Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
Bab 216


__ADS_3

Putri Ayuningtyas langsung pergi mencari Raja Abiyaksa di istananya.


Gadis itu mulai menceritakan semua mainan yang dia dapatkan dari pangeran Panji dan istrinya selama dia berada di alam manusia.


Tentu saja dengan ditambahin banyak hal di sana-sini, hanya untuk membuat sang kakak murka.


"Kurang ajar! Berani sekali siluman istana kerajaan kucing itu, berbuat seperti itu kepadamu! Tenanglah adikku aku pasti akan membuat perhitungan dengan mereka!" Raja Abiyaksa kemudian memanggil jenderalnya yang sekarang semakin gagah.


Jenderal itu sebenarnya menyukai Putri Ayuningtyas. Akan tetapi wanita itu yang selalu sombong dan jumawa tidak pernah menggubris perasaan pemuda itu yang tampan dan juga pintar.


"Ada apa yang mulia Raja?" tanya Sang Jenderal sambil melirik kepada wanita pujaannya yang sejak tadi hanya menatap dia dengan sinis.


Hati Jenderal Anom terlihat terhiris, saat dia melihat kesombongan Putri Ayuningtyas terhadapnya.


Jenderal Anom sangat tahu tabiat dari Putri Ayuningtyas yang sombong dan jumawa. Tetapi dia juga tidak bisa membohongi hatinya yang menyukai gadis itu melebihi apapun.


"Pangeran Andalas dan Pangeran Panji, mereka sudah membuat gara-gara dengan adikku. Aku ingin kita menyerang kerajaan kucing dan memberikan pelajaran kepada mereka!" kata-kata Raja Abiyaksa menggelegar di ruangan itu.


Putri Ayuningtyas terlihat begitu bahagia melihat emosi di mata Kakaknya. Walaupun sebenarnya dia juga merasa ketakutan. Ketika dia memikirkan tentang nasib kerajaan sang kakak yang pasti akan mengalami masalah besar. Ketika berhadapan dengan istana kerajaan kucing yang memiliki bala tentara hebat dan juga bantuan dari banyak pihak.


Akan tetapi kesombongan dan keegoisan Putri Ayuningtyas, sudah menggelapkan semuanya. Dia tidak memperdulikan ratusan prajurit maupun warga yang pastinya akan menjadi korban dari perang itu.

__ADS_1


"Paduka, memangnya apa yang sudah terjadi? Rasanya akan sangat sulit untuk kita menyerang kerajaan kucing. Mengingat mereka mempunyai dukungan dari begitu banyak pihak. apakah yang mulia lupa kalau dulu kita juga sudah pernah menyerang mereka dan kalah telak?" Jenderal Anom berusaha untuk mengingatkan kepada rajanya tentang kemampuan istana kerajaan mereka.


Raja Abiyaksa terlihat begitu geram dan marah sekali dengan apa yang dikatakan oleh jenderalnya yang terkesan pengecut dan takut kepada mereka yang menjadi musuhnya.


"Apakah kau takut Jenderal Anom kepada mereka?" tanya Raja Biasa sambil menatap tajam jenderalnya Yang masih bersikap tenang dan tidak nampak ketakutan sedikitpun kepada sang raja yang sedang marah kepadanya.


Putri Ayuningtyas sejak tadi masih diam dan hanya menyimak isi pembicaraan mereka berdua.


Bagaimanapun juga Putri Ayuningtyas merasa khawatir juga dengan kerajaan kakaknya.


'Benar juga apa yang dikatakan oleh Jenderal itu, bahwa akan sangat berbahaya untuk kami kalau benar-benar menyerang mereka. Akan tetapi ini bagus untuk memberikan pelajaran kepada mereka agar bisa mendidik anak-anak mereka untuk lebih menghargai aku dan istana kakakku!' batun Putri Ayuningtyas yang sampai saat ini masih merasa kesal ketika mengingat tentang kejadian itu.


Raja biasa yang terlihat marah mulai menggeram dan mengepalkan kedua tangannya.


Raja Abiyaksa menyangka kalau dirinya sudah bisa menghadapi Raja Narendra yang terkenal sakti mandraguna di seluruh istana kerajaan alam gaib.


Bahkan Raja Abi Saka saja sangat takjub dan kagum dengan ilmu yang dimiliki oleh Raja Narendra.


Akan tetapi amarah yang sudah disulut oleh adiknya, dan juga dendam kesumat yang sejak dulu ada di dalam hatinya. Karena selalu gagal untuk merebut Denis dari tangan Raja Narendra.


Raja Abiyaksa memikirkan bahwa itu adalah sebuah cara untuk dirinya bisa kembali menyerang istana kerajaan kucing yang sudah lama tidak pernah bersinggungan dengannya.

__ADS_1


Dia sampai saat ini masih belum bisa melupakan rasa cintanya yang bertepuk sebelah tangan kepada Deniz. Sejak masalah dirinya yang menculik Deniz ke istananya. Sejak saat itu mereka tidak pernah bertemu lagi. Deniz sudah mulai membatasi dirinya untuk bergaul dengan Raja Abiyaksa yang ternyata kejam dan tidak berperasaan.


"Cepat kau siapkan pasukan kita untuk segera menyerang istana kerajaan kucing! Aku tidak mau mendengar alasan apapun dari mulutmu!" Raja Abiyaksa menatap tajam kepada jenderalnya yang hanya bisa mengolah nafas berat dengan kecerobohan rajanya.


Jenderal Anom akhirnya mengalah. Karena dia tidak mau mencari masalah dengan rajanya ataupun wanita yang dia cintai. Akhirnya dia pun menurut dan segera mengundurkan diri dari hadapan rajanya.


'Baiklah! Tidak masalah. Ayo kita lakukan ini sebaik mungkin. Mungkin saja ini adalah kesempatanku untuk mengambil hati Putri Ayuningtyas. Akan kubuktikan kepada wanita itu yang selalu meremehkan ku tentang kemampuanku.' batin Jenderal Anom penuh percaya diri.


Jenderal Anom akan menggunakan waktu itu, untuk menunjukkan kepada adik dan kakak yang selama ini selalu menghina dan merendahkan dirinya sebagai seorang jenderal.


'Bagaimanapun juga, Aku adalah seorang jenderal yang memiliki ribuan bahkan ratusan ribu prajurit yang berada di bawah komando. Aku pasti bisa membuat Putri Ayuningtyas takluk padaku!' Ambisi mulai terpancar dari wajah Jenderal Anom.


Dia sudah mulai tidak peduli lagi dengan nasib para prajurit-prajuritnya yang pasti akan gugur di medan perang. Karena hanya ada kematian dan penuh luka akibat dari sebuah perang yang dicetuskan oleh para pemimpin yang memiliki kepentingan pribadi, maupun urusan negara yang menjunjung tinggi kebenaran dan keadilan ataupun hanya sebuah ambisi untuk memenuhi ego mereka menguasai dunia yang mereka ingin taklukan.


Jenderal Anom menyiapkan bala tentaranya untuk segera dikerahkan ke istana kerajaan kucing.


"Baiklah mari kita serang istana kerajaan kucing yang sudah menyakiti hati wanita yang kucintai." Jenderal Anom dengan penuh kemantapan dan semangat, dia mulai mempersiapkan prajuritnya.


Raja Abiyaksa dan Putri Ayuningtyas terlihat begitu takjub dengan kemampuan Sang Jenderal yang begitu hebat dalam mengatur para prajuritnya.


Para prajurit yang dikumpulkan dalam waktu singkat sekarang sudah menunggu di lapangan. Saat ini mereka sedang menunggu instruksi dari Jenderal dan rajanya untuk segera menyerang istana kerajaan kucing yang konon katanya telah menghina putri kerajaan yang merupakan adik dari Raja mereka.

__ADS_1


" Mari kita tunjukkan Kehormatan dan juga nama besar istana kerajaan kita kepada mereka yang sudah menghina Putri Ayuningtyas!" Jenderal Anom mencoba untuk mengobarkan api semangat kepada prajuritnya yang membutuhkan sebuah alasan untuk terus maju menyerang lawan Mereka yang akan segera mereka Serang secara mendadak sekali tanpa peringatan apapun juga.


__ADS_2