Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
Bab 227


__ADS_3

Putri Ayuningtyas benar-benar tidak percaya dengan apa yang dia lihat melalui batu yang sedang dipegang oleh laki-laki yang mengaku sebagai ayah kandungnya.


Putri Ayuningtyas melihat seorang wanita yang sangat cantik jelita yang di proyeksikan melalui batu yang ada di kalung itu ke sebuah batu besar.


"Kalung ini adalah milikku. Aku memberikan kalung ini kepada ibumu sebagai tanda cintaku kepadanya. Kalung ini menjadi alat komunikasi untuk kami berdua ketika kami berjauhan.Tapi, sejak ibumu meninggal, aku lupa dengan kalung ini dan tidak pernah berbicara dengannya lagi. Aku juga melupakan kalung ini. Aku tidak menyangka kalau ibumu memberikan kalung ini padamu." Putri Ayuningtyas terlihat meneteskan air matanya.


Putri Ayuningtyas tidak pernah menyangka ada sebuah rahasia di dalam kehidupannya selama ini.


"Apa kau serius kalau kau adalah ayahku? Pantas saja! Selama ini aku begitu tertarik dengan kerajaan kucing dan sangat ingin untuk tinggal di sana. Apa kau tahu?? Aku sering menyamar dan masuk diam-diam menuju kerajaan kucing melalui jalan rahasia yang entah aku ketahui dari mana. Hal itu keluar begitu saja dari kepalaku. Tampaknya kalung itu sepertinya yang telah membimbingku menuju jalan rahasia itu." Pangeran Surya Kelana tampak terkejut mendengar pengakuan putrinya.


Pangeran Surya Kelana kemudian menjelaskan tentang fungsi kalung yang ada di tangannya kepada Putri Ayuningtyas.


"Pantas saja kalung ini selalu menunjukkan jalan ketika aku tersesat di suatu tempat. Kalung ini ternyata keren sekali!" Putri Ayuningtyas terlihat berbinar matanya.


Pangeran Surya Kelana lalu mengajak putrinya untuk masuk ke dalam gua, di mana jenazah istrinya tersimpan dengan begitu rapi dan terjaga dengan baik disana.


"Masuklah dan temui ibumu secara langsung!" Pangeran Surya Kelana merubah kembali Putri Ayuningtyas menjadi manusia seperti sebelumnya.


Putri Ayuningtyas terlihat begitu senang karena dia sudah bisa berubah wujudnya lagi. Tadi, dirinya sudah berusaha sangat keras untuk bisa berubah wujud kembali. Tetapi selalu gagal seperti ada sebuah kekuatan besar yang menghalangi usahanya yang sekuat tenaga.


"Itu adalah jenazah ibumu. Lihatlah! Wajahnya begitu mirip denganmu kan?" tanya Pangeran Surya Kelana pada Putri Ayuningtyas.


Putri Ayuningtyas terkesiap melihat wajah seorang putri yang sangat cantik terbaring di peti mati yang berbentuk emas yang sangat cantik.

__ADS_1


Di bawah peti terlihat sebuah batu besar yang selama ini dijadikan tempat oleh Pangeran Surya Kelana untuk tidur dan menjaga jenazah istrinya.


"Benar sekali! Wajahnya sangat mirip denganku. Aku sekarang yakin kalau dia benar-benar ibuku." Putri Ayuningtyas terlihat meneteskan air mata penuh keharuan karena setelah ratusan tahun, akhirnya dia mengetahui identitasnya sendiri yang sesungguhnya.


Putri Ayuningtyas awalnya tidak percaya bahwa hal itu benar-benar terjadi kepadanya. Tetapi semua bukti yang ditunjukkan oleh laki-laki yang mengaku sebagai ayahnya benar-benar tidak bisa dibantah sama sekali olehnya.


"Putriku!! Siapakah laki-laki yang waktu itu bersama denganmu dan bertarung denganku?" tanya Pangeran Surya Kelana sambil duduk di samping Putri Ayuningtyas.


Hati Pangeran Surya Kelana sangat bahagia karena dia akhirnya bisa melihat wanita yang sangat mirip dengan istrinya dan ternyata adalah putrinya sendiri.


Pangeran Surya Kelana sekarang memiliki semangat untuk hidup kembali. Dia sudah menemukan alasan untuk dia hidup secara normal di atas dunia yang selama ini Dia pikir tidak adil kepadanya.


"Dia bernama Raja Abiyaksa. Dia adalah kakakku yang sangat baik padaku. Tapi, kemarin dia memaksaku untuk menikahi jendralnya. Hal itulah yang menjadi penyebab kenapa aku kabur ke sini." Putri Ayuningtyas kemudian menceritakan segalanya kepada Pangeran Surya Kelana yang terlihat tidak senang karena putrinya diperlakukan seperti itu oleh Raja Abiyaksa yang menurutnya sangat lancang.


"Tidak! Jangan lakukan itu! selama ini dia adalah kakak yang selalu menyayangi dan melindungiku aku mohon kau jangan sekali-kali melukainya!" Pangeran Surya Kelana mengerutkan keningnya melihat ekspresi dan pembelaan dari putrinya terhadap Raja Abiyaksa.


"Kenapa?? Kalau dia menyayangimu dia tidak mungkin melakukan itu padamu." Pangeran Surya Kelana terlihat tidak senang dengan apa yang dilakukan putrinya karena membela seorang penjahat seperti raja Abiyaksa.


Putri Ayuningtyas sekali lagi membela Raja Abiyaksa di hadapan ayahnya dan menceritakan semua kebaikan dari laki-laki yang sudah ratusan tahun berstatus sebagai kakaknya.


"Aku mohon jangan berbuat sesuatu yang akan mencelakai dia atau aku tidak akan pernah mau mengakuimu sebagai ayahku!" ancaman Putri Ayuningtyas ternyata manjur kepada sang pangeran.


Pangeran Surya Kelana akhirnya berjanji kepada putri ini ah bahwa dia tidak akan pernah mengganggu Raja Abiyaksa maupun Jenderal Anom.

__ADS_1


"Tapi kalau mereka berani datang kemari untuk mengganggumu, maka aku tidak bisa menjanjikan apapun kepadamu." Pangeran Surya Kelana membuat sebuah syarat kepada putrinya.


Putri Ayuningtyas mau tidak mau akhirnya mengangguk setuju. Bagaimanapun juga dia tidak mau kalau ayahnya itu murka padanya.


Putri Ayuningtyas terus menatap jenazah ibunya yang masih awet walaupun sudah berusia ratusan tahun. Dia cukup heran dengan hal itu.


"Kenapa?" tanya Pangeran Surya Kelana pada Putri Ayuningtyas yang tampak enggan bertanya langsung kepada ayahnya tentang hal itu.


Pangeran Surya Kelana yang mengerti apa yang saat ini sedang dipikirkan oleh putrinya, maka dia pun kemudian menjelaskan secara mendetail tentang hal itu kepadanya. "Wah, ayah keren sekali!" Putri Ayuningtyas begitu antusias, setelah dia mengetahui bahwa dirinya memiliki orang tua kandung yang sangat sakti dan tampan seperti Pangeran Surya Kelana.


"Kau tinggal di Hutan Larangan ini. Apakah itu artinya kalau kau masih termasuk anggota dari istana kerajaan kucing?" tanya Putri Ayuningtyas pada ayahnya.


" 500 tahun yang lalu aku adalah putra mahkota dari istana kerajaan kucing. Akan tetapi karena sebuah bencana besar yang terjadi pada istana kerajaan kucing yang di akibatkan oleh ibumu, hal itu telah mengakibatkan kehancuran istana kerajaan kucing. Akhirnya aku memutuskan untuk menetap di Hutan Larangan ini sebagai hukuman untuk diriku sendiri. Aku meletakkan statusku sebagai putra mahkota kepada adikku, Raja Narendra yang sekarang sudah menjadi raja istana kerajaan kucing menggantikan kedua orang tua kami." Putri Ayuningtyas cukup terkejut mendengar kenyataan itu.


"Kau adalah putra mahkota istana kerajaan kucing? Ya Tuhan!! Apakah benar yang kau katakan itu?" Putri Ayuningtyas terlihat sangat excited mendengar hal itu dari ayahnya.


"Aku meletakkan statusku sebagai putra mahkota di istana kerajaan kucing, karena aku terlalu malu untuk menyandang status itu. Setelah apa yang sudah dilakukan oleh ibumu yang telah mengakibatkan kehancuran luar biasa di istana kerajaan kucing." Pangeran Surya Kelana kemudian menceritakan sejarah kelam keluarga kecilnya. Sejarah kelam yang akhirnya mengakibatkan dirinya berakhir di Hutan Larangan sampai lebih dari 500 Tahun Lamanya untuk membayar dosa besar sang istri dan dosanya yang telah membocorkan jalur rahasia menuju istana kerajaan kucing kepada musuh bebuyutan mereka.


Seandainya dirinya tidak terlalu mempercayai sang istri, tentu bencana itu tidak akan pernah terjadi dan tidak akan ada korban yang berjatuhan karena kecerobohan itu.


Putri Ayuningtyas terlihat tidak terima dengan cerita ayahnya soal ibu kandungnya yang ternyata menjadi penjahat di mata ayahnya. "Akulah yang sudah membunuh ibumu dengan tanganku sendiri. Aku juga yang telah membumihanguskan istana kerajaan kakek dan nenek yang merupakan keluarga dari Ibu kandungmu. Itu semua aku lakukan untuk membalas dendam kematian ratusan ribu warga siluman kucing yang sudah binasa karena perbuatan ibu dan pamanmu!" Putri Ayuningtyas begitu merinding mendengar apa yang dikatakan ayahnya yang terlihat begitu pilu dan menyedihkan sekali.


Suara Pangeran Surya Kelana bergetar ketika dia menceritakan kisah pilu yang menimpa kehidupan keluarga kecil mereka. Sehingga akhirnya keluarga mereka terpisah.

__ADS_1


__ADS_2