
Deniz benar-benar merasa terharu ketika mendengarkan pengakuan dari Narendra yang mengatakan bahwa dia tidak perduli Deniz jelek ataupun cantik. Karena dia kan selalu menganggap Deniz segalanya bagi Narendra.
" Benarkah?" tanyanya ragu.
" Iya Sayang. Lagi pula kan kau kurus seperti ini karena perbuatan anak kita yang selalu mengambil nutrisi di dalam tubuhmu. Tenanglah sayang. Setelah anak kita lahir, semua akan kembali normal kau akan kembali menjadi Deniz yang dulu. Deniz kesayangan milik Pangeran Narendra!" ucap Narendra sambil mencium bibir istrinya.
" Aku senang sayang. Kalau kau mengatakan hal seperti itu. Aku tadinya takut sekali, kalau kau akan memilih putri-putri kerajaan yang lain untuk menjadi selirmu. Karena sekarang aku jelek dan tidak menarik lagi!" ucap Deniz sambil menundukkan kepala nya.
Narendra mengangkat dagu Deniz kemudian menatapnya dengan lekat.
Perasaan Deniz benar-benar kalang kabut dibuatnya. Ketika tiba-tiba saja Narendra kembali mengecup bibirnya dengan begitu lembut dan intens.
Ciuman yang awalnya hanya ringan saja, akan tetapi, lama-kelamaan berubah menjadi ciuman yang begitu menuntut dan terasa semakin menginginkan lebih dari sekedar ciuman yang panas membara.
Setelah puas dengan percintaan mereka siang itu, Narendra mencium pucuk kepala istrinya yang tampak kelelahan setelah acara menengok dede bayi mereka.
Narendra memang mempunyai banyak cara untuk membuat Deniz selalu menuruti semua keinginannya kalau sudah berbicara masalah ranjang dan sebagai nya.
Deniz tersipu sangat malu ketika melihat suaminya terus memperhatikan dia.
" Sudah pergilah dari sini. Lakukan tugasmu sebagai seorang pangeran di istana ini. Aku ingin istirahat karena lelah sekali setelah tadi kau bermain kasar seperti itu. Kau kan tahu kalau aku saat ini sedang hamil, kau malah membuat aku sekarang semakin sakit pinggang saja!" cicip Deniz sambil cemberut.
Mendengarkan keluhan dari istrinya. Narendra pun langsung mendekat ke arah Deniz. Narendra kemudian mengambil minyak zaitun dan dia berniat untuk memijat punggung istrinya.
" Kau mau apa?" tanya Deniz merasa heran ketika melihat suaminya membawa minyak zaitun dan mendekatinya.
Narendra tersenyum melihat istrinya yang saat ini masih polos dan perutnya membenci terlihat begitu seksi di matanya.
Perasaan cinta Narendra untuk Deniz semakin memuncak. Ketika dia melihat istrinya yang menderita sejak kehamilannya.
Saat ini Deniz hamil anak setengah siluman dan setengah manusia. Jadi tidak heran kalau penderitaannya pun berlipat-lipat. Apalagi kalau bayinya sedang ngambek kalau kemauan dia tidak di turuti, maka akan bergolak di dalam perut ibunya sehingga membuat Deniz kesulitan untuk bergerak dan merasakan kesakitan yang luar biasa.
" Aku akan memijat punggungmu sayang. Sudahlah sayang, kau tenang saja. Hmmm? Kau tidurlah kalau kau kelelahan. Aku akan mengurus anak kita yang sedang bandel itu!" ucap Narendra sambil mengelus anak yang ada di dalam kandungan Deniz yang terlihat sedang bergerak-gerak dan membuat Deniz merasa kesakitan.
" Awewe.. awawww, sayang ini sakit sekali! Pelan-pelan sayang, ahhh.. " ucap Deniz ketika Narendra mulai memijat punggungnya.
__ADS_1
Ibunda Permaisuri yang saat ini sedang berada di depan pintu kamar putranya. Sontak menghentikan langkahnya, ketika tadi tanpa sengaja dia mendengarkan apa yang digemamkan oleh Deniz.
Bibir permaisuri terlihat tersenyum kemudian dia kembali menutup pintu kamar putranya dan berbalik arah.
Ketika Putri Kameswari hendak masuk ke dalam kamar kakaknya. Ingin mengajak Deniz untuk melihat sayembara untuk mencari calon suami untuk dirinya, dia langsung dihentikan oleh ibunda permaisuri.
" Kembalilah ke tempatmu putriku. Kau jangan ganggu kakakmu. Karena dia sedang sibuk sekarang!" ucap permaisuri sambil tersenyum kepada putrinya yang cantik.
" Kenapa aku tidak boleh bertemu dengan kakakku? Bukankah dia bisa meninggalkan kesibukannya dulu?" tanya Putri Kameswari sambil mengerutkan keningnya.
Sang Putri merasa heran dengan ibunya yang tampak merona wajahnya.
" Apakah Kakakku sedang melakukan ritual menengok bayi di dalam kandungan Deniz?" tanya Putri Kameswari sambil menatap ibunya yang tampak kebingungan.
" Ah sudahlah Ayo kita pergi Tidak usah mengganggu mereka nanti kalau mereka sudah selesai pasti akan menyusul kita ke aula kerajaan untuk melihat keramaian di sana. Percayalah sama ibunda!" ucap permaisuri sambil menarik tangan putri Kameswari yang misuh-misuh karena niatnya untuk mengajak Deniz gagal.
" Sebenarnya ada apa sih Ibunda permaisuri? Acara nengok dedek bayi emangnya ga boleh di lihat orang lain ya?" tanyanya begitu polos.
" Makanya Cepatlah kau pilih seorang pangeran tampan yang sukses mencuri hatimu dan menikahlah. Suatu saat kau akan mengerti tentang hal itu tanpa harus ibunda menjelaskannya padamu!" ucap permaisuri menjelaskan kepada putrinya.
" Tunggu, bukanya itu adalah Raja Abimana dari kerajaan ular hijau?" tanya seorang peserta ketika melihat raja abimanah ikut hadir dan duduk di barisan bangku para peserta sayembara.
Sontak Putri Kameswari pun ikut melihat ke arah jari telunjuk orang yang tadi menunjukkan keberadaan Raja Abimana.
Kening Sang Putri tanpa mengkerut karena dia tidak senang melihat raja dari kerajaan ular hijau menjadi bagian dari sayembara itu.
sejujurnya sampai saat ini Sang Putri masih belum bisa melupakan tentang kejahatan abiyasa yang sudah menipu kerajaan mereka dengan menginginkan perundingan tapi ternyata di luar Allah para prajuritnya malah membumi hanguskan kerajaannya.
Sungguh licik sekali. Hingga saat ini siluman yang berada di kerajaan kucing masih merasa gedek hati mereka dengan ulah dan kelakuan siluman yang berasal dari kerajaan ular hijau.
Walaupun Raja dari istana kerajaan ular hijau sekarang sudah berganti dengan Raja Abimana yang terkenal baik dan ramah. Akan tetapi kebencian mereka masih belum bisa terobati dengan begitu saja.
Gara-gara serangan mendadak yang dilakukan oleh Abiyaksa kala itu, telah membumihanguskan banyak sekali anggota siluman di kerajaan kucing. Bahkan banyak rumah-rumah yang harus dengan susah payah kembali dibangun oleh mereka.
Raja Abimana benar-benar harus ekstra hati-hati dan ekstra kerja keras untuk membangun kembali reputasi yang sudah dirusak oleh Abiyaksa selama kakaknya menjabat sebagai raja kerajaan ular hijau setelah Abiyaksa membunuh ayahnya.
__ADS_1
" Ibunda Permaisuri. Kenapa Raja Abimana berada di antara para peserta? Apakah kalian tidak menyaring siapa saja yang boleh ikut dalam sayembara ini?" tanya putri kameswari merasa tidak senang melihat kehadiran Raja musuh bebuyutan istana kerajaannya.
Permaisuri menatap Raja Abimana yang saat ini sedang tersenyum kepada mereka berdua dengan penuh keramahtamahan.
" Putriku sayang. Sayembara ini diadakan adalah untuk mencari calon suamimu. Siapapun peserta yang mengikutinya, selama dia lolos kualifikasi tidak ada yang berhak untuk melarangnya ikut serta di dalamnya!" ucap permaisuri berusaha untuk menenangkan putrinya yang tampaknya tidak senang melihat raja di mana menjadi peserta sayembara pemilihan suami untuk dirinya.
" Memangnya bagaimana caranya untuk ujian kualifikasi agar bisa lolos menjadi peserta Sembara ini?" tanya Putri Kameswari sambil melirik sinis kepada raja ampe mana yang sejak tadi terus memperhatikannya.
" Dengan ujian perasaan cinta untuk kamu, putriku. Para peserta yang ikut sayembara ini hanya yang tulus mencintai kamu, yang boleh ikut. Hanya yang benar-benar mencintaimu." demi mendengar perkataan permaisuri Putri Kameswari sampai memerah pipinya.
" Kalau dia berdiri di antara peserta. Apakah itu artinya kalau dia mencintaiku Bunda?" tanya sang putri pengen mengkonfirmasi keterangan dari ibunya.
Pipi Putri mendadak melona. Mendengar perkataan ibunya yang mengatakan bahwa hal itu adalah kebenaran.
' Apakah benar kalau kau mencintaiku?' bathin sang putri sambil matanya terus memperhatikan Raja Abimana yang begitu terpesona melihat dirinya.
" Benar Tuan Putri. Aku sangat mencintaimu. Aku akan membuktikan bahwa aku benar-benar mencintaimu dengan menjadi pemenang dari sayembara ini. Aku akan membawamu ke istanaku untuk menjadi Permaisuriku." Putri Kameswari terkejut sekali ketika tiba-tiba di telinganya mendengarkan apa yang dikatakan oleh Raja Abimana untuk dirinya. Pipinya makin merona.
Putri Kameswari sudah mendengar bahwa tabiat dan perilaku Raja Abimana dan Abiyaksa sangat berbeda jauh. Bagaikan langit dan bumi.
" Kenapa kau mencintaiku Bukankah sejak dulu Kerajaan kita selalu bermusuhan?" tanya putri Kameswari pelan di dalam hatinya, merasa tidak nyaman dengan cinta Raja Abimana untuk dirinya.
" Aku sudah sangat lama mencintaimu Tuan Putri. Hanya saja baru ada kesempatan hari ini untuk aku membuktikan betapa besarnya cintaku padamu!" ucap Raja Abimana.
Percakapan batin keduanya hanya bisa didengarkan oleh mereka berdua. Peserta yang lain atau siluman lain yang ada di aula tidak ada yang mampu mendengarkannya. Karena memang gelombang suara itu dikirimkan oleh Raja Abimana hanya ditujukan untuk Putri Kameswari, pujaan hatinya.
Raja Abimana sebenarnya memiliki kesaktian yang luar biasa. Hanya saja selama ini selalu dia sembunyikan untuk keamanan dan juga keselamatan dirinya sendiri.
Visualisasi Raja Abimana.
Visualisasi Pangeran Narendra
__ADS_1