembus kekuatan 10 leluhur dari istana kerajaan ular hijau.


Ratu Deniz merasa kasihan kepada putranya yang sudah berjuang sejak tadi. "Hentikanlah anakku! Kau bisa kehabisan tenaga dalammu kalau terus memaksakan diri seperti itu. Nanti setelah kita sampai di istana kerajaan kucing, kita bisa meminta kepada pamannya untuk melakukannya." ucap Ratu Deniz kepada putranya.


"Baik ibunda," sahut Pangeran Andalas sambil tersenyum kepada ibunya.

__ADS_1


Ratu Deniz lebih memilih untuk memejamkan matanya. Karena benar-benar saat ini dia merasakan kelelahan lahir batin. Kejadian hari ini yang dia lihat dengan mata kepalanya sendiri. Apalagi ketika dirinya melihat tubuh Sang suami yang penuh dengan luka-luka, hatinya sungguh tak berdaya sama sekali dengan hal itu.


'Ya Allah ampunkanlah diriku yang telah menjadi sebab dari pertarungan mereka berdua. Maafkan hamba yang telah menjadi sebab begitu banyaknya nyawa yang tumpah karena hamba. Ampuni hamba ya Allah!' jerit hati Ratu Deniz.


Ratu Deniz sejak datang dari kerajaan ular hijau Dia hanya bisa bersimpuh dan berdoa di tempat salat.


Sementara Raja Narendra saat ini disibukkan dengan bersemedi di tempat rahasia yang diketahui oleh dirinya dan sang istri tercinta.


Tabib istana sesekali datang untuk memeriksa sang raja, yang saat ini dalam kondisi terluka, baik luka dalam maupun luka fisik.


Pangeran Panji dan Minsi untuk sementara waktu menggantikan kedua orang tuanya mengatur pemerintahan. "Wakililah ayahmu, anakku! Anggap saja sebagai latihan kau menjadi seorang raja. Siapa tahu dalam pertarungan berikutnya, ayahmu ini akan meninggal di tangan Raja Abiyaksa yang sakti. Kalian bisa siap untuk menjadi raja berikutnya kala itu benar-benar terjadi," ucap Raja Narendera dengan suara yang terbatas karena dia saat ini memang sedang mengalami luka dalam yang sangat serius.


Minsi kemudian mendekati ayah mertuanya. Dia memiliki kekuatan penyembuh yang luar biasa. Oleh karena itu dia berusaha untuk menyembuhkan Ayah mertuanya dengan baik.


Pangeran Panji merasa berterima kasih sekali kepada istrinya. Minsi sudah berusaha kuat selama semalaman dengan memberikan tenaga dalam dan juga kekuatan Nur ilahi-nya. Kekuatan itu di transfer kepada Raja Narendra, sehingga kondisinya jauh lebih baik dari sebelumnya.


"Alhamdulillah, sekarang kesehatan Ayah sudah jauh lebih baik. Terima kasih banyak Minsi, karena kau sudah menolong Ayah untuk menyembuhkan semua luka ini!" Raja Narendra benar-benar berterima kasih kepada menantunya.


"Tidak apa-apa Ayah, ini adalah tanggung jawab dan juga kesenanganku. Karena bisa membantu Ayah dan Ibunda di saat kalian dalam keadaan kesulitan. Baiklah kalian beristirahatlah dulu. Karena aku juga harus kembali ke kamarku dan bersemedi untuk mengembalikan kekuatanku supaya pulih kembali!" ujar Minsi dengan wajah pucat dan suara gemetar.


Pangeran Panji kemudian membimbing istrinya yang terlihat lemah. Karena kehabisan tenaga. Semalam suntuk mentransfer energi kepada Raja Narendra, benar-benar membuat Minsi sangat kelelahan pada malam itu. Pangeran Panji menjaga istrinya yang sedang bersemedi jangan sampai ada gangguan.

__ADS_1


"Suamiku aku telah memanggil paman Ajudan Ratu Penguasa Pantai Selatan untuk mencari tahu di mana keberadaan Mahaguru dan Kakek leluhur kita. Maafkan aku karena aku tidak bisa membantu lebih daripada ini." Minsi terlihat begitu menyesal dengan keterbatasannya sekarang.


Pangeran Panji langsung menggeleng dan memeluk istrinya. "Jangan mengatakan seperti itu, Sayang. Karena kau sudah melakukan begitu banyak hal hari ini untuk membantu kedua orang tuaku. Aku mengerti dengan kondisimu, sayang. Karena kita sudah terlalu lama tinggal di alam manusia, hingga kemampuan kita menjadi semakin banyak berkurang dan kekuatan kita melemah. Hal itu benar-benar sangat wajar dan bisa dipahami." Ucap Pangeran Panji berusaha untuk menghibur istrinya agar tidak merasa sedih lagi.


Minsi mengangguk kemudian dia akan berpamitan kepada Pangeran Panji untuk melakukan semedi dan memulihakan kekuatannya kembali.


Pangeran Panji Selamat malam suntuk terus menjaga istrinya karena sangat berbahaya Kalau sampai ada yang mengganggu konsentrasi dan fokusnya dalam pemulihan kekuatan sang istri.


***


Ajudan Ratu Penguasa Pantai Selatan sekarang sedang berada di Gowa untuk menjalankan perintah yang diberikan oleh Minsi kepadanya.


"Gua ini terlihat begitu aneh. Energinya sangat kuat sekali. Wajar sekali kalau Mahaguru dan Leluhur Istana kerajaan kucing sampai terjebak di sini begitu lama." ucap Ajudan Ratu Penguasa Pantai Selatan.


Ajudan Ratu Penguasa Pantai Selatan kemudian duduk bersimpuh dan mulai semedi dengan fokus yang luar biasa untuk segera menembus kekuatan alam gaib yang ada di sana.


Setelah dia berhasil menembusnya, Ajudan Ratu Penguasa Pantai Selatan langsung masuk ke sana dan mencari Maha guru dan Leluhur Istana Kerajaan Kucing yang ternyata ikut terkurung di dalam penjara.


Mereka ternyata telah dikelabui oleh 10 orang leluhur dari istana kerajaan ular hijau yang berkhianat pada mereka berdua, setelah mereka berhasil membantu menyembuhkan luka dan penyakit mereka.


Sekarang kita bisa mengerti. Kenapa Raja Abiyaksa memiliki sifat khianat juga. Hal itu pasti karena diwariskan dari leluhurnya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2