Menjemput Masa Lalu

Menjemput Masa Lalu
Obat Semangat


__ADS_3

Arya melangkah beriringan dengan Rita memasuki loby perusahaannya. Mereka kemudian masuk ke dalam lift dan segera menuju meja kerja mereka masing -masing.


Rita segera berjalan menuju meja kerjanya dan duduk bersandar disana, melepas rasa lelahnya, matanya masih terlihat merah karena pergulatan emosi di hatinya.


“Kamu lelah Ta, jika kamu butuh waktu untuk istirahat, kamu bisa pulang dulu” ucap Arya yang melihat wajah lelah Rita,


“memang kamu tidak lelah apa, matamu dari tadi pagi kulihat sedikit bengkak” jawab Rita dengan santai, Arya sejenak menarik nafas panjang, ia memang tidak istirahat lama semalam, tapi dia juga tidak bisa bermain -main, beban pikirannya semakin membludak di kepalanya, sekarang ditambah lagi Rita yang membuat pikirannya jadi bertambah berat, entah mengapa ia begitu takut kehilangan gadis itu, kehadiran Rita di posisi sekretarisnya sangat ia butuhkan di segala situasi.


Arya sejenak melihat ke arah tim arsitekturnya yang sedang sibuk bekerja, ‘semuanya benar-benar membuatku capek, kenapa hidup sesulit ini sih’ batinnya. Masalah bu Saniah, Adinata group, Irman, hingga sekarang Rita membebani pikirannya, Ia menarik nafas panjang, dan kemudian menaruh kunci mobil Rita di meja Rita.


“kamu masuklah, jangan pikirkan aku” ucap Rita dengan pelan agar tidak terdengar oleh orang yang bekerja disana.


“aku janji Ta, aku akan membebaskan ayahmu, aku akan bayar dendammu pada keluarga Mila dan keluargaku Ta” ucap Arya juga dengan pelan.


Rita tersenyum mendengar ucapan Arya, ‘dendam, aku benar-benar lelah karena dendam ini’ batin Rita.


“masuklah Arya, biarkan aku beristirahat dari masalah Indra ini”


“kamu tidak perlu memikirkan hal ini Ta, fokus saja pada pekerjaanmu seperti biasa, biar aku Ari, Arbi dan Tomy yang mengurus ini semua, aku tidak ingin kamu berada posisi yang berbahaya” ucap Arya yang kemudian masuk ke ruangannya tanpa mendengarkan jawaban Rita.


Saat ia masuk ke ruangan itu Ari tampak sedang duduk santai di sofa ruangannya. Arya melepas nafas lelah melihat kehadiran Ari, ia kemudian masuk dan menutup pintu ruangannya embali.


“ngapain lo disini?” tanya Arya yang melangkah santai ke arah Ari, ia kemudian duduk di samping Ari yang sedang menikmati rokoknya, Ari kemudian menarik nafas kasar karena kehadiran Arya dan segera mematikan rokoknya itu.


“menurut lo?” ucap Ari balik bertanya.


“lo mau curhat kegagalan lo itu”

__ADS_1


“orang tua di rumah sakit itu benar-benar di luar prediksi gue, tapi tenang saja, rencana Arbi jauh lebih bagus kayaknya, laki-laki itu mungkin akan berakhir di penjara”


“maksud lo?” tanya Arya yang bingung dengan kalimat Ari.


“itu urusan Arbi, bukan urusan lo, gue sebenarnya mau ngajak lo mendaki, tapi sepertinya lo harus menjaga istri lo dengan hati-hati sekarang” ucap Ari dengan santai.


“mendaki?, kok tiba-tiba, ada masalah lo?” tanya Arya dengan datar.


“gue nyerah sama Karina,” ucap Ari dengan singkat yang membuat mata Arya melihat tak percaya pada Ari.


“nyerah, nyerah apa maksud lo?” tanya Arya dengan nada tak percayanya.


“gue udah 2 kali bilang sama dia kalau gue akan melamarnya, tapi dia tidak excited sama sekali, dia memang nggak ada perasaan sama gue, gue nggak bisa maksain dia untuk memilih sesuatu yang tidak dia inginkan” ucap Ari dengan datar.


“Ri, gue udah bilang kan, nikahin dia, dia akan mencintai lo”


“dia nggak benar-benar milih gue, seminggu yang lalu di bilang dia nggak akan menolak laki-laki lain yang datang melamarnya, itu artinya dia nggak benar -benar yakin dengan gue Arya, jika dia yakin milih gue, kalimat itu nggak bakalan terlontar dari mulutnya, mungkin sekarang udah ada laki-laki lain yang menarik hatinya” ucap Ari dengan nada lemah.


“gue udah pengalaman masalah cewek Arya, mungkin gue emang nggak pantas untuk cewek sebaik Karina, gue rasa gue hanya terobsesi pada dia, hingga gue bertahan sejauh ini, padahal gue tahu dia sama sekali nggak ada rasa sama gue dari awal” jelas Ari lagi.


‘astaga Karina, apa kurang baiknya sih Ari sama dia?, kalau kayak gini malah aku yang merasa bersalah’ batin Arya.


“gue harus melepas dia Arya, percuma memaksa, nggak bakalan bahagia hidup gue dan dia nanti” ucap Ari dengan santai.


“lo yakin, gue takut aja lo bakalan hancur kayak orang -orang yang putus pacaran” ucap Arya dengan polos.


“gue udah biasa sama cewek, gue nggak bakalin sampai segitunya kali” ujar Ari masih dengan santai.

__ADS_1


“hasil Bian corp akan keluar minggu ini, Arbi akan berangkat ke London, kita udah dapat undangan resmi dari mereka,” ucap Ari mengalihkan pembicaraan mereka.


“lalu Karina mau lo lepas,,”


“dia urusan gue Arya, lo nggak usah mikirin ini, gue tahu beban lo cukup berat sekarang, masalah asmara kayak gini nggak bakalan bisa lo atasi, lagi pula gue juga udah biasa terobsesi sama perempuan seperti ini” ucap Ari dengan santai.


Arya melepas nafas panjang, ia memejamkan matanya dan bersandar di sofanya. “gue mau cerita satu hal sama lo Ri” ucap Arya dengan singkat.


“apa? istri lo?”,,,


“bukan, tapi,,,,”


“Adinata,” ucap Ari langsung memotong kalimat Arya, mata Arya langsung terbuka dan melihat tajam kepada Ari yang tampak santai memainkan puntung rokoknya yang telah padam.


“lo tahu Ri?” tanya Arya dengan tatapan tajamnya, ia seakan tak percaya jika Ari tahu masalah itu, padahal sejak kuliah mereka bersahabat, rahasia itu selalu ia simpan rapat bersama Tomy.


“nggak, gue dan Arbi butuh penjelasan lo soal itu” jawab Ari dengan santai.


“mana Arbi, gue akan cerita di depannya aja sekalian, capek gue cerita 2 kali” ucap Arya dengan datar.


“besok aja ceritanya, pengawal istri lo udah nyelidikin Adinata group selama lo pergi ke kampung, besok aja sama-sama kita dengar laporan mereka, dan pastikan seharian besok istri lo disini, jangan biarkan dia lama -lama di rumah sendiri, abangnya itu semakin gila aja gue lihat” ucap Ari dengan datar dan kemudian bangkit untuk keluar dari ruangan Arya.


Arya hanya melongo mendengar ucapan Ari, ia kembali dibuat tak percaya dengan tindakan sahabatnya itu, ‘lo benar-bena sahabat Ri, gue berhutang banyak sama lo, lo bahkan udah ngelakuin apa yang ingin gue lakuin’ batin Arya melihat kepergian Ari.


Arya kemudian menarik nafas kasar dan melihat ponselnya. Sebuah notifikasi chat terlihat dari tampilan layar ponselnya yang terkunci. Arya kemudian membuka chat dari istrinya itu, dan ia tersenyum membacanya. Kehadiran Mila di sisinya sudah cukup menjadi obat penawar dari segala beban hidupnya.


“assalamuaikum suamiku”

__ADS_1


"maaf ya, aku nggak bisa ngantarin bekal buatmu siang ini,”


“kamu pulang jam berapa nanti?, nanti sore kita ke Bandara ya, bang Ardian dan kak Sarah bakalan pulang sore ini ke Malaysia”


__ADS_2