
Putri Ayuningtyas mengerutkan keningnya ketika melihat khodam Dani memperlihatkan wujudnya kepada dirinya.
" Sudahlah Abah. Tinggalkan saja dia. Kalau dia memang tidak mau kita tolong. Ayo kita pergi saja dari sini!" Dani melangkahkan kakinya meninggalkan Putri Ayuningtyas yang langsung melotot mendengarkan ucapannya.
Akan tetapi Dani tidak peduli sama sekali dengan gadis sombong seperti dia.
" Eh kau itu seorang laki-laki tetapi begitu jahat kepada wanita!" Putri Ayuningtyas mencaci maki Dani yang sudah bersiap meninggalkannya.
Akan tetapi Dani sudah menulikan semua pendengarannya dan tidak ambil pusing dengan semua yang dikatakan oleh gadis sombong seperti Putri Ayuningtyas.
" Abah ayo kita pergi dari sini. Kita tidak usah dengarkan dia. Biarkan saja dia mau menggonggong apa. Toh kita tidak akan mati dengan caci maki dia!" Dani terlihat begitu Acuh dan tidak mempedulikan semua yang dikatakan oleh Putri Ayuningtyas.
Ketika Putri Ayuningtyas melihat ke belakang dilihatnya beberapa pasukan yang sedang berjalan ke arahnya saat ini.
Putri Ayuningtyas yang tubuhnya masih terasa begitu lemas terlihat begitu pucat.
Khodam Dani merasa khawatir dengan keselamatan mereka bertiga. Dengan kecepatan kilat sangkodan pun langsung menyambar tubuh Dani dan juga sang putri yang terkejut bukan kepalang dengan apa yang dia lakukan.
" Aih, kau benar-benar membuatku sangat terkejut!" Putri Ayuningtyas protes kepada sang Kodam yang telah membawa dia pergi jauh dari kawasan istana kerajaan siluman harimau putih.
Walaupun sang Kodam juga merupakan siluman harimau putih tetapi dia tidak berani untuk masuk ke wilayah kerajaan itu.
Dia tidak mau kalau sampai dilarang untuk turun ke dunia manusia kalau sampai tertangkap oleh mereka.
" Kami akan meninggalkanmu di sini kalau kau tidak mau mengikuti kami." Khodam Dani kemudian merubah tubuhnya menjadi seekor harimau besar dan menyuruh kepada Dani untuk naik ke atas tubuhnya.
" Tuan, naiklah ke atas punggungku aku akan mengeluarkanmu dari alam siluman. Kita akan kembali ke alam manusia. Saat ini Kyai Rasyid dan juga istrinya sedang mencari Keberadaanmu mereka sangat khawatir denganmu." Akan tetapi Dani menolak untuk kembali ke alam manusia.
" Abah kau kan tahu kalau aku sudah meninggalkan rumah kedua orang tuaku. Aku ingin hidup sendiri dan terbebas dari mereka. Aku bosan setiap hari disuruh menikah oleh mereka. Padahal mereka tahu kalai aku tidak memiliki calon istri. Bagaimana aku bisa menika?" Dani terlihat begitu frustasi ketika membicarakan semua itu.
Putri Ayuningtyas yang mendengarkan cerita Dani terlihat diam saja dan tidak terlalu mempedulikannya.
" Lalu Tuan mau pergi ke mana? Tidak mungkin kan Tuan akan lantang-lantung di alam siluman seperti ini?" tanya sang khodam benar-benar merasa khawatir dengan kondisi tuannya yang seperti tunawisma.
__ADS_1
Dani mahalan nafas berat Karena sejujurnya hal itu memang benar-benar membingungkan dirinya sendiri.
" Abah kebetulan kita sudah berada di alam siluman. Sebaiknya Abah bawa saja aku ke istana kerajaan siluman kucing. Aku akan tinggal di sana bersama Deniz dan juga Raja Narendra." Putri Ayuningtyas benar-benar terkejut ketika Dani menyebutkan nama yang sempat membuatnya penasaran.
' Rupanya Pemuda bodoh ini mengenal Raja Narendra. Baiklah aku rasa sebaiknya aku mengikuti mereka saja. Siapa tahu aku bisa mengobrak-abrik istana kerajaan siluman kucing untuk membalas dendam kakakku yang sekarang sedang terluka dan tidak berdaya.' batin Putri Ayuningtyas.
Putri Ayuningtyas kemudian merintih seperti kesakitan sehingga membuat sang khodam melirik ke arahnya.
" Ada apa Putri Ayuningtyas?" tanyanya.
" Aku sedang sakit. Apakah kau bisa untuk mengajakku bersama dengan kalian? Aku takut kalau mereka masih mengejar kita." Putri Ayuningtyas berusaha untuk tampak menderita dihadapan mereka berdua.
Dani hanya tersenyum miring mendengarkan ucapan dari gadis itu.
" Dari tadi kau terus menghina Kami. Sekarang kenapa kau malah meminta agar kami membawamu juga, huh? Apa kau sedang merencanakan sesuatu yang jahat?" tanya Dani sambil menatap penuh curiga kepada Putri Ayuningtyas.
Putri Ayuningtyas gugup seketika mendengarkan pertanyaan dari Dani yang tepat sasaran.
" Kau itu sebagai seorang laki-laki sejati. Kenapa begitu kasar kepada wanita? Apa kau tidak malu harus berdebat dengan seorang wanita yang tidak berdaya sepertiku?" tanya Putri Ayuningtyas yang terlihat begitu jengkel kepada Dani.
Jelas-jelas Dani tahu bahwa wanita itu adalah seorang siluman.Bagaimana mungkin dia tidak berdaya? Dani hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar semua omong kosong yang dikatakan oleh Putri Ayuningtyas.
Dani meminta kepada khodamnya untuk segera meninggalkan tempat berbahaya itu.
Sang Kodam yang merasa kasihan kepada Putri Ayuningtyas akhirnya menyuruh Putri itu untuk naik ke atas punggungnya.
" Naiklah Putri aku akan membawamu ke istana kerajaan ular hijau agar kau jauh lebih aman berada di sana." Akan tetapi Putri Ayuningtyas menolak untuk dibawa ke kerajaan kakaknya.
" Aku tidak mau kembali ke sana Aku juga sedang kabur dari istana kerajaan kakakku karena dia telah membantu musuh kerajaan kami, __" Putri Ayuningtyas hampir saja menyebutkan istana kerajaan kucing sebagai musuhnya.
Kalau sampai dirinya menyebutkan istana kerajaan kucing sebagai musuhnya, pasti Dani dan sang khodam akan menolak dirinya untuk pergi ke sana juga bersama mereka.
" Sudahlah Abah. Kita tinggalkan saja gadis cerewet ini hanya akan membuat kerepotan saja untuk kita!" Dani terlihat begitu Ketus kepada Putri Ayuningtyas yang sedang marah juga kepada Dani.
__ADS_1
" Jangan begitu Tuan. Bagaimanapun juga dia adalah seorang perempuan lemah yang sedang membutuhkan pertolongan kita sebagai laki-laki yang saat ini sedang mampu untuk menolongnya. Apalagi saya melihat bahwa dia memang benar-benar sedang terluka berat." sang Kodam menegur Dani agar tidak bersikap kasar kepada Putri Ayuningtyas.
Bagaimanapun juga Putri Ayuningtyas adalah adik dari Raja Abimana yang merupakan suami dari adiknya Raja Narendra. Dia tidak bisa untuk berbuat sewenang-wenang kepada gadis itu.
Kalau sampai Putri Ayuningtyas melaporkan kejadian itu kepada raja Abimana pasti akan terjadi kesalahpahaman yang membuat pusing kepala.
" Baiklah Abah. Terserah saja kau mau melakukan apa!" ucap Dani kesel.
" Naiklah ke atas punggungku Putri dan peganglah yang erat agar tidak terjatuh." perintah khodam kepada Putri Ayuningtyas yang merasa sangat senang setelah diizinkan oleh mereka berdua untuk ikut dengan mereka ke istana kerajaan kucing.
Dani hanya melihat saja ketika Putri Ayuningtyas mula naik ke atas punggung khodamnya.
" Tuan! Cepatlah naik karena kita akab segera berangkat ke istana kerajaan kucing, sebelum para prajurit itu datang kemari." perintah sang Kodam kepada Dani yang sejak tadi masih saja berdiri dan melamun sendiri.
Dani yang tersentak mendengar ucapan dari khodam akhirnya naik ke atas punggungnya.
" Awas ya kalau kau mencari kesempatan dalam kesempitan terhadapku! Setelah kita sampai di sana, aku pasti akan langsung membunuhmu!" ancam Putri Ayuningtyas kepada Dani yang langsung berdecak lidah karena benar-benar merasa muak dengan Putri Ayuningtyas yang sejak tadi bermulut pedas dan selalu menghinanya.
" Kau boleh turun sekarang juga sebelum kita berangkat daripada kau terus saja mengancamku dengan mulut kotormu itu!" Dani merasa kesal luar biasa kepada Putri Ayuningtyas yang menurutnya benar-benar seorang gadis yang tidak tahu diri.
" Sudah ditolong bukannya berterima kasih kau selalu saja menghina dan juga mencaci maki kami. Kau benar-benar seorang wanita yang tidak tahu diri dan tidak tahu terima kasih!" Dani terlihat begitu marah kepada Putri Ayuningtyas yang sudah merendahkan dirinya sebagai pria mesum.
Putri Ayuningtyas yang tadinya hendak marah langsung berhenti ketika tiba-tiba saja sang khodam sudah meloncat dan meninggalkan jauh tempat itu.
Mau tidak mau mereka berdua harus segera berpegangan kepada satu sama lain agar tidak terjatuh. Putri Ayuningtyas memegang leher sang khodam dengan erat. sementara Dani secara refleks langsung memegang pinggang Putri Ayuningtyas dengan sangat erat karena dia takut kalau sampai terjatuh dari ketinggian.
Serakan sang khodam benar-benar sangat cepat seperti kilat yang menyambar. Hanya dalam hitungan beberapa menit mereka sudah sampai di istana kerajaan Kucing. Mereka semua disambut oleh para prajurit yang sudah mengenali Dhani dan juga khodamnya sebagai sahabat dari raja dan permaisuri mereka.
" Tunggulah di sini dulu Tuan. Kami akan memberitahukan kepada raja dan juga Ratu tentang kedatangan kalian!" kepala komandan pun kemudian langsung melakukan teleportasi untuk menemui Raja Narendra di istana kerajaan kucing.
Putri Ayuningtyas terlihat begitu takjub dengan keindahan istana kerajaan kucing yang sekarang berdiri di hadapannya dengan begitu megah dan menawan hatinya.
' Wah istana ini benar-benar sangat indah dan megah. Kenapa Pangeran Panji dan istrinya malah lebih memilih tinggal di alam manusia daripada menjalani tugas mereka sebagai putri dan juga putra mahkota di sini?' batin Putri Ayuningtyas yang benar-benar merasa heran kepada Pangeran Panji dan istrinya yang sekarang menetap di alam manusia.
__ADS_1
Tidak lama kemudian komandan yang tadi menyuruh kepada Dani dan juga khodamnya untuk menunggu pun datang kembali.
" Silakan Tuan masuk ke aula istana yang mulia Raja Narendra dan Ratu Deniz sudah menunggu kedatangan kalian!" ucapnya yang kemudian memimpin jalan untuk menuju aula istana kerajaan siluman kucing yang begitu besar dan juga sangat indah.