Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
138. Bersama


__ADS_3

Pangeran Panji merasa sangat senang sekali karena akhirnya sekarang dia telah resmi menjadi tunangan Minsi yang ternyata adalah putri dari pangeran Baratayuda yang merupakan anak angkat dari yang mulia Ratu penguasa Pantai Selatan.


" Aku tidak pernah menyangka Ayahanda, kalau ternyata hubunganku dengan Minsi akan berjalan begini lancar!" ucap pangeran Panji tampak terlihat begitu bahagia ketika berbicara dengan ayahnya.


Pangeran Narendra saat ini sedang duduk bersama dengan Panji di Gazebo yang ada di taman istana yang ditempati oleh pangeran Panji.


" Semoga setelah pernikahanmu dengan Minsi. Ibumu benar-benar akan tinggal bersama dengan kita di alam siluman. Sungguh Panji! Ayah benar-benar sudah sangat merindukannya untuk selalu bersama dengan ibumu seperti sebelum kau lahir ke dunia ini. Panji kau harus menyayangi ibumu. Ibumu telah berjuang sangat keras untuk kelahiranmu. Bahkan saat kau di dalam kandungannya, ibumu sudah banyak menderita gara-gara kita!" ucap Pangeran Narendra memberitahukan segalanya kepada Panji.


Panji tahu semua cerita tentang ibunya yang bahkan sampai kehilangan kewarasannya selama beberapa bulan lamany. Setelah Dia terlahir ke dunia dan Panji benar-benar merasa bersyukur karena ibunya tidak pernah menyerah untuk menyayangi dan mencintainya hingga hari ini.


" Maafkan hamba pangeran. Di luar istana, ada utusan dari ibunda Ratu penguasa pantai selatan yang ingin berbicara dengan pangeran Panji!" ucap pengawal.


Pangeran Narendra dan Pangeran Panji saling menatap satu sama lain.


" Ada apa utusan dari yang mulia Ratu mau menemui kamu Panji?" tanya Narendra merasa bingung dengan itu.


Pangeran Panji hanya menggelengkan kepalanya karena dia pun tidak paham.


" Mari kita temui dia, Ayah! Jangan sampai dia menunggu lama!" ucap Panji yang akhirnya langsung berteleportasi bersama dengan pangeran Narendra untuk bertemu dengan utusan dari penguasa Pantai Selatan.


Ajudan sang ratu yang pernah dilihat oleh pangeran Narendra berada di samping sang ratu, saat ini tersenyum kepada Pangeran Panji.

__ADS_1


" Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh!" ucap sang ajudan memberikan salam kepada dua pangeran yang dia ketahui adalah siluman yang beragama Islam.


" Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh!" ucap Pangeran Panji dan juga pangeran Narendra bersamaan menjawab salam dari sang ajudan.


" Ada apa gerangan?" tanya Pangeran Narendra kepada sang ajudan yang kemudian mengikuti mereka berdua duduk di kursi yang ada di aula istana kerajaan kucing.


" Maafkan sebelumnya Pangeran Narendra dan Pangeran Panji kalau kedatanganku mengganggu waktu kalian! Hamba mendapatkan perintah dari yang mulia ibunda Ratu untuk mengingatkan kepada kalian agar selalu berwaspada terhadap kerajaan monyet yang saat ini sedang menyusun kekuatan untuk menyerang istana kalian. Saat ini istana kerajaan monyet sedang mengadu domba antara istana kerajaan kucing dengan kerajaan ular biru. Pangeran Wangen telah menuduh kalau Putri Hana sampai saat in masih berhubungan dengan Pangeran Panji dan dia tidak terima dengan hal itu." Pangeran Panji dan Pangeran Narendra terkejut Mendengarkan berita yang disampaikan oleh ajudan dari yang mulia Ratu pantai selatan.


" Panji! Apa benar kau masih berhubungan dengan Putri Hana? Bukankah kau mengatakan pada ayah, kalau kau tidak mencintainya?" tanya Pangeran Narendra dengan mengurutkan keningnya kepada Putra kesayangannya.


Pangeran Panji menatap ayahnya dengan lekat kemudian dia menatap kepada sang ajudan yang terus memperhatikan semua gerak-geriknya dengan begitu seksama.


Bagaimanapun Pangeran Panji akan menjadi suami dari Minsi yang merupakan pangeran dari putra angkat sang ratu penguasa pantai selatan. Sang ajudan mempunyai kewajiban untuk memperhatikan Pangeran Panji dan akan dia laporkan nantinya kepada sang ratu mengenai kelayakan sang pangeran untuk berdampingan dengan cucunya.


Bagaimanapun Panji tidak mau kalau namanya harus dirusak oleh Pangeran Wangen yang saat ini entah sedang merencanakan apa terhadap Dua kerajaan yang sedang diadu domba olehnya.


Terlihat ajudan sang ratu menganggukkan kepalanya karena dia pun bisa melihat kejujuran dari mata Pangeran Panji.


" Apa yang dikatakan oleh pangeran Panji adalah kebenaran. Akan tapi, dari mana Pangeran Wangen bisa berasumsi bahwa kamu masih berhubungan dengan Putri Hana? Masalah ini benar-benar sangat mencurigakan!" ucap sang ajudan yang terlihat ikut berpikir seperti pangeran Narendra.


" Jangan khawatir Pangeran! Saya pasti akan membantu untuk menyelidiki masalah ini sampai tuntas. Karena bagaimanapun sebentar lagi kerajaan kucing akan berbesanan dengan istana kerajaan Sang Ratu penguasa pantai selatan! Jangan sampai reputasi istana kerajaan kucing hancur gara-gara perbuatan dari kerajaan monyet yang saat ini sepertinya sedang memancing di air keruh!" ucap sang ajudan yang saat ini sedang menatap ke arah Pangeran Panji yang terlihat begitu gelisah hatinya.

__ADS_1


Panji benar-benar tidak mengerti kenapa Pangeran wangen selalu saja mencari masalah dengannya? Dulu ketika dia menculik Minsi bahkan Kyai Ilham sampai memporak-porandakan istana kerajaan kucing untuk mencari cucunya yang dikira diculik olehnya.


" Ayah kenapa Pangeran Wangen sepertinya memiliki dendam dengan istana kerajaan kita? Bukankah selama ini kita selalu menjaga hubungan antar kerajaan dan tidak pernah mencari permusuhan dengan mereka?" tanya Pangeran Panji kepada Pangeran Narendra.


Sang ajudan tampak memejamkan matanya kemudian dia tersenyum kepada Panji dan Narendra tampaknya Dia baru saja mendapatkan pesan dari sang ratu.


" Hamba baru saja mendapatkan pesan dari ibunda Ratu. Diminta kepada Pangeran Panji untuk berkunjung ke istana sang ratu di pantai selatan. Karena beliau ingin sekali memberikan ilmu kepada pangeran Panji untuk bisa melawan pangeran wangen yang saat ini sedang mencari gara-gara dengan istana kerajaan kucing!" ucap sang ajudan sambil tersenyum kepada Panji.


Pangeran Panji dan Pangeran Narendra benar-benar merasa excited sekali karena sang ratu bersedia untuk memberikan ilmu kepada Panji sungguh itu merupakan sebuah kehormatan yang sangat besar yang tidak bisa dimiliki oleh sembarangan siluman yang ada di alam ghaib.


" Bagaimana Ayahanda? Apakah saya boleh untuk menerima tawaran dari ibunda Ratu?" tanya Panji kepada Narendra yang langsung menganggukkan kepalanya.


" Mari Pangeran ikutlah bersama saya!" setelah mengatakan itu dari atas langit keluar Kereta Kencana yang begitu cantik yang kemudian mendarat di hadapan sang ajudan.


" Aku akan ikut denganmu untuk menemui yang mulia Ratu. Asal ayahku pun ikut bersamaku!" ucap Pangeran Panji memberikan penawaran kepada sang ajudan.


Ajudan pun kembali memejamkan matanya begitu hening dan tanpa ada gerakan sama sekali. Tampaknya sang ajudan saat ini sedang berkomunikasi dengan ibunda Ratu.


" Ibunda Ratu mengatakan kalau Pangeran Narendra ikut juga untuk berkunjung ke istananya. Maka dia juga harus bersedia untuk menerima ilmu yang akan diberikan kepada Pangeran Panji!" ucap sang ajudan sambil melirik ke arah Pangeran Narendra yang begitu terkejut mendengarkan ucapan dari ajudan sang ratu.


" Baiklah aku akan bersedia untuk menerima ilmu yang akan diberikan oleh ibunda Ratu kepada kami berdua! selama ilmu itu adalah untuk kebaikan dan menjaga kedamaian di istana kerajaan kucing!" ucap Pangeran Narendra menyetujui apa yang dikatakan oleh sang ajudan.

__ADS_1


Ajudan sang ratu tersenyum dan merasa senang dengan keputusan Pangeran Narendra yang mantap dan juga tidak ragu-ragu.


" Silakan pangeran!" ucap sang ajudan mempersilahkan panji dan juga pangeran Narendra untuk ikut bersamanya ke istana sang ratu penguasa pantai selatan.


__ADS_2