
Arya dan Mila berjalan santai untuk mengunjungi Tomy, ketika memasuki loby rumah sakit tempat Tomy dirawat, seorang laki-laki berjaket hitam dan memakai topi biru tua yang sedang asyik bermain ponsel tiba-tiba menubruk tubuh Arya yang mengandeng tangan Mila, tubrukan itu membuat laki-laki itu dan juga Arya langsung kehilangan keseimbangan dan sekilas tangan laki-laki itu menyentuh perut kiri Arya, laki-laki itu kemudian membantu Arya untuk berdiri sembari membungkukkan badan dan meminta maaf. “maaf mas, saya nggak sengaja, saya mohon maaf” ucap laki-laki itu dengan nada bersalahnya.
Mila yang kaget dengan kejadian yang mendadak itu langsung beristigfar seketika dan membantu Arya untuk kembali berdiri sempurna. “nggak apa-apa bang, saya juga yang salah tadi” ucap Arya dengan ramah. Arya kemudian segera merapikan pakaiannya kembali. “abang nggak apa-pa?” tanya Arya juga dengan nada bersalahnya. “nggak apa-pa mas, sekali lagi saya mohon maaf” ucap laki-laki itu sembari memberi hormat dan kemudian pergi.
Mila membantu Arya untuk merapikan baju suaminya itu, “itu orang kenapa sih?, masa jalan ditempat ramai kayak gini masih mainin ponselnya” gerutu Mila yang terdengar jelas oleh Arya.
“udah,, nggak apa-pa Mil, yok jalan lagi” ucap Arya sembari menggenggam tangan istrinya itu lagi.
Sementara Mila hanya melihat suaminya itu dengan tatapan panjang, ‘kenapa Arya semudah ini memaafkan orang?, kalau orang lain mungkin udah ribut tadi’ batinnya.
Abel menatap kesal melihat Arya dan Mila masuk dari pintu kamar Tomy, sementara Arya menatap Abel dengan tatapan datarnya. Arya sebenarnya tidak terlalu nyaman melihat Abel ada disisi Tomy, apa lagi Abel yang menemani Tomy beberapa hari ini, rasa khawatir benar-benar menyeruak jika terjadi sesuatu yang tidak seharusnya terjadi diantara mereka, namun di sisi lain, ia hanya bisa percaya sama saudaranya itu, apa lagi Tomy juga meyakinkannya tidak akan terjadi hal apa pun sebelum mereka menikah.
“Gimana kabarmu Tom?” tanya Mila dengan nada perhatiannya pada Tomy, nada yang membuat Abel melirik gadis itu dengan tatapan tak senangnya.
“lumayan, besok aku sudah bisa pulang” jawab Tomy dengan nada santainya.
“Aku udah bicara dengan Mila dan kak Vanessa, kamu akan tinggal dulu di rumah kami sampai kamu benar-benar pulih” ucap Arya sembari duduk di sisi ranjang Tomy. ucapan Arya itu seketika membuat Abel tak senang mendengarnya. “nggak,,,nggak bisa” ucap Abel langsung menyambar ucapan Arya.
“aku nggak mau Arya” jawab Tomy dengan singkat.
Arya menatap panjang ke arah Tomy yang menolak tawarannya untuk tinggal sementara di rumah Mila, ia mengusap rambutnya dengan kasar, sementara Abel menatap kesal pada Arya karena tawaran Arya tersebut.
“Aku nggak mau Tomy tinggal di rumah dia” ucap Abel lagi dengan tegas sembari menunjuk ke arah Mila yang berdiri di sisi Arya.
__ADS_1
Arya sejenak menghirup nafas panjang dan mengabaikan ucapan Abel. Ia tidak ingin terbawa emosi menghadapi Abel, karena itu akan menjadi masalah besar jika ia harus bertengkar dengan Abel disana.
“kamu tinggal di kontrakan sendiri Tom?, kamu ini belum pulih betul, kamu butuh ada orang yang merawatmu” ucap Arya dengan tatapan dalam kepada Tomy.
“ya udah, kalau begitu besok kita langsung pulang ke kampung aja, aku akan lebih senang jika ibu yang merawatku” ucap Tomy dengan singkat yang membuat Abel menatap dalam ke arahnya.
“kamu nggak suka aku yang merawatmu Tom?, kamu bisa tinggal di rumahku kok” ucap Abel dengan polos.
Mila, Tomy, dan Arya serentak menatap panjang ke arah Abel, mereka seakan-akan bertanya, bagaimana bisa gadis itu menawarkan rumahnya untuk Tomy.
“bukan begitu Bel, aku akan lebih nyaman sama ibu aku, tapi kalau kita udah nikah akan lain lagi, baru aku bisa tidur di rumahmu” jelas Tomy pada Abel. Sementara Arya sejenak menimbang perkataan Tomy, ia menghitung waktu yang diucapkan Ari tentang jatuh tempo utang dari Cipta rakarsa dengan keinginan Tomy untuk pulang ke rumah orang tua mereka.
“dirumahku banyak kamar kosong kok, kamu bisa tinggal disana” ucap Abel lagi dengan polos yang membuat Arya mengirup nafas panjang seketika.
“jangan Bel, nanti orang tua kamu malah nggak suka sama Tomy, kamu tidur disini aja pasti mereka sudah nggak simpati lagi sama Tomy, apa lagi jika Tomy sampai tinggal di rumahmu, bisa-bisa orang tuamu menarik lagi restu mereka” jelas Arya dengan pelan agar Abel dapat memahami maksudnya.
Sementara Abel hanya memasang wajah tak sukanya mendengar penjelasan Arya.
“kamu yakin bisa jalan jauh dengan kondisi kayak gini Tom?” tanya Arya pada yang kali ini fokus pada tujuannya menemui Tomy.
“kamu lupa waktu dulu aku juga di rawat di rumah sakit ini, setelah aku keluar kita langsung pulang kan” ucap Tomy mencoba meyakinkan Arya. Sementara itu Mila dan Abel hanya memperhatikan pembicaraan 2 laki-laki itu tanpa ingin menyelanya lagi.
“kalau lusa gimana?, kita harus bicara dulu dengan orang tua Abel dan juga keluarga Mila untuk membawa mereka” ucap Arya sejenak melepas nafas panjang.
__ADS_1
“apa nggak masalah jika kita bawa Abel?, Abel juga harus mempersiapkan banyak hal untuk pernikahan kami, waktunya udah lumayan dekat Arya” ucap Tomy yang membuat Abel kesal ke arah Tomy. “kamu nggak ingin aku bertemu dengan orang tuamu Tom?” ucap Abel sedikit kesal pada Tomy..
“Bel, bukan begitu, Tomy hanya i,,,” ucap Mila yang langsung dipotong oleh Abel, “aku tidak bicara denganmu” ucap gadis polos itu dengan ketus. Tomy seketika menatap panjang ke arah Abel mendengar ucapan Abel itu, ia sadar bahwa Arya pasti tidak suka dengan sikap Abel itu. “Bel, jangan begitu, kamu seharusnya bersikap baik pada iparku” ucap Tomy pelan berharap Abel dapat memahami maksudnya.
Arya kemudian menatap tajam pada Abel yang membuat gadis polos itu menelan salivanya seketika, ia kemudian mundur selangkah dan duduk di sofa menenangkan rasa takutnya. “aku tidak akan menjelek- jelekan istrimu lagi, jangan menatap ku begitu” ucap Abel dengan pelan yang membuat Mila dan Tomy tersenyum tipis seketika.
Arya sejenak melepas nafas panjang, “jadi gimana?” tanya Arya pada Tomy yang masih menatap pada Abel, “ok lusa, besok aku akan minta izin langsung pada orang tua Abel, tapi besok malam aku akan tetap disini dulu, aku tidak mau nginap di rumah iparku” jawab Tomy dengan santai.
“Karina gimana? dia udah kasih izin kamu untuk pulangkan?” tanya Arya lagi.
“udah, kalau bukan izin dia, aku mana berani keluar dari rumah sakit ini, kamu nggak usah nemui dia, biar nanti Abel aja yang mengurus semuanya” jawab Tomy lagi dan Arya sejenak tersenyum mendengarnya.
*
Mila dan Arya menatap panjang ke arah bu Saniah yang tengah menikmati makan malam di meja makan mereka, “kenapa ibu datang kesini selalu tiba-tiba sih, nggak ngasih kabar sama sekali” ucap Mila dengan nada pelannya.
“emang kenapa?, kamu nggak suka ibu datang kesini?” tanya bu Saniah dengan menatap panjang pada Mila. “bukan begitu bu, jika ibu ngasih kabar dulu, kan kami nggak harus seperti ini, masa ibu harus menunggu kami pulang dulu baru makan” jawab Mila dengan nadanya yang terdengar sedikit kesal.
“ibu hanya ingin melihat kalian,” ucap bu Saniah singkat sembari mengalihkan pandangannya pada Arya yang sedang asyik menikmati makanannya. Untuk sesaat suasana terasa hening karena tidak ada yang bersuara, hanya suara dentingan sendok yang sesekali beradu dengan piring makan mereka disana.
“bu, aku dan Mila ingin mengunjungi orang tuaku di kampung, mungkin kami akan berangkat lusa” ucap Arya yang membuat kegiatan makan malam bu Saniah dan Vanessa berhenti seketika.
“ibu nggak masalah, nanti ibu sampaikan pada kakek Mila, lagi pula Mila juga harus bertemu dan mengenal mertuanya kan” ucap bu Saniah dengan nada santai, namun di dalam pikirannya, ia seakan tak percaya dengan apa yang ia dengar. ‘apa itu berarti dugaanku salah?, Arya masih punya orang tua, sementara Indra adalah anak yatim piatu’ batinnya.
__ADS_1
“aku juga mau membawa kak Vanessa bu” lanjut Arya yang membuat Mila menelan salivanya seketika. Sementara Vanessa membulatkan matanya pada apa yang ia dengar.