Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
Bab 244


__ADS_3

Jenderal Anom terus berusaha sekuat tenaga untuk bisa menembus pagar gaib yang dipasang oleh Pangeran Surya Kelana. Dia tidak mau menyerah untuk bisa mendapatkan kembali istrinya.


"Mari kita satukan kekuatan untuk bisa memecahkan pagar gaib itu. Aku benar-benar tidak rela kalau sampai kehilangan istriku karena hal ini!" Jenderal Anom terlihat begitu geram ketika dia ingat segala hal yang dilakukan oleh ayah mertuanya.


"Jenderal! Kenapa anda tidak berbicara secara langsung dengan ayah mertua anda saja? Siapa tahu ketulusan cinta jenderal akan bisa menyentuh relung hatinya. Sehingga Pangeran Surya Kelana mau memberikan putrinya kepadamu." Jenderal Anom menatap kepada sang komandan yang memberikan ide kepadanya.


Jenderal Anom terlihat sedang merenungkan apa yang dikatakan oleh Komandan itu. "Akan tetapi, Pangeran Surya Kelana memiliki tabiat dan pemikiran yang sangat aneh. Aku merasa ragu Apakah dia bisa menerima usahaku ini?" terlihat Jenderal Anom yang mulai merasa gugup untuk memulai ide yang diberikan oleh sang komanda kepadanya.


Jenderal Anom sejujurnya memang tidak merasa percaya diri dengan kemampuannya sendiri. Apabila dibandingkan dengan Pangeran Surya Kelana.


"Kemampuan dan juga jabatanku di istana kerajaan ular hijau, bisa dikatakan termasuk rendah. Aku khawatir kalau Ayah Mertuaku tidak memandangku sama sekali. Aku sejujurnya merasa insecure dengan semua itu!" Jenderal Anom menentukan kepala dan merawat wajahnya yang terasa begitu kaku.


Kejadian beberapa hari ini yang sudah benar-benar menguras habis tenaganya dan fokusnya. Jenderal Anom bahkan belum sempat untuk memejamkan matanya sejak kepergian Putri Ayuningtyas dari pesta pernikahan yang sudah dipersiapkan mereka di istana kerajaan kucing.


"Berusahalah, Jenderal! Aku yakin cintamu yang tulus pasti bisa mengetuk relung hati ayah mertuamu sehingga membiarkanmu untuk lanjutkan pernikahan kalian." Jenderal Anom berpikir tentang apa yang dikatakan oleh Komandan pasukannya.


Jenderal Anom kemudian mulai berpikir bagaimana caranya agar dia bisa berkomunikasi secara langsung Pangeran Surya Kelana.


Hutan Larangan sebetulnya sebuah hutan yang kecil saja dan tidak terlalu luas. Akan tetapi Hutan itu menyimpan begitu banyak misteri. Ditambah lagi dengan pagar gaib yang telah dipasang oleh Pangeran Surya Kelana. Menambah kesan misteri di dalam hutan itu yang sangat sulit untuk di tembus.


***


Sementara itu pertarungan antara raja Narendra dan Raja Abiyaksa terlihat begitu seru dan mengundang banyak mata untuk menyaksikan pertarungan itu.

__ADS_1


Mereka begitu takjub melihat ketampanan dan kegagahan keduanya yang tiada bandingannya.


Kekuatan dan kesaktian yang dimiliki oleh mereka benar-benar pilih tanding. Mata biasa tidak akan mampu untuk mengikuti pertarungan itu.


Jadi tidak heran kalau siluman-siluman kecil yang hanya memiliki kemampuan biasa saja, mereka langsung menyingkir dan tidak berani untuk terus menyaksikan pertarungan itu.


"Sungguh sebuah pertarungan yang tidak akan pernah bisa dilewatkan siapapun yang merupakan praktisi ilmu kanuragan dan ilmu batin. Mereka benar-benar memiliki kekuatan yang luar biasa hebat!" begitu takjubnya dia ketika melihat pertarungan itu.


Sementara itu maha guru yang tadi bertugas untuk menghalangi Jenderal Anom sudah kehilangan jejak jenderal itu yang tadi menggunakan trik dan kelicikan untuk bisa menghindarinya.


"Sebaiknya aku membantu leluhur dari Istana Kerajaan Kucing saja. Aku yakin dia pasti mengalami kesulitan di sana karena yang kau tahu bahwa itu dijaga oleh leluhur dari istana kerajaan ular hijau. Pasti tidak akan mudah untuk bisa melawan mereka kalau sendirian saja." monolog Mahaguru.


Mahaguru kemudian segera melakukan teleportasi untuk sampai ke gua yang kemarin hendak mereka datangi, tetapi urung mereka lakukan. Karena mereka melihat keramaian di istana kerajaan ular hijau yang ternyata sedang melangsungkan acara pernikahan Putri Ayuningtyas dan Jenderal Anom.


Mahaguru berusaha untuk menembus pagar gaib yang ada di sekitar tempat itu. Kekuatan dan juga ilmu batin Mahaguru yang sudah sangat kuat. Sehingga hanya dalam waktu beberapa menit saja dia berhasil menembusnya dengan baik.


Mahaguru langsung membantu leluhur Istana Kerajaan Kucing yang sudah mulai kelelahan karena harus bertarung melawan 10 orang penjaga yang memiliki ilmu sangat hebat.


Karena mereka semua adalah para leluhur kerajaan ular hijau yang sedang berkultivasi di sana. Jadi mereka tidak terima kalau ada pengunjung yang mengganggu kultivasi mereka di sana.


"Datang lagi orang asing yang mengganggu kita. Kalian sebenarnya menginginkan apa dari kami? Sehingga mengganggu kultivasu kami di sini?" tanya salah satu yang saat ini sedang bertarung dengan leluhur dari Istana Kerajaan Kucing.


Dia sudah sangat kelelahan karena bertarung hampir semalaman dengan kakek tua itu yang ternyata sangat sakti mandraguna. Kakek tua itu ingin sekali menyelamatkan jiwa cucunya yang saat ini sedang di segel oleh Raja Abiyaksa yang tidak suka apabila perintahnya tidak diindahkan oleh Putri Ayuningtyas yang pernah menjadi adiknya selama hampir 500 tahun lamanya.

__ADS_1


"Apa kau kenal siapa itu Raja Abiyaksa?" tanya Mahaguru yang tenaganya masih fresh karena belum melakukan pertarungan sejak tadi.


"Ya dia adalah salah satu keturunanku yang mempunyai kerajaan lain di sekitar tempat ini. Sementara kerajaan ular hijau yang induk di pimpin oleh Raja Abimana, adiknya. Memangnya ada masalah apa kau dengan keturunanku sehingga berani menerobos tempat kami untuk bersemedi dan berkultivasi?" tanya salah satu diantara mereka yang sudah mulai merasa lelah sekali dengan pertarungan itu.


"Sebaiknya kita berhenti dulu bertarung dan berbicara secara baik-baik. Sekalian beristirahat dan memulihkan tenaga kita." ucap temannya yang lain.


Satu persatu Mereka pun kemudian mundur dan mengikuti arahan yang dikatakan oleh rekan mereka.


Mereka benar-benar sangat takjub dengan lawan pertarungan mereka kali ini. Walaupun beliau sudah tua tetapi sanggup melawan mereka bersepuluh yang mengkeroyoknya secara bersamaan.


" Mari duduklah dan kita berbicara secara baik-baik tentang keperluan kalian berdua mendatangi gua kami." ucapannya sangat halus budi, sehingga sang leluhur dari Istana Kerajaan Kucing dan Mahaguru menanggapi apa yang dia katakan dengan baik pula.


Mahaguru dan sang leluhur kemudian mengikuti mereka untuk duduk di batu yang tersedia di dalam gua itu. Mereka pun kemudian mulai berdiskusi dan menceritakan apa yang menjadi tujuan mereka saat mendatangi tempat itu.


"Jadi kalian berpikir bahwa jiwa cucumu berada di tempat kami?" tanyanya sambil mengelus jenggotnya yang berwarna putih dan sangat panjang.


Tadi ketika bertarung, dia juga menggunakan jenggot itu sebagai senjata untuk melemahkan musuhnya yang sakti dan hebat.


"Kemarin cucuku memang datang kemari dan membawa seorang gadis dalam keadaan terikat dan tidak berdaya. Akan tetapi kami langsung mengusir dia dan tidak mengijinkannya untuk berada di sini lama-lama. Karena kami tidak ingin kultivasi Kami sampai terganggu oleh kehadiran mereka di gua kami!" Mahaguru cukup terkejut mendengar penjelasan tersebut.


Mereka berdua saling memandang satu sama lain seakan sedang mencerna apa yang dikatakan oleh salah satu leluhur dari kerajaan ular hijau.


"Lalu di mana jiwa cucuku sekarang? Gadis yang dibawa oleh raja Abiyaksa kemari. Katakan pada kami!" leluhur tampaknya sudah tidak sabar lagi untuk berdiskusi ataupun berbicara dengan mereka. Karena waktu saat ini begitu berharga untuknya.

__ADS_1


__ADS_2