Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
Bab 214


__ADS_3

Putri Seruni langsung bangun ketika melihat Dani yang sedang memeluk pinggangnya dengan erat. "Ih, apaan sih? Kenapa erat kek gini? Dia sengaja melakukan ini untuk mengejek aku karena dia memang sudah bosan hidup ataukah hanya repleks saja karena merasakan dinginnya malam?" monolog Putri Seruni masih cemberut.


Putri Seruni mulai kesal karena tangan Dani sangat sulit untuk dilepaskan. Sementara itu Dani yang sebetulnya sudah terjaga tampak tersenyum tipis. Karena dia merasa menang ketika dia melihat istrinya yang tidak berdaya dalam menghadapi keusilannya yang sengaja ingin menggoda sang istri.


'Aku ingin tahu, seliar apakah dia, sebagai seorang putri dari kerajaan alam gaib. Apakah dia bisa berbuat anarkis kepadaku sebagai suaminya?' batin Dani yang masih penasaran dengan istrinya.


Dani sendiri berusaha untuk menguatkan iman dan takwanya. Aih, sungguh sangat sulit untuk berdekatan dengan wanita secantik Putri Seruni di atas ranjang begitu.


Dani sejak tadi berusaha sangat keras menahan sesuatu yang bergejolak di dalam dirinya.


Putri Seruni masih berusaha untuk melepaskan tangan Dani yang belum mau melepaskan dirinya.


Putri Seruni yang kesal akhirnya mencubit pinggang Dani yang sontak membuat pemuda itu auto meringis kesakitan.


"Awww...Kau jahat sekali!! Kenapa kau mencubitku? Sakit, tahu!" Dani langsung mengusap pinggangnya yang bahkan sampai biru.


Putri Seruni menatap sinis kepada Dani. Hati Putri Seruni sedang kesal saat ini kepada Dani yang tampak tidak merasa bersalah sama sekali kepada dirinya yang sudah membuat paginya terganggu.


"Katakan padaku! Kenapa kau mencubitku?" tanya Dani sambil menatap tajam kepada putri Seruni yang sekarang bangkit dari ranjangnya menuju ke kamar mandi.


Putri Seruni hanya mengedikkan bahunya dengan acuh, tetapi Dani yang tidak mau melepaskan Putri Seruni begitu saja auto menarik tangan istrinya hingga jatuh menimpa tubuhnya. Dada mereka bahkan sampai saling tindih satu sama lain.

__ADS_1


Putri Seruni merasakan jantungnya berdebar sangat kencang karena hal itu. Tatapan mereka berdua terkunci selama beberapa detik. Parahnya, untuk beberapa saat lamanya Putri Seruni tidak bisa melakukan apapun. Karena tangan kekar Dani langsung mengunci dirinya dengan erat.


Entah setan apa yang menguasai otak Dani, tiba-tiba saja, tangan Dani satunya lagi yang tadi terbebas malah meraih tengkuk Putri Seruni dan mendekati bibir gadis itu.


Putri Seruni yang masih terpesona dengan ketampanan Dani, beberapa saat lamanya dia belum bisa mengembalikan kesehatan akalnya.


Saat merasa bibir Dani yang semakin mencium bibir nya dengan penuh gairah, membuat Putri Seruni kesulitan bernafas, Putri Seruni berusaha untuk menarik diri dari kuasa seorang Dani.


"Aku mau meminta hakku sebagai suami kamu. Apakah boleh?" tanya Dani yang berbisik pelan di telinga Putri Seruni .


Putri Seruni yang saat ini jantungnya sedang berdebar sangat kencang seakan bingung dan tidak bisa berkata-kata.


Putri Seruni terus memberontak tetapi Dani terlihat tidak memiliki niat untuk melepaskan istrinya.


Dani terlihat tidak terlalu memperdulikan apa yang dikatakan oleh Putri Seruni. Dani terus saja berusaha untuk mendapatkan haknya sebagai seorang suami.


"Aku akan mengadukanmu kepada kedua orang tuamu. Putri Seruni, kita lihat apa yang akan kau lakukan ketika mereka sudah menurunkan sabdanya sebagai seorang raja dan ratu." Putri Seruni sampai tidak bisa berkata-kata melihat Dani yang begitu lancang mengancam dirinya.


"Kamu dengar ya! Di atas dunia ini tidak ada yang bisa mengancamku untuk melakukan sesuatu yang tidak ku inginkan!" Putri Seruni mengalihkan pandangannya dia tidak sanggup untuk melihat Dhani yang saat ini terus menatapnya dengan lekat.


Putri Seruni benar-benar mati gaya gara-gara Dani yang terus saja membuatnya salah tingkah dan serba salah.

__ADS_1


"Benarkah kalau kau tidak takut dengan kedua orang tuamu? Baiklah aku akan mencobanya. Ya, anggap saja aku sedang bertaruh dengan keberuntunganku sendiri. Bagaimana?" Dani tersenyum dengan wajah tengilnya yang membuat Putri Seruni benar-benar kesal dibuatnya.


Putri Seruni sampai tidak bisa berkata-kata melihat kenekatan yang hendak dilakukan oleh suaminya.


"Kau, kau, kau mau apa? Kembali!!" Putri Seruni tanpa sadar malah mengikuti Dani di belakangnya.


Dani tersenyum penuh kemenangan melihat putri Seruni yang mulai gugup.


"Bukankah aku tadi sudah bilang padamu, kalau aku akan menguji keberuntunganku, di hadapan kedua orang tuamu. Apa masih belum paham?" tanya Dani kembali tersenyum di hadapan Putri Seruni yang terus mundur berusaha menghindari Dani.


Putri Seruni takut kalau sampai Dani melakukan sesuatu kepada dirinya.


"Jangan macam-macam padaku!!" Putri Seruni sudah pucat wajahnya saat dia melihat Dani yang terus saja meringsek dan mendekati dirinya.


Dani terlihat begitu bahagia melihat ekspresi dan Respon yang ditunjukkan oleh istrinya.


'Sepertinya aku memiliki mainan baru. Menyenangkan juga bermain dengan dia!' batin Dani sambil terus mendekati Putri Seruni yang terus mundur dan menghindari Dani.


Putri Seruni ketakutan luar biasa melihat Dani yang menatap dirinya dengan pandangan berkabut. Dani sejak tadi memang sudah melaksanakan hasrat yang ada di dalam dirinya terhadap sang istri yang terus saja menolak untuk melaksanakan kewajibannya sebagai seorang istri kepada dirinya.


"Jangan medekat!" Putri Seruni menutup wajahnya ketika melihat Dani yang sudah semakin dekat padanya.

__ADS_1


Hingga akhirnya Putri Seruni kesandung dan malah jatuh ke atas ranjang. Dani tidak melepaskan kesempatan itu begitu saja. Dani langsung naik ke atas tubuh istrinya dan mulai mencumbu Putri Seruni yang tampak kesulitan untuk menghindari Dani yang sudah bertekad bulat untuk menaklukkan sang istri.


Sehingga akhirnya Putri Seruni menyerah dan mau melaksanakan kewajibannya terhadap Dani. Dani sampai merasa senang sekali. Putri Seruni bagaimanapun juga sangat takut dengan amarah sang ayah yang selalu berhasil membuat dia gemetar ketakutan.


__ADS_2