
Setelah mendapatkan perawatan medis dari dokter Dani akhirnya diperbolehkan pulang.
Karena keadaan Dani yang masih terlihat linglung. Akhirnya Deniz yang mengemudi dan mengantarkan Dani ke pondok pesantren untuk mendapatkan pertolongan dari Kyai Rasyid sang ayah dari Dani.
Ibunya Dani tergopoh-gopoh melihat putranya yang tadi di papah oleh Deniz ketika keluar dari mobil.
" Ada apa ini Nak Deniz? Kenapa Putra saya seperti ini?" tanya istrinya Kyai Rasyid ketika dia menerima Dhani dari tangan Deniz.
" Saya tidak tahu Umi. Ketika saya datang dia sudah seperti ini pingsan di rerumputan sementara Abigail seperti orang linglung tidak bisa dipanggil oleh saya sama sekali jadi saya membawa Dani ke UKS dengan bantuan teman-teman!" ucap Denis menerangkan segalanya kepada ibunya Dhani yang tampak begitu khawatir dengan keadaan putranya.
" Ya sudah ayo bantu Umi untuk membawa Dani ke kamarnya Maaf ya nak Deniz sudah merepotkanmu." ucap ibunya Dani seperti yang merasa tidak nyaman karena sudah merepotkan Deniz yang dia tahu masih dalam tahap penyembuhan.
" Tidak apa-apa Umi. Keluarga ini juga selalu membantu saya kok. Bantuan seperti ini tidak ada apa-apanya dengan bantuan Abi dan juga Umi selama ini terhadap saya dan juga keluarga saya!" ucap Deniz sambil tersenyum kepada ibunya Dani yang langsung mencari suaminya agar bisa memeriksa keadaan putranya.
Ibunya Dani terpaksa kembali lagi karena dia melihat bahwa suaminya masih sibuk untuk mengobati pasien yang datang dari luar Jawa.
" Sebenarnya ada apa sih? Kenapa Dani bisa seperti ini tidak biasanya dia linglung begini!" ujar ibunya Dani sambil menatap Deniz yang terasa berbeda sekarang.
" Denis ke mana khodam milik Dani yang selalu ikut denganmu? Kenapa dia tidak menyertaimu sekarang?" tanya ibunya Dhani sambil menatap tajam kepada Deniz.
" Saya juga tidak tahu Umi. Tiba-tiba saja tubuh saya terasa begitu ringan dan seakan tidak ada yang mengikuti saya lagi. Akan tetapi saya tidak mengetahui kemana perginya khodam yang dititipkan oleh Dani untuk menjaga saya." ucap Denis mengatakan yang sesungguhnya kepada ibunya Dani yang tampak bingung dengan keadaan saat ini.
" Ya sudah Nak Deniz istirahat dulu saja di kamar tamu ya? Sambil menunggu Abi untuk menyelesaikan tugasnya menyembuhkan pasien yang dari luar Jawa!" Deniz pun hanya meringis kepada istri kyai Rasyid yang benar-benar mengerti tentang kondisi tubuhnya yang tidak boleh terlalu Lelah.
" Terima kasih Umi karena Umi selalu mengerti tentang kondisi saya dan selalu mengerti tentang kesulitan saya!" ucap Deniz sampai memeluk tubuh ibunya Dani yang langsung tersenyum kepadanya.
__ADS_1
" Umi itu sayang sekali dengan kamu. Kau sudah Umi anggap seperti anak Umi sendiri. Ya sudah sana, cepat Istirahat! Kalau kau lapar ambil saja makanan di meja makan ya? Umi mau mengurus Dani dulu, ini Dani keadaannya benar-benar sangat mengkhawatirkan sekali!" ucap istrinya Kyai Rasyid yang terlihat sangat khawatir dengan keadaan putranya yang masih diam saja.
Deniz pun kemudian meninggalkan ibunya Dani dan pergi menuju ke kamar tamu yang biasa dia tempati ketika dia menetap ataupun berkunjung di pondok pesantren Kyai Rasyid.
Adiknya Dani sudah kembali ke pondok pesantren tempat dia belajar yang ada di Jawa Timur.
Deniz tampak menatap kamar itu. Dia kembali mengingat pertemuannya dengan Narendra di kamar itu atas izin dari Kiai Rasyid.
" Apa kabar kamu sekarang suamiku? Tidak terasa sudah hampir 2 bulan kita tidak bertemu. Apakah mungkin sekarang kau sudah melupakanku?" tanya Deniz pada diri sendiri. Sambil matanya terus menyusuri keadaan kamar itu yang masih saja sama keadaannya seperti terakhir kali ketika dia berkunjung ke tempat itu untuk bertemu dan bercinta dengan suaminya yang berasal dari alam gaib.
Kyai Rasyid memberikan akses kepada Pangeran Narendra untuk bertemu dengan Deniz. Karena bagaimanapun pangeran dari alam gaib itu adalah suami sah dari Deniz dan Kiai Rasyid tidak punya hak untuk memisahkan mereka berdua yang sudah diikat oleh pernikahan suci dan disaksikan oleh para lembut yang hadir dalam acara pernikahan mereka di alam gaib.
Akan tetapi Kyai Rasyid berusaha untuk mewanti-wanti kepada Pangeran Narendra agar jangan membuat Deniz hamil lagi. Karena kasihan sekali kalau sampai Deniz hamil lagi anaknya. Maka kondisinya pasti akan seperti dulu lagi dan mereka harus berjuang lagi untuk mengembalikan kondisi Deniz seperti sekarang.
Deniz dan Pangeran Narendra hanya bertemu di kediaman Kyai Rasyid. Karena itu jauh lebih aman kalau ada apa-apa dengan Deniz maka Kyai Rasyid bisa langsung membantunya.
Berbeda kalau misalkan mereka bertemu di kediaman kedua orang tua Deniz yang hanya orang awam. Pasti itu akan sangat berbahaya dan ada kemungkinan Pangeran Narendra akan membawa Deniz kembali ke alam siluman seperti yang selalu diinginkan oleh pangeran itu setiap kali bertemu Deniz dan akhirnya pasti selalu membujuk Kyai Rasyid agar mengizinkannya kembali membawa sang istri untuk berkumpul kembali dengan keluarganya di alam siluman.
Sementara itu Narendra yang saat ini sedang bertugas di istana kerajaannya menggantikan ayahnya yang sudah mulai sakit. Hatinya tampak begitu berdebar-debar seakan ada seseorang yang memanggilnya.
" Sayang apakah itu kau yang saat ini sedang mencariku?" tanya Pangeran Narendra sambil memegang dadanya yang terasa begitu sakit dan berdenyut sejak tadi.
Pangerab Narendra pun kemudian mencari ruangan kosong yang bisa dia gunakan untuk membuka kaca benggala miliknya. Sehingga dia mengetahui apa yang saat ini sedang terjadi terhadap istrinya.
" Ternyata benar kau sedang merindukanku dan sedang menungguku di sana. Tapi aku harus meminta izin dulu kepada Kyai Rasyid untuk mengunjungimu di sana!" ucap Pangeran Narendra merasa bahagia sekali melihat istrinya sekarang berada di kamar yang biasa digunakan oleh mereka untuk bertemu dan bercinta.
__ADS_1
Padahal Deniz hanya sedang beristirahat di sana karena merasa lelah setelah membawa Dhani dari kampus menuju kediaman Kyai Rasyid. Akan tetapi kesalahpahaman Pangeran Narendra membuat dirinya merasa bahagia dan dia pun langsung bermeditasi meminta izin kepada Kyai Rasyid untuk bertemu dengan istrinya.
Akan tetapi walaupun beberapa kali Pangeran Narendra berusaha untuk mengirimkan sinyal kepada Kyai Rasyid, tetapi belum juga ada jawaban. Tampaknya Kyai Rasyid masih sibuk dengan pasien yang sedang dia tangani bahkan sampai sekarang Kyai Rasyid belum menemui dan di kamarnya yang masih linglung karena pengaruh pelet yang telah dikirimkan oleh Abigail kepada Dani.
Akhirnya Narendra pun hanya bisa menatap istrinya melalui Kaca Benggala. Karena bagaimanapun dia tidak berani untuk melewati zona teritorial Kyai Rasyid. Kalau sampai membuat Kyai Rasyid marah dia akan kesulitan untuk bertemu dengan istrinya.
Tampak pangeran Panji mendatangi ayahnya yang saat ini sedang senyum-senyum sendiri karena melihat kaca benggala yang sedang memperlihatkan Deniz yang sedang berbicara sendiri seakan sedang berbicara dengannya.
" Ayah tampaknya ibundaku saat ini sedang merindukanmu. Kenapa kau tidak datang untuk menemuinya?" tanya Pangeran Panji ketika melihat ayahnya yang sedang asyik menatap ibunya yang berada di dalam kaca benggala milik sang ayah.
" Dari tadi ayah sudah berusaha untuk bermeditasi dan berkomunikasi dengan Kyai Rasyid tetapi tampaknya dia masih sibuk dengan pasien yang sedang dia sembuhkan. Kita tunggu sebentar lagi siapa tahu nanti kayak Rasyid akan menghubungi ayah lagi!" ucap Pangeran Narendra sambil tersenyum kepada putranya yang tampak tidak setuju dengan cara sang ayah yang terlalu sopan.
" Kenapa sih ayah tidak membawa saja ibunda kemari? Aku bisa kok melawan Kyai Rasyid yang sombong itu. Bagiku dia tidak ada apa-apanya sama sekali!" ucap Pangeran Panji tampang merasa kesal melihat kesabaran ayahnya yang harus berpisah dengan ibunya beberapa lama hanya karena menuruti pengaturan dari Kyai Rasyid yang menolak untuk mengizinkan Deniz ikut bersama suaminya.
" Kamu jangan gegabah Putraku. Bukan Kyai Rasyid yang tidak mengizinkan untuk ibumu ikut dengan ayah. Akan tetapi adalah ibumu sendiri yang menolak. Karena ibumu tidak mau memberikan kesulitan kepada istana kita kalau sampai Abiyaksa menyerang lagi seperti dulu! Seharusnya kita semua malahan harus berterima kasih kepada Kyai Rasyid yang sudah memfasilitasi dan juga mau mengizinkan kepada Ayahanda untuk bisa bertemu dengan ibumu di alam manusia!" ucap Pangeran Narendra meyakinkan putranya yang mulai kesal dengan sikap lembut sang ayah yang sejak dulu selalu saja menuruti semua keinginan ibunya.
" Sudahlah aku mau berlatih saja pusing kalau sudah berbicara dengan ayah!" ucap Pangeran Panji yang akhirnya menyerah daripada merasa pusing terus berbicara dengan ayahnya yang terus berputar-putar dengan hal yang sama.
" Heran sekali! Ayahku adalah pangeran alam ghaib, dia adalah siluman tersakti di kerajaan ini setelah aku. Akan tetapi kenapa dia harus takut kepada Kyai Rasyid yang sudah tua bangka itu? Dasar menyebalkan!" ucap Pangeran Panji yang benar-benar kesal setengah mati dengan sikap lembut sang ayah yang tidak mau bersikap tegas kepada ibunya agar mau mengikuti mereka tinggal di alam siluman.
Pangeran Panji sebenarnya hanya merasa kesepian karena dia sangat merindukan ibunya akan tetapi sikap ayahnya yang terus saja mengalah kepada ibunya membuat dia menjadi tidak bisa merasakan kasih sayang seorang ibu.
Bahkan hanya untuk melihat ibunya saja Pangeran Panji harus bersembunyi-sembunyi dari ayahnya maupun kedua kakek dan neneknya.
Dengan kesaktian yang dimilikinya. Pangeran Panji sering mendatangi Deniz di alam manusia dengan wujud seekor kucing.
__ADS_1