Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
63. Kembali


__ADS_3

Ketika Deniz hendak meninggalkan kediaman Kyai Rasyid tampak ibunya mendekati Sang putri kesayangan.


" Jagalah dirimu baik-baik Deniz. Kami pasti suatu saat akan mendatangimu untuk melihat kelahiran cucu kami. Nanti kami akan meminta bantuan kepada Kyai Rasyid untuk bisa mengunjungimu!" ucap Amber dengan air mata yang mengalir deras di pipinya.


Ketika Amber melihat ke sekeliling, dia bisa melihat banyak sekali kucing yang berada di sekitar kediaman Kyai Rasyid dan dengan sikap yang siap berperang.


Amber sudah melihat efek dari cakaran dan gigitan yang diberikan oleh Narendra kepada Dani. Dia pun tidak mau membuat orang lain menjadi terluka karena keegoisannya yang tidak mau melepaskan Deniz untuk kembali ke pangkuan suaminya.


" Percayalah kami sangat menyayangimu Deniz dan kami akan selalu berdoa untukmu dan juga rumah tangga kalian!" ucap Amber sambil memeluk tubuh putrinya yang sangat dia sayangi.


Deniz memeluk tubuh ibunya yang begitu sedih karena dia akan kembali mengikuti sang Suami untuk pergi ke alam siluman.


" Cepatlah Sayang. Sebentar lagi sudah mau subuh. Waktu kita sebentar lagi harus sudah berakhir!" ucap Narendra yang sekarang sudah berubah menjadi manusia kembali setelah berada di luar zona kediaman Kyai Rasyid yang telah dipasangi dengan pagar ghaib tingkat tinggi.


Deniz pun kemudian melepaskan genggaman tangan Ibunya dan dia pun meraih tangan Narendra dan naik ke kereta kencana yang sudah menunggu mereka sejak tadi.


" Selamat jalan sayang. Doa Mama dan Papa pasti akan selalu mengikutimu!" ucap Amber sambil menatap Denis dan Rendra yang sudah terbang melayang menggunakan Kereta Kencana yang ditarik oleh 3 ekor kuda.


Sementara itu secara perlahan kucing yang tadi berjumlah ribuan ekor yang terus saja mengawasi kediaman Kyai Rasyid secara perlahan menghilang satu demi satu.


Kyai Rasyid akhirnya bisa bernafas lega. Setelah semua pasukan dari istana kerajaan kucing sudah menghilang dari kediamannya. Tadi dia sempat merasa khawatir kalau sampai pecah perang di kediamannya.


Dia bukannya takut kepada para silumab kucing itu, tetapi dia sangat khawatir akan banyak makan korban ketika peperangan benar-benar terjadi dan Kyai Raayid tidak mau kalau sampai hal itu terjadi.

__ADS_1


Kyai Rasyid merasa tidak tega kalau sampai murid-muridnya menderita karena peperangan yang terjadi di rumahnya hanya karena mempertahankan Deniz untuk tetap berada di kediamannya.


Setelah kepergian Deniz, semua orang kembali masuk ke dalam rumah Kyai Rasyid. Tampak Amber dan Dedi sangat sedih karena harus mengikhlaskan putrinya untuk kembali berkumpul dengan suaminya.


" Sabarlah pasti Allah memiliki rencana yang indah untuk Putri kalian!" ucap Kyai Rasyid berusaha untuk menghibur Amber dan Dedi yang tampak begitu sedih.


Mereka kemudian berpamitan kepada Kyai Rasyid untuk kembali ke rumah mereka. Karena sudah tidak ada gunanya lagi mereka berada di sana. Deniz yang ingin mereka titipkan di pondok pesantren sekarang sudah kembali bersama dengan suaminya.


" Terima kasih Kyai. Atas bantuan anda dan tolong maafkanlah keluarga kami karena selalu merepotkan keluarga Kyai!" ucap Dedi dengan wajah penuh penyesalan kemudian dia pun meninggalkan kediaman Kyai Rasyid bersama dengan Amber sang istri yang terus saja menangis terisak.


Dedi tidak bisa berbuat banyak. Karena memang semua itu di luar kesanggupannya untuk mengontrol apa yang terjadi kepada putrinya. Karena sekarang putrinya sudah menjadi istri dari Narendra.


" Sudahlah Mah! Jangan menangis lagi. Papa hanya takut kalau sampai kejadian ini akan mengganggu kesehatanmu!" ucap Dedi berusaha untuk menghibur istrinya setelah mereka sampai di kediaman.


Dengan tubuh lemas dan lunglai. Amber kemudian masuk ke dalam kamarnya dan memilih untuk tidur. Walaupun sebenarnya sangat tanggung karena sebentar lagi pagi segera menyapa.


" Salat subuh dulu Mah sebelum tidur dan jangan lupa kau kirimkanlah banyak doa untuk Putri kita dan juga cucu kita!" ucap Dedi menasehati istrinya yang tampak begitu lesu dan kehilangan kesenangan dan kebahagiaan setelah melihat Deniz yang pergi begitu saja meninggalkannya.


Dengan perasaan hancur dan juga semangat yang menghilang entah ke mana. Amber pun kemudian mengambil air wudhu dan melaksanakan salat subuh. Setelah itu Amber berdoa sangat khusyuk kepada Allah untuk memberikan jalan terbaik untuk kehidupan putrinya yang sekarang berada di alam siluman bersama dengan suaminya.


Dedi yang mendengarkan semua doa-doa istrinya benar-benar merasa sangat sedih dan juga merasa bersalah.


Sementara itu Narendra dan Deniz yang sekarang sudah berada kembali di alam siluman. Mereka merasa sangat bahagia karena akhirnya mereka kembali dipersatukan setelah berpisah lebih dari satu bulan lamanya gara-gara perbuatan Raja Abiyaksa.

__ADS_1


Berdasarkan mata-mata yang dikirim oleh Narendra. Raja Abiyaksa sekarang sudah kembali ke kerajaan ular hijau dan sedang mempersiapkan pasukannya untuk menyerang kerajaan kucing.


Raja Abiyaksa sudah membuat stempel baru untuk kerajaannya dan memerintahkan kepada semua pasukannya untuk tidak peduli lagi dengan stempel lama yang dibawa pergi oleh adiknya bersama sang permaisuri yang sekarang entah ada di mana.


Narendra pun dengan dibantu oleh Sang Jenderal dan Maha gurunya, mereka terus melatih pasukannya untuk bisa melawan raja Abiyaksa yang terkenal ganas dan juga sangat jahat di dunia siluman.


Deniz yang pernah merasakan bergaul akrab dengan Raja Abiyaksa di kediaman kedua orang tuanya, merasa sangat heran ketika mendengarkan para dayang yang banyak bercerita tentang kekejaman Raja Abiyaksa.


Bagi Deniz Raja Abiyaksa hanyalah anak manja yang selalu minta diperhatikan dan selalu minta dipuji untuk memberikan kesenangan kepadanya.


" Aku heran kenapa semua orang menceritakan tentang kekejaman Raja Abiyaksa? Padahal selama aku kenal dengannya, dia tidak pernah melakukan kejahatan apapun. Bahkan dia tidak berani untuk membunuh seekor tikus pun!" ucap Deniz ketika dia bertemu dengan suaminya.


Mendengarkan perkataan Deniz yang bercerita tentang Raja Abiyaksa yang tidak berani membunuh seekor tikus, Narendra benar-benar seperti sedang mendengarkan dagelan yang sangat lucu sehingga membuatnya tidak bisa berhenti tertawa.


Deniz sampai cemberut melihat suaminya yang tidak bisa berhenti tertawa sejak tadi dia merasa tersinggung dan merasa sakit hati.


Narendra yang sadar bahwa saat ini istrinya sedang ngamuk dia pun kemudian menghentikan tawanya dan langsung menerangkan semuanya kepada Deniz sehingga istrinya tidak salah paham padanya.


" Bagaimana mungkin Raja Abiyaksa tidak berani membunuh seekor tikus? Sementara tikus itu adalah makanan utamanya ular hijau. Bagaimana dia bisa hidup di alam manusia kalau tidak bisa membunuh seekor tikus?" Tanya Narendra dengan senyumnya yang membuat Deniz jadi salah tingkah.


Deniz kemudian menceritakan bahwa ibunya selalu memberikan makanan daging untuk Abiyaksa selama Raja ular hijau itu tinggal di kediamannya.


" Apakah ular hijau itu tidur di kamarmu?" tanya Narendra yang mulai dibakar api cemburu kembali.

__ADS_1


Deniz kemudian menceritakan bahwa Abiyaksa membeli sebuah rumah mewah untuk dia tempati selama dia berada di dunia manusia. Abiyaksa juga memberikan sebuah mobil mewah untuk kedua orang tuanya.


__ADS_2