
"Kakak! Sudahlah jangan marah kepada anakku lagi. Dia hanyalah remaja yang sedang penasaran dengan sesuatu. Kau tidak usah berlebihan seperti itu." Raja Narendra kemudian berpamitan kepada kakaknya yang terlihat begitu marah kepadanya.
Raja Narendra sampai kehabisan akal untuk bisa membujuk kakaknya agar tidak terus mendesaknya untuk bertarung dengannya.
Raja Narendra merasa tidak suka dengan tabiat kakaknya yang sangat buruk. Raja Narendra adalah seorang yang menyukai kedamaian. Raja Narendra paling tidak suka kalau ada keributan antar saudara seperti itu yang tak berguna sama sekali.
"Maafkan aku kakak. Tapi aku harus segera kembali ke istana untuk mengecek. Apakah pasukan Raja Abiyaksa sudah benar-benar meninggalkan kerajaan kita atau tidak. Aku tidak mau kalau sampai terjadi sesuatu yang buruk dengan istana kerajaan sementara aku di sini bertarung denganmu." Raja Narendra langsung to the point kepada kakaknya.
Raja Narendra sedikit banyak mengenal kakaknya yang sangat peduli dengan keselamatan kerajaan.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Raja Narendra, seketika kucing raksasa itu menurunkan cakarnya yang tadi sudah hendak menyerang Raja Narendra.
"Kau sebagai seorang Raja istana kerajaan kucing, seharusnya bisa mendidik anakmu untuk menjadi seorang ksatria yang bisa melawan semua musuh-musuhnya. Bukan menjadi laki-laki pengecut yang hanya bisa berdiri di belakang ayahnya yang penakut seperti kamu!" setelah mengatakan itu kucing raksasa itu pun kemudian pergi meninggalkan mereka yang hanya bisa menghela nafas dengan berat.
Raja Narendra memahami karakter dan sifat kakaknya yang sangat keras kepala dan sangat sulit untuk dibujuk siapapun. Dia definisi pria yang sulit di atasi oleh siapapun. Bahkan orang tuanya saja tidak sanggup mengendalikannya.
Raja Narendra sangat tahu. Bahwa kedua orang tuanya pun sudah sangat sering membujuk kakaknya untuk mau melupakan penyesalannya dan mau untuk memaafkan dirinya sendiri.
Akan tetapi sang kakak tetap bersikeras dan tidak mau mendengarkan ucapan siapapun. Raja Narendra sejak dulu begitu menyayangkan kemampuan kakaknya yang sangat hebat harus terkubur di tempat sunyi dan terpuruk sendiri di sana. Dalam kesedihannya.
__ADS_1
Raja Narendra kemudian mengajak Pangeran Andalas untuk keluar dari Hutan Larangan tersebut dan memperingatkan kepada anaknya untuk tidak menginjakkan lagi kakinya di sana.
"Cukup satu kali ini kau datang ke tempat ini dan jangan coba-coba kau mengusik pamanmu lagi! Satu kali lagi Ayah melihatmu berada di sini, maka jangan salahkan ayahmu kalau bersikap kejam padamu. Ayah pasti akan menghukummu di ruang bawah tanah! Apakah kamu paham?" Raja Narendra menegaskan perintahnya kepada Pangeran Andalas.
Pangeran Andalas hanya bisa menentukan kepala karena merasa takut melihat amarah sang ayah.
Pangeran Andalas selama ini tidak pernah melihat ayahnya begitu murka padanya. Pangeran Andalas sadar bahwa dia telah melakukan sebuah kesalahan yang sangat fatal dan menyakiti hati ayahnya.
Pangeran Andalas sangat mengenal karakter ayahnya yang tidak suka keributan. " Baiklah ayah, aku berjanji padamu. Aku akan berusaha untuk tidak datang lagi kesana!" Pangeran Andalas tersenyum kepada ayahnya yang terlihat begitu kesal padanya.
"Apa kau tahu? Rasa penasaranmu itu suatu saat nanti pasti akan membuatmu kesulitan dalam menjalani kehidupannya. Camkan itu, Nak!" Pangeran Andalas tersenyum kepada ayahnya yang terlihat begitu serius dan khawatir padanya.
Hati Raja Narendra sangat pilu melihat begitu banyak abu, dari para prajurit yang binasa akibat peperangan yang sudah dipicu oleh Raja Abiyaksa dan Putri Ayuningtyas.
"Raja Abiyaksa, dia ah benar-benar yang keributan yang suka memporak-porandakan istana kerajaan siluman lain. Dia benar-benar harus diberikan pelajaran agar tidak berbuat sewenang-wenang kepada siapapun! Pangeran Panji kau panggillah semua Jenderal dan komandan kita untuk segera mengadakan rapat! Hari ini juga kita akan segera membahas pembalasan atas penyerangan dari Raja Abiyaksa terhadap kerajaan kita! Kita tidak bisa membiarkan begitu saja penghinaan ini terjadi pada kerajaan kita!" Raja Abiyaksa memang layak di beri hajaran oleh Raja Narendra.
Raja Narendra terlihat begitu murka ketika dia kembali mengingat semua hal yang sudah dilakukan oleh Raja Abiyaksa di masa lalu maupun masa kini.
"Kita akan membumihanguskan kerajaan ular hijau yang dipimpin oleh Raja Abiyaksa! Siluman kurang ajar itu, harus mengetahui siapa lawan yang sedang dia hadapi!" Raja Narendra terlihat begitu geram dan tidak mampu lagi untuk menahan kemarahan.
__ADS_1
Ratu Deniz hanya bisa menatap suaminya dan tidak bisa mengatakan apapun. Bagaimanapun juga sang ratu sangat tahu bahwa hati suaminya pasti sangat terluka. Karena melihat begitu banyak prajurit yang binasa karena peperangan itu.
Ratu Deniz langsung masuk ke dalam kamarnya. Dia tidak ingin mengganggu suaminya yang saat ini sedang rapat bersama dengan para Jenderal dan komandan mereka yang terlihat masih lelah setelah menyelesaikan peperangan dengan kerajaan ular hijau yang biadab dan kurang ajar.
Ratu Deniz merasa sedih dengan kelakuan Raja Abiyaksa yang sejak dulu selalu menggunakan dirinya untuk menjadi alasan menyerang kerajaan kucing. Padahal Ratu Deniz sangat tahu. semua yang dilakukan oleh Raja Abiyaksa hanyalah untuk menunjukkan eksistensinya di dunia siluman.
Raja Abiyaksa paling tidak menyukai ketika siluman lainnya menganggap Raja Narendra sebagai siluman terkuat dan terhebat di alam siluman.
Apalagi Raja Abi Saka dan Ratu Trisna juga dekat dengan suaminya dan dirinya. Raja Narendra paling tidak senang ketika Raja Abiyaksa selalu berusaha mendekati istrinya.
"Sepertinya aku harus bicara secara langsung dengan Raja Abiyaksa untuk dia menghentikan semua kelakuan buruknya yang selalu mencari gara-gara dengan suamiku. Aku tidak bisa membiarkan semua ini terus berlarut-larut." Ratu Deniz terlihat begitu sedih ketika dia memikirkan tentang nasib rakyat jelata yang pasti akan selalu menjadi korban dari setiap peperangan yang terjadi di sebuah kerajaan.
Ratu Deniz begitu sedih ketika melihat begitu banyak bangunan yang hancur dan rusak akibat peperangan yang sudah dilakukan oleh Raja Abiyaksa dan pasukannya dari atas balkon kamarnya.
Istana yang ditempati oleh Raja Narendra dan istrinya adalah istana yang paling indah dan dijaga ketat oleh prajurit dan juga pagar yang selalu siap melingkupinya setiap saat.
Tidak sembarangan siluman bisa menembus pagar gaib itu yang di bangun secara khusus oleh leluhur mereka untuk menjaga seluruh keluarga dari Raja istana kerajaan kucing.
Ratu Deniz terus berpikir untuk bisa keluar dari istana kerajaan kucing agar dia bisa menemui Raja Abiyaksa. Ratu Deniz ingin menasehati sahabatnya itu untuk berhenti membuat onar dan keributan pada suaminya dan rakyatnya.
__ADS_1
"Aku akan meminta tolong kepada Mahaguru untuk mengantarku ke kerajaan ular hijau, agar aku bisa menemui Raja Abiyaksa di sana!" Ratu Deniz kemudian melakukan semedi untuk bisa berbicara dengan Mahaguru karena dia ingin meminta tolong pada guru anaknya itu.