Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
Bab 215


__ADS_3

Putri Ayuningtyas terlihat kesal saat dia mendengar berita pernikahan antara Dani dan Putri Seruni.


"Pria emang ga ada yang bisa di percaya!! Dia berjanji akan menikahiku tapi ternyata malah menikahi wanita lain!" terlihat Putri Ayuningtyas merasa marah dengan kejadian itu.


"Sudahlah, Putri. Jangan di anggap terlalu serius. Dia pasti tidak benar-benar mencintaimu. Oleh karena itu dia hanya membohongimu. Putri, lupakan saja." dayang Putri Ayuningtyas terus menasehati Putri yang selama ini selalu dia asuh.


Putri Ayuningtyas melirik sekilas pada dayangnya. wanita paruh baya yang dengan setia selalu mendampingi dia.


" Apakah kau berpikir seperti itu, dayang? Aku rasa, waktu itu dia serius mengatakan akan menikahiku. Tapi mungkin ada seseorang yang telah mencoba mempengaruhinya, agar tidak menikah denganku, betul kan?" tanya Putri Ayuningtyas kepada dayangnya yang masih bersikeras meminta kepada sang putri agar melupakan kejadian itu.


Dayang menjelaskan bahwa namanya jodoh sudah diatur sama yang maha kuasa.


"Kalau memang dia adalah jodohmu, sekeras apapun seseorang mempengaruhi pola pikirnya, dia pasti tidak akan terpengaruh. Kalau dia sampai terpengaruh, itu artinya dia memang bukanlah jodohmu. Lupakan itu, Putri Ayuningtyas. Jangan membuang waktumu untuk mengurusi hal-hal yang tidak penting seperti itu." Putri Ayuningtyas akhirnya dan memutuskan untuk tidak ingat lagi tentang janji Dani kepadanya.


Dani memang berniat akan melamarnya, tetapi Ratu Deniz menasehati Dani untuk mengurungkan niatnya tersebut.


Ratu Deniz bahkan sampai mengancamnya untuk tidak lagi menjadi sahabatnya kalau Dani bersikeras ingin menikahi gadis itu.


Putri Ayuningtyas sebenarnya tidak terlalu nakal dia hanya selalu merasa jahil dan usil kepada orang lain.


Dia mencoba mencari kesenangan dengan cara menjahili mereka. Putri Ayuningtyas merasa kesal dan akhirnya mencoba untuk berjalan-jalan ke alam manusia. Siapa yang menyangka kalau Putri Ayuningtyas malah bertemu dengan pangeran Andalas yang juga sedang berjalan-jalan di sana.


Mungkin sikap mereka memiliki satu kesamaan. Suka usil dan jahil pada orang lain.


Putri Ayuningtyas waktu itu sedang menjahili Mawar yang sedang bermain dengan pangeran Andalas yang sedang berubah wujud sebagai seekor kucing.


Putri Ayuningtyas yang tahu kalau kucing yang sedang bermain dengan Mawar adalah seekor siluman, dia dengan usilnya malah sengaja mengajak ribut pada Mawar.

__ADS_1


Mawar memiliki karakter yang tidak suka di jahatin oleh orang lain. Sejak malam itu Pangeran Andalas dan Mawar memang menjadi teman satu sama lain.


Putri Ayuningtyas sengaja mengambil kucing yang tadi bermain dengan Mawar lalu menghilang dari hadapan Mawar.


Mawar merasa kesal dan jengkel. Sementara itu Putri Ayuningtyas dan Pangeran Andalas sekarang terlihat berhadapan satu sama lain.


"Kamu siluman kecil! Sedang apa kau bermain-main dengan manusia?" tanya Putri Ayuningtyas menatap tajam kepada Pangeran Andalas yang sinis padanya.


Pangeran Andalas sama sekali tidak menggubris apapun yang dia katakan.


"Kamu mau apa sebenarnya?? Jangan coba-coba kau berbuat macam-macam padaku!! Karena aku tidak takut sama sekali denganmu!" Pangeran Andalas berniat meninggalkan Putri Ayuningtyas akan tetapi sang putri tidak menyerah sama sekali.


Pantang bagi Putri Ayuningtyas untuk diabaikan oleh seseorang. Apalagi dia hanya menganggap Pangeran Andalas sebagai siluman kecil yang belum memiliki banyak kekuatan.


"Kau, berani-beraninya kau mengabaikanku!" Putri Ayuningtyas yang merasa jengkel akhirnya langsung menyerang Pangeran Andalas.


Pangeran Panji yang kebetulan sedang berada di tempat itu yang bisa merasakan aura dan kehadiran adiknya, dia pun segera mencari keberadaan Pangeran Andalas.


Putri Ayuningtyas tidak berbeda dengan sang pangeran. Putri Ayuningtyas yang pernah merasakan bertarung dengan pangeran Panji akhirnya menghentikan pergerakannya.


"Sebenarnya Kau mau apa? Berani-beraninya kau menghalangi apa yang sedang aku lakukan! Sungguh lancang!" Putri Ayuningtyas terlihat begitu marah kepada Pangeran Panji yang menghalangi langkahnya untuk memberi pelajaran kepada Pangeran Andalas.


Dalam pemikiran Putri Ayuningtyas, Pangeran Andalas sedang memiliki niat yang jahat kepada mawar yang hanya seorang gadis biasa dan tidak memiliki perlindungan apapun dari kaum siluman.


"Lancang! Apa maksud perkataanmu seperti itu?" Pangeran Panji terlihat tidak senang dengan apa yang dikatakan oleh Putri Ayuningtyas.


Pangeran Andalas sebenarnya ingin berusaha lari dan menghindari kakaknya. Tetapi dia kemudian berpikir hal seperti itu hanya akan membuat dirinya dimarahi oleh sang kakak.

__ADS_1


Akan tetapi Pangeran Andalas juga takut kalau misalkan dia kakaknya akan menghukum dirinya yang sudah berani bermain-main ke alam manusia tanpa pengawal maupun perlindungan ekstra.


Terlihat pertarungan sengit antara Pangeran Panji dan Putri Ayuningtyas. Keduanya memiliki kemampuan yang sama-sama hebat.


Minsi yang tadi ikut bersama suaminya, tampak mendekati adik iparnya, yang tadi sempat terdesak ketika bertarung dengan Putri Ayuningtyas. Putri Ayuningtyas merupakan siluman yang memiliki umur sudah hampir lebih dari ratusan tahun.


Wajar kalau dia memiliki kemampuan yang hebat bahkan mungkin Pangeran Panji pun bukan lawannya. Pangeran Andalas jelas kesulitan untuk menghadapinya kalau tanpa bantuan Pangeran Panji.


Minsi kemudian mengambil tasbih yang selalu ada bersamanya Dan mulai melafalkan doa-doa untuk mengusir Putri Ayuningtyas dari alam manusia.


Putri Ayuningtyas bisa dikatakan bukanlah siluman muslim seperti halnya siluman dari kerajaan kucing. Tasbih milik Mansi bekerja efektif kepadanya.


Putri Ayuningtyas terlihat kepanasan bahkan badannya ada yang hampir melepuh ketika terkena sambaran tasbih milik Minsi.


Pangeran Andalas terlihat begitu takjub dengan kemampuan kakak iparnya yang sangat hebat.


Putri Ayuningtyas merasa marah luar biasa kepada Minsi yang sudah dua kali mengarahkan dirinya.


"Kamu licik! Berani-beraninya kalian main keroyokan! Lihatlah aku pasti akan membuat perhitungan dengan Kalian bertiga! Aku akan meminta kepada bapakku untuk membalas semua penghinaan yang kalian lakukan padaku hari ini!" Putri Ayuningtyas begitu marah kepada Pangeran Panji dan Minsi.


Pangeran Panji sebenarnya merasa tidak senang dengan ikut campur Minsi dalam pertarungannya tadi. Dia merasa seakan istrinya tidak percaya kepada dirinya yang memang memiliki kemampuan di bawah sang istri yang memiliki kekuatan Nur Ilahi.


Minsi selain keturunan seorang Kyai dia juga merupakan cucu dari Nyi Ratu Penguasa Pantai Selatan. Pantas saja kalau dia memiliki kekuatan yang hebat dan pilih tanding.


Putri Ayuningtyas kemudian langsung menghilang dari hadapan mereka bertiga dengan amarah yang begitu besar di kelopak matanya.


"Kenapa tadi kau membantuku? Lihatlah apa yang sudah aku lakukan kalau sudah memancing amarah dari siluman betina yang keji itu!" Pangeran Andalas terlihat merasa bersalah karena sudah memberikan masalah begitu besar pada keluarganya.

__ADS_1


Ancaman Putri Ayuningtyas bukanlah hal yang sederhana. Karena dia sudah mengatakan akan mengadukan hal itu kepada kakaknya yang merupakan seorang raja yang terkenal suka mencari gara-gara dengan istana kerajaan kucing.


Mereka masih ingat bagaimana Raja Abiyaksa mencari gara-gara dengan menyerang istana kerajaan kucing pada masa kakek dan nenek mereka masih berkuasa.


__ADS_2