Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
77. Lancang!!!


__ADS_3

Deniz tampak tersenyum melihat Raja Abiyaska yang tampaknya percaya dengan omongan Deniz.


" Katakan padaku, Apa yang harus kulakukan agar aku mendapatkan obat penawar dari racun kamu? Aku tidak mengira kalau kau tega sekali meracuni ku!" ucap Raja Abiyaksa menatap Deniz dengan tidak percaya.


Deniz kemudian berdiri dan dengan begitu percaya dirinya Deniz meminta kepada Raja Abiyaksa segera menarik semua pasukan yang sudah mengepung istana kerajaan kucing. Ternyata permintaan Raja Abiyaksa untuk bertemu di aula itu hanyalah taktik perang saja. Ternyata dia sengaja meminta bertemu agar kerajaan kucing mau membuka pintu gerbangnya sehingga mereka mudah masuk ke kerajaan kucing. kemudian banyak pasukan yang masuk dan bahkan di luar sana sudah banyak dimulai peperangan.


" Baiklah aku akan menarik semua pasukanku dan menyuruh mereka kembali ke istana kerajaan ular hijau." raja Abiyaksa menurut.


Raja Abiyaksa setuju untuk menuruto keinginan Deniz setelah mengatakan itu Raja Abiyaksa kemudian membunyikan peluitnya dan seketika semua pasukan yang di luar sana sedang menyerang para prajurit kucing akhirnya berhenti dan mereka segera kembali ke kerajaan ular hijau.


" Aku sudah meminta kepada seluruh pasukanku untuk kembali ke kerajaan ular hijau sekarang cepat berikan penawar itu sebelum terlambat!" Raja Abiyaksa wajahnya sudah mulai pucat karena dia mulai khawatir nyawanya dalam bahaya.


Semua siluman yang ada di ruangan aula tampak memandang satu sama lain. Mereka tidak percaya kalau ternyata calon permaisuri mereka sangat pintar dan cerdas. Tanpa perlu turun tangan ke medan pertempuran dia sudah meredakan peperangan dengan baik.


Raja dan permaisuri sejak tadi terus mengembangkan senyum bahagianya. Marena merasa bahagia tidak terjadi peperangan yang terlalu serius seperti bayangan mereka.


Seorang prajurit tampak masuk tergopoh ke dalam ruangan.


" Lapor yang Mulia raja semua projurit istana kerajaan ular hijau sudah meninggalkan istana kita. Sekarang kami sudah menutup kembali gerbang istana kerajaan kucing!" ucap prajurit itu melaporkan kepada sang raja dan permaisuri yang sangat bahagia.


" Ingat jangan sembarangan lagi membuka pintu gerbang tanpa ada perintah stempel dari kerajaan!" ucap sang raja memberikan perintahnya kepada prajurit tadi yang langsung mengundurkan diri.


Deniz merasa senang karena akhirnya semua prajurit itu sudah pergi kini yang tersisa hanya tinggal Raja Abiyaksa dan dua orang pengawal yang mengikutinya.


" Aku tidak berbohong padamu Deniz semua prajuritku sudah kembali ke istanaku. Ayo sekarang cepat kau berikan penawar itu padaku!" Raja Abiyaksa sudah tidak sabar menghadapi Deniz yang sejak tadi begitu santai menanggapi nyawanya.


" Baiklah kau harus berjanji padaku kalau kau tidak akan pernah lagi mengajak perang istana kerajaanku. Kalau sampai kau berani melakukan itu lagi, maka aku tidak akan mau memberikanmu lagi penawar racunku!" ucap Deniz mengancam Raja Abyaksa.


Semua siluman yang hadir di sana tampak terkejut dengan keberanian Deniz yang berani mengancam seorang Raja seperti Abiyaksa yang terkenal kejam dan garang.

__ADS_1


" Baiklah aku berjanji kalau aku tidak akan pernah datang lagi kemari dengan membawa pasukanku untuk mengajak berperang. Kecuali hanya untuk mengajakmu bertemu sebagai sahabatku!" ucapnya pasrah.


Deniz merasa bahagia sekali karena ternyata sangat mudah untuk mengakali Raja Abiyasa. Sejak tadi dia terus tersenyum karena merasa bahagia sekali akhirnya peperangan itu bisa dia gagalkan dengan mudah.


Deniz tersenyum kepada Raja Abiyaksa membuat Narendra menjadi kesal sekali melihat istrinya seperti yang tampak begitu akrab dengan musuhnya. Hatinya panas.


Narendra kemudian memanggil istrinya untuk mendekat kepadanya.


" Cepat kemari sayang! Aku butuh kamu untuk bicara denganku!" ucap Narendra berusaha untuk menekan perasaannya sendiri.


Karena bagaimanapun saat ini Deniz sebagai tim perundingan memang memiliki hak untuk bicara dengan Raja Abiyaksa.


Deniz memberikan sebotol pil kepada Raja Abiyaksa. Raja Abiyaksa tampak bingung sebetulnya Dia merasa pernah melihat pil itu ketika dirinya hidup di alam manusia.


" Kenapa Aku merasa seperti pernah melihat ini?" tanyanya bingung.


Walau hatinya merasa bingung dan bimbang. Akhirnya Raja Abiyaksa menuruti keinginan Deniz untuk segera meninggalkan istana kerajaan kucing dan kembali ke istananya.


Setelah Raja Abiyaksa dan juga semua pasukan dan juga pengawalnya kini sudah meninggalkan istana semua mereka. Semua siluman yang hadir di aula itu pun kembali ke pos mereka masing-masing dan mereka senang karena akhirnya perang bisa dibatalkan tanpa harus mengeluarkan banyak usaha dan keributan.


Walaupun banyak diantara mereka merasa bingung bagaimana caranya Deniz bisa mengirimkan racun kepada Raja Abiyaksa padahal mereka jelas-jelas tidak melihat tadi Raja Abiyaksa meminum ataupun memakan makanan yang mereka sediakan.


Setelah semua siluman bubar dari aula, Deniz pun kemudian mendekati Narendra dan mengajaknya untuk kamar mereka.


Raja dan permaisuri sangat berterima kasih kepada Deniz karena sudah membebaskan mereka dari peperangan yang sangat menyakitkan bagi semuanya.


" Katakan padaku apa yang tadi terjadi di sana?" tanya Narendra yang sangat penasaran sekali dengan kelakuan Deniz yang absurd menurutnya.


Deniz mendekat ke arah Narendra kemudian dan dia menjelaskan semuanya pada suami ny bahwa ketika dia mentoyor kepala Raja Abiyaksa, dirinya bisa menangkap dari raut wajah Raja Abiyaksa bahwa Raja tersebut mengalami gangguan sirkulasi darah dan juga kekurangan darah dan vitamin. Oleh karena itu Deniz tadi menyerahkan obat yang biasa dia gunakan untuk mengembalikan stamina tubuhnya.

__ADS_1


Narendra sebenarnya sangat tidak mengerti kenapa Deniz begitu percaya diri. Padahal belum tentu obat manusia akan berpengaruh kepada seekor siluman seperti Abiyaksa.


Deniz tersenyum dan berusaha untuk meyakinkan suaminya untuk tenang.


" Percayalah padaku sayang. Ayo sekarang sebaiknya kita istirahat saja dan suruh mereka semua untuk mulai membereskan kekacauan yang tadi sempat dilakukan oleh Raja Abiyaksa di luar istana kita!" ucap Deniz tersenyum begitu bahagia kepada suaminya.


Narendra kemudian membaringkan tubuh Deniz di atas ranjang mereka berdua. Setelah memastikan bahwa Deniz sudah tidur lelap. Kemudian Narendra keluar istananya dan memeriksa keadaan di istana kerajaannya.


Narendra melihat banyak rumah-rumah warga yang dibakar oleh pihak musuhnya. Tapi sekarang sudah dibereskan kembali oleh prajuritnya yang cekatan. Sungguh! Walaupun kunjungan Raja Abiyaksa hanya sebentar tetapi sudah memberikan begitu banyak damage kepada warga dan juga istananya.


Pangeran Narendra menarik nafasnya dalam-dalam. Dia merasa sangat sedih ketika melihat seorang anak kecil yang sudah kehilangan ayahnya gara-gara mati dibunuh oleh pasukan Raja Abiyaksa.


Narendra mengerutkan keningnya karena heran. Setahu dia anak kecil dan perempuan di istaba sudah di ungsikan semuanya ke pegunungan Pelangi milik Maha Guru. Tetapi kenapa masih ada anak kecil di istananya?


Ketika Narendra mendekati anak kecil itu, tiba-tiba saja anak kecil itu berubah menjadi seekor monster yang sangat menakutkan dan menyerang Narendra dengan brutal.


Narendra yang selalu siap sedia dia pun terus menghadapi monster itu tanpa merasa takut sama sekali kepadanya.


Pertempuran sengit terjadi di antara keduanya dan disaksikan oleh para prajurit yang sedang membereskan kekacauan yang sudah dibuat oleh Raja Abiyaksa ketika tadi mengunjungi istana mereka untuk berdiskusi tetapi ternyata itu semua hanyalah kebohongan yang dibingkai oleh Raja Abiyaksa dengan kelicikannya.


Oleh karena itu Deniz tidak merasa bersalah sama sekali ketika dia melakukan kelicikan juga kepada Raja Abiyaksa dengan menipu masalah keracunan itu.


Pertempuran sengit benar-benar terjadi di antara keduanya. Tetapi Narendra yang memiliki kekuatan batin yang sangat kuat dia tidak gentar sama sekali ketika menghadapi monster yang begitu menakutkan.


" Pergi dari istana kami sekarang juga! Sebelum aku menghancurkanmu dan membumihanguskanmu dengan ayat-ayat Ilahi!" ucap Narendra ketika melihat monster itu sudah mulai kewalahan dan hampir jatuh ambruk ke tanah.


Setelah Narendra mengatakan itu, tiba-tiba saja monster itu menghilang dari hadapannya.


" Sungguh berbahaya sekali! Siapakah monster itu yang sudah sangat lancang menyusup ke istanaku?" tanya Narendra kepada dirinya sendiri setelah melihat monster itu sudah pergi dari istananya.

__ADS_1


__ADS_2