Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
Bab 207


__ADS_3

Kedatangan mereka disambut meriah oleh pangeran Panji dan istrinya. Tapi sayang Ratu Deniz dan raja Narendra tidak bisa bertemu dengan cucu mereka karena saat ini mereka sedang menuntut ilmu di pondok pesantren yang ada di Jawa Timur.


Denis berbahagia karena bisa bertemu kembali dengan ibu dan ayahnya yang sudah semakin tua.


Kesehatan Mereka pun semakin memburuk karena bertambah usianya mereka berdua.


"Mama dan papa bahagia sekali bisa bertemu denganmu lagi sebelum kami meninggalkan dunia ini." ucap Dedi kepada putrinya yang sudah sangat lama dia rindukan.


Sebenarnya Ratu Deniz dan Raja Narendra terkadang datang di dalam mimpi mereka yang hidup di alam manusia. Sekedar untuk mengecek keadaan mereka ataupun melepaskan rasa rindu di hati karena lama tak bertemu anggota keluarga yang sudah beda alam dengan mereka.


Hanya saja memang sangat sulit untuk bisa menemukan waktu agar mereka bisa bertatap muka seperti sekarang. Mengingat kesibukan Ratu Deniz dan Raja Narendra sebagai seorang raja dan ratu.


"Mama dan Papa jangan mengatakan hal seperti itu. Ketika kalian meninggal kalau kalian ingin untuk tinggal bersama kami di alam ghaib, kami siap kok membawa kalian ke istana kerajaan kami dan kalian bisa hidup bahagia di sana bersama kami!" Raja Narendra berusaha untuk membesarkan hati kedua mertuanya yang terlihat bersedih karena Jarang bertemu dengan Putri mereka.


Dedi dan Amber saling menatap satu sama lain. " Tidak usah melakukan hal itu, Raja Narendra. Kami berdua ingin meninggal secara normal dan menunggu waktu kami sampai hari pembalasan kelak. Tolong jangan lakukan hal itu kepada kami ketika kami sudah meninggal!" Amber terlihat ketakutan karena berpikir dirinya akan menjadi budak seperti Kebanyakan orang-orang yang mengabdi kepada siluman.


Raja Narendra tersenyum menanggapi apa yang dikatakan Ibu mertuanya yang sepertinya sudah salah paham kepadanya.


"Kalian hidup di istana kami sebagai kedua orang tua kami. Kalian tidak akan menjadi budak ataupun pesuruh bangsaku. Kalian akan hidup sebagai ibu suri yang dihormati dan terhormat di sana." Raja Narendra mencoba untuk menjelaskan kesalahpahaman tersebut kepada mertuanya.


Akan tetapi kedua orang tua Ratu Deniz bersikeras tidak menginginkan kemuliaan semacam itu terjadi kepada mereka. Sikap mereka sama persis seperti kedua orang tua Ratu Trisna yang menolak penawaran dari Raja Abi Saka untuk memindahkan roh mereka dan hidup di alam gaib.

__ADS_1


Terlihat Pangeran Panji yang begitu bahagia melihat kedua orang tuanya yang sehat dan semakin berwibawa dan memiliki aura kepemimpinan yang sangat kuat di wajah mereka yang bersinar.


"Putraku. Kapankah kau siap untuk menggantikan ayahmu sebagai seorang raja di Istana Kerajaan kucing? Ayahmu ini ingin segera pensiun dan hidup menyepi bersama ibumu di alam manusia. Bukan hanya kamu yang ingin mendampingi kakek dan nenekmu di alam manusia. Kami pun ingin merasakan hidup bersama mereka." Raja Narendra tersenyum menatap istrinya yang sejak tadi terus menatapnya dengan haru.


Raja Narendra memang sudah merundingkan dengan dirinya ingin segera pensiun. itu juga yang menjadi alasan mereka mengunjungi Pangeran Panji sekarang.


Pangeran Panji menoleh kepada istrinya yang sejak tadi hanya menunduk dan memainkan jari jemarinya.


Minsi akan selalu mendukung apapun yang dilakukan oleh suaminya. Karena pada dasarnya dia sudah siap melakukan apapun yang menjadi keputusan suaminya yang tercinta.


"Anak-anak kami masih kecil. Bagaimana mungkin kami akan tega untuk meninggalkan mereka di sini?" tanya Pangeran Panji menunduk.


Pangeran Panji terlihat begitu berat ketika mengatakannya kepada sang ayah.


Apalagi dewan istana yang selalu saja memaksakan ayahnya untuk memiliki selir hal itu merupakan sesuatu yang tidak diinginkan oleh sang raja.


"Kalian jangan khawatir! Nanti kami akan mengurus anak-anakmu di sini selama kalian tinggal di alam siluman. Kalau mereka tidak ingin pindah ataupun mengikuti kalian ke alam siluman." Pangeran Panji terkesiap mendengar apa yang dikatakan ibunya yang ternyata serius menginginkan dirinya menjadi seorang raja menggantikan ayahnya.


"Ayahanda dan Ibunda masih muda. Kenapa sudah menginginkan pensiun?" tanya Minsi yang ikut bergabung dalam diskusi itu.


Raja Abi Saka dan Ratu Trisna maupun Keira setan istrinya hanya menjadi pendengar dari diskusi keluarga kecil mereka.

__ADS_1


Walaupun mereka punya pendapat juga soal itu, tetapi mereka tidak berani untuk ikut campur urusan keluarga mereka.


"Pikirkan lagi untuk segera mengambil alih kerajaan kucing. Karena Ayahanda benar-benar sudah tidak menyukai menjadi seorang raja. Ayah sangat serius Pangeran Panji. Pikirkan hal itu dengan seksama. Ok?" tanya Raja Narendra lagi.


Pangeran Panji hanya menganggukkan kepala karena dia juga tidak mau membuat kedua orang tuanya merasa kecewa ketika mengunjungi mereka di alam manusia.


Pangeran Panji sangat tahu. Bagaimana sulitnya konsekuensi yang harus ditanggung oleh kedua orang tuanya. Apabila mereka terlalu lama di alam manusia. Mereka harus merelakan kehilangan energi mereka selama satu bulan ke depan.


Setelah mereka kembali ke alam siluman mereka harus bersemedi secara tertutup untuk mengembalikan kembali energi mereka.


Ratu Deniz dan Raja Narendra sudah pergi Sejak hari kemarin berkeliling untuk mengunjungi orang-orang yang mereka kenal di alam manusia.


"Baiklah kalau begitu putraku, kami berenam akan segera kembali ke kerajaan kucing. Banyak urusan yang menunggu Kami di sana." Pangeran Panji Sebenarnya masih merindukan orang tuanya yang sudah lama tidak bertatap muka dengannya.


Urusannya di dunia manusia sangat banyak apalagi yang biasa Karena menjadi seorang bos dengan begitu banyak cabang toko dan karyawan yang menggantungkan hidup kepadanya. Hal itulah yang membuat Pangeran Panji jarang menemui kedua orang tuanya di alam siluman.


"Baiklah! Ayahanda dan Ibunda hati-hatilah kalian berdua. Sampaikanlah salam kami kepada adikku, Pangeran Andalas yang sekarang pasti sudah menjadi remaja yang sangat tampan dan sakti. Kenapa Ayahanda tidak menunjuk adikku untuk menjadi raja menggantikan Ayahanda?" tanya Pangeran Panji sambil menatap tajam kepada ayahnya yang terkejut mendengar ucapannya.


Raja Narendra langsung menggelengkan kepalanya tidak setuju dengan apa yang di katakan Pangeran Panji tadi.


"Di istana kerajaan kucing. Kau adalah putra mahkota kami. Bagaimana mungkin bisa seenak jidat, dialihkan seperti itu? Hanya karena kamu yang menolak untuk menerima kewajibanmu?" tanya Raja Narendra sambil menatap tajam kepada putranya yang hanya bisa menundukkan kepalanya.

__ADS_1


Raja Narendra kemudian berpamitan kepada putranya karena dia tidak mau mendengarkan banyak omong kosong lagi dari pangeran Panji.


Raja Narendra sangat tahu bahwa putranya juga memiliki tekad seperti dirinya yang ingin hidup di alam manusia. Mereka bukannya tidak betah tinggal di alam siluman tetapi mereka juga ingin mencicipi kembali hidup di alam manusia seperti dulu. Waktu di mana mereka kabur dari raja dan ratu istana kerajaan kucing dulu.


__ADS_2