Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
Bab 210


__ADS_3

Ratu Deniz dan Raja Narendra saat ini sedang merindukan Pangeran Andalas yang sudah lama tidak bertemu dengan mereka.


Mereka tidak tahu Apa yang dilakukan oleh sang pangeran ketika dia merasa bosan berada di alam siluman.


Pangeran Andalas sering menyelinap dari pegunungan Pelangi untuk pergi ke alam manusia.


Seperti hari ini sang pangeran sedang berusaha untuk bisa keluar dari sana. Maha guru yang sebenarnya tahu apa yang dilakukan oleh sang pangeran, dia hanya diam saja seolah-olah tidak mengetahui apapun.


Tapi Pangeran Andalas tidak menyadari kalau dirinya selalu diikuti oleh Mahaguru yang sedang melindungi keselamatannya.


"Pangeran Andalas rupanya sangat suka kebebasan. Dia lebih senang mengendap-ngendap seperti ini daripada meminta secara langsung kepadaku untuk meninggalkan pegunungan Pelangi. Anak muda menginginkan pengalaman baru itu adalah sesuatu yang wajar aku tidak akan mempermasalahkannya selama dia masih bisa melindungi dirinya sendiri." Monolog sang Mahaguru ketika dia melihat Pangeran Andalas yang kini berada di sebuah pedesaan yang sepi.


Pangeran Andalas melihat seorang wanita muda yang sedang di kejar oleh beberapa orang pemuda yang tampaknya memiliki niat jahat kepada gadis itu.


Pangeran Andalas kemudian merubah wujud kucingnya menjadi seorang pemuda tampan. Dia berusaha untuk menolong Gadis itu yang sedang ketakutan karena perbuatan para pemuda jahat yang tampaknya sedang berusaha untuk memperkosanya.


Pangeran Andalas menghadang para pemuda itu dan menakutinya dengan wajah siluman yang versi jelek dan menakutkan yang dia miliki. Sehingga mereka pun lari pontang panting karena ketakutan.


"Setan!!!!" satu persatu Mereka pun pergi meninggalkan gadis itu yang merasa bingung dengan mereka yang terlihat begitu ketakutan melihat kehadiran Pangeran Andalas.


Pangeran Andalas kemudian merubah wajahnya lagi menjadi pemuda tampan ketika dia berhadapan dengan garis yang telah dia tolong tadi.


"Apakah kamu baik-baik saja? Pulanglah ke rumah kamu. Jangan berkeliaran di tengah malam seperti ini, karena sangat berbahaya. Apalagi untuk seorang gadis yang sangat cantik sepertimu." ucap Pangeran Andalas pada gadis itu.


Gadis yang ditolong oleh sang pangeran tampak begitu berterima kasih kepadanya karena sudah menyelamatkan kehormatan dirinya sebagai seorang gadis.

__ADS_1


"Terima kasih. Karena Kau sudah berbaik hati kepadaku. Maafkan aku. Siapakah namamu dan kamu dari mana? Kenapa tengah malam seperti ini kamu berada di sini?" tanya gadis itu pada Pangeran Andalas.


Pangeran Andalas merasa pening dengan pertanyaan yang begitu banyak yang ditujukan kepadanya.


"Bertanyalah satu-satu! Astagfirullah! Apa dulu yang harus kujawab? Karena begitu banyak pertanyaan yang Kau lontarkan untukku." Pangeran Andalas terlihat menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Gadis itu kemudian memperkenalkan namanya kepada sang pangeran, "Namaku adalah Mawar. Kalau aku boleh tahu, siapakah namamu?" tanya gadis itu pada Pangeran Andalas.


Pangeran Andalas terlihat diam sejenak. Dia sedang berpikir. Apakah dia akan jujur kepada Gadis itu tentang identitasnya ataukah berbohong padanya.


Akan tetapi Pangeran Andalas tidak suka kalau dirinya berbohong kepada seorang perempuan.


"Namaku adalah Pangeran Andalas. Aku adalah seorang pangeran dari istana kerajaan kucing. Kamu berasal dari mana?" mendengar apa yang dikatakan oleh sang pangeran mawar terlihat tertawa karena dia mengira bahwa Pangeran Andalas sedang berbohong ataupun melakukan lelucon kepadanya.


Pangeran Andalas merasa bahwa dirinya sedang dipermainkan oleh gadis itu.


"Kau jangan berbohong padaku! Kau bukanlah seorang siluman seperti aku. Karena aku tidak bisa mencium aura siluman di tubuhmu!" Pangeran Andalas terlihat mengendus tubuh mawar yang terlihat terisi dengan apa yang dia lakukan.


Mawar seketika menghindar dari pangeran Andalas yang tadi hendak mengendus tubuhnya secara dekat.


Pangeran Andalas menyangkal tentang pengakuan mawar sebagai siluman bunga. "Aku tahu kalau kau sedang membohongiku karena aku tidak mencium aura siluman apapun di tubuh kamu. Karena kamu adalah manusia 100%!" Pangeran Andalas meyakinkan kepada mawar bahwa dia mengetahui kebohongannya.


Mawar tertawa mendengar apa yang dikatakan oleh sang pangeran.


Mawar juga melakukan hal yang sama seperti pangeran Andalas mulai mengendus tubuhnya yang tercium bau wangi yang sangat harum semerbak.

__ADS_1


"Hmmm, wangi tubuhmu adalah wangi bunga asoka. Apa jangan-jangan kau adalah siluman bunga Asoka?" Pangeran Andalas mengerjakan matanya karena merasa bingung dengan apa yang dikatakan oleh gadis itu.


"Kau jangan bicara sembarangan! Aku kan sudah bilang kepadamu, kalau aku adalah Pangeran Andalas pangeran dari istana kerajaan kucing yang ada di alam ghaib. Alam siluman!! Apa kau tidak takut sama sekali denganku?" tanya Pangeran Andalas kepada Mawar yang malah menggelengkan kepala dengan begitu pasti kepadanya.


Pangeran Andalas hanya bisa menarik nafas panjang dan menghembuskannya secara perlahan-lahan. Pangeran Andalas tidak mungkin menakuti Gadis itu dengan menunjukkan wajah siluman kehadapannya karena dia tidak mau membuat gadis itu menjadi ketakutan seperti para penjahat tadi.


"Baiklah, Pangeran Andalas! Sekarang bisakah kau membantuku? Untuk mengantarkan aku ke rumahku. Karena ini sudah malam sekali. Aku takut kalau para penjahat tadi kembali lagi dan menggangguku." Pangeran Andalas tidak keberatan sama sekali dengan keinginan mawar.


Pangeran Andalas kemudian memanggil Kereta Kencana yang biasa dia gunakan untuk transportasi dirinya selama ini.


Mawar terlihat begitu takjub ketika melihat kereta kencana yang keluar begitu saja dari arah langit malam. Mawar seketika mempercayai bahwa Pangeran Andalas adalah seorang siluman seperti yang dia katakan.


Karena hal gaib yang dilihatnya hari ini pernah dia lihat di sinetron yang ada di ikan terbang yang pernah dia lihat.


"Jadi kau benar-benar pangeran dari alam siluman? Wah!! Aku benar-benar tidak menyangka kalau akan bertemu dengan pangeran dari alam gaib sepertimu. Apakah aku sedang bermimpi?" tanya Mawar terlihat mencobit dirinya sendiri untuk mengetahui apakah dia sedang bermimpi ataukah menghadapi kenyataan sekarang.


"Aaaawwww, sakit!" Mawar teriak dan dia terus memperhatikan Pangeran Andalas yang sejak tadi hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah absurd gadis itu.


Pangeran Andalas kemudian menyuruh Mawar untuk naik ke atas kereta kencana miliknya.


Mahaguru hanya mengawasi mereka berdua. Dia tidak melakukan apapun kepada Pangeran Andalas. Mahaguru hanya ingin memastikan keselamatan sang pangeran yang telah dipercayakan oleh Raja Narendra dan istrinya kepada dirinya untuk dididik sebaik mungkin.


Akan tetapi Mahaguru juga sadar bahwa Pangeran Andalas adalah seorang anak muda yang sedang diliputi dengan rasa penasaran tentang sesuatu yang tidak pernah dia lihat sebelumnya.


Mahaguru bisa memaklumi apapun yang dilakukan oleh pangeran Andalas. Karena dulu Pangeran Narendra pun melakukan hal yang sama seperti Pangeran Andalas yang saat ini sedang melakukan kenakalan yang sama yang pernah dilakukan oleh ayahnya di masa lalu.

__ADS_1


__ADS_2