Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
Bab 208


__ADS_3

Setelah kedua orang tuanya meninggalkan alam manusia terlihat Pangeran Panji yang sedang berbicara dengan istrinya dalam mode serius.


"Sayang! Bagaimana pendapatmu tentang keinginan kedua orang tuaku yang ingin segera pensiun dari kerajaan?" tanya Pangeran Panji yang sebenarnya tidak terlalu tertarik dengan urusan kerajaan kucing.


Pangeran Panji sudah terlalu nyaman tinggal di dunia manusia selama lebih dari 10 tahun lamanya.


Minsi menatap suaminya yang sampai saat ini masih terlihat pusing memikirkan keinginan kedua orang tuanya yang ingin segera pensiun.


"Padahal kakek dan nenekku menjadi raja dan ratu di istana kerajaan kucing lebih dari 500 tahun. Ayah aj ibuku baru 10 tahun menjabat sebagai seorang raja dan ratu. Akan tetapi dia sudah ingin mundur dari tugasnya sebagai Raja." Minsi mendengarkan semua yang dikatakan oleh suaminya dengan baik.


Minsi menyetujui apapun yang akan diputuskan oleh suaminya sebagai kepala keluarga. "Mungkin kita bisa bergantian untuk memerintah istana kerajaan kucing. Ketika mereka menginginkan liburan karena jemu dan bosan, kita bisa datanglah ke sana untuk membantu tugas mereka. Bagaimana?" tanya Minsi kepada Pangeran Panji yang terlihat memikirkan apa yang dikatakan oleh istrinya.


"Mungkin kau benar sayang. Kita bisa melakukan itu. Aku tahu Ayah dan ibuku adalah tipe orang yang suka kebebasan dan tidak suka di kekang dengan aturan istana yang mencekik. Sebagai putra mahkota aku bisa untuk menggantikan posisi Ayahku ketika dia tidak bertugas di istana." Minsi tersenyum mendengar apa yang dikatakan suaminya yang terlihat bahagia.


Mereka pun kemudian memutuskan hal itu. "Aku akan mengirimkan surat kepada ayah dan ibumu supaya mereka bisa senang dengan berita ini." Minsi kemudian berpamitan kepada suaminya untuk segera menulis surat yang akan dia perintahkan kepada Ajudan Ratu Penguasa Pantai Selatan.


Setelah surat itu selesai ditulis, Minsi kemudian menyerahkan kepada suaminya untuk dicek ulang. Apakah sudah sesuai dengan keinginannya atau tidak. Pangeran Panji terlihat begitu puas dengan surat yang sudah dibuat oleh istrinya untuk kedua orang tuanya yang saat ini sedang menunggu jawaban dari mereka tentang keinginan mereka.


"Bagaimana suamiku?? Apakah menurutmu surat ini bagus?" tanya Minsi kepada suaminya.


Pangeran Panji mengangguk dan tersenyum kepada istrinya yang merasa senang pekerjaannya dihargai oleh suaminya.


Minsi kemudian segera memanggil Ajudan Ratu Penguasa Pantai Selatan yang selama ini telah banyak membantu mereka berdua untuk menyampaikan pesan-pesan mereka ke alam gaib.


Ajudan Ratu Penguasa Pantai Selatan langsung menampakan wujudnya di hadapan Minsi dan Pangeran Panji. Salam hormat dia haturkan kepada mensi sebagai cucu angkat dari Nyi Ratu Penguasa Pantai Selatan.

__ADS_1


"Ada apa yang mulia Putri memanggil Hamba?" tanya Ajudan Ratu Penguasa Pantai Selatan dengan sikap hormat yang luar biasa kepada Minsi.


"Paman, Tolong sampaikan surat ini kepada kedua orang tua kami yang ada di istana kerajaan kucing." Ajudan Ratu Penguasa Pantai Selatan kemudian menerima surat yang tadi diberikan oleh Minsi.


Tanpa banyak bertanya Ajudan Ratu Penguasa Pantai Selatan langsung menghilang dari hadapan mereka berdua.


Dalam sekejap Ajudan Ratu Penguasa Pantai Selatan sudah berada di istana kerajaan kucing. Raja Narendra yang saat ini sedang rapat bersama seluruh dewan istana kerajaan dan Kyai Rasyid dan istrinya, serta Raja Abi Saka dan Ratu Trisna.


"Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh!" Ajudan Ratu Penguasa Pantai Selatan memberikan salam kepada mereka semua yang sedang fokus berdiskusi tentang masalah Dani dan Putri Seruni.


"Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh!" Ucap semua yang ada di aula istana.


Raja Narendera kemudian menyambut kedatangan sang ajudan yang membawa surat dari pangeran Panji dan istrinya.


"Maafkan saya saya datang kemari ingin memberikan surat yang dititipkan oleh yang mulia Putri Minsi untuk yang mulia raja Narendra!"


Ajudan Ratu Penguasa Pantai Selatan kemudian menyerahkan surat yang dititipkan oleh junjungannya yang merupakan cucu angkat dari Nyi Ratu Penguasa Pantai Selatan yang amat di hormati oleh semua siluman yang ada di alam ghaib.


Raja Narendra kemudian memerintahkan kepada ajudannya untuk mengambil surat tersebut dari tangan Ajudan Ratu Penguasa Pantai Selatan.


Ajudan Ratu Penguasa Pantai Selatan memberikannya dan setelah itu dibaca oleh ajudan dari Raja Narendra.


Raja Narendra terlihat mengerutkan keningnya setelah dia mendengar surat yang dibacakan oleh adudannya tadi.


" Apakah yang dikatakan oleh Putraku ketika dia memberikan surat ini kepadamu?" tanya Raja Narendra pada sang ajudan.

__ADS_1


"Dia tidak mengatakan apa-apa. Pangeran Panji dan istrinya hanya menitip salam untuk kalian berdua." Raja Narendra menganggukkan kepalanya dan mengerti dengan semua situasi yang telah digambarkan oleh pangeran Panji melalui suratnya.


Raja Narendra kemudian memerintahkan ajudannya untuk mengirimkan balasan surat untuk putranya.


"Putraku aku setuju dengan apa yang kau sarankan. Segeralah kembali ke istana kerajaan kucing bersama istrimu dan laksanakan tugasmu sebagai putra mahkota. Kami akan segera membentuk anggota dewan yang akan membantumu untuk melaksanakan tugas sebagai putra mahkota!" setelah ajudannya selesai menulis surat balasan tersebut dia pun langsung menyerahkan kepada sang raja untuk di stempel.


Stempel istana kerajaan memang hanya dipegang oleh sang raja hal itu adalah untuk menjaga agar tidak ada pemberontakan yang memanfaatkan kekuatan stempel tersebut di dalam istana.


Setelah surat itu distempo dan diserahkan kembali kepada ajudan, Ajudan Ratu Penguasa Pantai Selatan langsung berpamitan untuk segera memberikan surat balasan tersebut kepada Pangeran Panji dan istrinya.


"Baiklah yang mulia Raja hamba pamit!" setelah itu Ajudan Ratu Penguasa Pantai Selatan Langsung kembali ke alam manusia dan segera menyerahkan surat balasan tersebut.


Pangeran Panji mengerutkan keningnya mendapat balasan surat seperti itu dari ayahnya.


"Sayang kita diminta oleh Ayahku untuk segera kembali ke istana kerajaan kucing. Bagaimana menurut kamu?" tanya Pangeran Panji kepada istrinya yang dia kenal selama ini selalu bijaksana dalam mengambil segala keputusan.


Pangeran Panji memang mempercayakan segalanya kepada istrinya yang tercinta.


Minsi yang memiliki ilmu hebat dan juga kuat. Selain itu, Minsi juga memiliki kekuaran Nur Illahi yang memungkinkan dirinya untuk melihat masa depan dan mengantisipasi hal buruk yang akan terjadi di depan sana kepada mereka.


"Sebaiknya kita segera pergi ke istana kerajaan kucin, agar membuat kedua orang tuamu tidak marah. Aku hanya merasa takut kalau nanti mereka berpikir kalau kita itu pembangkang dan tidak mau menuruti permintaan dan perintah dari mereka." Pangeran Panji menganggukan kepalanya dan setuju dengan apa yang dikatakan istrinya.


Pangeran Panji menatap kepada ajudan yang sedang tagihannya diam dan mendengarkan percakapan mereka berdua.


"Sebaiknya yang mulia Putri berdiskusi dulu kepada Nyi Ratu Penguasa Pantai Selatan atau kepada kedua orang tuamu yang ada di istana Pantai Selatan." Ajudan Ratu Penguasa Pantai Selatan memberikan saran kepada Minsi.

__ADS_1


__ADS_2