Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib

Menikah Dengan Pangeran Dari Alam Ghaib
81. Kecewa


__ADS_3

Narendra menatap kepergian Pangeran Panji yang merasa kecewa dengan ibunya yang lebih memilih untuk membela Abiyaksa daripada dirinya sebagai putranya.


" Sayang. Kenapa kau tega sekali mengatakan hal seperti itu kepada Panji? Dia datang ke alam manusia untuk bertemu denganmu. Dia sangat bahagia sekali karena akan bertemu dengan kamu. Tetapi kenapa kau malah membuat dia kecewa?" tanya Pangeran Narendra kepada Deniz yang menatapnya dengan keheranan.


Kesadaran Deniz memang timbul tenggelam. Maju dan mundur. Kadang dia melupakan masa lalunya, kadang dia ingat. Kadang pikirannya kabur dan kadang pula pikirannya jernih dan bisa mengingat semuanya.


" Aku hanya tidak suka kalau Panji bersikap kejam terhadap siluman lain. Apalagi Abiyaksa tidak berbuat salah terhadapnya. Kenapa dia harus membunuh temanku?" tanya Deniz sambil meninggalkan Narendra yang masih bingung dengan kelakuan istrinya sendiri.


Kyai Rasyid yang sejak tadi hanya menonton dan melihat drama keluarga Narendra. Dia pun akhirnya mendekati Narendra dan menepuk bahu pangeran yang sedang sedih itu karena melihat sikap istrinya.


Kyai Rasyid kemudian menjelaskan semuanya kepada Pangeran Narendra tentang keadaan istrinya saat ini.


" Sejak melahirkan dan kembali dari alam siluman. Kesadaran Deniz memang selalu timbul tenggelam. Kau harus mengerti bagaimana perasaan Deniz saat ini. Saya dan juga beberapa santri yang lain sudah berusaha sekuat tenaga dan semaksimal mungkin untuk bisa mengembalikan Deniz seperti dulu lagi." ucap Kyai Rasyid sambil menatap Narendra yang tampak begitu sedih mendengarkan kabar istrinya.


" Maha guru mengatakan kepada kami berdua. Kalau hanya aku dan Putraku saja yang bisa menyembuhkan istriku!" ucap Narendra kepada Kyai Rasyid yang langsung menganggukkan kepalanya.


" Kau benar memang hanya kau dan putramu yang bisa menyelamatkan Deniz!" ucap Kyai Rasyid membenarkan apa yang dikatakan oleh maha guru nya Narendra.


" Tentu kau sudah mendengarkan bukan dari Maha gurumu. Bagaimana teknis untuk bisa menyembuhkan Deniz?" tanya Kyai Rasyid.


" Dengan mengorbankan jiwaku untuk mengganti jiwa Deniz di alam manusia?" tanya Pangeran Narendra sambil menatap tajam ke arah Kyai Rasyid yang terlihat menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


" Mungkin putramu bisa mengurangi efek dari hal itu. Ya kita bisa mencoba semuanya. Asalkan kesembuhan Deniz bisa kembali seperti dulu!" ucap Kyai Rasyid benar-benar merasa sedih hatinya memikirkan keluarga kecil itu yang harus hidup terpisah di alam yang berbeda.


Cinta Deniz dan Narendra sangatlah kuat. Tetapi mereka dipisahkan oleh alam yang berbeda dan saat ini hanya dengan cara Narendra binasa maka akan membuat Deniz bisa kembali sadar seperti sedia kala.


" Cobalah kepada putramu untuk kau sampaikan pesanku ini!" ucap Kyai Rasyid sambil mengelus telapak tangan Narendra.


" Apa itu Kyai. Katakanlah padaku aku pasti akan mengusahakan segala cara untuk bisa membuat Deniz kembali sadar seperti dulu." Narendra melirik ke arah abiyaksa yang sejak tadi terus memperhatikan percakapan mereka berdua.


" Pergilah dari sini! Sebelum aku kehilangan kesabaran dan membumihanguskanmu dari muka bumi ini!" ucap Narendra dengan sangat keras dan kesal sambil menatap Abiyaksa yang langsung berdecih dan kemudian menghilang dari hadapannya.


" Aku tidak mengerti Pangeran. Kenapa tadi ketika Abiyaksa datang, Deniz tiba-tiba saja pikirannya menjadi jernih dan mengingat segalanya?" Narendra terkejut mendengarkan penuturan Kyai Rasyid.


Walaupun Narendra tidak terlalu menyukai Abiyaksa tetapi Demi kesembuhan dan juga keselamatan istrinya dia rela melakukan apapun juga.


" Akan tetapi kita tidak bisa mempercayai Abiyaksa 100%. Dia itu siluman yang sangat jahat dan juga memiliki banyak akal licik. Bisa saja dia malah membawa Deniz dari kita untuk selalu bersamanya. Apalagi Abiyaksa sejak dulu sangat mencintai Deniz dan ingin merebutnya darimu untuk dijadikan sebagai istrinya!" ucap Kyai Rasyid sambil terus menggelengkan kepalanya dan mengelus jenggot putihnya.


" Tadi ketika aku bertarung dengan Abiyaksa aku merasakan ada kekuatan yang sangat besar di dalam tubuhnya. ketika aku hendak membinasakan tiba-tiba saja Denis keluar dari zona pagar gaib yang sudah saya buat sehingga akhirnya Deniz dan Abiyaksa bisa bertemu!" ucap Kyai Rasyid.


Narendra berkali-kali menarik nafasnya dalam-dalam. Dia benar-benar tidak mengerti hubungan antara istrinya dengan Abiyaksa sedalam apa sehingga bisa membuat Deniz bisa berpikir jernih ketika bertemu dengan Abiyaksa yang Deniz katakan sebagai sahabatnya saja.


" Pangeran. Cobalah kau diskusikan dengan Maha gurumu, mengenai kemungkinan Abiyaksa bisa membantu kita untuk menyembuhkan Deniz!" Narendra hanya menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Narendra kemudian berpamitan kepada Kyai Rasyid untuk segera kembali ke kerajaan kucing. Karena bagaimanapun dia harus membujuk putranya agar tidak marah terhadap ibunya sendiri.


" Baiklah Kyai. Untuk sementara ini cukup seperti ini dulu. Saya akan segera berdiskusi dengan Mahaguru mengenai pembicaraan kita tadi. Untuk sementara saya titip istri saya di sini sampai saya menekukan solusi untuk membuat Deniz bisa hidup normal lagi Selamat tinggal Kyai!" setelah berpamitan dengan Kyai Rasyid Narendra pun kemudian langsung menghilang dari hadapan Kyai Rasyid dan kembali ke kerajaan kucing.


Narendra sebenarnya sangat merindukan Deniz. Karena sudah lama mereka tidak bertemu. Akan tetapi dia pun tidak bisa bersikap egois dan menambah rasa sakit terhadap istrinya yang saat ini sedang menderita karena jiwanya terganggu.


" Aku pasti akan datang dan menjemputmu kembali setelah menemukan solusi untuk menyelesaikan semua masalah ini!" monolog Narendra ketika dia melihat istrinya melalui Kaca Benggala yang dia miliki.


Untuk sementara hal itu sudah cukup bagi Narendra. Setidaknya dia mengetahui keadaan istrinya baik-baik saja dalam perlindungan Kyai Rasyid dan juga santri-santrinya yang hebat dan sakti.


Narendra langsung mencari Pangeran Panji untuk berbicara dengan putranya. Panji yang tadi meninggalkan alam manusia dengan kemarahan terhadap sang ibu.


" Di mana Panji Bunda?" tanya Pangeran Narendra ketika dia bertemu dengan permaisuri.


" Panji saat ini sedang berada di taman belakang. Sedang berlatih memanah dengan ayahmu!" ucap permaisuri sambil tersenyum kepada putranya yang terlihat begitu buru-buru dan langsung menghilang dari hadapannya.


" Kasihan sekali Putraku. Sejak istrinya tidak ada di sini dia seperti yang kehilangan arah. Setiap hari dia hanya mencari cara untuk bisa membuat istrinya kembali ke tempat ini. Sungguh putraku yang sangat malang!" monolog permaisuri ketika dia melihat Narendra yang langsung mencari putranya yang saat ini sedang berlatih ilmu memanah dengan suaminya.


Hubungan Raja dengan pangeran Panji memang sangat dekat. Apalagi mereka merasa saling memiliki satu sama lain.


" Ayahanda Kenapa kau tidak kembali dengan ibunda?" tanya Panji ketika dia melihat Narendra pulang kembali ke alam siluman hanya seorang diri tanpa membawa ibunya.

__ADS_1


__ADS_2