
" Bagiku kau hanyalah Raja pengecut yang hanya berani menyerang sebuah istana dalam keadaan kosong. Kau tahu bahwa diriku dan Pangeran Panji yang selama ini menjadi pilar istana ini tidak berada di istana kerajaan kucing. Oleh karena itu, kau keberanian untuk melawan kami dan menyerang istanaku!" Pangeran Narendra sengaja memancing emosi Raja Abiyaksa.
Hal itu dilakukan oleh Pangeran Narendra untuk mengulur waktu agar Pangeran Panji dan yang lainnya bisa menyesuaikan diri dengan pertempuran yang semakin sengit.
Bahkan sekarang raja dan ratu istana kucing sudah pergi dari istana bersama Ratu kamiswari atas perintah dari Raja Abi mana yang ingin menyelamatkan ayah dan ibu mertuanya untuk mencari keamanan di istana kerajaan siluman ular hijau yang dia pimpin.
" Sayang kau selamatkanlah dulu ayah dan ibumu. Aku di sini akan berjuang untuk membasmi kakakku yang sudah berbuat sewenang-wenang seperti ini." Pangeran Abimana meminta kepada istrinya untuk menyelamatkan kedua orang tuanya dari amukan para prajurit dan juga para Jenderal dan komandan dari pasukan Raja Abiyaksa.
Setelah menggembleng dirinya lahir batin. Raja Abiyaksa semakin kuat ilmunya Bahkan dia sekarang berani menentang Pangeran Narendra dan Mahaguru untuk bertarung dengannya.
Raja Abiyaksa yang masih merasa dendam setelah istana kerajaannya habis karena diporak-porandakan oleh Mahaguru terlihat saat ini dia sedang menantang Mahaguru untuk bertarung dengannya kembali.
" Bertarunglah denganku sekarang dan buktikan padaku! Apakah kekuatanmu lebih hebat atau tidak?? Dulu aku kalah denganmu. Karena aku kelelahan setelah semalam suntuk aku membangun istana rahasia untuk menyembunyikan Deniz dari kalian semua. Sekarang aku dalam kekuatan full. Aku yakin kalau aku bisa membunuhmu dan membalaskan dendamku karena kau sudah membuat Deniz berpisah denganku!" Raja Abiyaksa terlihat wajahnya begitu garang.
Maha guru hanya tersenyum melihat kesombongan Raja Abiyaksa yang sangat percaya diri bisa membunuhnya.
" Mari kita bertarung dengan adu kekuatan bukan dengan adu mulut seperti perempuan saja!" ejek maha guru sambil tersenyum sinis kepada Raja Abiyaksa.
Mahaguru dan Pangeran Narendra saat ini sedang berhadapan dengan Raja Abiyaksa.
Akan tetapi Pangeran Narendra mundur dan menyerang komandan dari pasukan Raja Abiyaksa yang tadi terus saja merengsek dan berusaha untuk menjarah istana kerajaan kedua orang tuanya yang telah ditinggalkan oleh raja dan ratu siluman kucing bersama dengan Ratu Kameswari atas permintaan Raja Abimana.
__ADS_1
Malam itu terjadi pertempuran yang sangat sengit di antara mereka semua. Raja Abiyaksa benar-benar tidak menyangka kalau ternyata mereka akan mendatangkan bala bantuan yang begitu banyak bahkan adiknya pun ikut membela Pangeran Narendra dan teman-temannya yang lain untuk memusuhi dirinya.
Raja Abiyaksa benar-benar sangat geram ketika melihat para prajuritnya yang sudah banyak yang binasa di tangan para prajurit Raja Abimana.
" Hentikan para prajuritmu Abimana! Awas saja kalau kau berani untuk mengganggu para prajuritku lagi. Maka hubungan kita akan benar-benar berakhir!" Raja Abiyaksa terlihat begitu geram melihat para prajuritnya yang sudah banyak binasa dan menjadi abu.
Raja Abi mana sama sekali tidak gentar menghadapi ancaman dari kakaknya yang sejak dulu memang selalu memusuhi dan tidak pernah menganggapnya sebagai saudara.
" Bukankah sejak dulu Kakak memang selalu menganggap sebagai musuhmu rasanya tidak masalah kalau sekarang kau semakin membenciku. Apalagi sekarang kejahatanmu semakin banyak perbuatanmu menghancurkan kerajaan-kerajaan kecil benar-benar telah merusak dan mencoreng nama leluhur istana kerajaan kita. Rasanya aku sebagai raja dari istana kerajaan siluman ular hijau yang resmi, memiliki kewajiban untuk mengingatkanmu agar segera berhenti melakukan kejahatan di dunia ini!" Raja Abiyaksa yang benar-benar marah dan geram mendengar ucapan adiknya langsung menyerang dia begitu saja tanpa memberikan aba-aba sama sekali.
" Banyak bacot kamu! Segera saja bertarung denganku dan kita lihat siapakah yang lebih unggul dan berhak menjadi raja yang resmi dari istana kerajaan siluman ular hijau." Raja Abiyaksa kemudian langsung mengerahkan semua kekuatannya untuk menyerang raja Abimana dan juga bahwa guru yang sejak tadi terus menyerangnya dengan tanpa ampun.
Maha guru menyadari bahwa sekarang kekuatan Raja Abiyaksa setelah naik berpuluh-puluh kali lipat sehingga dia mengalami kesulitan untuk bisa melawannya.
Pangeran Narendra kemudian menyuruh kepada Mahaguru untuk beristirahat dan dia menggantikan posisi sang Mahaguru untuk melawan Raja Abiyaksa ya begitu sombong dan juga jumawa.
" Hahaha kalian merasa kalau kalian para Raja dan pangeran alam siluman yang hebat dan baik. Akan tetapi lihatlah sekarang!! Kalian hanya menghadapiku seorang akan tapi menggeroyokku beramai-ramai. Apakah itu bukan sikap pengecut?" Raja Abiyaksa sengaja memanas-manasi hati Pangeran Narendra dan juga Raja Abimana agar mereka menjadi kehilangan fokus dalam menyerang dirinya.
Pangeran Narendra tidak terpengaruh sama sekali dengan apapun yang dikatakannya Karena dia sudah tahu kelicikan seperti apa yang dimiliki oleh Raja Abiyaksa ya selama ini telah banyak menghancurkan kerajaan-kerajaan kecil hanya untuk menjadi daerah taklukannya.
" Bertarunglah dengan kekuatanmu bukan dengan mulutmu kau ini benar-benar sangat menyebalkan!" Pangeran Narendra mulai berusaha untuk menyerang Raja Abiyaksa akan tetapi Malang baginya tongkat Raja Abiyaksa berhasil menghempaskan tubuh Pangeran Narendra jauh sekali hingga masuk ke dalam sebuah jurang yang ada di belakang istana kerajaan siluman kucing.
__ADS_1
Mahaguru yang melihat itu langsung meloncat ke dalam jurang dan berusaha untuk menyelamatkan murid kesayangannya.
Sementara itu Pangeran Panji yang melihat bahwa ayahnya telah mengalami celaka gara-gara Raja Abiyaksa dia mulai menyerang Raja Abiyaksa dengan membabi buta dengan segala kekuatan yang dia miliki hingga akhirnya mereka pun berhasil menyingkirkan Raja Abiyaksa dan membuat dia mundur dari istana kerajaan siluman kucing.
" Aku harus menyelamatkan ayahku!" Pangeran Panji kemudian menyusul Mahaguru untuk mencari keberadaan Pangeran Narendra yang tadi terjun masuk ke dalam sebuah jurang yang sangat dalam.
Kekuatan Pangeran Narendra memang banyak sekali berkurang Semenjak dia tinggal di alam manusia bersama dengan Deniz. Itulah yang menjadi alasan kenapa dia sampai dikalahkan oleh Raja Abiyaksa yang licik dan jahat.
Sementara itu Raja Abiyaksa benar-benar merasa puas dengan hasil penyerangannya kali ini setidaknya dia sudah membuat raja dan ratu siluman kucing telah melarikan diri dari istananya.
Bahkan Pangeran Narendra saja sampai celaka dan sekarang belum juga diketahui keberadaannya ada di mana.
Maha guru terus berusaha untuk mencari keberadaan Pangeran Narendra di dasar jurang. Tetapi dia tidak menemukan keberadaan sang pangeran.
" Pangeran Narendra!!! Di mana kau? Aku datang kemari untuk menyelamatkanmu!!" maha guru terus berteriak memanggil murid kesayangannya tetapi tidak ada respon sama sekali membuatnya menjadi ngeri-ngeri sedap.
" Apakah mungkin Pangeran Narendra sudah binasa dan menjadi abu?" monolog Mahaguru yang mulai merasakan kesedihan luar biasa dengan pemikirannya sendiri.
" Akan tetapi di sini aku tidak terasa aura kebinasaan dari Pangeran Narendra. Aku yakin kalau dia masih hidup aku harus berusaha terus untuk mencarinya." maha guru pantang menyerah untuk bisa menemukan Pangeran Narendra yang sekarang entah ada di mana.
Pangeran Panji yang tidak sabar menunggu kedatangan bahwa guru dia pun langsung meloncat ke dasar jurang untuk mencari keberadaan ayahnya.
__ADS_1
" Mahaguru Bagaimana dengan ayahku Apakah kau sudah menemukannya?" tanta Pangeran Panji merasa khawatir.