
“kerjamu banyak ya?” tanya Mila pelan pada suaminya.
“lumayan Mil, aku tinggal 3 minggu jadi menumpuk banyak, Rita juga pasti sangat sibuk menghandle semua kerjaku,” jawab Arya tanpa memperhatikan Mila yang wajahnya Mila sedikit kesal mendengar nama perempuan itu.
“kamu ngapain aja di Sulawesi 3 minggu Arya?, apa saja yang kamu lakukan selama itu disana?” tanya Mila lagi masih dengan menatap dalam wajah suaminya.
“jalan kaki membuang rasa sakit dan rasa sayangku untukmu”jawab Arya dengan polos, yang membuat jantung Mila berdetak cepat seketika, dan ia merasakan seperti ada sebuah pisau tajam menusuk tepat di ulu hatinya mendengar jawaban jujur Arya tersebut.
Mila sejenak menarik nafas panjang untuk menenangkan perasaannya yang seakan terasa terguncang dengan jawaban jujur Arya tersebut.
“apa tidak ada lagi rasa sayang itu untukku?, apa kamu tetap disini hanya karena rahasia itu?, hanya untuk melindungi dirimu dariku, bukan dengan alasan lain?” tanya Mila dengan nada datar mencoba menahan sesak di dadanya mendengar ucapan Arya yang jelas terdengar jujur itu di telinganya.
__ADS_1
Arya kemudian berpindah duduk dari kursi meja rias ke atas meja di samping Mila duduk, ia kemudian menarik dagu Mila untuk menatap mata istrinya itu
“seperti katamu waktu kita bukit, aku akan tetap disisimu sampai kamu mencintaiku, dan begitu pun dengan aku, aku akan tetap bertahan disisimu sampai aku mencintaimu, waktu itu kamu bilang waktulah yang akan membuktikannya, jadi mari kita lihat sama-sama nanti, bukti apa yang akan ditunjukkan oleh waktu untuk kita” ucap Arya penuh kesungguhan pada Mila.
Mila kemudian memalingkan wajahnya dari Arya, ia tak ingin memperlihat kesedihannya pada Arya, ia masih ingat kalimatnya waktu dibukit itu, meminta Arya untuk tetap disisinya sampai ia bisa mencintai Arya, ‘mungkin aku terlalu egois padanya agar ia bisa menerima segala kesalahanku duly, aku harus bisa menerima semua ini, ini baru awal dari hubungan kami atas semua yang telah terjadi’
“Mil, aku sama sepertimu, kamu butuh waktu untuk bisa mencintaiku dan aku juga butuh waktu lama untuk mengobati rasa sakit itu, sampai aku benar-benar bisa berdamai dengan semua yang telah kamu lakukan padaku, dan seperti kataku, kita melangkah bersama mengikuti hati kita, biarkan nanti hati kita yang menentukan pilihan itu atas keinginannya sendiri tanpa perlu kita paksa,” jelas Arya lagi dengan nada yang jelas menggambarkan kesungguhannya.
“aku juga sejak lama memilihmu dengan hatiku, sejak hari akad kita aku sudah memilihmu dengan hatiku, sejak saat itu juga aku berjanji tidak akan ada yang lain selain dirimu, begitu juga sampai hari ini, tidak ada yang lain selain dirimu Mil, selagi ikatan suci kita ini mengikat kita, tidak akan pernah ada yang lain selain dirimu," ucap Arya dengan sedikit menjeda kalimatnya.
"dan sekarang aku mohon kepadamu, jangan sakiti perasaan aku lagi seperti sebelum ini Mil, rasanya sakit Mil, sangat sakit, aku kadang berpikir kalau aku sudah gila masih bisa menerimamu lagi seperti ini, pintu maafku akan selalu terbuka lebar untukmu Mil, tapi tidak dengan pintu hatiku, jika pintu hati itu tertutup, maka mungkin kita tidak akan bersama lagi seperti ini, Mil, aku ingin kamu tetap seperti ini padaku, Menggenggam erat tangan ku seperti aku menggenggam erat tanganmu seperti ini.” ucap Arya yang semakin mengeratkan genggamannya pada Mila dan mengangkat tangannya yang menggenggam erat tangan Mila itu kehadapan mereka berdua, Mila pun membalas genggaman erat Arya dengan erat juga, tangannya yang satu lagi ia gunakan untuk merangkul Arya dan memeluk tubuh Arya dari samping dan menyandarkan kepalanya di bahu Arya. Ucapan Arya kembali membuka dosa lamanya yang membuat dirinya benar-benar merasa kotor di depan suaminya itu, dan ia ingin melepas perasaan itu melalui sentuhan hangat pelukkannya pada Arya.
__ADS_1
Arya tersenyum melihat perlakuan Mila kepada dirinya, ia kemudian sejenak mencium ubun-ubun Mila di bahunya yang dapat dirasakan oleh Mila betapa tulusnya ciuman itu, yang rasanya sampai terasa ke dalam hati Mila. Arya kemudian melepas genggaman tangannya pada Mila, ia kemudian menarik tubuh Mila untuk sepenuhnya memeluk dirinya. dan kemudian mereka saling berpelukkan dengan erat, seolah tidak ingin melepaskan antara satu dengan yang lain.
“ Mil, di Sulawesi aku bertemu dengan kakek dan nenek yang masih hidup romantis di masa tua mereka, nenek bercerita kepadaku, cintanya pada kakek pernah memudar karena berbagai masalah dalam pernikahan mereka, tapi ia memilih tetap bertahan dengan segala pertentangan diantara mereka, hingga cinta itu tumbuh lagi dan mereka dapat merasakan kebahagiaan bersama sampai hari tua” ucap Arya yang ia hentikan sejenak.
“mungkin aku saat ini ada di fase itu Mil, atas semua masalah pernikahan kita selama ini, sekarang cintaku ada pada titik pudar itu, aku memilih jalan yang sama dengan nenek saat itu, memilih tetap bertahan dengan rasa sakit dan rasa yang memudar ini, hingga suatu saat nanti cinta itu akan tumbuh lagi dan tumbuh semakin besar jauh lebih besar seperti sebelumnya, dan kita nanti akan menikmati kebahagian pernikahan kita sampai tua seperti mereka. membina istana surga kita yang akan kita huni bersama di keabadian kita nanti Mil, tetaplah disisiku Mil, lupakan laki-laki itu, dan cintailah aku seorang, kita akan sama-sama membangun istana cinta kita ini” ucap Arya, dan setelahnya ia mencium dalam kening Mila dengan segenap perasaan tulus dihatinya, ciuman yang terasa menjalar ke setiap sudut tubuh Mila dan memberikan kehangatan bagi hati istrinya itu.
"aku akan tetap di sisimu apa pun yang terjadi nanti Arya, aku akan tetap ada di sisi menggenggam erat tanganmu apapun yang terjadi nanti" Gumam Mila di dalam pelukkan Arya.
Arya tersenyum mendengar ucapan Mila, ia mengusap lembut bahu Mila, 'sebentar lagi Mil, tak sampai sebulan lagi hasil sayembara dari Bian corp akan keluar dan menjadi akhir dari segala perusahaan keluargamu, ucapanmu hari ini akan menuntut buktinya hari itu' batin Arya,
‘ya Tuhan, aku tahu aku salah, tapi aku sadar sekarang bahwa Ia adalah yang terbaik untukku, dia laki-laki terbaik yang aku kenal di dalam hidupku, aku sayang kepadanya, aku cinta kepadanya, aku Mohon, jangan biarkan ia pergi dari hidupku, aku mohon kepada Tuhan'. Batin Mila.
__ADS_1