
“apa kamu lupa padaku?, Indra ini aku princess kecilmu”
Mata Arya membelalak kaget mendengarkan ucapan Mila yang masih erat memeluknya, ‘Indra?, dia tahu siapa aku?’ batinnya tak percaya.
Arya kembali memegang bahu Mila untuk melepaskan pelukkan gadis itu, namun Mila malah semakin mempererat pelukkannya, ia tidak ingin suaminya itu pergi lagi dari sisinya.
Arya lalu mendorong tubuh Mila dengan sedikit kuat, hingga pelukkan erat Mila terlepas dari tubuhnya, Ia kemudian menggenggam erat bahu Mila dan menatap dalam ke arah Mila, sementara Mila masih menunduk, kedua tangannya kini memegang erat lengan Arya, ia memegang lengan itu seerat yang ia bisa, jika Arya mencoba pergi lagi, ia akan menahan Arya dengan segenap kekuatannya, ‘dia tidak boleh pergi lagi, aku tak sanggup lagi menahan rasa sakit kehilangannya' batin Mila dengan sedih.
“Siapa yang kamu panggil Indra?” tanya Arya penuh selidik masih dengan nada pelan,
Mila kemudian mengangkat kepalanya, dan ia dapat melihat manik mata Arya yang telah berkaca-kaca, begitu pun Arya, ia dapat melihat mata Mila yang sudah basah, dan di pipi Mila masih mengalir air matanya.
“Kamu Indra kan?, apa kamu tidak ingat aku lagi?” tanya Mila dengan nada seraknya, ia berusaha menenangkan hatinya agar memiliki kekuatan untuk terus bisa menahan Arya agar tidak pergi darinya.
Nafas Arya terasa tercekat mendengar itu semua, rasa takut sekarang menelisik hatinya, ‘astaga, dia tahu darimana?, apa itu berarti orang itu juga sudah tahu’
“Mil, kamu ini bicara apa?” ucap Arya dengan tergugup, ia masih memegang erat bahu Mila dan menatap dalam mata Mila, ia benar-benar takut jika Arnes dan ayahnya tahu siapa dirinya sebenarnya, ia merasa benar-benar telah masuk ke jurang neraka sekarang, ‘Mila berpacaran dengan orang itu, apa itu berarti dia juga sudah tahu tentang aku, ya Tuhan, apa hidupku akan berakhir juga seperi ayah dan ibu’
Tangan kanan Mila melepaskan pegangannya pada lengan Arya, ia kemudian mengusap wajah Arya yang tampak kaku, “kamu Indra kan?, pangeran masa kecilku” ucap Mila lagi.
Arya menelan salivanya, rasa takut tengah menyelimuti hatinya, berat sekali ia untuk berkata iya, karena itu berarti ia membenarkan jati dirinya pada orang yang sekarang dirasanya lebih memihak pada musuhnya itu.
“Aku Arya, bukan Indra” elak Arya.
“aku sudah lihat foto itu, kamu pasti Indrakan?” tanya Mila lagi, Mata Arya membelalak kaget, nafas tercekat, dan dadanya benar-benar sesak. Hidupnya terasa di ambang kematian.
“fo,,foto” ucap Arya terbata ‘apa Mila yang menemukan foto itu?’ foto yang selalu ia jaga itu ternyata di ada di tangan Mila, Ia bahkan sudah setengah takut mengingat foto itu selama ia pergi, kedua foto itu sama nilainya dengan nyawanya saat ini.
“Kamu bilang itu foto orang tuamu, itu berarti kamu Indra kan, dan Tomy bukan saudara kandungmu, tapi sepupumu, dan orang tua Tomy adalah paman dan bibimu, aku sudah lihat semuanya di foto itu” ucap Mila yang masih memegang wajah Arya dan menatap dalam manik mata Arya.
Arya merasakan tubuhnya melemah mendengar ucapan Mila, rahasia yang selalu ia jaga dengan rapat sekarang telah diketahui oleh Mila, orang yang mencintai laki-laki yang saat ini tengah mengincar nyawa, pegangannya di bahu Mila mulai melemah dan Mila memanfaatkan keadaan itu untuk kembali memeluk Arya, ia benar-benar tidak ingin melepas Arya lagi.
“Siapa saja yang tahu ini semua ini Mil?” tanya Arya dengan suara yang gemetar, ia tidak dapat lagi mengelak sekarang, jika berkata tidak, itu akan semakin mempeburuk posisinya, karena bisa saja Mila mencari tahu kebenaran itu pada orang lain.
__ADS_1
“maksudmu apa?” ucap Mila kembali menyembunyikan kepalanya di dada bidang Arya, entah mengapa ia merasa begitu nyaman untuk meletakkan kepalanya di dada itu.
“siapa yang sudah kamu beritahu tentang ini?” tanya Arya lagi, tubuhnya terasa lemas dan kaku, jawaban dari Mila benar-benar akan menentukan apa yang harus ia lakukan ke depan.
“aku tidak memberi tahu siapa pun” jawab Mila dengan perasaan yang sedikit lebih tenang, Arya ke kemudian mengangkat tangannya, kali ini ia membalas pelukkan Mila. Ia memeluk Mila dengan erat untuk melepas semua perasaan di hatinya. Dan Mila dapat melepas nafas lega atas pelukan Arya itu.
Arya kemudian memejamkan matanya dengan dalam, hidup benar-benar tidak adil untuknya, disaat ia sudah siap melepas Mila dari hidupnya, sekarang ia kembali terjebak, Ia tidak bisa melepas Mila sekarang, karena gadis di depannya itu telah memegang rahasia terbesar di dalam hidupnya, rahasia yang akan menjadi pertarungan antara hidup dan matinya.
Mata Arya yang sedari tadi berkaca-kaca sekarang menitik air mata,
Cukup lama mereka saling berpelukan, hingga akhirnya Arya melepas pelukkannya, dan kemudian Mila juga melakukan hal serupa, Mila kembali memegang wajah Arya.
“Indra, kamu ingat aku kan, kamu pangeranku dan aku princessmu, terima kasih telah menepati janjimu dulu kepadaku” ucap Mila dengan menatap dalam mata manik Arya. Mendengar ucapan Mila ingatan Arya kembali pada peristiwa yang pernah terjadi 22 tahun silam.
FB
“kamu mau kemana?” ucap Mila kecil yang berumur 4 tahun saat itu,
“aku harus pergi, pergi jauh” jawab Indra yang masih berumur 6 tahun
“Aku akan kembali untukmu, kau kan princess nya” jawab Indra sembari mencubit pipi tembem gadis kecil itu.
“pangeran harus kembali pada princessnya, aku tunggu kamu kembali, jangan pergi lama-lama ya” ucap Mila dengan polos.
“iyaa-iya” jawab Indra,
“janji,” ucap Mila kecil sembari mengangkat jari kelingkingnya,
Indra kemudian juga mengangkat jari kelingking dan mengaitkannya dengan kelingking Mila,
Fb end,
“apa kamu gadis kecil itu?” tanya Arya yang juga menatap dalam manik mata Mila.
__ADS_1
“kamu masih ingat dengan akukan?” ucap Mila tersenyum lega, ia merasa senang pangerannya itu masih dapat mengingatnya.
Begitu pun dengan Arya, ia dapat melepas nafas lega sekarang, janji yang selalu membebaninya bertahun-tahun itu sekarang telah ia tepati, janji yang selalu terbayang-bayang di ingatannya, terngiang-ngiang di telinganya dan membuatnya selalu takut untuk terikat janji kepada siapapun karena janjinya pada Mila yang tidak bisa ia tepati, namun di hari ini, semuanya sudah terbayar lunas. Satu beban yang menggantung di pundaknya dari masa lalu sekarang sudah terbayar.
“kamu pikir aku akan lupa pada apa yang pernah kamu lakukan dulu” ucap Arya datar, namun dihatinya ia benar-benar senang bisa menepati janji itu.
“maksudmu apa?” tanya Mila mulai bingung dengan arah pembicaraan Arya,
“kamu menciumku dulu, apa kamu lupa?”
Mendengar ucapan Arya wajah Mila langsung memerah, ia langsung memalingkan wajahnya dari Arya karena teringat betapa bodohnya dirinya dulu, ia mencium Arya untuk memerankan apa yang Ia lihat di film.
“itu kan dulu, aku masih kecil, masih polos, aku nggak tahu apa-apa saat itu” jawab Mila membela dirinya, ia benar-benar merasa malu mengingat kejadian itu.
“tapi kamu memeluk dan mencium bibirku saat itu, aku waktu itu masih polos, dan kamu menjadikan ku korban nafsumu” ucap Arya dengan nada kesal pada Mila.
“Indra” teriak Mila sembari mencubit tangan Arya, ia benar-benar malu teringat kejadian itu, ditambah lagi Arya yang berbicara seolah menjadi korban nafsunya, semakin menambah merah rona wajahnya.
“Mil, jangan pernah panggil aku Indra” Arya mengatakannya dengan nada serius yang membuat Mila kembali menatap ke arah wajahnya dengan bingung karena nada suara Arya yang berubah. Mila menatap manik mata Arya dengan wajah herannya,
“Indra sudah lama ku kubur di masa lalu, ia tidak akan pernah hidup lagi sampai kapan pun” lanjut Arya dengan serius.
“kenapa?” tanya Mila heran, “banyak hal yang terjadi di masa lalu yang tidak bisa bisa dibuka lagi di masa depan Mil” jawab Arya penuh makna.
“Apa itu alasannya namamu sekarang adalah Arya?” tanya Mila lagi,
“Mil, berjanjilah kepadaku, kamu tidak akan mengatakan ini semua kepada siapa pun, cukup kamu seorang diri yang tahu masalah Indra,” ucap Arya lagi,
“kenapa Arya? apa alasannya aku harus menyembunyikan tentang dirimu di masa lalu?” tanya Mila lagi.
Arya melepas nafas panjang, ia tidak mungkin menceritakan semuanya pada Mila, terlalu sakit baginya menceritakan semuanya, terlalu berat beban yang harus ia rasakan jika kembali menceritakan apa yang mengejar dirinya bertahun-tahun.
“ini demi hidupku Mil, demi masa depanku” jawab Arya, Mila kemudian mengangguk walaupun ia tidak sepenuhnya paham dengan maksud kalimat Arya, yang ia mengerti ia harus menyimpan rahasia Arya tentang Indra untuk masa depan Arya.
__ADS_1
“apa itu berarti kamu tidak akan meninggalkanku?” tanya Mila, ia sekarang merasa menjadi orang yang penting bagi Arya, dengan ucapan Arya barusan, tersirat makna Arya mempercayainya untuk menjaga sesuatu yang sangat penting di hidup Arya, yaitu tentang Indra di masa lalu.