Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
166. Harus bahagia


__ADS_3

"Apakah kalian benar-benar marah pada kami sehingga tidak mau kembali ke istana Kerajaan Kucing lagi? Kami sangat membutuhkan kalian," Ratu terlihat begitu sedih saat memikirkan berapa lama mereka telah berpisah sejak Pangeran Narendra dan Deniz pergi dari istana mereka.


Pangeran Narendra tersenyum kepada ibunya. "Ibu Ratu, walaupun kita tidak tinggal bersama, percayalah bahwa hati kami selalu terpaut kepada kalian dan selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian!" Pangeran Narendra kemudian memeluk ibunya untuk menghibur hati Ratu siluman kucing yang sedang sedih.


Mereka berempat pun kemudian berpamitan untuk kembali ke dunia manusia setelah acara pernikahan ulang Putri Hana dan Pangeran Wangen.


Pangeran Wangen terlihat sedih ketika dia bertemu dengan Minsi, wanita yang dulu pernah dicintainya. Ia rela menyerap energi manusia hanya untuk menjadi manusia seutuhnya. Hal itu menyebabkan dirinya menerapkan ilmu sesat sang paman yang akhirnya malah merusak dirinya sendiri. Mereka memerlukan pengobatan dari Nyi Ratu Penguasa Pantai Selatan.


"Selamat Pangeran Wangen dan Putri Hana. Semoga kebahagiaan senantiasa menyertai kehidupan kalian!" Minsi memeluk Putri Hana dan memberikan dukungannya.


"Terima kasih Putri Minsi. Tolong maafkan segala kesalahanku di masa lalu." Putri Hana bahkan meneteskan air mata karena mengingat betapa dia pernah melakukan banyak kesalahan karena iri dengan kebahagiaan Minsi dan Pangeran Panji di dunia manusia.


"Lupakan semua itu. Yang penting adalah kita harus melihat ke depan dan memperbaiki kesalahan kita di masa lalu," Minsi mengatakan hal itu dengan senang hati karena Putri Hana mau mengakui kesalahan dan meminta maaf.


Mereka semua berpamitan dan kembali ke dunia manusia dengan hati yang bahagia dan lapang.


Raja dan Ratu siluman kucing hanya bisa menatap mereka pergi dan merasa sedih karena kepergian empat orang itu sangat berarti dalam hidup mereka. Raja siluman kucing merasa menyesal karena perbuatannya sehingga membuat anak dan cucunya memilih tinggal di dunia manusia.

__ADS_1


Pangeran Panji dan Pangeran Narendra sekarang merasa mantap untuk tinggal di dunia manusia setelah mempelajari ilmu dari Nyi Ratu Penguasa Pantai Selatan. Mereka berusaha menjaga diri agar tidak melakukan hal yang merugikan manusia atau mencari masalah dengan manusia, untuk menghindari para pemburu siluman yang selalu mencari kesalahan.


"Ayo pulang, istriku. Tidak baik selalu memikirkan masa lalu. Jadikan kesalahan sebagai pelajaran untuk menjadi lebih baik di masa depan!" Mereka berdua naik kereta kencana yang akan membawa mereka kembali ke istana Kerajaan Kucing.


Sementara itu, Pangeran Wangen dan Putri Hana yang sedang bahagia setelah pernikahan mereka kembali ke kamar pengantin yang indah yang disiapkan oleh Ratu siluman monyet.


"Terima kasih karena kau masih mau menerima aku sebagai istri. Walaupun kerajaanku telah memberikan banyak masalah dalam hidupmu," Pangeran Wangen berusaha untuk berbicara dengan Putri Hana.


Putri Hana hanya menundukkan kepala. Ia tidak percaya bahwa dirinya sekarang telah menjadi istri Pangeran Wangen yang asli.


"Katakan sesuatu! Apakah kau menyesal telah menikah denganku? Sejak tadi kamu hanya diam saja," Pangeran Wangen merasa terganggu dengan Putri Hana yang tiba-tiba menjadi alim dan berbeda. Padahal yang ia tahu, Putri Hana adalah sosok yang enerjik dan ceria.


Pangeran Wangen sangat memahami bahwa Putri Hana telah menderita sangat besar karena perbuatan paman Wangen yang jahat. Paman tersebut menjebak Pangeran Wangen dengan mengajarkan ilmu sesat dan menyuruhnya untuk pergi ke dunia manusia untuk menyerap energi manusia agar menjadi manusia seutuhnya. Sementara paman tersebut menggantikan posisi Pangeran Wangen dan berperilaku layaknya Pangeran dalam kerajaan monyet.


Yang lebih buruk lagi, pamannya bahkan berpura-pura menjadi Pangeran Wangen dan menikahi Putri Hana hingga mereka memiliki seorang anak.


Pangeran Wangen tidak ingin mengingat masa buruk itu pada Putri Hana, karena ia telah berjanji kepada Nyi Ratu Penguasa Pantai Selatan bahwa ia akan memperbaiki segalanya dan menebus kesalahan yang telah dilakukan oleh pamannya yang sudah merusak hidup Putri Hana. Bahkan Pangeran Wangen mendengar dari Nyi Ratu Penguasa Pantai Selatan bahwa Putri Hana telah melakukan banyak hal untuk melampiaskan kemarahannya karena nasib buruknya.

__ADS_1


Pangeran Wangen bertekad untuk memperbaiki segalanya dan meminta bantuan dari Nyi Ratu Penguasa Pantai Selatan untuk kembali ke kerajaan monyet. Beruntung, kedatangannya ke kerajaan monyet berbarengan dengan kedatangan Putri Hana dan keluarganya sehingga akhirnya pernikahan mereka dapat terjadi dengan lancar.


Malam itu, Pangeran Wangen dan Putri Hana menjalankan tugas mereka sebagai suami istri yang baru. Mereka telah berjanji untuk mengarungi kehidupan sebagai suami istri dan melupakan semua masa lalu yang pernah mereka alami.


"Terima kasih atas segalanya. Semoga kita berdua bisa menjalani kehidupan pernikahan ini dengan baik," kata Pangeran Wangen sambil mengecup lembut kening Putri Hana setelah mereka selesai menjalankan ibadah pertama mereka sebagai suami istri.


Putri Hana sangat bahagia karena sekarang ia punya seseorang yang mencintainya.


Sekarang ia tidak perlu merasa cemburu lagi kepada Minsi yang dicintai oleh Pangeran Panji, karena ia telah memiliki laki-laki yang dicintainya di sampingnya.


Apalagi sekarang Pangeran Wangen semakin matang dalam pribadi dan ilmunya semakin hebat setelah menjadi murid dari Nyi Ratu Penguasa Pantai Selatan.


Keesokan harinya, mereka bangun dengan penuh kebahagiaan. Putri Hana menatap Pangeran Wangen yang berbaring di sampingnya dengan mata yang masih terpejam.


"Tampan sekali! Ketampanannya tidak kalah dengan Pangeran Panji! Sekarang aku bisa membanggakan diriku sebagai seorang istri dari Pangeran Wangen yang mencintaiku dan menerimaku sebagai istrinya!" batin Putri Hana dengan bangga setelah mengingat malam pertama mereka yang seru dan membahagiakan hatinya.


Pangeran Wangen yang mendengarkan apa yang dikatakan oleh Putri Hana. Sebenarnya agak merasa terganggu karena dirinya di bandingkan dengan Pangeran Panji yang selama ini selalu menjadi saingan cintanya.

__ADS_1


' Aku akan terus berjuang dalam berusaha untuk membuktikan kalau aku jauh lebih baik dari pangeran Panji! Apalagi sekarang aku sudah menjadi murid dari Nyi Ratu Penguasa Pantai Selatan. Ilmuku sekarang sudah tinggi aku yakin kalaupun aku bertarung dengan pangeran Panji aku pasti masih bisa menang!' bathin Pangeran Wangen merasa tidak nyaman hatinya kalau sudah di bandingkan dengan Pangeran Panji.


Putri Hana kemudian pergi ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya setelah bercinta semalaman dengan suaminya yang baru. Kebahagiaan benar-benar sangat dirasakan oleh Putri Hana karena akhirnya impiannya untuk menjadi istri pangeran wangen benar-benar terwujud.


__ADS_2