Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
Bab 231


__ADS_3

"Aku tidak mempunyai calon siapapun untuk menjadi suami putriku. Aku akan menyerahkan semuanya kepada dia. Karena itu adalah kehidupannya sendiri. Aku ingin putriku menikah dengan laki-laki yang dia cintai dan mencintainya." Pangeran Surya Kelana kemudian menggenggam telapak tangan Putri Ayuningtyas yang merasa sangat terharu dengan keputusan ayahnya yang ternyata masih memikirkan kebahagiaan dirinya.


Tidak banyak nasib para Putri Raja atau pangeran sebuah kerajaan yang harus berakhir tragis. Karena dipaksakan menikah dengan pilihan kedua orang tua mereka, demi memperkuat kerajaannya.


Putri Ayuningtyas benar-benar merasa bersyukur dengan ayahnya, yang sudah membebaskan dirinya untuk menikahi pria yang dia cintai.


Hal yang menjadi alasan Putri Ayuningtyas kabur dari Raja Abiyaksa karena sang kakak yang memaksakan dia untuk menikah dengan Jenderal Anom yang tidak dia cintai.


Putri Ayuningtyas menatap Raja Narendra dengan lekat. Raja Narendra merasa risih dengan tatapan keponakannya terhadap dirinya.


"Jangan katakan padaku! Kalau kau mencintai pamanmu." Ratu Deniz menatap tajam kepada Putri Ayuningtyas yang sejak tadi terus menatap suaminya dengan sejuta perasaan yang aneh.


Ratu Deniz menggenggam telapak tangan suaminya untuk menguatkan hatinya sendiri.


Ratu Deniz tidak tahu apa yang harus dia lakukan apabila Putri Ayuningtyas mengakui perasaannya yang mencintai sang suami tercinta.


Putri Ayuningtyas tersenyum sejenak kemudian dia menatap ayahnya yang melotot padanya.


Putri Ayuningtyas tertawa karena semuanya terlihat begitu tegang saat melihat padanya. Pangeran Andalas bahkan sudah mengepalkan kedua tangannya pada Putri Ayuningtyas. "Kau!! Anak bau kencur!! Untuk apa kau mengepalkan tanganmu seperti itu padaku, huh? Apa kau pikir, kau bisa menang kalau melawan aku?" Putri Ayuningtyas entah kenapa selalu merasa jengkel kalau melihat Pangeran Andalas yang selalu meremehkan dirinya.


Pangeran Andalas hanya mendengus kesal melihat sepupunya yang terlihat begitu Arogan dan sombong.


Entah kenapa semuanya merasa tidak senang dengan pandangan mata Putri Ayuningtyas pada Raja Narendra.


Raja Narendra sendiri merasa tidak nyaman dengan apa yang dilakukan oleh keponakannya.

__ADS_1


Setelah melihat ketegangan yang ada di dalam ruangan itu, Putri Ayuningtyas kemudian tertawa terbahak. "Ya ampun kalian serius sekali! Bagaimana mungkin aku yang masih muda belia akan menyukai Pamanku sendiri yang sudah memiliki istri dan anak yang sangat menyebalkan seperti Pangeran Andalas?? Ya Tuhan! Walaupun semua laki-laki di atas muka bumi ini sudah musnah. Aku tidak akan mungkin mencintai Pamanku sendiri!" Putri Ayuningtyas tertawa terbahak-bahak sambil memegang perutnya yang terasa sakit.


Padahal, jauh di lubuk hatinya, Putri Ayuningtyas saat ini sedang merintih kesakitan. Karena dia harus merelakan cintanya yang kandas bahkan sebelum dia mengayuhkan sampannya ke sebrang.


Pangeran Andalas melirik sinis dan sadis pada Putri Ayuningtyas. Dia tidak tahu kenapa dirinya merasa sangat tidak nyaman dengan Putri Ayuningtyas yang sok cool itu.


Putri Ayuningtyas bisa merasakan tatapan ketidaksukaan dari sepupunya atas dirinya. Dia hanya berusaha menyembunyikan perasaan tidak nyaman tersebut dari semuanya.


Putri Ayuningtyas tidak mau kalau sampai ayahnya merasa terganggu dengan hal itu.


Putri Ayuningtyas bisa merasakan kalau ayahnya merasa insecure ketika duduk bersama dengan seluruh keluarga besarnya di tempat leluhur mereka.


"Apakah kau menerimanya, kalau aku memilihkan calon suami untukmu?" tanya sang leluhur pada Putri Ayuningtyas yang sejak tadi hanya *******-***** jemarinnya sambil menundukkan kepalanya.


Entah kenapa perasaan insecure yang dirasakan oleh ayahnya juga tiba-tiba saja jemur nyusup di dalam hatinya ketika menatap wajah Pangeran Andalas.


"Apakah leluhur memiliki seorang calon yang baik untukku?" tanya Putri Ayuningtyas pada leluhurnya yang saat ini sedang menatap kepadanya.


Sang leluhur kemudian menceritakan sebuah kisah kepada mereka semua. "Apakah itu benar?" Tanya mantan Raja kucing seakan tidak mempercayai cerita yang disampaikan oleh leluhurnya.


"Apakah Kau pikir aku berbohong?" tanya sang leluhur sambil menatap tajam kepada mantan raja yang sangat lancang karena mempertanyakan kredibilitas dirinya sebagai seorang leluhur yang terhormat.


Mantan Raja langsung mengelak dan menolak, karena dia tidak merasakan hal semacam itu terhadap sang leluhur yang sangat dihormati.


"Bukan itu maksudku leluhur. Aku hanya merasa terheran, kalau benar-benar di antara Kerajaan kita ada semacam perjanjian seperti itu dengan istana kerajaan siluman ular hijau. Apa itu artinya, jodohku harus menikah dengan Raja Abiyaksa? Karena di antara anak raja siluman ular hijau, hanya dia saja yang belum menikah hingga saat ini." Putri Ayuningtyas benar-benar terkejut bukan kepalang mendengar apa yang dikatakan oleh kakeknya.

__ADS_1


"Kakek kau jangan bercanda denganku! Bagaimana mungkin aku bisa menikah dengan laki-laki yang selama 500 tahun lamanya telah ku anggap sebagai Kakakku sendiri? Kakek jangan membuat lelucon yang tidak lucu ini kepadaku!" Pangeran Surya Kelana langsung mengkeplak kepala putrinya yang bersikap tidak sopan kepada ayahnya.


Putri Ayuningtyas sampai melotot kepada sang ayah yang sudah bertindak berlebihan menurutnya.


"Aku ini bukan anak kecil ayah! Astaga! Kau tidak layak memperlakukanku begitu. Aku merasa kesal jadinya!" padahal Putri Ayuningtyas saat ini jantungnya sedang berdebar-debar karena memikirkan dirinya yang akan dijodohkan dengan sang kakak.


Bagaimana bisa?? Putri Ayuningtyas selama ini memang menyukai Raja Abiyaksa yang selalu memperaakukannya dengan baik dan penuh kasih sayang. Tetapi selama ini dia merasa kesal karena terbentur oleh statusnya sebagai adiknya.


Tidak disangka ada status lain di dalam kehidupannya yang bisa memungkinkan dia bisa memenuhi impian terpendamnya selama ini.


Selama ini dia sudah mengubur jauh-jauh perasaan itu dari hatinya pada Raja Abiyaksa dan mengalihkan perasaan cintanya kepada Raja Narendra yang ternyata sudah beranak dan beristri. Lebih parahnya lagi, Raja Narendra ternyata adalah pamannya sendiri yang baru terungkap sekarang.


Putri Ayuningtyas merasa sangat sesak hatinya sekarang karena perasaannya yang kacau balau. Dia tidak menyangka kalau berjalan asmaranya akan serumit itu.


"Katakanlah padaku, Putri Ayuningtyas. Apakah benar kalau kau akan menolak kalau aku berniat menjodohkan mu dengan Raja Abiyaksa untuk memenuhi janjiku kepada leluhur mereka di masa lalu?" tanya sang leluhur pada Putri Ayuningtyas.


Putri Ayuningtyas pipinya sampai memerah karena merasa malu dengan pembahasan semacam itu di antara semua keluarga barunya.


Walaupun dia baru mengetahui statusnya sebagai putri kerajaan dari istana kerajaan kucing, tapi entah kenapa, dia merasa begitu nyaman dengan status barunya itu. Sebuah perasaan yang tidak bisa dipungkiri ataupun dihindari olehnya.


Putri Ayuningtyas selama ini memang selalu diperlakukan baik oleh raja dan ratu istana kerajaan ular hijau yang ternyata merupakan sahabat dari ibunya sewaktu masih hidup. Selama ini mereka baik kepadanya layaknya orang tua kandung.


Putri Ayuningtyas bahkan tidak pernah merasa bahwa dia di anak tirikan ataupun dibedakan oleh mereka. Walaupun memang perbedaan dia rasakan dari saudaranya yang lain yang terlihat tidak menyukai kehadirannya di sana.


Kecuali Raja Abiyaksa yang selalu berusaha melindunginya dalam setiap kondisi apapun. Hal itulah yang membuat hubungan keduanya sangat baik dan diliputi oleh kasih sayang yang mendalam.

__ADS_1


"Jawablah putriku! Apakah kau akan menerimanya? Atau kau akan menolaknya?" tanya Pangeran Surya Kelana sambil menyentuh telapak tangan putrinya yang terasa begitu dingin. Pangeran Andalas sejak tadi hanya menyimak saja pembicaraan semua yang ada di ruangan itu tanpa mau protes atau ikut campur sama sekali.


__ADS_2