Menjemput Masa Lalu

Menjemput Masa Lalu
Perasaan Semu?


__ADS_3

Tomy tengah berada di sebuah taman kecil, ia sedang duduk di atas sebuah potongan pohon dan di depannya terdapat danau yang airnya biru bersih, “aku dimana?” gumam Tomy, Tomy kemudian mendengar suara anak kecil sedang tertawa di sisi kanannya, ia kemudian menoleh ke arah sumber suara itu.


Tomy menyaksikan sosok dirinya sendiri ketika berumur 10 tahun sedang bermain dengan Arya kecil yang juga berumur sama saat itu, “Ayo Arya, oper bolanya kepadaku” ucap Tomy kecil, Arya kemudian mengoper bola di kakinya ke arah Tomy, dan Tomy menerimanya, kemudian Tomy menendang bola itu dengan keras ke arah Arya, bola itu melaju keras ke arah perut Arya yang membuat anak itu tersungkur meringis sakit sembari memegang perutnya.


“kamu ini apa-apaan Tom?, mau membunuhku ya?” ucap Arya, dan Tomy lalu mendekat ke arah Arya, ia kemudian memberikan tangannya pada Arya untuk membantu Arya berdiri.


“maaf, aku nggak sengaja, mana mungkin aku mau menyakitimu” ucap Tomy dengan tersenyum pada Arya, “bohong, kau pasti mau membunuhku kan” Arya meraih tangan Tomy dan kemudian ia berdiri dengan bantuan Tomy, mereka berdua kemudian tertawa atas tingkah konyol mereka.


“aku sudah berjanji pada ayah akan menjagamu, mana mungkin aku mau membunuhmu” ucap Tomy sembari membersihkan baju Arya yang kotor karena terjatuh tadi.


“aku yang seharusnya menjagamu, kamu kan adikku” balas Arya dengan polos. Wajah Tomy kecil berubah tak senang mendengarnya.


“aku yang harus menjagamu, aku abangmu” ucap Tomy dengan sinis pada Arya, Arya yang mendengar itu kemudian mendengus kesal pada Tomy.


Arya menatap sinis ke arah Tomy “aku yang lebih tua, jadi aku abangmu” ucap Arya, dan terjadilah pertengkaran di antara 2 bocah itu.


Tomy tersenyum melihat kelakuan konyolnya dan Arya di usia 10 tahun itu, “aku akan menjagamu Arya, itu janjiku pada ayah, ibu dan juga dirimu Arya, janji yang ku pegang pada Tuhan yang Maha Esa” gumam Tomy yang masih tersenyum melihat 2 bocah di depannya masih bertengkar.


Situasi tiba-tiba berubah, 2 anak di depannya tiba-tiba menghilang, suasana taman tempatnya berada berubah membeku menjadi es, pohon-pohon di tutupi es, rumput yang ia injak juga menjadi es, Arya kemudian melihat ke sekelilingnya, ia melihat semua yang ada di sana telah ditutupi oleh es, dan danau yang ada di dekatnya berdiri sudah membeku menjadi es, “ini kenapa?” gumam Tomy dengan bingung.

__ADS_1


Tomy mendengar suara es jatuh memasuki genangan air di salah satu sisi tempat ia berada. “Arya, kamu kah itu?,” ucap Tomy khawatir, namun ia tidak mendapati siapa- pun disana, hanya ia seorang diri yang ada di tempat itu. Perlahan suhu dingin merasuki ke dalam tubuhnya yang membuatnya memeluk tubuhnya sendiri untuk memberikan kehangatan pada tubuhnya itu.


"Arya, kamu dimana?” ucap Tomy menahan dingin.


Disaat Tomy yang masih menahan dingin di alam bawah sadarnya, Abel dan Mila masih berada dalam sebuah obrolan serius di samping ranjang Tomy,


“kenapa kamu mengkhianati Arya Mil?” tanya Abel dengan nada kecewanya.


“aku tidak mengkhianatinya sama sekali bel” jawab Mila yang membela dirinya sendiri.


“aku dengar sendiri laki-laki itu memanggil kamu sayang, mengatakan bahwa dia pacar kamu, dan aku juga dengar kamu mengatakan bahwa dia pacarmu di depan Arya dan temannya, apa kamu pikir itu semua bukan pengkhianatan pada Arya?” tanya Abel dengan nada marahnya pada Mila. Ia benar-benar tak habis pikir kenapa Mila masih berkata bahwa ia sama sekali tidak mengkhianati Arya.


Abel memasang wajah datar mendengar cerita Mila, setelah Mila selesai menceritakan perjalanan pernikahannya dengan Arya, Abel kemudian melihat ke arah Tomy, “kalau kamu tidak menginginkannya, tinggalkan saja dia” ucap Abel tanpa beban.


Mila menggeleng, ia tak terima dengan apa yang diucapkan Abel, “hidup ini simpel Mil, nggak usah di perumit, jika kamu tidak bahagia dengan perjodohanmu, tinggalkan saja, kejar kebahagiaanmu dengan laki-laki brengsek itu” ucap Abel dengan nada yang masih tanpa beban.


Mila terhenyak mendengarnya, rasa nyeri merasuk ke dalam dadanya, rasanya benar-benar nyeri mendengar ucapan Abel. Namun Mila tidak tahu rasa nyeri itu apakah karena Abel menyuruhnya mengakhiri pernikahannya dengan Arya atau karena ucapan Abel yang mengatakan Arnes adalah laki-laki brengsek. ‘astaga Mila, kenapa kamu seperti ini? hati, apa yang kamu inginkan sebenarnya?’ batin Mila menanggung kebimbingan di hatinya.


“Aku mencintai laki-laki itu Bel, tapi aku juga tidak mau kehilangan Arya, aku benar-benar bingung dengan diriku sendiri” ucap Mila berharap Abel dapat memahami keadaannya saat itu.

__ADS_1


“kamu sudah memiliki Arya, tapi kamu masih mencintai laki-laki itu, itu berarti kamu tak benar-benar menginginkan Arya, karena jika kamu menginginkan Arya dan kamu sudah memilikinya, tak akan pernah ada lagi cintamu untuk laki-laki itu, keinginanmu pada Arya hanya semu Mil, itu hanya perasaan sesaat saja, berbeda dengan cintamu yang telah lama kamu tanam dan kamu rawat untuk laki-laki itu” jelas Abel pada Mila.


Abel kemudian menoleh pada Mila dengan tatapan datarnya, “cintamu hanya untuk laki-laki itu, bukan Arya", untuk sesaat Mila teringat pada ucapan Arya yang hampir mirip dengan ucapan Abel. ‘keinginanmu untuk tetap bersamaku hanya semu Mil, keinginan yang sesaat ada dan akan kembali menghilang’ itulah kalimat Arya yang menggema di telinga Mila.


Mila menghembuskan nafasnya dengan kasar, ia bercerita pada Abel agar Abel dapat memahami posisinya yang sulit, karena tidaklah mudah baginya untuk melupakan Arnes begitu saja, namun disisi lain ia masih berharap banyak pada Arya.


Namun Abel dengan sikap polosnya hanya mengambil kesimpulan sepihak seolah-olah harapannya pada Arya adalah harapan semu, ‘jika ini adalah harapan semu, mana mungkin aku bisa segila ini memikirkannya’ batin Mila.


“lebih baik aku pulang Bel, berbicara denganmu sama sekali tidak memberiku solusi atas beban yang ku rasakan, aku hanya ingin kita seperti dulu lagi, menjadi sahabat seperti masa kita sekolah dulu, tapi sekarang kamu terlihat sangat membenciku” Mila mengucapkan kata-katanya dengan lemah, kepolosan Abel menganggap masalahnya terlalu simpel sungguh tidak dapat ia terima, padahal ia telah bercerita panjang lebar tentang apa yang ia lalui selama ini agar Abel dapat mengerti posisi sulitnya.


“Apa menurutmu semua akan kembali seperti dulu Mil?, aku melihat sendiri kamu merendahkan suamimu di depanku, aku bahkan tidak dapat membayangkan betapa sakit hatinya Tomy mendengar itu semua, kamu harus sadar, terkadang kita akan membenci apa yang dibenci oleh orang yang kita cintai” ucap Abel yang semakin memperjelas rasa hatinya kepada Mila.


Mila melangkah lesu ke arah pintu setelah mendengar itu semua, mungkin Abel benar, jika Tomy tahu kejadian itu, bisa saja Tomy juga akan sangat membencinya, bahkan lebih dari Abel membencinya, bahkan sekarang pun ia tidak bisa membayangkan seperti apa Arya yang mungkin juga sangat sakit hati pada sikapnya, ia teringat kembali atas semua kesalahannya pada Arya, saat ia melihat Arya datang dengan motor bebeknya dan ia sedang berduaan dengan Arnes, saat Ia mengatakan pada Arya bahwa ia mencintai Arnes dan berkata agar Arya tidak berharap bahwa pernikahan mereka akan bertahan lama, serta saat ia mengatakan bahwa ia adalah pacar Arnes, di depan Arya, Abel dan Ari.


‘aku benar-benar tidak bisa dimaafkan, ya Tuhan, aku tidak ingin kehilangannya' batin Mila menanggung pilu.


Ketika Mila hendak menarik gagang pintu, Abel kembali berkata yang membuat hatinya semakin terasa sakit, “aku hanya kan mengizinkan kamu bertemu Tomy lagi jika kamu datang bersama Arya” ucap Abel yang membuat Mila hanya bisa memejamkan matanya, dan melepas nafas panjang, padahal ia datang kesana untuk mencari Arya, karena yakin jika Arya kembali, ia pasti akan berada di sisi Tomy.


Mila kemudian keluar dari kamar Tomy, dan ketika ia menutup pintu dan hendak melangkah, Ari sudah berdiri di depannya.

__ADS_1


__ADS_2