Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
23. Perjalanan


__ADS_3

Deniz menatap Narendra yang begitu terpesona kepadanya.


" Kenapa kau terus menatapku seperti itu?" tanya Deniz gugup.


Narendra tersenyum sambil mendekati Deniz wanita yang telah sangat lama dia nantikan.


" Ikutlah denganku untuk bertemu dengan kedua orang tuaku. Mereka sudah lama menunggu kedatanganmu di istana mereka!" ucap Narendra sambil menatap Deniz yang terkejut mendengarkannya.


" Istana?" tanyanya heran.


" Yah sayang. Istana kerajaanku yang akan menjadi tempat tinggal kita ketika kita sudah menikah nanti!" ucap Narendra sambil menggenggam telapak tangan Deniz dengan lembut.


Deniz tampak menggelengkan kepalanya karena dia mengingat teman-temannya yang pasti sekarang sudah mencarinya.


" Aku harus segera kembali ke perkemahan. Sekarang semua teman-temanku pasti sudah menunggu dan mencariku!" ucap Deniz berusaha untuk melepaskan telapak tangannya dari genggaman Narendra.


Narendra merasa sangat kecewa dengan apa yang dilakukan oleh Deniz kepada dia.


' Kenapa aku merasa bahwa Deniz sedang menolakku ?Apakah itu artinya aku akan kalah dalam bertarung dengan manusia yang sedang mendekati Deniz saat ini?' bathin Narendra merasa nelongso seketika.


" Maafkan aku. Bukannya aku tidak mau menerima undanganmu. Tetapi aku benar-benar harus kembali kepada teman-temanku sekarang. Mereka pasti saat ini sedang bingung mencariku!" ucap Deniz berusaha menjelaskan semuanya kepada Narendra Yang sepertinya merasa kecewa dengan penolakannya.


Narendra tampak melihat ke jendela di mana dia bisa mendengar bahwa jauh di sana, saat ini teman-temannya Deniz sedang mencari calon pengantinnya.


" Tapi kau harus berjanji padaku. Bahwa nanti kau akan mengunjungi istanaku dan bertemu dengan kedua orang tuaku!" ucap Narendra sambil menatap Deniz yang masih menatap dirinya dengan lekat.


Denis langsung menganggukkan kepalanya. Bagaimanapun dia juga penasaran dengan istana yang diceritakan oleh Narendra. Akan tetapi dia tidak tega kepada teman-temannya yang sekarang pasti sedang mencarinya.


" Kau harus merahasiakan pertemuan kita di hutan ini kepada siapapun. Pastikan kalau kau akan menepati janjimu untuk bertemu denganku!" ucap Narendra menggenggam telapak tangan Deniz.


Deniz langsung mengganggukan kepala tanpa merasa keraguan sama sekali.


" Sekarang pejamlah matamu karena aku akan segera mengantarkanmu kepada teman-temanmu yang lain!" ucap Narendra dengan lembut sambil tersenyum kepada Deniz dengan begitu manis. Sungguh Deniz benar-benar kehilangan kata-kata melihat ketampanan Narendra yang sangat luar biasa.

__ADS_1


Deniz pun memejamkan matanya. Seketika Deniz merasa tubuhnya seperti melayang tinggi dan tiba-tiba saja ketika dia sudah membukakan matanya, dia mendapatkan dirinya sedang terbaring di bawah pohon di dekat perkemahan.


Deniz merasa bingung kenapa tiba-tiba dia ada di situ dan ke mana Narendra yang tadi berbincang dengannya?


Deniz langsung bangkit dan menuju kepada teman-temannya yang sedang berpencar untuk mencarinya. Deniz merasa bingung karena tiba-tiba saja dia berada di tempat itu. Padahal seingatnya tadi dia ada di sebuah pondok yang sangat cantik di tengah hutan bersama dengan Narendra.


" Deniz kau ke mana saja sih? Ya ampun! Dari tadi kami mencarimu!" ucap Abigail ketika dia melihat Deniz yang berjalan sempoyongan seperti orang yang linglung.


" Di mana Dani?" tanyanya bingung.


Deniz mencari keberadaan Dani. Karena dia berniat untuk menceritakan apa saja yang tadi telah terjadi kepadanya.


" Ingatlah kalau kau sudah berjanji kepadaku untuk merahasiakan apa yang telah terjadi!" tiba-tiba ada suara Narendra di telinga Deniz sehingga membuat Deniz merinding seketika.


Abigail yang merasa heran melihat sahabatnya seperti orang bingung dia pun langsung membawa Deniz ke dalam tenda.


" Di mana Dani dan teman-teman yang lain?" tanya Deniz lagi. Karena sejak tadi Abigail tidak merespon pertanyaannya.


" Dani dan teman-teman lainnya sekarang sedang pergi mencarimu. Kenapa sih? Dari tadi kau ditelepon juga tidak diangkat!" ucap Abigail sambil cemberut kepada Deniz.


Deniz memegang kepalanya yang tiba-tiba berdenyut nyeri. Karena jujur Dia benar-benar sangat bingung saat ini. Kenapa tiba-tiba dirinya ada di bawah pohon yang letaknya tidak terlalu jauh dari perkemahan mereka. Padahal dia ingat dengan jelas kalau dia tadi pergi mengejar kupu-kupu di saat acara api unggun berlangsung.


Dia ingat sekali kalau tadi dia tersesat di tengah hutan. Lalu dia menemukan sebuah gubuk di tengah hutan dan berbicara dengan seorang laki-laki yang sangat tampan yang mengaku bernama Narendra Baratayuda.


" Di mana laki-laki itu?" tanya Deniz sambil terus melihat ke sekeliling berusaha mencari Narendra yang tidak dia lihat di manapun.


Abigail yang melihat sahabatnya menjadi aneh dia pun kemudian menyuruh Deniz untuk beristirahat.


" Istirahatlah dulu di dalam tenda. Aku akan menghubungi Deniz dan teman-teman yang lain, mengabarkan kalau kau sudah pulang kemari!" ucap Abigail sambil mengelus rambut Deniz yang langsung menganggukkan kepalanya.


Jujur saat ini Deniz benar-benar bingung dengan kondisi yang ada di hadapannya.


Setelah kepergian Abigail, Deniz tampak merenungkan kembali apa yang dia alami setelah dirinya meninggalkan perkemahan untuk mengejar kupu-kupu yang dia nilai sangat cantik.

__ADS_1


" Ke mana laki-laki yang mengaku bernama Narendra itu?" tanya Deniz masih bingung.


" Aku ada di sini Deniz!" tiba-tiba saja Narendra sudah ada di samping Deniz dan tersenyum kepadanya.


Deniz terkejut sekali melihat kehadiran Narendra yang tiba-tiba.


" Ya ampun! Kenapa kau seperti hantu yang datang tiba-tiba dan pergi tiba-tiba!" ucap Deniz sambil mengelus dadanya yang berdebar sangat kencang.


Narendra hanya mengulas senyum kepada Deniz sehingga membuat Deniz jadi salah tingkah di buatnya.


" Istirahatlah dulu dengan baik. Besok aku akan membawamu untuk mengunjungi istanaku dan bertemu dengan kedua orang tuaku!" ucap Narendra.


Deniz mencium aroma Asoka dari tubuh Narendra. Sangat wangi dan menusuk hidungnya.


" Wewangian apakah yang kau gunakan? Kenapa begitu menusuk sekali?" tanya Deniz sambil mencium telapak tangannya yang tadi berkali-kali digenggam oleh Narendra.


Ketika Deniz mengangkat kepalanya tiba-tiba saja Narendra sudah menghilang dari hadapannya dan bertepatan dengan itu Dani pun masuk ke dalam tenda untuk melihat keadaan Deni.


" Deniz Apakah kau baik-baik saja?" tanya Dani tampak sangat khawatir dengan keadaa Deniz yang telah menghilang lebih dari 3 jam.


" Aku baik-baik saja Dan!" ucap Deniz sambil tersenyum kepada Dani.


Dani yang merasa senang sekali melihat wanita yang dia cintai kembali dengan selamat dia pun langsung memeluk tubuh Deniz dengan erat.


Dani bisa mencium aroma Asoka di tubuh Deniz dan dia pun mengurutkan keningnya.


" Ke mana saja kau pergi? Sejak tadi kami sangat kebingungan mencarimu!" ucap Dani sambil mengacak puncak rambut Deniz sehingga membuat gadis itu tersipu malu dibuatnya.


Sementara itu Abigail yang melihat kemesraan antara mereka berdua,dia merasa tidak nyaman dan memilih untuk segera pergi meninggalkan mereka berdua di dalam tenda.


Sementara itu Narendra yang saat ini berada di dalam kamarnya dan sedang melihat interaksi antara Dani dan Deniz melalui kaca benggalanya dia benar-benar sangat marah.


" Kurang ajar sekali Dani! Berani-beraninya dia memeluk calon istriku! Padahal tidak ada perjanjian kalau dia boleh melakukan kontak fisik seperti itu dengan calon istriku!" ucap Narendra sambil mengepalkan kedua tangannya karena menahan amarah di hatinya saat ini.

__ADS_1


__ADS_2