Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
Bab 240


__ADS_3

"Sungguh sebuah penghinaan yang sangat luar biasa dengan apa yang sedang kau lakukan ini. Apa kau tidak malu huh?" tanya Raja Narendra yang begitu murkah dengan kelakuan Raja Abiyaksa yang sangat tidak bermoral.


Putri Ayuningtyas terlihat kesal juga dengan kelakuan Raja Abiyaksa, laki-laki yang saat ini sedang diperjuangkan oleh leluhurnya untuk bisa menjadi suaminya.


Sebenarnya sang leluhur sedang menunjukkan kepada Putri Ayuningtyas kualitas seorang Raja Abiyaksa. Dengan permintaannya seperti itu, sangat jelas bahwa Raja Abiyaksa bukanlah laki-laki yang baik. Karena dia ingin merebut wanita yang sudah bersuami dan memiliki anak.


Sejak tadi Putri Ayuningtyas pun sudah terlihat mengepalkan telapak tangannya. Karena amarah di hatinya. Sama seperti Raja Narendra yang begitu kesal dan marah dengan Raja Abiyaksa.


"Kenapa kalian marah?? Bukankah leluhurmu yang tadi mengatakan bahwa aku berhak meminta apapun yang aku inginkan, kalau aku berhasil menang untuk melawan dia? Saya rasa, sah-sah saja untuk saya minta hadiah yang saya inginkan untuk kerja keras saya. Betul bukan?" tanya Raja Abiyaksa sambil tersenyum dengan penuh kemenangan.


Sebenarnya Raja Abiyaksa saat ini juga sedang merasakan kegalauan hatinya. Saat dia melihat Putri Ayuningtyas yang betul-betul keras hati dan terap ingin menikah dengannya.


Bagaimana mungkin dia bisa menikahi Putri Ayuningtyas yang sudah dia anggap sebagai adiknya sendiri selama ratusan tahun lamanya? Itu benar-benar tidak bisa masuk ke dalam logikanya.


'Aku harap setelah ini kau bisa mundur dari keinginan kamu yang ingin menikah denganku.' Batin Raja Abiyaksa ketika dia melirik sekilas kepada putri Ayuningtyas yang sedang menatap tajam kepadanya yang saat ini masih melihat kepada Ratu Deniz.


"Sudahlah tidak usah ribut! Sekarang yang penting adalah pertandinganku dengannya. Apa kalian tidak percaya kalau aku bisa menang untuk melawan dia?" tanya sang leluhur sambil menatap satu demi satu seluruh keturunannya yang saat ini sedang berdiri menatapnya dengan penuh kecemasan.


Ratu Deniz percaya bahwa sang leluhur pasti bisa menang melawan Raja Abiyaksa. Suaminya saja masih bisa menang melawan dia, apalagi leluhur mereka yang sudah hidup ribuan tahun dan memiliki tingkat kultivasi yang tinggi.


"Lanjutkanlah pertarungan kalian. Aku siap menjadi bahan taruhan kalian!" Ratu Deniz dengan begitu penuh percaya diri mengatakannya.

__ADS_1


Raja Narendra terlihat terkejut mendengar apa yang dikatakan istrinya yang begitu percaya diri.


"Sayang?" tanya Raja Narendra yang seperti tidak percaya dengan pendengarannya sendiri.


"Tenanglah, suamiku. Aku yakin kalau leluhur Istana Kerajaan Kucing, pasti bisa dan mampu untuk memenangkan pertandingan ini. Aku percaya sana beliau!" Putri Ayuningtyas terlihat begitu kesal dengan Ratu Deniz yang terlihat begitu percaya diri dengan segala hal yang akan terjadi di arena pertandingan.


Semua orang terlihat kesulitan untuk bernafas. Karena melihat pertandingan yang akan segera dimulai antara Raja Abiyaksa dan leluhur mereka yang terlihat sudah tua renta.


"Aku benar-benar meragukan kemenangan leluhur kita. Walaupun dia sudah berusia ribuan tahun dan memiliki motivasi yang tinggi tapi tetap saja tenaganya pasti sudah banyak berkurang dan tidak akan bisa dibandingkan dengan raja biasa yang masih kuat dan sehat."


"Kalau leluhur kita menang, maka itu artinya bisa menyelesaikan masalah dengan tanpa pertumpahan darah tanpa kesulitan seperti tadi. Tetapi kalau dia kalah, itu artinya kita harus kehilangan permaisuri kita yang sangat dicintai oleh sang raja."


Begitu banyak komentar dan suara sumbang yang didengar oleh semua orang tentang pertandingan tersebut. Sementara Raja Abiyaksa sendiri tampak begitu percaya diri bahwa dia bisa memenangkan pertandingan itu dengan mudah.


Jenderal Anom terlihat tidak terima dengan hadiah pertandingan yang menjadikan Putri Ayuningtyas sebagai taruhan di dalamnya. Apabila Raja Abiyaksa kalah dalam pertandingan itu.


'Aku tidak boleh membiarkan Raja Abiyaksa kalah! Bagaimanapun juga Putri Ayuningtyas harus menjadi istriku dan tidak akan kubiarkan dia dimiliki oleh siapapun!' batin Jenderal Anom yang tidak suka kalau sampai wanita yang dia cintai menikahi pria lain walaupun itu adalah rajanya sendiri.


'Raja Abiyaksa sudah menawarkan Putri Ayuningtyas untuk menjadi jodohku. Bagaimana mungkin dia akan menikahi wanita yang sudah dia berikan kepadaku untuk aku jadikan sebagai istriku? Tidak mungkin!' Jenderal Anom terus memberontak di dalam hatinya. Dia berharap sang raja untuk menang sehingga dia bisa memperjuangkan kembali hati Putri Ayuningtyas.


Oleh karena itu secara diam-diam Jenderal Anom sengaja mengirimkan kekuatan batinnya kepada Raja Abiyaksa yang sekarang sudah mulai bertanding melawan sang leluhur yang begitu santai dan nyaris tanpa beban sama sekali ketika melakukan pertarungan itu.

__ADS_1


Raja Abiyaksa sudah mulai kewalahan untuk bertarung melawan leluhur Istana Kerajaan Kucing dan dia baru menyadari bahwa kecerobohannya telah membuat dirinya harus membayar mahal hasil dari pertandingan itu.


Dia lupa dengan pesan ayahnya sewaktu masih hidup duli. Untuk selalu waspada kepada laki-laki yang sudah tua renta dan terlihat lemah ataupun kepada seorang pelajar yang terlihat tidak mampu melakukan apa-apa. Padahal orang-orang seperti itu adalah orang-orang yang menyembunyikan kekuatan mereka agar tidak diwaspadai oleh siapapun.


Ratu Deniz dan Putri Ayuningtyas saling menatap satu sama lain. Terlihat Putri Ayuningtyas wajahnya mulai sumringah saat dia melihat Raja Abiyaksa yang semakin terdesak.


"Tampaknya Raja Abiyaksa akan kalah dalam pertarungan ini! Aku tidak bisa membiarkan Putri Ayuningtyas untuk menjadi istrinya. Aku harus segera membawa Putri Ayuningtyas jauh dari sini dan menjadikan dia sebagai istriku!" monolog Jenderal Anom.


Jenderal Anom sudah bertekad di dalam hatinya. Jenderal Anom sudah yakin dan yakin bahwa dia kuat melawan Raja Abiyaksa dan dia tidak mau mengalah kepada sang raja yang selama ini selalu dihormati. Walaupun Raja Abiyaksa akan kalah dalam pertandingan itu dan memiliki hak untuk menjadi suami putri Ayuningtyas sesuai isi perjanjian sebelum mereka bertarung.


Ketika Raja Abiyaksa sudah dipastikan akan kalah dalam pertarungan itu, dengan gerakan yang sangat cepat, Jenderal Anom langsung menyambar tubuh Putri Ayuningtyas dan melakukan teleportasi untuk segera meninggalkan istana kerajaan kucing.


Semua orang yang tadi sedang berfokus menatap pertandingan antara Raja Abiyaksa dan leluhur mereka yang ternyata masih memiliki kesaktian yang luar biasa. Semuanya mulai panik dan ribut untuk mencari dan mengejar Putri Ayuningtyas. Khususnya Pangeran Surya Kelana.


Sementara Raja Abiyaksa sendiri, dia terlihat santai saja melihat Sang Jenderal yang sekarang entah sudah ada di mana membawa lari calon istrinya yang tidak dia inginkan.


"Syukurlah Jenderal ku bisa diandalkan untuk segera membawa pergi Putri Ayuningtyas dari tempat ini dan menjadikan dia sebagai istrinya! Karena urusanku di sini sudah selesai aku undur diri!" tanpa menunggu jawaban dari siapapun, Raja Abiyaksa langsung pergi dan meninggalkan Istana Kerajaan Kucing. Tanpa merasa bersalah ataupun sedih saat dia melihat putri Ayuningtyas yang dibawa lari oleh Jenderal Anom di hadapannya sendiri.


Raja Abiyaksa memang tidak mencintai Putri Ayuningtyas dan dia hanya menganggapnya sebagai adiknya saja sejak dulu hingga sekarang.


'Syukurlah si bodoh itu bisa bergerak dengan cepat. Kalau tidak, aku harus dipaksa menikah dengan wanita yang Selama ratusan tahun sudah ku anggap sebagai adikku sendiri!" Raja Abiyaksa tersenyum bahagia.

__ADS_1


__ADS_2