
Vanessa menatap tajam memperhatikan Mila dan Arya yang sedang menikmati makan malam mereka. ‘sepertinya mereka tidak ada masalah, apa Arya tidak tahu sama sekali?’ pikir Vanessa yang masih menatap tajam sepasang suami istri itu.
“kenapa kakak melihat kami seperti itu?” tanya Arya tanpa menoleh pada Vanessa, sekalipun ia fokus dengan makanannya, ia dapat merasakan lirikan Vanessa kepadanya dan Mila.
“kalian nggak ada masalahkan?” tanya Vanessa tanpa pikir panjang.
Arya dan Mila spontan melirik ke arah Vanessa dengan tatapan tak suka mereka secara bersamaan, hal itu langsung membuat Vanessa menjadi pias, karena tatapan itu seolah sedang mengintimidasinya.
“kenapa? apa kakak salah bertanya?” tanya Vanessa yang mencoba bersikap polos.
“kakak bicara apa sih?” ucap Mila dengan nada tak senangnya.
“kakak melihat Mila bertemu dengan laki-laki itu? mereka tadi membicarakan apa?" ucap Arya penuh selidik pada Vanessa.
Wajah Vanessa langsung berubah pias, ia masih ingat saat Mila menahan tangannya yang berusaha membawa Mila pergi dari hadapan Arnes, ia juga masih ingat pertanyaan Mila yang bertanya tentang cinta Arnes kepadanya, hal yang tentu akan membuat Arya langsung marah jika mengetahui semua itu.
Sementara Mila sudah memucat, rasa takut merasuk dalam ke hatinya, ia sudah berhasil menghindar dari pertanyaan Arya itu kepadanya tadi, dengan sekarang ia dibuat takut jika Vanessa mengatakannya secara jujur pada Arya.
“kakak nggak dengar, tadi kakak langsung menarik tangan Mila saat melihat Mila bertemu dengan laki-laki itu, dan orang suruhan temanmu itu sangat membantu untuk melindungi Mila dari dia” jawab Vanessa dengan santai, ia berharap Arya tidak tahu jika dia saat ini berbohong.
‘percuma juga aku bertanya pada kak Vanessa, dia pasti akan melindungi Mila, sepertinya laki-laki itu cukup berbakat menjebak perempuan dengan rayuannya’ batin Arya yang merasa cemas dengan Mila, ia merasa takut jika Mila akan terjebak pada permainan Arnes, karena sebagai laki-laki, ia juga paham seperti apa karakter laki-laki seperti Arnes.
__ADS_1
“mereka bukan orang suruhan kak, mereka bekerja professional untuk banyak hal, mereka mampu mengikuti orang tanpa orang itu tahu, contohnya saja mereka mengawasi Mila tanpa dia tahu dimana mereka berdiri sekarang, mereka bahkan bisa menemukan jejakku yang sudah ku tinggalkan seminim mungkin kemarin, aku bahkan meninggalkan ponselku agar mereka tidak bisa mendeteksi kepergianku, tapi tetap saja mereka tahu aku pergi kemana, mereka yang mengawasi semua projek kami di berbagai daerah, agar tidak ada orang seperti suami kakak yang menganggu pekerjaan kami” jelas Arya pada Vanessa, ia sama sekali tidak suka jika orang yang berkeja untuknya dan perusahaannya dianggap sebagai pesuruh saja, kata yang jelas terdengar sangat merendahkan diri orang.
Vanessa menelan saliva mendengar ucapan Arya, Ia bahkan tidak mengira Arya akan menyinggung suaminya seperti itu.
Sementara Mila membenarkan ucapan Arya, ia bahkan tidak tahu dimana posisi 2 orang itu ketika ia di rumah, ia juga tidak tahu dimana posisi 2 orang itu ketika ia di sekolah, begitupun ketika dia berada di tempat lain, 2 orang itu seperti tidak ada, namun sejatinya mereka ada dan melihat seluruh gerak geriknya.
“maaf kak, aku tidak mau menyinggung suamimu, aku hanya tidak suka kakak menganggap rendah orang-orang yang bekerja padaku dan perusahaanku, aku menghargai mereka tanpa memandang apa yang mereka kerjakan” ucap Arya kemudian menyelesaikan makannya, ia sejenak melihat ponselnya dan kemudian bangkit untuk masuk ke kamar,
“Mil, aku malam ini akan menemani Tomy di rumah sakit, kasihan Abel, ia juga butuh istirahat di rumahnya, kamu tidak apa kan aku tinggal?” ucap Arya melihat Mila sebelum melangkah ke kamar.
Mila sejenak melihat wajah Arya, ia tidak dapat melarang suaminya itu untuk pergi menemani Tomy, namun disisi lain ia juga ingin tidur dengan pelukkan Arya seperti malam sebelumnya dan akhirnya ia memang harus mengalah, ia mengangguk pelan untuk mengizinkan Arya pergi.
Setelah kepergian Arya ke dalam kamar, Mila kemudian melihat ke arah Vanessa yang tampak sedih karena ucapan Arya, “kakak tersinggung oleh Arya?” tanya Mila pelan pada Vanessa.
“apa kakak nggak pernah bicara sama bang Irman?, atau setidaknya kakak hubungi bang Irman agar pulang ke rumah, kakak juga butuh dia sebagai suami kakak” ucap Mila yang bertanya pelan kepada Vanessa.
“percuma Mil, dia bahkan tidak menganggap kakak sama sekali, apa perempuan mandul seperti kakak memang tak pantas untuk di anggap sebagai istri?” tanya Vanessa terisak pada Mila.
“kakak nggak salah, dia yang salah, dia yang tidak punya hati untuk menghargai perempuan sebaik kakak” jelas Mila pada Vanessa.
“kakak nggak apa-apa kok Mil, jika ini untuk menanggung semua dosa kakak, kakak ikhlas, selagi kakak masih mendapatkan kasih sayang kamu, ibu dan kakek, kakak akan selalu merasa bahagia”
__ADS_1
“Tapi sebagai istri kakak juga butuh suami kakak,”
“udah lah Mil, kakak dianggap keluarga disini saja sudah cukup” jawab Vanessa yang tidak ingin menyambung obrolan itu lagi, karena jelas itu hanya akan semakin menambah sesak hatinya.
*
Suasana dingin cukup terasa di sebuah ruangan rumah sakit, disana Abel tengah menyuapi Tomy yang sedang memakan hidangan makan malamnya.
“kamu tampak lelah sekali bel, jika kamu perlu istirahat, kamu bisa pulang, aku nggak apa-pa disini sendiri” ucap Tomy yang melihat lelah wajah Abel, Abel tersenyum pada Tomy, ia kembali memberikan satu suapan bubur khas rumah sakit itu kepada Tomy.
“aku akan menjagamu sampai kamu sembuh” ucap Abel kepada Tomy dengan tulus dan Tomy tersenyum mendengarnya.
“kamu ada masalah dengan Mila?, sepertinya kalian kemarin tidak seakrab seperti waktu di rumah?” tanya Tomy dengan kembali menerima suapan Abel.
“aku tidak mau membicarakannya” jawab Abel singkat dengan nada geramnya.
“kenapa?, dia kan istri Arya, kalian harus akrab seperti biasa, kalau ada masalah, selesaikan aja baik-baik, jangan kayak gini” ucap Tomy dengan lembut pada calon istrinya itu.
“jika kamu tahu semuanya, kamu pasti tidak ingin melihat wajahnya lagi”
“masa sih, selagi Arya masih bersikap baik kepadanya, aku pasti juga demikian” jawab Tomy masih dengan nada lembutnya, ia tidak ingin meladeni Abel yang mulai tampak kesal ketika ia menanyakan tentang Mila.
__ADS_1
Abel sejenak berpikir, ia kemarin melihat Arya datang dengan Mila tanpa terlihat mereka sedang memiliki masalah, ‘apa aku yang berlebihan pada Mila ya?’ batinnya berpikir.
“Tom, Mila punya hubungan dengan laki-laki lain selain Arya,” ucap Abel hati-hati, ia tidak ingin apa yang diucapkannya itu akan membuat keadaan Tomy memburuk.