Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
186. Hati-hati


__ADS_3

Setelah Ayu pergi meninggalkan dimensi yang diciptakan oleh Minsi, suami istri itu pun kemudian kembali ke alam manusia.


" Mulai sekarang kita harus hati-hati untuk menerima karyawan baru di toko ini aku tidak mau kejadian ini terulang lagi padamu. Sayang, kita tinggal di alam manusia benar-benar harus berhati-hati dengan para siluman yang pasti selalu mengincar aura siluman yang kita miliki." Minsi menasehati Pangeran Panji yang sejak tadi hanya melamun saja.


Pangeran Panji tidak mengira kalau ternyata Ayu adalah siluman yang sedang mengincar aura siluman yang dia miliki untuk menambah kekuatannya.


Untung saja Minsi dan dirinya mempunyai teknik untuk bisa kembali menyerap Aura yang sudah direbut oleh Ayu yang berniat jahat kepadanya.


" Sayang kau baik-baik saja? Kenapa dari tadi kamu melamun terus?" tanya Minsi yang merasa keheranan melihat Pangeran Panji yang masih tidak merespon ucapannya.


Pangeran Panji terkejut ketika Minsi menyentuh telapak tangannya.


" Ada apa sayang?" tanya Minsi lagi.


" Aku hanya bingung kenapa wanita sebaik Ayu harus tega melakukan kejahatan seperti itu padaku. Padahal aku tidak pernah jahat terhadapnya." Minsi mengerutkan keningnya mendengar perkataan suaminya.


" Sayang apa kamu menyukai Ayu? kenapa dari suaramu. Sepertinya kau tidak rela bahwa Ayu adalah wanita yang jahat?" Minsi merasa tidak senang mengetahui hal tersebut.


" Aku tidak menyukai dia seperti itu. Kamu salah paham Sayang. Aku selama ini hanya menganggap dia sebagai karyawan kita dan tidak lebih dari itu." Minsi menatap tajam kepada suaminya dan memastikan bahwa apa yang dikatakan suaminya adalah sebuah kebenaran.


" Apa kau yakin? Kau yakin kalau kau tidak mencintainya?" Minsi tiba-tiba merasa hatinya pilu dan cemburu ketika membayangkan hal tersebut benar-benar terjadi.


Pangeran Panji tertawa mendengar perkataan istrinya.


" Apa kau sedang mencurigaiku sebagai seorang bad boy, playboy yang suka bermain wanita? Kau bisa melihat sendiri. Ayahku walaupun sekarang sudah menjadi seorang raja dia tidak mengangkat selir. Bahkan dia rela bermusuhan dengan Istana Alam Gaib karena menolak tawaran sang raja untuk menikahi putrinya." Minsi mengangguk.


" Yang kau katakan memang benar. Bahwa ayahanda Raja Narendra adalah seorang laki-laki sejati yang sangat setia kepada ibunda Ratu. Tapi aku tidak tahu denganmu. Apakah Kau juga seperti ayahmu?" Tanya Minsi kepada Pangeran Panji.


" Sayang Apa maksud perkataanmu itu?" tanya Pangeran Panji yang benar-benar tidak mengerti. Kenapa istrinya menjadi malah curiga padanya bahwa dia mencintai Ayu?

__ADS_1


" Selama ini aku selalu mencintaimu dan tidak pernah melirik wanita manapun. Apakah kau tidak percaya denganku?" tanya Pangeran Panji kepada istrinya yang masih cemberut.


" Kalau kau tidak mencintainya. Lalu bagaimana caranya Ayu bisa menyerap Aura siluman yang kau miliki? Menyerap aura siluman hanya bisa melalui sentuhan fisik yang intens. Misalkan ciuman atau, atau..." Minsi terlihat kebingungan untuk meneruskan ucapannya.


" Atau apa?" tanya Pangeran Pani terlihat kebingungan melihat istrinya yang seperti marah terhadapnya.


" Hubungan badan." Pangeran Panji benar-benar terkejut mendengar ucapan dari istrinya.


" Apa Kau pikir aku sehina itu sampai berhubungan badan dengan wanita asing yang baru aku kenal satu bulan saja?" tanya Pangeran Panji yang benar-benar emosi atas tuduhan Minsi yang secara tidak langsung ditujukan kepadanya.


" Aku kan sedang bertanya denganmu sayang. Kenapa kau malah marah padaku? Soalnya aneh sekali kenapa dia bisa menyerap aura silumanmu tanpa kau sadari?' tanya Minsi yang berusaha untuk bersikap biasa saja kepada suaminya.


" Kau!! Apakah tidak percaya denganku lagi? Apakah Kau pikir aku adalah laki-laki b******* yang bisa berzina dengan sembarangan perempuan?" tanya Pangeran Panji sambil menatap tajam kepada istrinya.


Minsi langsung menggelengkan kepala. Minsi kemudian duduk di samping suaminya. Minsi ingin menjelaskan maksud perkataannya karena dia tidak mau suaminya menjadi salah paham dengannya. " Tolong kau jangan salah paham seperti itu!" ucap Minsi yang kemudian menggenggam telapak tangan suaminya.


Pangeran Panji terlihat mengerutkan keningnya dan juga memejamkan matanya. Terlihat sedang memikirkan apa yang dikatakan oleh istrinya.


" Ah, aku ingat sekarang." Minsi terkejut mendengar apa yang dikatakan suaminya.


" Ingat apa, sayang?" tanya Minsi yang merasa bingung dengan suaminya.


" Kemarin Ayu tiba-tiba saja jatuh pingsan. Pegawai yang lain mengatakan kepadaku untuk memberikan dia nafas buatan. Apakah karena itu?? Ayu bisa menyerap aura siluman yang kumiliki?" tanya Pangeran panji kepada Minsi.


" Jadi, kau benar-benar melakukannya pada Ayu?" tanya Minsi kepada suaminya.


" Aku waktu itu hanya berpikir untuk menolongnya tidak pernah berpikir untuk melakukan sesuatu yang tidak senonoh terhadap gadis itu. Aku hanya takut kalau dia meninggal di toko kita. Apalagi Ayu selalu mengatakan kalau dia hanyalah anak yatim piatu Di dunia ini." Minsi percaya dengan semua yang dikatakan oleh suaminya karena Pangeran Panji memang adalah seorang laki-laki yang baik dan lembut hatinya.


" Sebaiknya mulai sekarang kau harus menjaga dirimu dan benar-benar menjauhkan diri dari bersentuhan fisik dari wanita lain. Ingat sayang! Kita ini berbeda dengan mereka semua yang ada di sini. Kita harus ekstra hati-hati dalam melakukan semua hal." ucap Minsi untuk menasehati suaminya.

__ADS_1


" Terima kasih karena kau selalu menerima semua hal yang aku lakukan. Percayalah aku benar-benar tidak pernah memiliki niat untuk macam-macam terhadap wanita itu. Semuanya hanya kecelakaan yang tidak pernah aku rencanakan sama sekali!" Minsi menaruh kepalanya di dalam pelukan sang suami tercinta.


Pangeran Panji mengelus rambut mensi dengan lembut.


" Aku tahu bahwa kau adalah laki-laki yang baik yang tidak akan pernah tega melihat wanita menderita di hadapanmu. Sayang, Ayu yang sudah merencanakan perbuatan jahat terhadap kita. Sekarang kita harus mencari cara untuk bisa mendeteksi siluman yang masuk ke toko kita. Jadi kejadian semacam ini tidak akan pernah terjadi lagi!" Pangeran Panji setuju dengan apa yang dikatakan oleh istrinya.


Mereka berdua kemudian menutup toko karena memang waktu sudah hampir malam.


Mereka berdua pulang bersama. Anak-anak mereka di asuh oleh dayang emban yang dikirim oleh ibunya Minsi yang sangat ahli dalam mengurus bayi setengah manusia dan seneng siluman.


Oleh karena itu Pangeran Panji dan Minsi mempercayakan anak mereka kepada wanita itu yang selain Sakti mantra guna dia juga adalah kepercayaan dari Nyi Ratu Penguasa Pantai Selatan.


" Aku akan bertanya kepada nenekku perihal kejadian tadi siang dan bertanya bagaimana cara menanggulanginya agar tidak terulang lagi!" Pangeran Panji menyetujui semua yang akan dilakukan oleh istrinya.


" Aku akan menyerahkan semuanya kepadamu. Lakukanlah yang menurutmu terbaik aku akan mengikutinya." Minsi merasa bahagia karena suaminya tidak pernah merasa tertekan ataupun marah dengan sifatnya yang suka mengatur segala hal.


Minsi memang memiliki kepribadian yang cukup riskan untuk para lelaki di luar sana yang tidak suka diatur oleh wanita.


Pangeran Panji mengetahui semua yang dilakukan oleh Minsi adalah yang terbaik untuk keduanya.


" Aku akan istirahat dulu karena lelah sekali." Pangeran Panji kemudian masuk ke dalam kamar meninggalkan Minsi yang sedang bermain dengan Putra mereka.


" Salatlah dulu sayang dan setelah itu mandi. Baru kau tidur!" ucap Minsi kepada Pangeran Panji.


Pangeran Panji bermain sejenak dengan Putra Mereka kemudian dia masuk ke dalam kamar dan mengikuti apa yang dikatakan oleh istrinya.


Pangeran Panji melakukan semua itu dengan bahagia dan tidak merasa tertekan sama sekali karena semua yang di atur oleh Minsi.


Pangeran Panji malah berterima kasih kepada istrinya yang selalu memikirkan tentang dirinya dan juga kebaikannya. Minsi adalah wanita terbaik menurut Pangeran Panji.

__ADS_1


__ADS_2