Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
165. Pernikahan ulang


__ADS_3

"Putri Hana, sebaiknya kita melangsungkan pernikahan ulang untuk memperjelas pernikahan kita berdua. Karena pernikahan sebelumnya dilakukan oleh Pamanku yang menyerupai wajahku," kata Pangeran Wangen dengan percaya diri, sambil menuju ke dekat singgasana kedua orang tuanya.


Putri Hana terkesiap melihat Pangeran Wangen yang sekarang sudah berubah 180 derajat dari laki-laki yang dulu pernah membuat dia jatuh cinta. Pangeran Wangen semakin gagah dan mantap dalam penampilan dan perilakunya, dan aura serta pamornya semakin kuat dari sebelumnya.


"Putraku akhirnya kau kembali juga!" kata Ratu Siluman Monyet dengan bahagia, karena putranya akhirnya kembali ke istana kerajaan mereka setelah bertahun-tahun tinggal di istana Nyi Ratu Penguasa Pantai Selatan.


Mereka bertiga berpelukan untuk melepaskan rasa rindu antara ibu, ayah, dan anak yang sudah lama berpisah. Raja dan ratu siluman ular biru saling memandang bingung mendengar keputusan Pangeran Wangen untuk menikah ulang dengan Putri Hana.


"Bagaimana, Putri Hana, apakah kamu bersedia menikah lagi dengan Pangeran Warngen?" tanya Raja siluman ular biru kepada putrinya, yang terkesima melihat perubahan Pangeran Wangen yang semakin tampan dan matang.


"Pernikahan kami bukan karena keterpaksaan semata, Ayahanda," jawab Putri Hana dengan suara lembut.


"Maka itu, kita akan memulai merundingkan semua prosesnya bersama dengan mereka," kata Raja dan ratu siluman ular biru secara serius.


Pangeran Wangen punya nasihat dari Nyi Ratu Penguasa Pantai Selatan untuk menerima pernikahan dengan Putri Hana, karena kalau tidak, maka akan timbul dilema dan peperangan di antara kerajaan. Putri Hana dan Pangeran Wangen bisa saling mengobati luka yang tidak sampai pada orang yang mereka cintai, dan selain itu, mereka juga menyelamatkan banyak kerajaan dari peperangan yang tidak perlu.


"Dia tahu kalau sejak dulu aku mencintainya, jadi dia tidak akan kesulitan menjalani pernikahan ini," pikir Putri Hana, yang merasa bahagia karena Pangeran Wangen meminta pernikahan ulang dengannya.


Raja dan ratu siluman ular biru sepakat dengan rencana Pangeran Wangen, yang ingin pernikahan dilangsungkan di istana kerajaan siluman monyet, untuk menghindari keributan antar kerajaan di alam ghaib.

__ADS_1


Maka, pernikahan ulang Putri Hana dan Pangeran Wangen dilangsungkan dengan penuh kebahagiaan, dihadiri oleh banyak tamu dari kerajaan lain yang mengenal mereka, termasuk kerajaan istana kucing.


"Putri Hana, saya berdoa semoga pernikahan kalian akan diberkahi dengan anak-anak yang akan membuat bahagia rumah tangga kalian!" ucap Mahaguru dengan suci, melihat mereka yang sekarang sudah resmi menjadi suami istri.


Putri Hana merasa bahagia karena kehadiran Mahaguru yang telah membantunya pada saat dirinya dalam kesulitan.


Karena Mahaguru lah yang telah mengungkap misteri bahwa Suketi sebenarnya menyamar menjadi Pangeran Wangen untuk bisa menjadi suaminya.


"Terima kasih banyak, Mahaguru, atas doa terbaik yang telah diberikan untuk kami berdua. Kami berharap Mahaguru juga bisa menemukan kebahagiaan untuk dirimu sendiri!" doa Putri Hana untuk Mahaguru yang selama ini telah banyak menolong pasangan di alam gaib untuk menemukan kebahagiaan mereka.


"Saya tidak seberuntung itu untuk bisa bersama dengan wanita yang saya cintai." kata Mahaguru, sambil menundukkan kepalanya karena merasakan kesedihan yang tiba-tiba muncul.


Namun, Mahaguru tidak ingin mencari masalah atau mengambil risiko untuk mewujudkan cinta tersebut. Dia telah mengikhlaskan nasib cintanya dan merelakan jika pasangan wanitanya menikah dengan laki-laki lain.


Setelah ucapan selamat dari tamu acara pernikahan berakhir, para tamu kembali ke kediaman mereka masing-masing.


Terlihat Raja dan Ratu Siluman Kucing mendekati Pangeran Narendra dan Deniz.


"Maafkan kami atas kesalahan yang telah membuat kalian merasa tidak nyaman berada di Istana Kerajaan Kucing!" Ratu Siluman Kucing sampai menangis tersedu-sedu saat meminta maaf kepada Deniz dan Pangeran Narendra. Dia merasa bersalah terhadap Pangeran Narendra dan istrinya yang akhirnya memutuskan untuk menetap di alam manusia.

__ADS_1


"Sudahlah, Ibu Ratu. Lupakan masa lalu yang menyakitkan itu, yang penting sekarang kita semua hidup bahagia dengan pilihan kita masing-masing!" ucap Deniz, memberikan senyum terbaiknya kepada ibu mertuanya yang saat ini sedih karena harus kehilangan putra dan cucu kesayangannya untuk menetap di alam manusia.


"Apakah anak Pangeran Panji sudah lahir?" tanya Raja Kucing kepada Minsi, yang menganggukkan kepala untuk menjawab pertanyaan sang raja.


" Syukurlah!! Kami sangat bahagia sekali mendengarnya. Semoga Kami mempunyai keberuntungan untuk bisa bertemu dengan anak kalian," doa Ratu siluman kucing.


" Datanglah ke dunia manusia dan kami akan menyambut kedatangan ratu dan raja." Ucap Minsi sambil tersenyum kepada sang ratu yang merasa sangat bahagia kata sambutan dari Minsi.


" Benar ibunda Ratu datanglah ke dunia manusia dan ibundakan tahu betapa bahagianya Kami di sana!" Pangeran Narendra ikut menimbrong pembicaraan mereka.


" Kalian merasa bahagia di dunia manusia. Akan tetapi kami berdua di sini merasa sangat kesepian dan sangat merindukan kalian berdua," Pangeran Narendra tahu bahwa ibunya sedang berusaha untuk membujuk mereka agar kembali lagi ke dunia siluman yang selama berabad-abad lamanya telah menjadi tempat tinggalnya.


" Ibunda Ratu, percayalah! Kami berdua selalu mendoakan yang terbaik untuk ibunda Ratu dan juga Ayahanda raja!" Pangeran Narendra kemudian memeluk ibunya yang saat ini sedang menangis sedih karena harus berpisah dengan putranya.


Pangeran Narendra dan Deniz saling menatap satu sama lain. Mungkin kalau mereka tidak mengingat masa lalu yang sempat membuat mereka berpisah berbulan-bulan lamanya. merasakan kehampaan dan kesakitan karena berpisah satu sama lain. Maka hati mereka akan terenyuh dan tersentuh dengan air mata sang Ratu yang begitu menyedihkan dan menyayat hati mereka berdua.


" Tenanglah yang mulia ratu. Kami tidak akan pergi kemana-mana. Kami hanya tinggal di dunia manusia. Kalau yang mulia Ratu merindukan kam, kalian bisa mendatangi kami kapanpun. Kami akan selalu menyambut kedatangan kalian berdua dengan tangan terbuka!" Ratu benar-benar merasa bersalah karena sempat memberikan rasa sakit hati kepada Deniz dengan meminta putranya untuk menikah lagi.


" Ibunda benar-benar meminta maaf kepadamu karena sudah memberikan waktu yang buruk untukmu dan Pangeran Narendra. Tolong maafkan ibunda dan Ayahanda!" Mereka pun akhirnya saling berpelukan dan saling memaafkan satu sama lain sehingga tidak ada lagi sesuatu yang mengganjal di hati mereka.

__ADS_1


Mereka semua begitu menikmati pesta yang disuguhkan oleh istana kerajaan monyet dalam rangka merayakan pernikahan antara Putri Hana dan Pangeran Wangen yang sangat meriah dan penuh kehangatan.


__ADS_2