Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
103. Kembali lah


__ADS_3

Pangeran Narendra kemudian mengajak Minsi untuk berkunjung ke istana kucing sebagai ucapan terima kasihnya karena sudah membantu Pangeran Panji dari pasukan monyet yang tadi hampir saja mencelakai Pangeran Panji.


" Wah istana ini sangat indah sekali! Ini persis seperti dunia dongeng?!" Minsi begitu terpesona melihat kecantikan istana kerajaan kucing yang seumur hidup baru dia lihat.


Raja dan permaisuri kucing tampak memperhatikan kedatangan Minsi ke istana mereka.


" Pangeran Narendra siapa dia? Kenapa kau gegabah sekali memasukkan manusia asing ke dalam istana kita?" tanya Raja kucing melihat Minsi yang sejak tadi begitu terpesona melihat istananya yang megah.


" jangan khawatir yang mulai Paduka Raja dia adalah gadis yang baik dia yang sudah menyelamatkan Pangeran Panji dari kejahatan siluman ular hijau dan siluman monyet yang mencari masalah dengan kita!" ucap Pangeran Narendra yang berusaha untuk melindungi Minsi agar tidak terkena masalah dari Ayah dan Ibunya.


Pangeran Narendra kemudian mengantarkan Minsi untuk kembali ke alam manusia karena dia tidak mau keberadaannya nanti akan memberikan masalah baru kepada kerajaan mereka.


" Mari saya antarkan kau ke alam manusia dan Ingat! Jangan sekali-kali lagi datang kemari. Karena pasti akan sangat berbahaya untuk keamananmu!" pesan Pangeran Narendra ketika dia mengantarkan misi untuk kembali ke wadagnya yang ada di alam manusia.


Pangeran Narendra sebenarnya akan membuat Minsi untuk melupakan kejadian malam itu. Akan tetapi dia takut kalau sampai nanti Jenderal monyet datang lagi untuk mencari masalah dengan Minsi di alam manusia.


Pangeran Narendra sangat tahu kalau bangsa monyet selalu kejam dan menaruh dendam kepada Minsi yang sudah masuk ke dalam area kekuasaan mereka serta mengalahkan pasukan milik Jenderal monyet yang jahat.


" Hati-hatilah kamu. Di alam siluman kau sudah mencari masalah dengan Jenderal monyet maka kau harus memperhatikan keselamatanmu di sana. Aku akan berusaha untuk membantu semampuku dari sini!" ucap Pangeran Narendra sebelum mengirim kembali mimpi ke dalam wadagnya.


" Terima kasih banyak Pangeran atas bantuan anda Saya berjanji saya pasti akan berhati-hati!" setelah itu misi pun kembali masuk ke dalam tubuhnya yang saat ini sedang tidur di dalam kamarnya.


Setelah rohnya kembali masuk ke dalam tubuhnya Minsi kemudian membuka kelopak matanya. " Ya Allah sungguh sebuah perjalanan sangat panjang dan sangat melelahkan!" ucap Minsi yang kemudian memutuskan untuk shalat sunnah tahajud meminta pertolongan kepada Allah atas dirinya dari gangguan setan dan para siluman yang ingin berbuat jahat padanya.


" Anakku kenapa kau masih bangun?" tanya Kyai Ilham ketika melihat putrinya masih berada di tempat salat dan sedang berdzikir kepada Allah.

__ADS_1


Minsi kemudian tersenyum kepada ayahnya dan menceritakan perjalanan spiritualnya menuju alam siluman.


" Babahkan sudah bilang pada mu Minsi. Kau jangan sekali-kali bermain-main dengan buku mujarobat itu. Tapi kau tidak pernah mau mendengarkan Babahmu!" terlihat Kyai Ilham yang menggelengkan kepalanya.


" Sekarang kau sudah berurusan dengan kerajaan monyet dan juga Kerajaan kucing tidak akan saderhana lagi hidupmu mulai sekarang!" ucap Kyai Ilham sambil mengelus jenggotnya yang berwarna putih.


Dia kemudian kembali ke dalam kamarnya dan terus berdoa kepada Allah. Agar putrinya diselamatkan dan dilindungi dari kejahatan para siluman yang ingin mencari masalah dengan Minsi.


Kyai Ilham tahu kalau Minsi memang selalu mempunyai pribadi yang penasaran dengan segala sesuatu. Hal itulah yang selama ini selalu memberikan masalah untuk dirinya. Tetapi dari masalah itu pun semakin mengembangkan kekuatan dan kemampuan Minsi yang semakin hebat.


Kyai Ilham merasa bangga dengan kemampuan putrinya yang sudah pintar membasmi setan dan jin jahat yang selalu mengganggu manusia.


Keesokan paginya Minsi mendatangi Deniz untuk berkomunikasi dan juga berdiskusi mengenai pengalamannya tadi malam berkunjung ke kerajaan kucing dan bertemu dengan siluman Monyet.


" Jadi kau benar-benar mendatangi istana kerajaan kucing? Maksudku kau benar-benar masuk ke alam siluman?" tanya Deniz yang begitu excited dengan pengakuan dari Minsi.


" Tadi malam aku bahkan bertemu dengan pangeran Panji dan juga pangeran Narendra serta Maha gurunya. Aku juga bertemu dengan raja dan permaisuri kucing!" ucap Minsi.


Akan tetapi Deniz mengerutkan keningnya karena melihat Minsi yang terlihat tidak bahagia. Wajahnya di tekuk gitu.


" Apakah ada masalah?" tanya Deniz penasaran sekali dengan gadis itu.


" Pada saat aku dan Pangeran Panji sedang berada di air terjun. Tanpa sengaja aku melangkahkan kakiku ke area kerajaan monyet dan mereka pun kemudian datang untuk menyerangku dan meminta agar aku menjadi tawanan mereka." ucap Mimpi.


" Ya ampun aku dengar kalau kerajaan monyet itu sangat suka memangsa Jiwa manusia yang tersesat. Kau sangat beruntung karena masih bisa selamat dari kejaran mereka!" ucap Denis yang begitu prihatin dengan kondisi Minsi ketika dia masuk ke alam siluman.

__ADS_1


" Benar! Untung saja pangeran Narendra dan Mahaguru datang pada waktu itu menyelamatkan kami!" ucap Minsi.


Entah kenapa hati Deniz tiba-tiba merasa cemburu ketika mendengarkan Minsi menyebutkan nama pangeran Narendra suaminya tercinta.


" Bagaimana keadaan Pangeran panji? Apakah dia baik-baik?" tanya Deniz berusaha untuk mengalihkan pikirannya.


" Pangeran Panji baik-baik saja kok! Jangan khawatir!" Minsi tersenyum kepada Deniz.


Ketika mereka bercakap-cakap terlihat Dani yang datang ke arah mereka dengan senyumnya yang merekah.


" Eh, ada Minsi juga?" tanya Dani senang.


Deniz terkejut karena ternyata Dani juga kenal dengan Minsi yang cantik dan ceria.


" Iya kak Dani. Bagaimana kabarmu? Katanya kemarin kau diguna-guna ya sama Abigail?" tanya Minsi sambil tersenyum kepada Dani.


" Ah kau jangan meledekku lagi. Aku saat itu dalam kondisi lemah. Jadi ya bisa ditembus oleh Abigail." ucap Dani sambil menundukkan kepalanya.


" Tidak masalah Kak Dani. Kau tidak usah malu begitu. Setiap orang kan memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing." ucap Minsi yang kemudian berpamitan kepada Dani dan Deniz karena dia hendak masuk ke kelasnya.


Tapi belum juga Minsi bergerak, ekor mata Minsi melihat kehadiran siluman monyet yang tadi malam mengganggunya dan sekarang sedang menatapnya dengan tajam.


" Eh, kenapa dia datang lagi buat ganggu aku?" tanya Minsi bingung.


" Kenapa?" tanya Deniz.

__ADS_1


" Itu Jenderal monyet yang tadi malam bermasalah denganku. Dia yang bertarung denganku dan Pangeran panji!" ucap Minsi sambil menuju ke arah Jenderal monyet yang saat ini sedang menatapnya dengan lekat.


Dia turun ke alam manusia dengan menyamar menjadi mahasiswa akan tetapi Minsi yang memiliki kemampuan Indigo dan juga memiliki kekuatan dari lahir. Dia bisa merasakan aura silumannya yang sangat kuat di tubuh pemuda tampan yang sejak tadi tidak mau berkedip menatapnya.


__ADS_2