
Selama satu minggu Deniz berada di pegunungan Pelangi. Dia terus bersabar untuk menunggu kedatangan Narendra.
" Guru, apakah masih lama pernikahanku dengan Narendra?" tanya Deniz pada suatu pagi kepada Maha guru Narendra yang saat ini sedang menjelma menjadi seorang manusia di hadapan Deniz.
Maha guru tersenyum kepada Deniz yang bisa merasakan bahwa Tuan Putri yang ada di hadapannya sedang merindukan murid kesayangannya.
" Apakah kau merindukan Pangeran Nare? Percayalah padaku Pangeran juga sangat merindukanmu. Hanya saja dia saat ini sedang berjuang melawan manusia-manusia yang sedang mencarimu di alam ini! Bersabar Tuan putri. Cinta kalian memang tidak mudah. Tapi percayalah! Kekuatan cinta kalian pasti akan menyatukan perbedaan di antara kalian!" ucap Mahaguru sambil tersenyum kepada Deniz yang langsung mengganggu kepadanya.
Deniz berjalan-jalan hanya di sekitar ruangan yang sudah terlingkupi pagar gaib yang diciptakan oleh Mahaguru agar keberadaannya tidak bisa ditembus oleh para Kyai maupun ayahnya Abigail beserta yang lainnya yang ikut ke alam siluman untuk mencari Deniz yang telah menghilang.
Selama berjauhan dengan Narendra, Deniz selalu merasakan kerinduan kepada kekasihnya, tetapi Maha guru tahu bahwa dia harus selalu menjaga Deniz agar tidak pergi jauh-jauh dari pegunungan tempat kekuasaannya.
Maha guru bisa merasakan bahwa ada keturunannya yang sedang mendekat ke daerah kekuasaannya. Dia adalah khodam Dani yang sedang membantu Dani mencari Deniz.
" Sebentar Deniz aku akan menemui anak keturunanku dulu. Dia saat ini sedang berada di luar gunung ini!" ucap Maha guru berpamitan kepada Dennis untuk menemui khodam yang menjaga Dani.
Dengan kekuatan dan pamor yang begitu luar biasa, Maha guru kemudian menampakkan wujudnya di hadapan sang Kodam yang bernama Bilal.
" Bilal ada apa kau di daerah kekuasaanku?" tanya Maha guru dengan menatap penuh waspada kepada Bilal.
Bilal yang sejak tadi terus memperhatikan lingkungan di sekitarnya. Dia bisa merasakan bahwa tempat itu dilingkupi Aura yang sangat kuat dan sangat sulit untuk ditembus. Dia merasa sangat yakin bahwa Deniz berada di sekitar situ.
__ADS_1
" Maafkan aku leluhur. Bolehkah aku bertanya kepadamu?" tanya Bilal dengan sungkan.
Bagaimanapun ilmu mereka memang sangatlah jauh, kalau dibandingkan. Bilal hanyalah Jin biasa yang baru mengalami pertapaan kurang lebih ratusan tahun. Berbeda dengan sang leluhur yang sudah menjalani pertapaan puluhan ribu tahun lamanya. Aura dan pamornya sangat berbeda.
" Leluhurku yang terhormat. Aku sedang mencari seorang manusia yang akan dijadikan sebagai calon istri dari junjunganku yang selama ini selalu kujaga dengan segenap jiwa ragaku! Apakah leluhur sudi untuk memberitahukanku keberadaannya?" tanya Bilal dengan sopan.
Maha guru terus memperhatikan bila yang dia tahu lebih condong kepada Dani daripada Narendra murid kesayangannya.
" Bilal Aku sarankan kepadamu untuk menjauh dari masalah ini. Bagaimanapun Deniz adalah calon istri dari pangeran Narendra. Perjanjian itu sudah diikat 50 tahun yang lalu. Kau tidak mempunyai hak untuk terlibat di dalamnya! Sekarang juga kau menyingkirlah dan kembalilah ke tempatmu berasal. Jalankanlah tugasmu dengan baik di dunia manusia. Tetapi jangan sekali-kali kau ikut campur dalam urusan ini. Kalau kau tidak ingin binasa di tanganku!" ucap maha guru memberikan ultimatum kepada Bilal yang langsung menatapnya dengan tajam.
Bilal mendekati Mahaguru. Dia berusaha untuk lebih dekat lagi dengan leluhirnya. Akan tetapi maha guru bukanlah tipe jin yang suka berdekatan dengan siapapun kecuali Narendra, murid kesayangannya.
" Cepat tinggalkan alam Ini! Selagi aku berbicara dengan baik kepadamu. Kau jangan coba-coba untuk membodohiku! Karena aku tidak akan pernah memberikan welas asih kepadamu. Walaupun kau masih keturunanku yang berpotensi. Kamu memiliki perjanjian dengan Dani. Begitupun aku, juga memiliki perjanjian dengan pangeran Narendra untuk selalu melindungi wanita yang dia cintai!" ucap Maha guru dengan tegas.
" Tapi aku mendapatkan perintah untuk membawa pulang Deniz ke alam manusia dari junjunganku dan aku harus menjalankan tugas itu!" ucap Bilal tetap bersikeras tidak mau pergi meninggalkan pegunungan Pelangi.
Sebenarnya Bilal sudah memberikan petunjuk keberadaannya kepada Kyai Rasyid dan Dhani. Dia saat ini sedang mengulur waktu untuk menunggu kedatangan mereka semua ke tempat itu, agar bisa membantunya ketika dia bertarung dengan leluhurnya sendiri yang memiliki kesaktian luar biasa.
" Cepatlah kau pergi dari sini, Bilal jangan kau menghabiskan kesabaranku kepada dirimu!"ucap Mahaguru mengusir Bilal dari tempat kekuasaannya.
Bilal tertawa terbahak-bahak melihat Mahaguru yang tampaknya tidak senang dengan kehadirannya di sana.
__ADS_1
Sementara itu Deniz yang saat ini masih bersembunyi di dalam kamarnya. Perasaan Deniz sekarang tidak tenang dan dia terus saja mondar-mandir di dalam kamarnya. Karena sudah terlalu lama Mahaguru pergi keluar tetapi belum juga kembali.
" Kemanakah maha guru? Kenapa sejak tadi dia belum kembali juga? Apakah di luar sana sedang terjadi pertempuran?" tanya Deniz mulai cemas dengan keselamatan semuanya.
Deniz sangat tahu bahwa cintanya dengan Narendra akan mengalami banyak sekali hambatan dan rintangan. Tidak akan mudah untuk mereka bisa menyatukan cinta mereka dengan perbedaan dua dunia yang sangat menonjol sekali.
" Nare! Aku sangat merindukanmu. Tetapi kalau untuk menyatukan cinta kita harus banyak korban berjatuhan aku tidak mampu menanggung itu! Biarlah aku hidup merana tanpamu, tetapi jangan sampai ada nyawa yang harus melayang karena keegoisan kita berdua!" ucap Deniz dengan sedih.
Tiba-tiba saja Narendra sudah ada di hadapan Deniz dan memeluknya dengan erat.
" Dengarlah aku sayang. Aku tidak akan pernah menyerah untuk bisa memilikimu. Aku juga tidak akan pernah menyerah untuk membuatmu menjadi istriku. Sayang, aku akan melawan seluruh dunia walaupun aku harus melanglang buana di sebuah alam. Asalkan itu adalah untuk bersamamu aku pasti rela sayang!" ucap Narendra dengan suara gemetar sehingga membuat Deniz menjadi terenyuh hatinya.
Deniz memeluk kekasihnya dengan begitu erat. Dia bisa merasakan bahwa saat ini Narenda tidaklah baik-baik saja.
Narendra mencium bibir Deniz dengan lembut. Melampiaskan kerinduannya selama satu minggu lebih tidak bertemu dengan kekasih hatinya.
" Percayalah padaku sayang. Aku pasti akan memperjuangkan cinta kita berdua. Aku tidak akan membiarkan manusia-manusia khianat itu memisahkan kita hanya untuk keegoisan mereka sendiri! Aku akan membuktikan kekuatan cinta kita berdua kepada mereka." tiba-tiba saja Narendra batuk dan dia juga mengeluarkan darah yang begitu banyak. Sehingga membuat Deniz merasa sangat khawatir dan ketakutan.
" Nare! Apak kau terluka?" Deniz langsung membimbing Narendra untuk berbaring di atas ranjang miliknya.
Narendra tersenyum melihat kepedulian Deniz kepada dirinya. Dia sangat senang sekali kalau calon istrinya ternyata takut dengan keadaannya yang saat ini sedang terluka berat karena pertarungannya dengan Kyai Rasyid beberapa hari yang lalu.
__ADS_1
Saat ini Kyai Rasyid dan rombongannya sudah berada di penjara bawah tanah istana kerajaan kucing. Jiwa mereka akan dikurung di sana sampai hari pernikahan Narendra dan Deniz selesai di laksanakan.