
Prajurit penjaga gerbang istana kerajaan kucing sudah menyampaikan bahwa Raja Abiyasa sudah berada di gerbang kerajaan mereka. Narendra dan juga dua Jenderalnya sudah bersiap untuk menyambut kedatangan Raja Abiyaksa yang meminta melakukan pertemuan dengan pihak mereka.
" Lapor putra Mahkota! Raja Abiyaksa dan para punggawanya sudah hadir di gerbang istana kerajaan kita. mereka meminta untuk menghadap yang mulia raja dan pangeran!" ucapnya dengan penuh takjim kepada Narendra yang langsung mengangguk dan memberikan perintah untuk segera membawa Raja Abiyaksa ke aula pertemuan yang sudah dipersiapkan oleh mereka.
Pangeran Narendra sangat mengerti tabiat Raja Abiyaksa yang terkenal licik dan juga jahat. Oleh karena itu dia sudah menyiapkan banyak sekali perangkap dan juga para prajurit yang bersembunyi di tempat yang tidak akan bisa dilihat oleh siapapun yang tidak diberikan akses untuk melihat mereka.
" Selamat datang Raja Abiyaksa di kerajaan kami!" ucap sang Raja kucing menyambut kedatangan Raja Abiyaksa.
Akan tetapi Raja Abiyaksa tampak begitu cuek dan juga tidak memperdulikan sang raja.
Raja Abiyaksa malah langsung berlari menuju Deniz ketika dia melihat wanita pujaan hatinya sedang menatap kepadanya sejak dia pertama kali masuk ke dalam aula pertemuan.
" Deniz! Apa kabarmu? Apakah kau masih mengingat aku?" tanya Abiyaksa sambil menggenggam telapak tangan Deniz yang masih bingung karena dia tidak mengenali laki-laki yang sedang berdiri di hadapannya.
Raja Abiyaksa merasa kecewa karena melihat Deniz yang tidak mengenalinya. Dia lupa kalau ketika dirinya bertemu dengan Deniz dia menggunakan wadag seorang manusia yang memiliki hobi melamun dan memiliki penyakit mental yang parah. Sehingga bisa kerasukan dirinya dan wadagnya kemudian ditempati olehnya. Sementara dirinya berada di alam manusia bersama dengan Deniz.
Deniz kemudian melepaskan telapak tangannya yang tadi digenggam oleh Raja Abiyaksa. Kemudian dia berbisik kepada Narendra.
" Sayang siapa dia? Kenapa dia tiba-tiba saja langsung berlari ke arahku?" tanya Deniz yang merasa bingung kepada Raja Abiyaksa yang langsung mendekat ke arahnya.
Raja Abiyaksa merasa kesal sekali melihat Deniz berbisik begitu mesra kepada Narendra dan tidak kenal dengan dirinya. Sehingga membuat emosinya menjadi tersulut.
Tampak aura peperangan yang begitu lekat di sekitar Raja Abiyaksa sehingga membuat para Jenderal dan panglima sudah bersiap untuk melakukan serangan balik kalau sampai Raja Abiyaksa melakukan serangan kepada raja mereka.
__ADS_1
" Laki-laki itu adalah Raja Abiyaksa. Masa kau tidak kenal dengan dia sayang? Bukankah katamu kau menjadi sahabatnya ketika kalian berada di alam manusia?" tanya Narendra sambil menggelengkan kepalanya.
Terlihat Deniz yang terus memperhatikan Raja Abiyaksa yang sedang melotot ke arahnya. Karena merasa kesal Deniz tidak mengenali dirinya.
" Oh jadi kamu yang bernama Raja Abiyaksa? Wajah aslimu jauh lebih tampan. Kenapa waktu itu kau mau masuk ke dalam tubuh seorang pria yang memiliki gangguan mental sih? Sehingga ketampananmu menjadi menghilang begitu!" ucap Deniz.
Deniz terus menatap Raja Abiyaksa sambil melipat kedua tangannya di depan dada dan melihat ke arah darendra yang tampak cemberut kepadanya. Karena mendengar Deniz yang memuji ketampanan Raja Abiyaksa di depannya.
Raja Abiyaksa merasa senang sekali mendengarkan Deniz memujinya sebagai seorang pria yang tampan.
Narendra langsung menggenggam telapak tangan istrinya. Ketika dia melihat Deniz seperti hendak mendekati Raja Abiyaksa yang sejak tadi terus melihat kepadanya.
" Di alam siluman ini. Tidak ada yang bisa mengalahkan ketampananku sayang. Karena ketampananku adalah hakiki dan tidak akan ada yang bisa menandinginya!" ucap Narendra begitu jumawa sambil melirik sinis kepada Raja Abiyaksa yang merasa jengkel melihat Narendra yang sok ketampanan.
Deniz menjadi salah tingkah sendiri karena sekarang semua yang ada di aula itu sontak memperhatikan dirinya.
" Deniz Ayo kau ikut denganku. Aku berjanji aku akan selalu melindungimu dan membuatmu sebagai seorang permaisuri yang paling beruntung karena aku akan selalu mencintaimu selamanya!" ucap Raja Abiyaksa sambil menarik tangan Deniz dan bersiap untuk meninggalkan kerajaan tetapi Deniz langsung menepis tangan Raja Abiyaksa.
Raja Abiyaksa terkejut sekali ketika dia menyadari bahwa Deniz bisa melepaskan cekalan tangannya. Padahal tadi dia menggunakan ilmu tenaga dalam yang sangat tinggi agar membuat Deniz tidak bisa terlepas darinya.
Tanpa Deniz sadari bayi yang ada di dalam kandungannya telah memberikan ilmu yang sangat hebat kepada Deniz. Kekuatan dan juga tenaga dalam yang kelak akan dimiliki oleh bayi itu saat ini sudah berada di dalam tubuh Deniz.
Deniz juga merasa terkejut sama seperti dengan Raja Abiyaksa yang tidak percaya bahwa Deniz sanggup melepaskan cekalan tangannya yang jelas-jelas telah dia kerahkan ilmu tenaga dalam untuk membuat Deniz tetap melekat dengannya.
__ADS_1
Narendra sangat terkejut ketika dia sadar bahwa Deniz memiliki kekuatan yang sangat besar bahkan aura yang terpancar di tubuh Deniz sangat terang dan sangat menyilaukan mata semua yang ada di sana.
Raja Abiyaksa kemudian duduk kembali di tempat yang sudah disediakan oleh kerajaan kucing kemudian dia bersikap dengan elegan dan bijaksana tanpa membuat keributan seperti tadi.
Deniz yang merasa terkejut melihat perubahan Raja Abiyaksa yang sangat cepat sama seperti perubahan cuaca yang begitu ekstrem dan tidak bisa diprediksi.
" Sudahlah. Sekarang apa maumu datang ke kerajaan kami?" tanya Deniz langsung menatap mata Raja Abiyaksa yang saat ini sedang mengerahkan ilmu peletnya untuk menaklukkan Deniz agar mau dibawa pulang olehnya ke kerajaan ular hijau.
Akan tetapi kemudian Raja Abiyaksa yang mulai menyadari bahwa ada kekuatan besar yang melindungi Deniz. Sehingga dia sangat sulit untuk menembus pertahanannya dalam rangka memelet ataupun memberi ilmu magic kepada Deniz agar jatuh cinta padanya.
Deniz hanya mengedipkan matanya seketika ilmu pelet yang dikirimkan oleh Raja Abiyaksa mental seketika dan menimbulkan ledakan besar di belakang Deniz.
Semua orang yang ada di sana tampak terkejut melihat ledakan yang tiba-tiba saja terjadi. Ada yang mengira bahwa peperangan akan segera dilaksanakan.
Tetapi ada juga yang berbisik untuk tidak berisik agar tidak mengganggu para petinggi yang saat ini sedang melakukan perundingan perdamaian antara dua kerajaan yang sudah sangat lama bermusuhan.
" Sudahlah Raja Abiyaksa kau tidak usah buang-buang tenagamu lagi untuk mengirim kan pelet untukku. Karena semuanya pasti tidak akan mempan kepadaku!" ucap Deniz.
Deniz mendekati Raja Abiyaksa dengan senyum jahilnya yang membuat Narendra dan Raja Abiyaksa melongok di tempat karena bingung melihat Deniz yang begitu ceria dan juga tampak tidak merasakan takut sama sekali kepada Raja Abiyaksa yang saat ini sedang berusaha untuk mengirimkan ilmu pelet kepada Deniz.
" Heh bukannya aku sudah bilang padamu? Hentikan perbuatan konyol itu karena kau tidak akan pernah berhasil mengirimkan ilmu pelet padaku!" ucap Deniz sambil berkaca pinggang di depan Raja Abiyaksa yang masih terkejut melihat ada seseorang yang bisa mematahkan ilmu peletnya begitu saja.
Narendra sangat bahagia sekali melihat perkembangan istrinya yang begitu pesat. Bahkan sekarang sudah memiliki ilmu yang bisa digunakan untuk melindungi dirinya sendiri.
__ADS_1