
Sementara itu Deniz dan Narendra yang saat ini sedang mereguk indahnya pernikahan sebagai pengantin baru. Mereka saat ini sedang duduk di taman istana yang sangat indah sekali.
Deniz sekarang menggunakan pakaian khas kerajaan zaman dulu. Larena mengingat statusnya sebagai Putri mahkota yang kelak akan mendampingi Narendra sebagai permaisurinya. Ketika suatu saat nanti Narendra naik tahta menggantikan ayahnya.
" Sayang apakah kau ingin mengunjungi kedua orang tuamu?" tanya Narendra sambil memeluk Deniz dari belakang.
Saat ini mereka berdua sedang duduk di taman. Sambil menikmati matahari pagi dengan lesehan di rerumputan yang beralaskan tikar beludru tebal yang sangat lembut dan cantik.
" Memangnya aku diperbolehkan untuk bertemu dengan kedua orang tuaku?" tanya Deniz sambil menatap Narendra dengan mata berbinar-binar.
Akan tetapi seketika wajah Deniz menjadi murung. Ketika dia mengingat tentang kelakuan para Kyai yang selalu memisahkan mereka berdua dengan menggunakan pagar gaib yang membuatnya terputus hubungan dengan Narendra dan alamnya.
" Kenapa kau bersedih sayang? Katakanlah padaku. Kalau kau ingin bertemu dengan kedua orang tuamu, aku bisa membantumu!" ucap Narendra mengulas senyum kepada Deniz yang seketika merasa bahagia dengan janji tersebut.
Narendra mengerti apa yang saat ini sedang ditakutkan oleh istrinya.
" Tenanglah sayang. Aku akan membantumu untuk bertemu dengan kedua orang tuamu di alam mimpi. Kau bisa bertemu dengan mereka tanpa harus merasa takut akan dipisahkan lagi denganku!" Deniz benar-benar sangat bahagia mendengarkan perkataan Narendra yang menjamin bahwa dirinya akan bertemu kembali dengan kedua orang tuanya yang ada di alam manusia.
Denis menggenggam telapak tangan Narendra yang sangat halus seperti kapas.
" Wah sayang. Kau ini seorang perempuan atau laki-laki? Kenapa telapak tanganmu begini halus huh? Bahkan telapak tanganku kalah olehmu!" ucap Deniz berusaha untuk mengalihkan pikirannya. Agar tidak bersedih lagi karena telah berpisah dengan kedua orang tuanya hampir satu bulan lamanya.
__ADS_1
Narendra tahu bahwa saat ini istrinya sedang sedih dan sedang merindukan kedua orang tuanya. Oleh karena itu Narendra langsung menarik tangan Deniz untuk mengikutinya.
" Kita mau kemana Nare?" tanya Deniz merasa penasaran kemana kira-kira Narendra akan membawanya.
Akan tetapi Narendra hanya tersenyum saja dan tidak mengatakan apa-apa.
" Aku akan mengajakmu untuk melihat kedua orang tuamu dengan menggunakan Kaca Benggala milikku!" ucap Narendra pada akhirnya mengalah kepada Deniz.
Bagaimana tidak menyerah? Deniz terus saja menggelitiki pinggangnya tanpa henti. Sehingga membuat dia kegelian setengah mati. Ah! Deniz paling tahu bagaimana caranya menaklukkan Rendra agar mau menuruti keinginannya.
Setelah mereka berdua sampai di istana milik mereka berdua. Narendra dengan lembut kemudian menuntun Denis untuk duduk di atas ranjang mereka. Kemudian dia pun mengaktifkan Kaca Benggala miliknya untuk memperlihatkan keberadaan kedua orang tuanya Deniz di alam manusia.
Hati Deniz seketika merasa pilu ketika dia melihat ibunya yang saat ini sedang terbaring di atas ranjang dalam keadaan sakit.
Narendra kemudian memeluk Deniz berusaha untuk menenangkan istrinya agar tidak panik lagi. Deniz terus menangis di dalam pelukan suaminya. Dia merasa rindu dan juga merasa bersalah kepada kedua orang tuanya.
" Tolong aku Nare! Aku ingin bertemu dengan Mamaku. Minimal dia harus tahu bahwa aku baik-baik saja di sini!" ucap Deniz dengan suara bergetar karena menahan tangisnya yang sejak tadi terus tidak mau berhenti.
Narendra bisa merasakan kesedihan Deniz saat ini. Narendra kemudian berjanji akan mempertemukan Deniz dengan kedua orang tuanya lewat alam mimpi sekedar untuk memberitahukan kabar Deniz kepada kedua orang tuanya.
Narendra tahu. Bahwa sampai saat ini kedua orang tua Deniz sedang khawatir dan sedang mengusahakan berbagai cara untuk bisa mengambil kembali Deniz untuk bisa kembali ke alam manusia.
__ADS_1
Akan tetapi keegoisan seorang Narendra sebagai seorang suami dari Deniz yang tidak ingin berpisah dengan istrinya. Keinginan itu yang menahan Narendra untuk segera mengembalikan Deniz ke alam manusia.
" Maafkan keegoisanku sayang. Karena telah menahanmu di alamku terlalu lama! Aku hanyalah seorang pecinta yang tidak sanggup hidup jauh dengan kekasihnya!" ucap Narendra ketika dia melihat Deniz yang saat ini sudah mulai memejamkan matanya sambil memegang batu mustika biru yang akan membantu dan menghubungkan Deniz ke dalam alam mimpi sang ibu.
Di dalam mimpinya Deniz bertemu dengan ibunya yang saat ini sedang berada di rumah sakit.
Sebenarnya saat ini jiwa Deniz sedang keluar dari tubuhnya dan masuk ke dalam mimpi sang ibu untuk bisa bertemu dengan wanita yang telah melahirkan Deniz dengan segala kepayahan dan kesakitan.
Amber terperanjat ketika mendapatkan Dennis yang tiba-tiba berada di sampingnya.
Saat ini Amber sebenarnya tidak benar-benar tidur. Hanya saja matanya terpejam dan mengalami kesulitan untuk membuka kelopak matanya. Sekeras apapun Amber mencoba tetapi usahanya selalu gagal.
Jiwa Deniz yang mendatangi Amber yang berada di rumah sakit. Dia menangis pilu melihat ibunya yang sekarang mulai kurus bahkan matanya sangat cekung karena terlalu banyak menangis dan berdoa untuk Deniz segera kembali ke sisinya.
" Mah Deniz baik-baik saja. Mama tidak usah khawatir dengan keadaan Denis ya? Deniz sekarang sangat bahagia bersama dengan suami Deniz yang sangat mencintai Deniz." ucap Denis sambil menggenggam telapak tangan ibunya yang tidak bisa dia genggam.
Beberapa detik pertama, tampak Deniz merasa gugup karena tidak bisa menyentuh tangan sang ibu yang sangat di rindukan. Tetapi ketika Deniz mulai menyadari bahwa saat ini bukan wadagnya yang hadir di hadapan ibunya. Deniz pun akhirnya bisa menerima kenyataan bahwa jiwanyalah yang datang mengunjungi sang ibu.
" Deniz sayang Apakah ini adalah kamu? Kenapa kamu tidak pulang-pulang sayang? Kami semua sangat khawatir dengan kondisi kamu di alam siluman! Hiks hiks!" ucap Amber dengan mata berkaca-kaca dan air mata yang terus mengalir.
Deniz berusaha untuk menghapus air mata ibunya. Walaupun dia tahu hal itu tidak mungkin terjadi. Tetapi Deniz bisa merasakan bahwa ibunya saat ini sangat sedih sekali karena berpisah dengannya.
__ADS_1
" Cepat sembuh ya mah. Mama tidak usah lagi mengkhawatirkan Deniz di sini. Karena Deniz sekarang sudah memiliki keluarga baru dan mereka sangat menyayangi Deniz!" ucap Deniz sambil tersenyum kepada Amber yang sedang berusaha ingin memeluk putrinya. Tetapi tak mampu karena tubuh Denis yang tembus pandang dan tidak bisa di sentuh ataupun di genggam olehnya.