Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
115. Pertemuan


__ADS_3

Suketi benar-benar merasa heran karena dirinya tidak bisa menyentuh Deniz barang satu jengkal pun.


" Kok aneh sekali sih?!! Punya kekuatan apa perempuan itu? Kenapa aku tidak bisa menyentuhnya?" Suketi benar-benar kehilangan kesabaran. Dia berniat untuk menculik Deniz pada hari itu juga. Akan tetapi dari kejauhan dia melihat Pangeran Narendra yang mendekati Deniz.


" Sialan! Tidak anaknya tidak bapaknya selalu saja membuatku kesusahan!" ucap Suketi benar-benar merasa jengkel.


Akhirnya Suketi memilih untuk meninggalkan kerajaan kucing dan kembali kepadanya yang berada di padepokan Eyang Anom.


" Sayang kau tidak apa-apa kan? Tidak tahu kenapa dari tadi aku merasa tidak nyaman sekali!" ucap Narendra sambil mencium pipi Deniz di hadapan para dayang dan juga Eyang sepuh kerajaan kucing.


" Ih, kamu bikin malu aja sih!" ucap Deniz merasa malu kepada semua siluman yang ada di sana yang dari tadi terus tersenyum ke arah mereka berdua.


" Tidak apa-apa sayang. Kau kan istriku dan mereka semua sudah paham bahwa aku sangat mencintaimu!" ucap Pangeran Narendra sambil memeluk Denis tanpa merasa malu maupun canggung kepada semua siluman yang ada di sana.


" Pergilah ke kamar jangan mengumbar kemesraan di hadapan kami!" ucap Eyang yang masih termasuk sesepuh di kerajaan kucing.


Rendra hanya tersenyum mendengarkan ucapan dari Eyangnya yang sangat dihormati di kerajaan ayahnya.


" Baiklah Eyang aku akan menculik istriku ini untuk ke kamar karena aku sangat merindukan dia!" ucap Narendra tanpa merasa malu sama sekali di hadapan semuanya.


Deniz hanya tersenyum simpul menanggapi ucapan Narendra.


" Kamu tuh kenapa sih sayang? Sebentar lagi tamu kita akan datang. Tidak baik kalau kita sebagai orang tua Panji malah tidak hadir dalam pertemuan penting itu!" ucap Deniz sambil menyenggol lengan Narendra yang saat ini sedang memeluknya dengan begitu mesra di hadapan semuanya.


Raja dan permaisuri hanya bisa menggelengkan kepala. Saat mereka melihat tingkah putranya yang selalu nampak begitu bucin setiap Deniz sedang berkunjung ke alam siluman untuk bertemu suami atau anaknya yang sangat di cintai oleh Deniz.


Raja dan permaisuri paham tentang penderitaan Narendra yang harus hidup terpisah di dua alam bersama Deniz selama ini. Jadi mereka tidak pernah banyak berkomentar ketika melihat Putra mereka berperilaku seperti itu terhadap Deniz.

__ADS_1


Saat Narendra dan Deniz sudah bersiap untuk meninggalkan aula, tiba-tiba saja rombongan tamu yang mereka tunggu sudah datang.


Putri Hana Azizah dengan menggunakan pakaian kebesarannya sebagai Putri mahkota kerajaan ular biru begitu memukau semua mata yang hadir di aula itu.


Tidak terkecuali dengan pangeran Panji yang begitu terkejut melihat kehadiran Putri Hana Azizah di antara tamu yang sekarang sedang mereka sambut.


" Jadi gadis di hutan itu adalah dia? Pantas saja dia langsung melarikan diri setelah mengetahui aku yang telah menyelamatkan nya!" ucap Pangeran Panji pelan.


Pangeran Panji tampak begitu terkesiap melihat kecantikan Putri Hana Azizah yang luar biasa dan begitu bersinar di antara para tamu yang lainnya.


" Bagaimana menurut kamu, cucuku? Tentang calon istrimu itu?" bisik permaisuri di telinga Pangeran Panji yang sejak tadi tidak bisa berkata-kata.


" Biasa aja Nek. Di alam manusia banyak wanita yang lebih cantik dari dia!" ucap Pangeran Panji asal bunyi saja.


Namun efek dari ucapannya membuat Panji seketika mengingat tentang Minsi yang beberapa saat lamanya pernah mengisi relung hati Panji dengan sesuatu yang Panji tidak pahami maksud dari semua itu.


Panji memang memiliki ilmu yang digjaya dan pilih tanding. Akan tetapi kalau urusan perasaan. Panji masihlah cetek dan tidak terlalu memahaminya.


Pangeran Panji tidak terlalu memperdulikan tentang perasaannya terhadap Minsi karena memang hanya sebuah perasaan biasa yang dia alami ketika bertemu lawan jenis.


Akan tetapi saat ini Panji benar-benar tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Putri Hana Azizah yang begitu cantik dan membuatnya sangat penasaran.


Ya!! Panji sangat penasaran tentang Putri Hana Azizah yang waktu itu berada di tengah hutan sendirian dan dikejar-kejar oleh Suketi.


" Apa yang dilakukan oleh Gadis itu di hutan? Sepertinya kehadiran Gadis itu di kerajaanku tidak sesederhana ini! Aku harus waspada dan menyelidiki tentang perempuan itu! Jangan sampai kakek dan nenekku diperdaya oleh kerajaan ular biru yang sejak dulu selalu ingin menjadi nomor satu di dunia siluman!" ucap Pangeran Panji yang sejak tadi terus memperhatikan Putri Hana Azizah.


Narendra dan Deniz melihat Putra mereka yang tidak juga berkedip saat menatap Putri Hana Azizah.

__ADS_1


" Hmmm, tampaknya kita harus bersiap untuk mempunyai menantu! Putra kita sudah tersirep oleh kecantikan gadis itu!" ucap Pangeran Narendra kepada Deniz yang sejak tadi terus memperhatikan Putri Hana Azizah.


Deniz merasa ada sesuatu yang tengah disembunyikan oleh Gadis itu di kelopak matanya. Tapi Deniz tidak mengerti apa yang di sembunyi kan itu.


Ada semacam ketakutan dan juga keraguan yang bisa dibaca oleh Deniz.


" Aku tidak menangkap Aura cinta di mata panji maupun Tuan Putri Hana Azizah. Jangan terlalu cepat untuk mengambil kesimpulan atau kita akan mengalami kekecewaan!" ucap Deniz memberikan nasehat kepada suaminya.


Pangeran Narendra hanya menatap Deniz sekilas kemudian kembali memperhatikan putranya yang masih memperhatikan Putri Hana Azizah dengan begitu intens.


Putri Hana Azizah juga terus memperhatikan Pangeran Panji yang terus menetap ke arahnya sejak tadi.


Sementara itu raja kucing dan raja ular biru sedang membicarakan tentang kerjasama bilateral yang akan dilakukan oleh kedua kerajaan setelah pernikahan mereka berdua.


Suasana di dalam aula kerajaan benar-benar begitu serius. Panji, Pangeran Narendra maupun Deniz. Mereka bertiga tidak berani untuk berbuat macam-macam di sana.


Walaupun saat ini mereka sedang membicarakan tentang pernikahan putranya. Akan tetapi Deniz maupun Pangeran Narendra tidak memiliki kekuasaan apapun untuk menentukan semua hal tentang Putra mereka.


" Sayang, kenapa aku merasa bahwa Putri Hana Azizah seperti yang sedang menyembunyikan sesuatu ya?" tanya Deniz berbisik kepada Pangeran Narendra.


Pangeran Narendra melirik ke arah Deniz.


" Mungkin dia sudah tidak sabar ingin segera menikah dengan Putra kita sayang. Lihatlah putra kita yang begitu tampan dan gagah! Aku yakin setelah kunjungan mereka kemari dia pasti tidak akan bisa tidur karena terus memikirkan Putra kita!" demi mendengarkan perkataan Narendra Deniz sampai melotot kesal kepada sang suami tercinta.


" Kamu apaan sih Nare?? diajak ngomong apa kau menyahut apa! Ngeselin!" ucap Deniz kesal bukan main.


Narendra tahu bahwa saat ini istrinya sedang marah dia pun tanpa memberikan aba-aba langsung mencium bibir Deniz di hadapan semua siluman yang ada di aula secara sekilas saja. Akan tetapi sukses membuat jantung Denis berdebar sangat kencang karena pernyataan suami nya tercinta.

__ADS_1


Pipi Deniz sampai memerah seperti kepiting rebus. Gara-gara perbuatan Narendra yang begitu barbar di hadapan semua siluman yang ada di sana.


Raja dan permaisuri ular biru bahkan sampai melihat kepada mereka berdua tanpa berkedip sama sekali.


__ADS_2