Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
85. Kesedihan


__ADS_3

Deniz mendekati Narendra dan memegang telapak tangan Panji yang saat ini sedang bersedih karena dirinya tidak bersedia untuk ikut dengan mereka ke alam siluman.


" Kenapa ibunda tidak mau ikut dengan kami? Apakah ibunda tidak percaya bahwa kami akan membantu ibunda untuk kembali sehat?" tanya Panji merasa sedih sekali.


" Bukan seperti itu Nak. Tetapi ibunda merasa sangat nyaman dan juga tenang berada di pondok pesantren ini! Maafkan ibu ya nak!" ucap Deniz sedih saat dia tadi mengucapkan permohonan maaf nya kepada Panji yang benar-benar tidak habis pikir kepada ibunya.


Kenapa Ibunya tidak bersedia untuk ikut dengan mereka? Padahal mereka sudah menempuh bahaya hanya untuk sampai ke pondok pesantren Kyai Rasyid.


Dedi dan Amber terus memperhatikan cucu mereka yang sangat tampan sekali pertama kali Mereka melihat ketampanan seorang lelaki seusia Panji yang begitu gagah perkasa dan memiliki pamor serta kekuatan yang pilih tanding se antero negeri kerajaan kucing.


" Lalu apakah ibunda pernah berpikir tentang bagaimana perasaanku dan Ayahanda yang setiap malam selalu merindukan ibunda dan ingin kembali hidup bersama denganmu?" tanga Panji masih berusaha untuk membujuk ibunya agar mau pergi bersamanya dari Pondok Pesantren Kyai Rasyid.


Dedi dan Amber hanya bisa saling menatap satu sama lain. Bagaimanapun mereka tidak bisa ikut campur dengan keputusan Deniz. Mereka sudah memutuskan untuk mengikuti apapun keinginan Deniz. Walaupun itu artinya bahwa mereka harus kehilangan Putri mereka kembali seperti dulu saat Deniz memutuskan untuk menikah dengan Narendra.


" Sudahlah Anakku jangan memaksa lagi ibumu. Ibumu pasti memiliki pandangan sendiri atas keputusan yang sudah diambil!" ucap Narendra sambil menyentuh telapak tangan putranya yang tampak begitu kecewa sekali terhadap Deniz selaku ibunya yang tampaknya tidak memperdulikan perasaan mereka berdua saat ini.

__ADS_1


Kyai Rasyid terus memperhatikan keluarga kecil yang harus dipisahkan karena keadaan dan juga kondisi yang benar-benar membuat mereka harus mengikhlaskan diri berpisah satu sama lain demi kebaikan semuanya.


" Pangeran Panji. Sekarang dimensi kalian dengan ibumu sudah berbeda. Ibumu akan kesulitan untuk hidup di sana. Walaupun dia memaksakan diri untuk hidup dan ikut dengan kalian ke alam siluman. Apakah kamu tidak kasihan dengan ibumu yang harus kembali memulai semuanya dari nol?" tanya Kyai Rasyid yang benar-benar tidak melihat mereka bertiga yang sekarang bahkan sudah menitikkan air kesedihan.


" Aku akan merelakanmu untuk tinggal di dunia manusia. Kalau itu bisa menjamin keamanan dan juga keselamatanmu!" ucap Narendra yang kemudian mendekati Deniz memeluk istrinya sekali lagi. Sebelum Dia memutuskan untuk meninggalkan kediaman Kyai Rasyid dan entah kapan dirinya akan bisa kembali bertemu dengan istrinya yang memilih untuk tinggal di alam manusia daripada mengikutinya ke alam siluman.


" Maafkan aku suamiku. Percayalah! Setelah aku memiliki bekal yang cukup untuk bisa hidup di negeri siluman, maka aku pasti akan datang sendiri ke sana. Bukankah aku sudah mengetahui portal untuk pergi ke alam siluman? Aku pasti akan datang ke sana demi kalian berdua!" ucap Deniz meyakinkan Narendra bahwa dirinya pasti suatu saat akan datang untuk kembali berkumpul dengan keluarganya yang hari ini terpaksa dia tinggalkan. Karena dia belum merasa kuat dan mampu untuk kembali tinggal di sana.


Apalagi sekarang dimensi mereka berdua benar-benar sudah berbeda dan akan sangat sulit untuk Deniz bisa menyesuaikan diri kembali tinggal di alam siluman. Setelah tubuh dan jiwanya ditarik ke alam manusia oleh Narendra pada saat dulu dirinya koma setelah melahirkan Pangeran Panji.


" Jangan-jangan Kamu Dani, yang sudah mempengaruhi istriku untuk tidak mau lagi ikut dengan kami?" tanya pangaren Narendra menatap tajam kepada Dani yang baru saja bergabung dengan mereka. Dani sejak tadi hanya berani bersembunyi di balik tirai.


" Aku tidak pernah melarang Deniz untuk ikut dengan kalian. Aku di sini hanya sebagai temannya dan aku yakin kalau Deniz pasti mengetahui apa yang terbaik untuk dirinya dan juga kalian semua!" ucap Dani.


Ya benar! Deniz memikirkan semuanya karena bagaimanapun Deniz tidak mau kalau sampai kedua orang tuanya harus sedih lagi ketika melihat mereka berpisah seperti dulu. Padahal Deniz sudah tahu bahwa perjuangan kedua orang tuanya untuk bisa membuatnya kembali eling seperti sekarang, tidaklah mudah dan pasti penuh dengan perjuangan yang sangat keras dan tidak ada lelah.

__ADS_1


Apalagi Deniz kembali mengingat ketika Narendra yang tanpa berpikir panjang langsung membawanya ke alam manusia ketika dia dalam keadaan koma setelah melahirkan Panji, tanpa suaminya itu berusaha untuk mengobatinya dan berusaha di alam siluman.


Deni masih belum bisa memaafkan kejadian itu. 0erasaannya sangat sakit ketika suaminya tidak mau mengurusi dirinya yang sakit.


Tampaknya Deniz saat ini sedang mengalami kesalahpahaman dengan maksud Narendra yang dulu membawanya kembali ke alam Manusia. Pada saat dirinya koma dan tidak sadarkan diri. Setelah melahirkan Pangeran Panji. Narendra melakukan itu ke atas nama cintanya untuk sang istri yang benar-benar sangat khawatir dengan keadaannya. Pada saat Deniz berada di rumah sakit, Narendra tidak pernah sedetikpun meninggalkan istrinya disisinya.


Walaupun dalam bentuk kucing yang lemah. Tetapi ketika malam, Narendra selalu merubah wujug menjadi manusia dan selalu berbincang-bincang dengan Deniz dan juga selalu berusaha sekuat tenaga membantu Deniz ketika ada makhluk-makhluk usil yang ingin mengganggu istrinya ketika berada di rumah sakit dalam keadaan mental yang terganggu ketika itu.


Hanya saja pada saat itu, Narendra tidak dikenali oleh Deniz dan Deniz pun tidak mengingat tentang kejadian di mana ada seorang pemuda tampan yang selalu mengajak dia berbicara pada tengah malam dengan menggenggam telapak tangannya.


Kejadian pada saat di rumah sakit telah benar-benar dilupakan oleh Deniz karena dia memang tidak mengingat kejadian itu jadi sangat wajar kalau Deniz merasa seakan dibuang oleh sang suami pada saat dirinya sakit dan ditinggalkan begitu saja.


Padahal karena pernah mengalami mental yang terganggu, membuat sebagai ingatan Deniz saat mengalami kejadian itu hilang di dalam pikirannya dan dia tidak bisa mengingat semua hal pada saat itu.


" Sudah ayah. Ayo kita pulang saja dan tidak usah kita menghabiskan waktu untuk membujuk ibu untuk ikut dengan kita." tampaknya Pangeran Panji benar-benar sudah kehilangan kesabaran dan juga marahnya mulai datang melihat ibunya ya seperti tidak merasa terbebani ketika menolak keinginan mereka berdua yang menjemputnya ke alam siluman.

__ADS_1


__ADS_2